
Tujuh tahun yang lalu perang mendatangi benua kekuasaan Reiga dan pada saat dia tertidur banyak dewa yang berusaha untuk mengambil alih kekuasaannya namun dengan adanya pelindung benua, pilar besi kabut hitam membuat para dewa itu memerintahkan para pengikutnya untuk menyerang ke tempat-tempat yang di kuasai oleh Reiga. Namun banyak juga yang merasuki pengikutnya untuk bisa ikut ambil bagian dalam penyerangan tersebut.
Dan pada saat itulah Lucy bersama dengan para bawahan ghuolnya menahan serangan dari para pengikut dewa-dewi itu dan pada suatu waktu dia menghadapi tiga orang yang telah terasuki tubuhnya oleh para dewa Lucy dengan liar lalu bertarung dengan mereka bertiga namun karena dia pengalaman dan jumlah membuat dirinya hampir kalah pada saat itu dia diselamatkan oleh Grizz dan Nabila. Dengan kekuatan tinjunya Grizz mampu menyerang mundur tiga oran itu dan Nabila dengan skill mata Abyss miliknya dia mampu melukai jiwa para dewa yang merasuki pengikutnya membuat mereka lemah dan mudah untuk dihabisi.
Melihat ketidak bergunaan dirinya dalam perang itu dan juga harga dirinya yang merupakan pengikut pertama dari Reiga membuat dia terus berlatih dan berlatih selama beberapa tahun sehingga dia akhirnya menemukan kelemahan dan kelebihan yang dia miliki dia akhirnya sadar kalau tubuhnya memiliki energy yang sangat besar menyamai para dewa karena dia adalah seseorang yang pernah membunuh dua dewi tetapi kelebihan energy itu juga yang merupakan kerugian yang dia miliki. Dengan besarnya energy ditubuhnya dia sangat sulit untuk mengendalikannya lalu membuat semua serangan dan pertahanannya menjadi tidak efektif sampai pada akhirnya dia menemukan tehnik jari agung yang dia ciptakan secara kebetulan dengan memfokuskan energy pada jari-jarinya dan beberapa titik lain ditubuhnya dia dengan mudah dapat mengendalikan energy melimpah ditubuhnya dan dengan tehnik itu dia dapat membuat tubuhnya menjadi senjata yang dapat membunuh siapapun.
Kembali pada kota pesisir pantai dimana Lucy sedang berhadapan dengan pimpinan monster seekor monster cerdas yang memiliki dua kepala.
“Kau kelihatannya mengerti dengan jelas perkataanku” kata Lucy.
“Wanita.. jangan remehkan aku… aku adalah monster kelas atas…. yang beruntung telah mendapatkan kekuatan darah dari salah satu 72 iblis agung nona Leviatan” kata monster itu.
“Hoooh... jadi kau pintar karena mendapat darahnya, kupikir kau jauh labih pintar dari yang lainnya karena punya dua kepala jadi walaupun kecil kau tetap punya dua otak” kata Lucy yang mengejek monster itu.
“Grrrr… KUBUNUH KAU” teriak monster itu.
“Fuuuunggs.......Booooomsss” monster itu kemudian melemparkan salah satu palu yang dia pengang di tangan kanannya.
Tetapi serangan itu dapat dihindari oleh Lucy dia juga dengan cepat mendekat kearah monster itu.
“Fuuuuungs….” Tetapi palu yang dia lemparkan dengan ajaibnya dapat terbang kembali dan melaju kearah belakang kepala Lucy.
Tapi Lucy dengan cepat melompat kuat dan menghindari serangan dari belakang itu.
“Booooommmsrrr..” Lucy lalu menggunakan kekuatan kakinya dan langsung dengan cepat berdiri dekat dengannya.
“Buuuusshhh..” dia lalu meninju perut dari monster itu dengan keras sampai monter itu mundur beberapa langkah darinya.
“Aaaaagghhkkk….sialan kau” kata monster itu yang memuntahkan darah biru dari mulutnya.
“Hei apa cuman ini saja kekuatan dari monster kelas atas yang kau bilang itu, ternya benar sekali serangga tetap serangga tidak ada bedanya walaupun punya dua kepala” kata Lucy.
“Fuuuunggss…. Fuuuunggsss…” dengan amarah monster itu lalu melemparkan kedua palunya secara bersamaan.
Tapi Lucy bukan cuman dapat menghindari lemparan palu itu “Taaaaak..” dia juga menangkap salah satu palu yang monster itu lemparkan.
“Sialan…. Kembalikan padaku” kata monster itu yang menyerang kearah Lucy secara liar.
Monster itu mengamuk dan berusaha menyerang Lucy dengan tinjunya namun karena monster itu terlalu lambat bagi Lucy dia dengan mudah menghindari serangan dari monster itu.
“Fuuuungss…” monster itu lalu mencoba memanggil salah satu palunya yang ia lemparkan.
“Traaaangsss…” tapi Lucy tidak membiarkan itu dia menggunakan palu yang dia tangkap menggunakan tangannya dan menyerang palu monster itu pada saat palu itu berusaha terbang kembali.
“Grrrrrr….. RAAAAAHH…” monster itu lalu berusaha menyerang Lucy dengan serangan mental dari suaranya.
Namun Lucy yang merupakan Demi Gods tidak bergeming sedikitpun.
“Fuuuuunngsssss….. Buuuuuksss….” Lucy lalu melemparkan palu yang dia pegang kearah monster itu dan mengenai salah satu kepalanya sampai pecah dan mengeluarkan banyak darah.
“Aaaanggkk…. Wanita akan kurobek tubuhmu” kata monster itu yang setengah sadar karena satu kepalanya telah pecah.
Tetapi ketika penglihatannya kembali Lucy dengan cepat menghilanga dari hadapannya. Monster itu kemudian berusaha mencari keberadaannya dia mencari terus melihat kebelakang, kanan, kiri, dan atas tetapi dia sama sekali tidak menemukan keberadaan Lucy.
“Wanita itu….. apa dia kabur dariku” pikir monster itu.
“Jari agung, jari keempat : tombak langit, tombak kabut” suara Lucy tiba-tiba terdengar namun monster itu tetap tidak bisa melihatnya.
“Jrooooottsss…..” lalu saat Lucy terlihat dia telah menusuk jantung dari monster itu dari depan dirinya.
“Kau…. Wanita kenapa bisa ada didepanku…. Aaaggghhkk… Bruuuukks..” kata monster itu yang jatuh dan mati.
Jari agung jari keempat adalah tehnik tombak tangan yang memiliki beberapa bentuk yaitu : matahari, hujan, badai, petir, kabut, awan, dan malam. Setiap tombak memiliki keunikan masing-masing dan yang baru saja digunakan adalah tombak kabut yang dimana Lucy dengan handal menghapus keberandaan dan mengalirkan energy kelangkah kakinya membuat langkah kakinya menjadi lembut sehingga tidak ada suara dan ketika datang kesempatan dia dengan cepat mengalirkan energy tajam seperti tombak kearah tangannya lalu dengan cepat menusuk jantung lawannya.
“Dengan begini satu pimpinan serangga sudah mati, dan kelihatannya para monster itu telah kacau gerakannya saat pemimpinnya menghilang yang jadi masalah sekarang adalah Iblis agung Leviatan yang dia bilang, para iblis agung itu aku tidak percaya kalau dia akan mengirim banyak monster hanya untuk main-main saja dengan kata lain dia berusaha menyerang kesini” pikir Lucy.
“Nona Lucy lapor para monster yang ada disini telah ditangani semuanya” kata Leon yang datang menjumpai Lucy.
“Bagus sekarang katakan pada setiap pimpinan negara, difisi dan juga para dewa kalau para iblis agung akan menyerang benua ini” kata Lucy.
“Iblis agung akan menyerang kesini, tapi apa perlu sampai memanggil semua orang??” tanya Leon.
“Kau tidak mengerti kalau mereka berani memberi serangan yang mana mereka tahu kalau ada lebih dari satu orang dewa yang menjaga tempat ini itu artinya dia percaya diri akan menang atau ada lebih dari 3 iblis agung yang akan menyerang kesini” kata Lucy yang menyampaikan kesimpulannya.
“Jadi begitu rupanya, saya akan segera pergi ke kerajaan Matahari hitam dan hutan agung lalu menjumpai para dewa untuk menyiapkan strategi perang” kata Leon yang langsung lari pergi.
“Tuan Reiga aku harap kau melindungi kami dan bangun saat ini” kata Lucy yang berharap Reiga bangun sekarang.
Sementara itu didalam kuil utama Reiga inti kuilnya berdetak begitu doa Lucy terdengar. Jiwa Reiga bereaksi seakan ngin keluar tapi tidak bisa.
Bersambung.........
tolong berikan like dan komennya ya agar penulis tetap semangat dan ceritanya semakin menarik
dan berikan dukungan kalian dengan cara vote novel ini kalau kalian menyukai cerita yang ada didalamnya OK...