I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 200 Guru dan murid



Disaat Reiga dan yang lainnya telah sampai didekat wilayah Susano mereka semua langsung berpisah dengan Tiana yang mana dengan cepat pergi dari sana, dia telah mengalahkan Oroci musuh bebuyutannya yang mana telah dia lawan selama ratusan tahun namun karena dia telah menang Tiana langsung kembali kehutan merah untuk merayakan kemenangan miliknya.


Setelah mengambil bagian dari harta Oroci dengan cepat Tiana langsung pergi dia pergi bersama Riana dan kelima pengawal ras phoenix lainnya, walaupun Riana sangat ingin bersama dengan Reiga tetapi dia tidak bisa membiarkan ibunya sendirian sekarang karena luka dari serangan Oroci masih bersisa dan Tiana sekarang ini tidak dapat menggunakan 100 % kekuatannya.


“Baiklah mereka sudah pergi, sekarang mari kita lanjutkan masuk kedalam kotanya” kata Susano yang mana memancarkan aura bahagia.


Namun sesampainya di kota yang mana sudah lama dia tinggalkan, suasana disana sangat aneh para penjaga yang melihat Susano merasa ketakutan akan sesuatu namun mereka hanya diam dan tidak berani menatap matanya. Susano yang awalnya tadi ceria secara tiba-tiba menjadi suram karena dia juga merasakan ada yang aneh pada kota-kota miliknya, Reiga yang merasakan energy yang tidak asing mulai menggunakan mata dewanya untuk memeriksa seluruh kota.


“Aaah… dihalangi kah” namun sebuah penghalang memblokir kemampuan mata dewa milik Reiga, sebuah penghalang yang cukup kuat telah terpasang dilima kota yang membuat para pemilik skill mata dewa tidak dapat melihat kedalam kota ataupun melihat sesukanya.


“Ada yang aneh, aku tidak ingat memasang penghalang didalam kota” kata Susano yang mulai curiga.


Dan ketika mereka berjalan menuju arah tengah kota mereka melihat para penduduk yang ketakutan dan beberapa gangster tersebar dimana-mana bahkan para penjaga kota tidak berbuat apa-apa melihat para gangster bertindak semena-mena, melihat hal tersebut Susano mulai marah tetapi dia dapat menahan amarahnya karena dia tahu kalau dia marah disana maka akan banyak orang-orang tak bersalah yang tewas akibat dari kemarahannya.


“Guru…” tiba-tiba Diana memanggil Reiga karena dia merasakan sebuah hawa yang mana sedang memantau dirinya.


“Yah aku tahu, kita sedang diawasi” kata Reiga.


“Hehehehe…. kelihatannya kota-kota ini sudah tidak ada dalam kendalimu lagi Susano, dari apa yang aku lihat sudah ada beberapa iblis yang ada disini demon yang telah berevolusi menjadi iblis cukup langkah namun disini kelihatannya ada lebih dari 100 orang iblis” kata Zero yang menggunakan kekuatan hukum ruang miliknya untuk merasakan energy-energy di lima kota.


“Yah aku tahu itu, sejujurnya kota ini sama sekali tidak mendiskirminasi ras apapun tetapi aku sama sekali tidak ingat kalau membiarkan ras iblis mengambil alih kotaku” kata Susano.


Dan ketika mereka sampai ditengah kota, tepat ditengah kelima kota sebuah instana berwarna abu-abu terlihat dengan megah beridiri dengan dihiasi beberapa patung emas istana tersebut dijaga oleh 20 penjaga yang memiliki tingkat dewa raja. Melihat istananya yang mana dulunya tidak sebesar itu dan juga semegah sekarang membaut Susano murka, dia tidak bisa membayangkan berapa banyak GP yang digunakan untuk membangu istana semegah tersebut dan berapat banyak warga kota miliknya yang menderita akibat hal tersebut, “Buussshh…” Susano yang mana sudah tidak bisa mengendalikan emosinya lagi melompat keatas istana tersebut namun melihat Susano yang datang tiba-tiba para penjaga langsung mencabut pedang mereka dan ingin maju menghadang Susano.


“Krrraaanggss…. Trrraaanggsss…. Ktttrrraaangg…..” namun suatu rantai hitam yang tiba-tiba muncul mengikat mereka semua, rantai tersebut berasal dari Zero yang mana menggunakan artefak yang dia ambil dari gua Oroci.


“Hahahahaha…. kalian jangan mengganggu pemilik, sang penguasa yang sebenarnya sedang mulai bergerak sekarang” kata Zero yang mana ingin melihat tindakan dari Susano.


“BOOOSSSMMM….” Dengan satu pukulan yang sangat kuat Susano lalu menghantam formasi penghalang yang ada untuk melindungi istana tersebut, namun dengan sejumlah energy yang besarnya bukan main dia dapat dengan mudah menghancurkan penghalang tersebut. “Trrraaaannggkkk… Bussshh…” dan setelah penghalang istana tersebut hancur dengan cepat dia langsung menuju gerbang depan istana tersebut dan menggunakan satu pukulan untuk membuat istana tersebut menjadi setengah hancur “BOOOOMSSHH… KRRRAAAASSCC…” istana tersebut rubuh yang membuat para warga sedikit panik, mereka lalu berlarian pergi memasuki rumah masing-masing karena mengira ada sesuatu yang menakutkan sedang terjadi terkecuali para iblis yang ada disana mereka semua beramai-ramai langsung berlarian pergi menuju arah istana.


Dibalik asap tersebut terlihat Susano yang mana mengeluarkan sejumlah besar energy dari tubuhnya, dia seakan-akan seperti monster yang berwujud manusia dengn energy sebesar itu Reiga yang melihat jumlah energy tersebut langsung tidak sadar mengeluarkan pedangnya.


“Eeeh… guru kau kenapa, senyummu agak menakutkan” kata Diana yang melihat Reiga tersenyum.


“S…Si… SIAPA ITU… KURANG AJAR SEKALI BENARINYA MENGHANCURKAN ISTANAKU” teria seseorang yang keluar dari reruntuhan istana tersebut.


“Jadi ini semua adalah perbuatanmu kah Yomi” kata Susano yang mana melihat orang tersebut.


“G… Gu… Guru kau sedang apa disini bukannya kekuatanmu telah menghilang” kata Yomi yang mana merupakan murid dari Susano ( dia terlihat seperti pria gendut berumur 50 tahunan yang mana berwajah sangat jelek, dengan beberapa tato ditubuhnya yang merupakan sebuah formasi kutukan dia memancarkan energy dari dewa iblis yang sangat kuat ).


“Sudah ratusan tahun aku melihatmu ternyata kau sudah berubah menjadi serendah inikah” kata Susano yang melihat jijik muridnya.


“D… Diaam kau, tahu apa kau ini haaah…. Apa kau tidak tahu apa yang aku alami ratusan tahun ini, karena menghilangnya dirimu aku terpaksa harus melakukan semua ini” kata Yomi yang mana berusaha menyalahkan Susano.


“Kau dulunya adalah muridku yang paling berani dan tangkas, namun sekarang ini kau tidak lebih adalah budak dari Arogan” kata Susano yang mana merasakan aura iblis milik Arogan ditubuh Yomi.


“Budak kau bilang, SIAPA YANG BUDAK HAAAH… AKU ADALAH PENGUASA DARI TEMPAT INI, semenjak kau pergi aku yang mengatur dan melindungi semuanya jadi jangan pernah kau berani menghinaku” kata Yomi, dia lalu mengeluarkan sebuah artefak tingkat bencana sebuah kapak berwarna emas yang mana dihiasi permata disetiap sudutnya.


“Jadi begitu tampaknya aku harus membereskan kesalahanku sebelum aku bisa pergi berhadapan dengan Arogan” kata Susano.


“Buussmmhh…” dengan cepat dalam satu kedipan mata Susano sudah berada didepan Yomi, dan “Crrraaaass…” dengan hanya satu tinju dari Susano dia dengan mudahnya menjebol dada Yomi yang mana membuatnya langsung tewas ditempat tampa bisa berbuat apa-apa.


“Aaaaaggkkhh… Kaaaah…. Guru m-maafkan aku” kata Yomi yang mana langsung mati dengan penyesalan dimatanya.


Susano yang mana melihat murid kesayangannya jatuh sangat rendah menunjukkan kesedihan dimatanya, dan Aeria yang mengetahui kalau hati Susano sedang terluka langsung memeluknya dari belakang dia berusaha untuk menenangkan hati Susano yang mana merasa bersalah karena tidak ada untuk murid disaat dia sedang membutuhkannya. Dan lalu para iblis yang bergerombol langsung datang dari segala arah mengepung mereka semua.


“Hei kau tidak apa-apa, kalau kau masih sedih biarkan aku yang mengurus mereka semua” kata Reiga yang ingin membantai para iblis yang mengepung mereka.


“Tidak apa-apa ini adalah kotaku wilayahku, sudah sewajibnya aku yang membereskan semua ini dan tidak merepotkan tamuku, aktifkan skill Rules of nature : Earth’s Anger” Susano yang mana telah mengaptifkan skillnya membuat bumi bergetar, “Booommsshh….” Dan dia lalu memusatkan seluruh energynya pada kepalan tangannya dan memukulnya kelantai “SRRRAAANGGSS….” Dan dengan cepat ratusan iblis tersebut tertusuk-tusuk oleh tombak tanah yang mana muncul dengan sangat cepat saking cepatnya mereka sama sekali tidak bisa berbuat apapun dan hanya bisa mati terbunuh.


Dan dengan satu gerakan tangan dari dirinya “Buuurrrkkk…” semua iblis yang tertusuk tersebut dibawa masuk kedalam bumi untuk dibiarkan mati tertimbun, mereka akan menerima siksaan karena tidak bisa berbuat apapun selain menunggu kematian yang menyakitkan didalam tanah.


“Hahahahah… menakutkan sekali, serangan tombak tadi sengaja dia buat agar para iblis itu tidak mati dan lalu dia menenggelamkan mereka kedalam tanah agar mereka mati tersiksa didalam kubur, Hahahhaha…. Tidak kusangka orang yang ceria seperti dirinya ternyata punya sisi yang sangat sadis juga” pikir Zero yang mana melihat tindakan dari Susano.


 Bersambung...............