
Setelah menyebarnya miasma dari mayat monster tersebut membuat banyak orang menjadi lemas dan banyak yang jatuh pingsan jika mereka tidak memiliki fisik yang kuat. Lalu disalah satu area pantai dewa fraksi putih dewa pelindung Aegis dia merupakan salah satu dari 3 dewa kelas menengah yang mengatur benua tersebut selain area pantai dia juga memiliki kuil di beberapa tempat terutama kerajaan Emas agung.
Saat ini dia sedang mencari cara untuk menyelesaikan masalah penyakit yang bersal dari miasma energy gelap tersebut banyak pengikutnya yang jatuh sakit akibat dari tersebarnya miasma tersebut. Hal itu membuat posisinya terancam karena ada kemungkinan kalau iman pengikutnya akan menurun jika dia tidak bisa menyelesaikan masalah ini dan jika banyak pengikutnya yang pergi meninggalkan dirinya maka kuilnya akan melemah dan rentang akan serangan dari luar.
Lalu pada saat dia sedang sakit kepala karena memikirkan jalan keluar tersebut tiba-tiba salah satu pengikutnya datang terburu-buru.
“Dewa gawat-gawat” kata pengikutnya itu.
“Tenangkan dirimu, katakan ada hal apa yang sampai membuatmu bisa sepanik ini” kata Aegis.
“Ini pangeran Agnus kapalnya telah mendarat di pelabuhan kita” kata pengikut Aegis.
“Apa…, mau apa pangeran itu setelah meminta bantu dari dewa fraksi hitam dia beranis sekali datang kewilayahku” kata Aegis.
“Eehhmmm… diabilang kalau dia ingin bertemu dengan anda” kata pengikut Aegis.
Aegis lalu membawa senjatanya dan keluar dari kuilnya dia dengan cepat terbang menuju pelabuhan disana dia melihat Agnus bersama dengan para bawahannya sudah sampai bahkan telah mengeluarkan muatan kapal mereka. Melihat hal itu Aegis lalu dengan cepat mendarat lalu mendatangi Angus sementara itu Merlin yang merasakan energy yang mengam dari Aegi langsung dengan cepat memasang mantra pelindung disekitar Agnus.
“Tenanglah kakek tua, tetaplah ikuti rencana” kata Agnus.
Agnus lalu keluar dari pelingdung yang dibuat Merlin dia berjalan dengan pelan mendekati Aegis. Dengan yankin dan tidak takut akan aura yang dikeluarkan oleh Aegis di terus berjalan mendekat secara perlahan.
“Pangeran Agnus kau cukup berani datang ketempatku ya” kata Aegis yang berdiri didepan Agnus.
“Salam hormat dewa Aegis hari ini aku datang dengan damai dan juga menjelaskan beberapa kesalah pahaman” kata Agnus.
“Kau boleh bicara setelah aku memotong kepalamu” kata Aegis yang mencabut pedangnya.
“Hahaha.. kalau aku mati maka mungkin kau akan menyesalinya karena kau akan kehilangan obat penawar miasma tersebut” kata Agnus.
“Haaah apa maksudmu.., kau bilang kau memiliki penawar miasma ini??” tanya Aegis.
“Tentu saja tapi aku ingin menjelaskan dulu beberapa kesalahan dari informasi yang kau dapatkan” kata Agnus.
Aegis merupakan dewa yang telah terlahir dan berada didunia selama lebih dari 100 tahun dia memiliki tubuh tinggi dengan badan yang agak sedikit kurus dengan tinggi 165 cm dan cadar putiih yang menutupi seluruh wajahnya. Karena panampilannya banyak dewa dan iblis agung yang menilai rendah dirinya namun ketika mereka melawan dirinya dia dengan sangat handal menangkis semua serangan mereka walaupun hampir tidak pernah menang dalam pertarungan tetapi dia juga tidak pernah kalah dalam perang.
Hal itu juga yang dikhawatirkan oleh Reiga dia tidak merasakan terancam oleh Aegis namun jika dia melawan Aegis satu lawan satu maka itu akan sangat menguras tenaga yang akan membuat dewa lainnya punya kesempatan untuk menyerang dirinya saat dia lemah.
“Karena itulah dewa Reiga menyuruhku untuk mengambil hatinya, karena dia merupakan dewa yang paling menyusahkan jika menjadi musuh tapi sangat bisa diandalkan jika menjadi kawan” pikir Agnus yang sedang menjalankan rencana Reiga.
dari miasma ini sementar miasma ini baru menyebar beberapa hari, aku rasa tidak mungkin ada tabib maupun penyembuh yang bisa membuat penawar secepat itu” kata Aegis yang curiga dengan Agnus.
“Hahahaha…. kalau masalah itu anda tidak usah curiga, sebenarnya waktu aku mengungsi dibenua sebelah para iblis agung juga menyerang benua itu dan aku melihat Reiga dan para iblis agung tersebut saling bertarung satu sama lain, lalu dalam penyerangan tersebut miasma ini juga menyebar disekitar dan menjangkit banyak warga” kata Agnus.
“Jadi maksudmu serangan monster ini adalah ulah para iblis agung” kata Aegis.
“Ya benar sekali dan pada saat itu para ahli ramuan dan tabib dari seluruh benua tersebut bersatu saling membantu untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan pada akhirnya mereka menemukan obat yang bisa menyembuhkan miasma tersebut yang mereka berinama darah dewa ( ada di Bab 39 )” kata Agnus sambil menunjukkan sebotol obat dengan cairan merah kehitaman didalamnya.
“Darah dewa katamu tidak pernah dengar, dan juga aku tidak bisa mempercayai dirimu karena dari informasi yang kutahu kau sudah berkoalisi dengan dewa fraksi hitam Reiga yang ada dibenua itu” kata Aegis.
“Eeeeh kata siapa, aku sama sekali tidak berkoalisi dengannya aku hanya memiliki urusan bisnis dengan asosiasi pedang yang merupakan pengikut dari dewa Borus, dari sanalah aku bisa mengenal dewa Reiga dan atas seijinnya aku bisa mendapatkan banyak obat darah dewa walaupun aku harus mengorbankan beberapa artefak peninggalan kerajaanku, tetapi untuk para warga yang membutuhkan aku rela melakukannya” kata Agnus yang seluruh omongannya dipenuhi dengan kebohongan yang bahkan membuat beberapa bawahannya merasa terkejut dengan mulut miliknya.
“Jadi begitu ternyata aku sudah salah kau bukan bekoalisi dengannya tetapi kau diperas oleh dewa itu, tetapi siapa yang berani menyebarkan informasi palsu ini” kata Aegis yang ajaibnya percaya dengan kebohongan Agnus.
“Dari kecepatan tersebarnya rumor yang beredar aku rasa itu adalah kakak keduaku pangeran Pedro, dia memiliki banyak mata dan mulut yang tersebar dimana-mana” kata Agnus yang mencoba mengadu Aegis dengan Pedro.
“Jadi pangeran kedua ya tidak heran pangeran itu selain otaknya yang kotor dia juga sangat licik aku terpedaya olehnya” kata Aegis yang termakan asutan oleh Agnus.
“Eeheem dewa Aegis mari tidak perlu berlama-lama lagi, aku dan seluruh bawahanku meminta ijin untuk menyebarkan obat-obatan ini” kata Agnus.
“Baik terimakasih banyak dan untuk bayaran obatnya berapa yang kau minta” kata Aegis.
“Tidak perlu membayar aku melakukan hal ini untuk menolong banyak orang itu adalah hal yang seharusnya dilakukan keluarga kerajaan, dan lagi dari pada uang aku sangat ingin anda untuk membantuku membersihkan nama baikku” kata Agnus.
“Hahaha kalau cuman itu kau tenang saja dan bukan hanya nama baikmu yang aka dibersihkan pangeran Pedro juga akan aku bantu kau untuk menjatuhkan dirinya” kata Aegis.
“Yah aku ucapkan terimakasih banyak dewa Aegis” kata Agnus.
“Yah kalau begitu KALIAN SEMUA CEPAT BANTU MEREKA UNTUK MEMBAGIKAN SELURUH OBATNYA” kata Aegis yang memerintahkan pengikutnya.
“Bagus rencananya berhasil, seperti kata dewa Reiga kalau namaku akan dicemari oleh Pedro namun dengan dialok tadi bukan cuman aku bisa mendapatkan dukungan dari dewa Aegis, aku yakin dengan ini para bangsawan yang merupakan pengikut seetia para dewa pasti akan mundur dari sisi Pedro dan perlahan-lahan dia akan jatuh dengan sendirinya, sangat menakutkan sekali aku beruntung tidak menjadikan dewa Reiga sebagai musuhku semua kejadian ini bagaikan kami sedang bermain didalam tangannya benar-benar sangat menakutkan” pikir Agnus yang takut dengan kemampuan Reiga yang bukan hanya kuat tetapi sangat licik.
Rencana yang dibuat Reiga sangat sempurna dengan membalas rumor buruk dari pangeran Pedro selain dukungan dari dewa Aegis yang didapatkan Agnus juga akan dipandang sebagai pahlawan oleh masyrakat banyak dan sementara itu Pedro yang menyebarkan rumor palsu tentang dirinya akan kehilangan kepercayaan masyarakat banyak lalu sedikit demi sedikit akan kehilangan kekuatan yang dia miliki.
Bersambung........
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, OK.....