
Malam hari beberapa hari sebelum mulainya acara turnament beladiri tersebut Drakula yang telah mengetahui kalau Dwar memiliki dendam terhadap Reiga langsung mendatanginya kekuil miliknya, disana para pengikut Dwar dibuat ketakutan dengan kemunculan dari Drakula. Dan saat itu Dwar dengan armor miliknya menghampiri Drakula seorang diri, dengan semangat berjuang sampai mati Dwar namun Drakula dengan tangan terbuka menawarkan dirinya sebuah rencana dimana dia bisa membalaskan dendamnya pada Reiga.
“Jika aku memang bisa menghabisi dirinya dan menghapus keberadaannya dari dunia ini maka aku bersedia tunduk dibawah kekuasaanmu” kata Dwar yang sudah termakan oleh dendamnya.
Dan sekarang ini Dwar yang ditemani oleh dewa penusuk telah mengalahkan beberapa dewa dengan mudahnya, kekuatan dari para dewa selain sekutu dari Drakula telah dikekang dan mereka hanya bisa menggunakan beberapa persen dari kekuatan mereka.
“Dengan wilayah ini aku akan memotong kepalamu itu” kata Dwar yang menunjuk Reiga dengan kapak yang dia pengang.
“Uwaah… ini gawat aku cuman bisa menggunakan setengah dari kekuatanku, bagaimana ini sekarang dan juga kelihatannya sipenambang tua itu memiliki dendam padamu” kata Borus.
“Aku pernah menghancurkan kuil utamanya dan merebut wilayah serta membantai para pengikutnya” kata Reiga dengan wajah merasa tak bersalah.
“Yah… kau memang kejam seperti biasa, tapi apa sekarang ini tidak apa-apa memangnya berapa persen kekuatanmu yang bisa kau gunakan” tanya Borus.
“Hmm… 10% formasi ini ternyata lebih bagus dari pada yang aku duga” kata Reiga dengan santainya.
Dan disaat Borus dan Reiga sedang bicara Dwar yang sudah dipenuhi rasa marah langsung dengan buas menyerang mereka berdua, “Swwiinngss…” dengan emosi dia menebas kearah mereka berdua namun serangannya dapat dihindari dengan mudahnya.
“Heiii…. Tidak sopan menyerang saat orang sedang bicara” kata Borus sambil marah-marah.
Dwar yang mendengar perkataan Borus langsung menyerang kearahnya, “Trraanggss…” namun serangan dari Dwar dapat ditahan dengan mudahnya oleh Reiga menggunakan pedang iblis yang dia miliki.
“Haaah…. Walaupun kekuatanku sudah ditekan tetapi kau tidak akan bisa mengalahkanku, karena sekali sampah tetap akan menjadi sampah” kata Reiga yang menghina Dwar.
“Grrr….” Mendengar hinaan dari Reiga membuat Dwar semakin murka dan kemudian kehilangan kendali.
Dwar lalu mundur sedikit dan menggunakan penambahan kekuatan dari formasi darah ilahi tersebut untuk memperbesar wujudnya, dan dalam hitungan detik tubuh Dwar bertambah besar menjadi setinggi 15 meter dan dengan tubuhnya yang besar itu dia melancarkan serangan dengan buasnya kearah Reiga “Trraaanssk… trraanssk… trraanssk…” serangan demi serangan dilancarkan kearah Reiga namun dengan mudahnya serangan tersebut ditangkis oleh Reiga menggunakan sebelah tangannya.
“Cuman ini saja, Haaahh… aku bodoh sudah berharap bisa bertarung serius denganmu tadi” kata Reiga yang sedikit kecewa.
Awalnya Reiga mengira ketika tubuh Dwar menjadi besar maka kekuatannya akan meningkat drastis namun bukannya hanya kecepatan yang menurun tetapi kekuatannya cuman sedikit meningkat dari wujudnya sebelumnya, “Trrraaannsskk…. Boossmmmhh…” dan lalu dengan kekuatannya disaat Reiga menahan serangan dari Dwar tadi membalas serangan tersebut dengan mendorong Dwar mundur. Dengan kekuatan fisik dia membuat Dwar terhempas agak jauh kebelakang.
“Sialan…. Haaah… haaah… apa-apaan itu, apa kekuatannya benar-benar disegel” kata Dwar yang kelelahan menghadapi Reiga.
“Woi… jangan maju sendirian, walaupun kekuatannya sudah disegel tetapi tetap saja dia adalah dewa kelas atas yang berspesialis dalam pertarungan” kata dewa penusuk.
“Boomss… crraasshh…” dan ketika dewa penusuk sedang teralihkan pandangannya akibat memperhatikan Dwar
sebuah koin emas dengan kecepatan yang sangat tinggi menembus bahunya.
“Hohohoho…. Kau tahu aku memang bukan pertarung yang handal tetapi sangat tidak bijaka untuk mengabaikan musuh yang ada dihadapanmu” kata Borus yang menembakkan koin barusan.
“Heeee… lumayan juga kau” kata Reiga yang memuji Borus.
“Tidak-tidak… aku bukan apa-apa jika dibandingkan dengan dirimu” kata Borus.
“Skill soul harvest : soul destroyer” sebelum jiwa Dwar berhasil kembali kekuil miliki Reiga menggunakan kemampuan pengendali jiwanya untuk menghancurkan jiwa milik Dwar.
“Ping… ping… jiwa dewa anda telah hancur… error pada sistem telah terjadi… dewa penambang Dwar telah diturunkan dari posisi dewanya dan setiap berhala milik Dwar akan dihancurkan, jiwa dari Dwar lalu akan dibawa kealam roh untuk dilahirkan sebagai mahluk entitas kelas bawah” sistem lalu memberikan pesan kepada Dwar.
Mendengar perkataan dari sistem Dwar cuman bisa terdiam dan menghilang kedunia roh.
“Satu sudah selesai, satu lagi” kata Reiga yang melihat dewa penusuk.
Melihat tatapan mata yang seram dari Reiga membuat dewa penusuk ketakutan dan dia langsung berlari dengan cepat menjauhi Reiga, “Boomhss…” namun Reiga dengan tehnik tusukan penghancur fersi jarak jauh miliknya berhasil melubangi jantung dari dewa penusuk dan membuatnya mati ditempat.
“Hohohoho… benar-benar sebuah ironi melihat dewa penusuk mati dengan cara ditusuk dari jarak jauh” kata Borus yang melihat dewa penusuk mati dan tubuhnya perlahan-lahan mulai menghilang.
Tidak seperti sebelumnya Reiga sama sekali tidak menghancurkan jiwa dari dewa penusuk, walaupun dia dapat dengan mudah menghancurkan jiwa dewanya tetapi dia sama sekali tidak melakukan hal tersebut karena dia tidak memiliki dendam padanya. Bahkan dia sama sekali tidak menganggap dewa penusuk sebagai ancaman baginya dewa penusuk tidak lebih seperti sebuah serangga yang dapat dia injak kapanpun dia mau.
“Sekarang bagaimana??” tanya Borus.
“Aku akan turun kebawah untuk mengumpulkan beberapa jiwa sebelum memenggal kepala dari Drakula, kalau kau apa yang akan kau lakukan” kata Reiga yang bertanya balik.
“Hmmm… mungkin aku akan pergi menemui beberapa orang dari pengikutku dan membantu mereka sedikit, bagaimanapun skillku lebih cocok untuk pendukung dari pada bertarung” kata Borus.
“Kalau begitu sampai berjumpa lagi, dan jangan sampai mati” kata Reiga yang ingin melesat pergi kebawah, tetapi sebelum Reiga pergi.
“Reiga… sebelum kau pergi biarkan kau memberikan kau sedikit bantuan, skill the power of money” dengan skillnya Borus menebarkan beberapa ratus uang koin emas keudara dan lalu secara ajaib koin emas tersebut hancur dan terbang kearah Reiga.
“Ping… ping… anda menerima buff ( Penambahan )… kekuatan meningkat 10%, kecepatan meningkat 10%, pertahanan meningkat 10%, dan keberuntungan meningkat 10 %” kata sistem yang memberikan pesan pada Reiga.
“Kau ternyata punya sebuah skill yang sangat menarik” kata Reiga yang takjub melihat peningkatan dari skill milik Borus.
Dan setelah Reiga menerima peningkatan dari Borus mereka berdua berpisah untuk pergi kearah yang berbeda, setelah Reiga sampai dibawah dia melihat kalau dirinya sudah disambut oleh ratusan budak darah yang diubah oleh formasi milik Drakula.
“Sambutan yang benar-benar sangat hangat, otoritas tanah hitam : panggil 100 boneka mayat dan gunakan GP untuk melipat gandakan jumlahnya” kata Reiga.
Dengan skillnya dari bawah kakinya munculah 200 boneka mayat kelas bawah yang lalu bergerak untuk
menghadang para budak darah tersebut.
“Mari main sebentar” kata Reiga dengan senyum manis diwajahnya.
Bersambung......
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya, agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok....