
Dewa adalah entitas yang sangat kuat saking kuatnya mereka bisa mengubah alam dengan kekuatan mereka sendiri, dan karena kekuatan itulah yang membuat banyak orang menyembah para dewa, dan lalu jika ada dua atau lebih dewa yang saling bertarung satu sama lain maka akan terjadi bencana ditempat mereka bertarung. Tanah akan bergetar, hutan akan mati, sungai akan mengering dan gunung akan terbelah hal, dan lalu sekarang ini ada dua dewa tingkat atas yang sedang mengeluarkan aura bertarung satu sama lain.
Hal itu membuat beberapa dewa yang ada disana risau karena jika dua dewa yang bersepesialis dalam bertarung itu saling serang satu sama lain maka bukan tidak mungkin sebuah benua akan menghilang dalam peta saat itu juga karena dampak dari pertarungan mereka berdua, dan disaat keduanya sedang saling menatap seorang dewa kelas atas muncul dan menengahi mereka berdua.
“Kalian ini bisa tidak jangan mengacauka suasana” kata dewa raksasa Hill ( dia merupakan orang yang memiliki tinggi melebihi dua meter, dengan tubuh yang mirip seperti batu pegunungan dan sebuah permata merah didahinya ).
Reiga dan Damaskus yang melihat Hill langsung kembali menghilangkan aura permusuhan mereka, mereka berdua tahu kalau mereka bertarung sekarang maka Hill akan ikut campur dan bisa-bisa disaat mereka berdua lemah maka Hill dapat dengan mudah menghabisi mereka berdua. Sementara itu didalam kerumunan dewa bayangan Drakula sedaritadi memperhatikan Reiga dan Damaskus dengan harapan kalau keduanya akan saling membunuh satu sama lain merasa sedikit kecewa.
“Sialan padahal tinggal sedikit lagi maka aku bisa menyaksikan sesuatu yang menarik” pikir Drakula.
“Kenapa muka kalian kusam seperti itu, sekarang ini akan dimulai pertunjukan jadi jangan rusak hal itu dengan muka kalian yang jelek itu” kata Hill yang berusaha mencairkan suasana.
“Hahahaha…., maaf tapi kau benar-benar dewa yang sangat menarik” kata Reiga yang melihat tingkah dari Hill.
“Hahahaha… dipuji seperti oleh seorang jenius sepertimu membuatku merasa sedikit malu, hahahaha… tapi memang benar aku adalah dewa yang hebat” kata Hill dengan wajah bangga.
“Hmmm… perasaan aku bilang menariklah bukan hebat, narsis betul ini orang” pikir Reiga.
Damaskus yang mendengarkan perkataan Hill langsung diam-diam ingin menghidari dirinya, tetapi Hill yang melihat hal tersebut langsung menghamipiri Damaskus “Taaaakk…” dan degan kuat menepuk pundak Damaskus.
“Hei mau kemana kau, sebagai tuan rumah bertanggung jawablah sedikit dan beri beberapa kata pada kami untuk membuka turnamen dibawah” kata Hill.
Damaskus lalu melihat wajah Hill dengan wajah dingin yang mengisaratkan kalau dia terlalu ikut campur urusannya namun Hill yang sama sekali tidak mengerti arti dari wajah Damaskus tetapi diam sambil melihat dengan polos, merasa hal itu sia-sia Damaskus lalu beridiri didepan para dewa yang lainnya.
“Selamat menikmati….” Kata Damaskus, hanya beberapa kata dan dia langsung pergi dari sana dia merasa malas kalau disuruh melakukan sesuatu sealing bertarung.
Sementara itu para dewa lain yang mendengar kata-kata dari Damaskus langsung heran, kata-kata Damaskus tadi telah menghancurkan suasana serius yang dibuat wajahnya. Para dewa lain langsung memutuskan untuk melihat babak penyaringan di bawah, selain untuk menikmati pertunjukkan para dewa tersebut juga sedang melihat kemampuan dari orang-orang yang tidak terikat dengan dewa yang lainnya karena itu adalah sebuah kesempatan dimana mereka bisa meningkatkan kemampuan bertarung mereka dengan menambahkan pengikut kuat yang berkualitas.
“Mereka semua lebih tertarik untuk melihat bakat dari para petarung dibawah ya, dengan kata lain ini adalah ajang pencarian bakat, akan sangat menyenangkan melihat para dewa ini saling bertarung satu sama lain untuk merebutkan satu orang” pikir Reiga yang melihat kalau sudah ada beberapa dewa yang saling bersaing satu sama lain.
Sementara itu dibawah colosseum telah terjadi pertarungan besar berbagai ras saling bertarung satu sama lain disana demi memperebutkan bangku untuk masuk kebabak selanjutnya, sementara para peserta sedang bertarung para mahluk mistik mulai bergerak dan membunuh banyak peserta dengan buasnya kesepuluh mahluk mistik tersebut adalah serigala yang memiliki enam mata dan satu tanduk dikepala mereka. Mahluk misitik itu bernamakan serigala licik dinamakan begitu karena mereka terkenal akan kelicikannya, selain kuat dan cepat mereka sering bekerja sama sebagai kelompok untuk menundukkan mangsa mereka dan bahkan serigala ini sering berpura-pura mati saat menghadapi pemburu yang menyebabkan pemburu pemula lengah dan mati ditangan mereka kelicikan inilah yang membuat nama mereka dikenal para pemburu dan banyak orang.
Dan lalu saat serigala-serigala licik itu sedang berburu berkelompok seseorang yang berasal dari klan raksasa menghampiri kesepuluh mahluk mistik tersebut, orang tersebut memiliki tinggi 2 meter dengan hanya memakai celana pendek dan tidak menggunakan pelindung baju sama sekali senjata yang dia pengang ada sebuah palu besar yang memiliki panjang 90 cm meter dengan kepala palu yang berbentuk persegi panjang. Di palu itu terdapat sebuah rangkaian formasi sihir yang terpasang didalamnya, hal tersebut membuat Reiga tertarik dan memperhatikan dengan sesame orang dari ras raksasa tersebut.
Kesepuluh serigala licik tersebut “Grrrr…. Grrr…. Grrr…..” mengeram kearah pria dari ras raksasa itu karena insting mereka mengatakan kalau pria tersebut bukanlah mangsa tetapi musuh, lalu pria itu dengan santainya maju kearah para serigala itu dan disaat pria itu bergerak para serigala itu secara bersamaan dengan cepat bergerak dan langsung mengepung pria tersebut.
“Hewan-hewan tercela majulah akan kuhancurkan semua trik busuk kalian” kata pria tersebut.
“HAAAAAAHH….” Namun pada saat para serigala itu sudah hampir mendekati lehernya pria itu langsung mengeluarkan sejumlah bersar energy yang membuat para serigala yang ada disekitarnya terlempar dan terjatuh.
Melihat adanya sebuah kesempatan pria tersebut langsung mengayunkan palunya dengan kuat “Drraaaasshhh…..” dan dengan cepat kelima serigala yang sedang tergeletak didepannya hancur dalam
sekali ayunan palu dari dirinya, para serigala laing yang melihat kengerian dari pria itu langsung berusaha untuk melarikan diri. “Fuunnnggss…. Drrraasskkk…” pria itu langsung melemparkan palunya dan menyebabkan dua ekor serigala mati hancur berkeping-keping.
“Hebat… tetapi yang paling hebat lagi adalah palu yang dia pegang” kata Reiga yang melihat bagaimana palu tersebut digunakan.
“Hohohoho… kau menyadarinya juga ya Reiga” kata seorang dewa gendut yang memakai banyak aksesoris emas dan permata.
“Borus…. Aaahh… jadi begitu kau yang menjual senjata artefak itu” kata Reiga yang bisa menebak kedatangan Borus.
“Hohoho… seperti biasa kau sangan tajam Reiga, benar sekali para pengikutkulah yang telah membuat dan menjual artefak yang dia pakai” kata Borus dengan bangganya.
“Entitas dibawah dewa memang bisa menciptakan senjata artefak tetapi hal itu terbatas sampai di tingkat unik, mereka sama sekali tidak bisa menciptakan artefak tingkat legenda, cuman dewalah yang memiliki GP yang merupakan bentuk kedewaan mereka yang bisa menciptakan artefak legenda bahkan diatasnya, dan untuk bisa membuat senjata artefak dengan peforma yang bagus seperti itu pastilah sangat sulit” pikir Reiga.
“Bagaimana menurutmu palu yang dipegang orang dari ras raksasa itu, artefak itu adalah keluarang terbaru yang kami miliki” kata Borus.
“Memang menarik sebelumnya aku cuman tahu kalau entitas dibawah dewa bisa menciptakan artefak berelement, tetapi aku sama sekali tidak bisa menebak element apa yang ada didalam artefak itu, bukan api, air, tanah, petir, angin, cahaya, bahkan bukan juga kegelapan” kata Reiga.
“Hohohohoho…. Itu adalah element baru yang diciptakan oleh salah satu pengraji terhebatku, dengan menggabungkan kekuatan ahli sihir kami memasukkan dua element yaitu tanah dan kegelapan sehigga menciptakan element baru, dan itu adalah element gravitasi kemampuan untuk mengatur berat, bahkan dapat menarik lawan sehingga serangan akan dipastikan seratus persen kena telak” kata Borus.
“Heee… lumayan…” kata Reiga.
Reiga adalah salah satu dari banyak dewa yang bisa menciptakan artefak, karena artefak itu adalah senjata yang kuat manyak sistem cuman memberikan kemapuan menciptakan senjata pada beberapa dewa dan iblis. Dan juga Reiga tidak seperti yang lain alasan kenapa seluruh artefak yang dia buat semuanya berhasil diciptakan karena dia
adalah satu-satunya dewa yang cukup gila untuk menggunakan bagian tubuh dewa lainnya bahkan tubuhnya sendiri untuk menciptakan sebuah artefak.
“Dengan artefak itu aku yakin dia dapat menang dengan mudah, terlebih lagi dia berasal dari klan raksasa yang terkenal akan kekuatan tubuhnya” kata Borus.
“Yaah…. Kita lihat saja nanti” kata Reiga sambil menunjukkan senyum yang mencurigakan.
Bersambung.......
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok....