
Disebuah kota dekat dengan hutan agung tempat dimana kuil Reiga berada terdapat sebuah kota netral walaupun kota itu terbilang kecil tetapi banyak kuil berdiri disana yang membuat peraturan disana sangat ketat dan karena dekat denga hutan agung membuat banyak kelompok pemburu harta karun sering berkunjung disana untuk memburu hewan atau tananman langka, di dalam kota terdapat sebuah bar dimana temapat banyak pemburu berkumpul disana ada beberapa kelompok dari luar kota disatu meja terdapat seorang yang duduk sendiri disana lalu muncul sekelompok orang datang dari bar itu beberapa dianatara mereka adalah manusia, dua orang ras best tipe anjing dan dipimpin oleh seorang dari ras raksasa ( ras raksasa memeliki tinggi normal 2 meter dan terlahir dengan skill ras tubuh raksasa yang dapar mengubah tubuh mereka menjadi sekeras batu dan menambah tinggi mereka hingga 5 meter ) para kelompok itu mendatangi meja orang yang duduk sendiri itu kemudian pemimpin kelompok nya duduk disana.
“Berikan informasi yang kau punya” kata pemimpin kelompok sambil mengeluarkan sekantung uang bersikan emas dan perak.
“Hahah bagus tuan ini cukup bagiku untuk bisa bersantai selama beberapa hari” kata informan itu sambil mencoba mengambil sekantung uang itu, “Jook” suara pisau menusuk meja menghentikan informa itu mengambil uang yang ada di depannya.
“Eiits.. tunggu dulu beritahu semua yang kau tau baru kau boleh mengambil uangnya” kata seorang dari kelompok itu yang berasal dari ras anjing.
“Cih baik-baik kayak aku bisa kabur saja dengarkan ini aku punya informasi tentang senjata ilahi yang ada di dekat kuil Teppes” ucap informan itu.
“Senjata ilahi kau bilang” ucap pemimpin kelompok.
“Siiing” pemimpin kelompok itu kemudian mengeluarkan pedang nya yang dia sarungkan di pinggangnya
“Kau jangan bercanda denganku sebuah senjata ilahi itu sama denga harta karun nasional sebuah kerajaan besar, dan senjata ilahi hanya dapat dibuat dari bahan-bahan yang langkah dan hanya beberapa dewa yang beruntung bisa menciptakannya dan kau bilang senjata ilahi ada disekitar sini di hutan belantara ini” ucap pemimpin kelompok itu dengan nada yang mengancam.
“Hahaha sabar tuan apakah kau tidak pernah mendengar tentang raja putih dari hutan agung” kata inforaman sambil mencoba untuk menenangkan pemimpin kelompok itu.
“Raja putih maksudmu monster yang memimpin para monter dihutan itu” kata pemimpin kelompok itu sambil menjatuhkan pedangnya.
“Iya benar dari informasi yang kudapat pengikut Teppes berhasil menangkapnya hidup-hidup dan Teppes menjadikannya sebagai bahan percobaan untuk membuat senjata ilahi, tetapi karena serangan dari dewa lain dia menyuruh pengikutnya untuk menyembunyikan senjata tersebut, tetapi saat temannya mencarinya tubuh hancur dimakan monster dan senjata ilahi yang dia bawa menghilang, dikatakan ada sebuah goa tempat mahluk besar itu hidup dan suka mengumpulkan barang-barang yang bersinar dan kemugkinan besar senjata ilahinya ada disana” ucap informan itu sambil sedikit demi sedikit mengambil uang yang ada diatas meja.
“Hmm baiklah kalau begitu kami akan percaya pada perkataanmu” ucap pemimpin kelompok itu, informan itu kemudian mengambil uangnya tetapi “Croot” tangan dari informan itu ditusuk oleh pisau salah satu anggota kelompok pemberu tersebut.
“AaakH” informan itupun menjerit kesakitan.
“Kami memang akan percaya tetapi ingat ini jika yang kau katakana salah maka bukan cuman tanganmu tetapi nyawamu juga akan kulenyapkan” kata pemimpin kelompok itu sambil pergi dengan kelompoknya meninggalkan informan itu tertusuk pisau dimeja tetapi tetap meninggalkan uangnya.
“Crooot” informan itu kemudian mencabut pisau yang tertancap ditangannya dan pergi meniggalkan bar sambil membawa uang yang ditinggalkan kelompok tersebut, dia pergi kebelakang sebuah jalan kecil yang gelap disana dia dikejutkan ternyata ada 2 orang bandit yang mengikuti nya dan ingin mengambil uangnya.
“Hei tuan malam ini kan agak dingin dan kami juga tidak mau membuang banyak waktu langsung saja jadi kami melihatkau membawa banya emas jadi kalau bisa serahkan kantung uang itu maka kami berdua akan berbaik hati mengampunimu” kata salah satu bandit ini.
“Hari ini moodku sedang tidak bagus dan juga kelihatannya mayatkalian tidak begitu bagus jadi matilah skill blood armor” informan itu mengaktifkan skilnya dan langsung menyerang kedua bandit itu “Tusukan penghancur” salah satu bandit yang kepalanya tertusuk cakarnya meledak, melihat apa yang terjadi pada temannya bandit yang satu lagi berusaha untuk melarikan diri “Skill pelahap” bandit yang berusaha kabur itu hancur terlahap setengah badannya.
“Haaah, skill otoritas darah” informan itu memegang wajahnya dengan tangan kanannyadan wajahnya berubah telinga kucing muncul dari kepalanya dan berubah wajah berbentuk segitiga memiliki kulit coklat ciri khas dari Raiya yang berasal dari ras best kucing hitam.
“Ya tuan maafkan saya jika mengecewakan anda” kata Raiya sambil berlutut di hadapan Reiga.
“Tidak apa-apa lagi pula rencana berjalan dengan lancer dengan ini sudah ada lebih dari sepuluh kelompok yang pergi untuk senjata ilahi itu” kata Reiga denga tersenyum sinis diwajahnya.
“Sekarang mari kita mulai permainannya, Raiya untuk sekarang tetap siaga di kota beritahu aku jika ada perubahan situasi dikota” kata Reiga yang pergi meninggalkan Raiya.
“Ya tuan” kata Raiya.
Reiga yang terbang dengan kecepatan tinggi langsung menuju sebuah gua, didalam gua terdapat banyak sekali harta dan benda-benda berkilauan di tengah benda-benda itu tertancap sebuah pedang miliki Reiga yang tertancap disitu “Duuk..duuk..duuk..duuk” pedang itu mulai berdetak kegirangan melihat kedatanga Reiga.
“Hahaha… bersabarlah white night sebentar lagi akan tiba waktunya kau bisa berseng-senang” kata Reiga yang mengelus gagang dari white night.
White night yang bersemangat mengeluarkan aura merah terang dan sedikit asap hitam, satu minggu kemudian di suatau tempat yang agak jauh dari gua tersebut terdapat sebuah desa di desa itu terdapat berbagai ras yang menghuni tempat itu elf, best, dan manusia ketiga ras di tempat itu terdapat kuil dewi pemburu di dalam kuil itu sedang terjadi perundingan antara para dewa yang tinggal di hutan itu.
“Aku ucapkan terimakasih pada kalian semua karena sudah mau menanggapi panggilanku” ucap dewi pemburu Shita, dewi pemburu memiliki tinggi 180 cm lebih dengan tubuh yang proposional dan sedikit berotot dengan rambut yang dapat berubah warna membantunya untuk sembunyi.
“Tidak perlu basa-basi lagi Shita langsung keintinya saja” ucap dewa penambang Dwar, dia memiliki tubuh yang pendek 130 cm tetapi berwajah seperti orang tua dengan sikap yang kasar.
“Baiklah tidak perlu emosi begitu, kita disini untuk membahas tentang pendatang baru di tempat ini tampaknya dia menjadi kekacauan di sekitar sini” kata Shita.
“Benar aku setuju dengan Shita selain mengakibatkan kekacaun dia juga sudah membunuh 2 dari 17 beruang peliharaanku” kata dewa beruang Grizz, dia memiliki tubuh orang dewasa berusia 30-40 tahun dengan tinggi 180 cm meter dengan tubuh petarung yang kekar memakai topi dan jubbah dari kulit beruang hitam.
“Jadi maksudmu kita harus bekerjasama untuk menyerang seorang dewa yang baru saja lahir maksudmu seperti itu” kata Dewi sungai Undie dengan nada dingin.
“Tenang aku tau ini memang sedikit memalukan tetapi melihat apa yang terjadi pada Teppes, kita harus berpikir secara seksama betapa berabahayanya dia itu” Kata Shita yang menjelaskan pada Undie
“Selain kau, yang lain kuil utama nya semua berada dihutan ini terutama hutan ini merupakan tempat terdapat sumber alam yang langkah disini jadi kita tidak bisa membeiarkan nya mengacaukan hutan ini” kata Shita.
“Baiklah jika begitu aku setuju ikut dalam rencana ini” kata Undie, ketika mereka sedang berunding mereka berempat mersakan hal yang sama.
“Apa ini wilyahku sedang diserang” kata Grizz, mendengar ucapan itu para dewa yang lain juga pergi kewilayah merak masing-masing kenyataan yang mengejutkan bahwa wilayah mereka berempat diserang secara bersamaan.
Bersambung.....