I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 98 Rantai jurang perbudakan



Mahluk mistik singa berkepala dua adalah seekor singa yang dilahirkan dengan cacat oleh induknya yang mana dua singa terlahir prematur dan menempel satu sama lain, dan karena tidak dipedulikan oleh induk mereka singa tersebut lalu mati beberapa hari setelah dilahirkan. Melihat keunikan dari singa tersebut beberapa roh spirit langsung mencoba untuk merasukinya mereka berebut satu sama lain dan pada akhirnya dua roh spirit berhasil mengambil alih tubuh singa berkepala dua tersebut, dan selama beberapa tahun telah berlalu singa tersebut telah menjadi mahluk mistik yang ditakuti karena kebuasan dan kerakusannya dikatakan kalau singa kepala dua adalah mahluk mistik paling berani yang mana biasanya akan mengincar mangsa yang lebih besar dari tubuhnya sendiri.


 Dan sekarang singa itu pada akhirnya telah menemukan mangsa yang baru, mangsa tersebut tidak lebih besar dari dirinya namun dia tahu kalau gadis yang dia lawan adalah mahluk terkuat yang pernah dia jumpai. Sementara itu Nabila yang sedari tadi hanya bertarung dengan tehnik tubuhnya  dan sama sekali tidak menggunakan skill yang dia punya, mulai lelah dan kemudian mengumpulkan sejumlah besar energy kematanya.


 Singa kepala dua yang merasakan bahaya tersebut langsung bergerak cepat dia melompat keatah langit, diatas langit penglihata Nabila terhalangi oleh cahaya matahari yang membuatnya susah untuk melancarkan skill mata Abyss miliknya. Dan lalu singa kepala dua tersebut dengan ganasnya menerkam Nabila “Crraassstt…” melihat hal tersebut para penonton langsung terdiam dan para dewa langsung kecewa karena mereka ingin merekrut Nabila sebagai pengikut mereka tetapi Reiga tetap diam dan tersenyum.


 “Kena kau….” Kata Nabila yang langsung melihat mata singa kepala dua tersebut dari dekat.


 “GRRRR….. RRAAAAHHH…..” singa kepala dua tersebut langsung kesakitan, jiwanya terserang dan hampir rusak parah.


 Karena terlalu dekat dengan mata Abyss membuat efeknya menjadi semakin kuat yang membuat singa kepala dua tersebut menggeliar kesakitan, lalu Nabil mendekati singa itu dan menghilangkan tehnik perubahanya dia memegang kedua kepala singa tersebut dengan kedua tangannya.


 “Skill mata Abyss : rantai jurang perbudakan” dengan mengabtifkan farian baru dari skillnya dia dapat mengeluarkan rantai jiwa dari matanya.


 Rantai jiwa yang keluar tersebut mengikat tubuh singa berkepala dua tersebut, berusaha melawan singa kepala dua itu mulai menggerakkan tubuhnya kesana kemari tetapi Nabila menahan gerakan dari singa kepala dua tersebut dengan kedua tangannya yang kuat.


 “Tunduk dan patuhlah…” kata Nabila sambil menjatuhkan kedua kepala singa itu kelantai arena.


 Setelah dijatuhkan singa kepala dua tersebut berhenti melawan dan rantai jiwa lalu melilit seluruh tubuhnya dengan mudah, setelah rantai jiwa tersebut melilit tubuhnya rantai itu kemudia menghilang dan meninggalkan bekas tato rantai bewarna hitam ditubuh singa berkepal dua tersebut. Singa kepal dua tadi kemudia bangkit dan lalu menghampiri Nabila dan disaat dia menghampiri Nabila singa berkepala dua tersebut bersifat jinak layaknya kucing rumahan yang sedang manja dengan tuannya, para penonton dan dewa yang menyaksikan hal tersebut tidak bisa


berkata apa-apa selain terdiam kaget dengan apa yang mereka lihat.


 Sementara itu Nabila yang tidak peduli dengan para penoton disekitar langsung menaiki tubuh singa berkepala dua tersebut, dan didampingi singa berkepala dua dia mulai menyerang para peserta yang lainnya. Satu persatu para peserta mulai kalah dan jatuh dari arena mereka memilih melompat keluar dari arena dari pada menjadi makanan dari singa berkepala dua, staff yang membawa acara itu kemudian memutuskan kalau Nabila adalah satu-satunya yang memenangkan babak penyisihan yang kedua ini.


 “Gilaakk…. Hebatt…… Uuuwwwwooohhh…. Hooooooohhh….” Para penoton lalu bersorak dengan meriah melihat Nabila yang dengan santainya keluar dari arena dengan menunggangi singa berkepala dua tersebut.


 “Hahahaha…. aku tidak menyangka dia bisa melakukan hal itu…. Luar biasa… aku harus mendapatkan dirinya…” kata para dewa yang melihat Nabila dengan tatapan penuh keserakahan.


 Mendengar perkataan dari dewa-dewi yang lainnya yang ada disana Reiga lalu mengeluarkan aura intimidasinya, aura tersebut mengandung keinginan membunuh yang dia punya membuat hampir seluruh dewa yang ada disana ketakutan dan keringat dingin dibuatnya.


 “Hahaha… mohon maafkan aku semuanya, tapi aku tidak bisa diam saja mendengar kalau gadisku diincar oleh orang lain” kata Reiga sambil tetap mengeluarkan aura yang mengancam.


 “Hohohoho…. Jadi begitu pantas saja dia memiliki aura hitam yang kuat, ternyata dia adalah bagian dari pengikutmu” kata Borus.


 “Yaah…. Lebih tepatnya dia adalah ciptaanku yang paling luar biasa” kata Reiga dengan senyum yang sangat manis namun diselimuti aura hitam yang mencekam.


“Apa katanya tadi… gila dia bilang ciptaannya…. Jangan bilang kalau dia menciptakan gadis manis itu… sialan gadis itu rupanya miliknya” pikir para dewa yang lainnya, mereka meghentikan niatnya untuk merekrut Nabila.


 “Aku juga menyuruhnya begitu, Haaah… tapi gadis itu selalu membuat masalah karena dia adalah pengikut termudaku jadi agak sulit untuk mengaturnya, kau sendiri klan raksasa yang barusan bukannya termasuk pengikutmu juga kenapa pula dia ada di babak penyaringan??” kata Reiga yang menanya balik Hill.


 “Aku hanya memutuskan untuk membawa satu orang saintku agar bertarung atas namaku, tetapi aku tidak melarang pengikutku yang lain untuk mengikuti kompetisi ini hanya saja aku melarang mereka menggunakan namaku itu saja” kata Hill.


 “Jadi begitu… hanya membawa satu orang ya…, kelihatannya dia sangat percaya diri dengan kekuatan saintnya itu” pikir Reiga.


 Sementara itu Drakula langsung menyuruh para pengikutnya untuk menyelidiki tentang Nabila, mendengar perkataan kalau Nabila diciptakan oleh Reiga membuat Drakula menjadi penasaran tentang bagaimana bisa dia menciptakan Nabila dan bagaimana caranya.


 “Spesies langkah seperti itu tidak boleh dilepaskan begitu saja” pikir Drakula.


 Dan lalu ketika Nabila sudah bisa keluar dari dalam arena dia juga ikut membawa singa berkepala dua bersama dirinya, awalnya para panitia menghalanginya tetapi saat mereka tahu kalau dia itu sebenarnya adalah bagian dari pengikut dewa Reiga mereka dengan hormat membiarkannya membawa singa kepala dua tersebut. Namun Nabila tidak menyadari kalau saat dia dijalan pulang kembali kepenginapan dia telah diikuti oleh beberapa orang dari dalam bayangan.


 “Targert telah ditemukan, segera gunakan obat bius padanya” kata salah satu orang yang mengikuti Nabila.


 Mereka adalah para vampire bawahan dari Drakula yang secara sembunyi-sembunyi mengikuti Nabila, dan atas perintah dari Drakula untuk membawa Nabila hidup-hidup bagaimanapun caranya. Lalu ketika mereka mendekati Nabila secara perlahan-lahan akan menusuk dirinya dengan jarum yang sudah dilumuri obat bius.


 “Aaaakkkhhhgg….” Vampire yang mengikutinya tiba-tiba menghilang dengan cepat bersamaan dengan sekilas bayangan hitam.


 “Hmmm…., tadi perasaan kayak ada yang teriak barusan??” kata Nabila yang sedikit mendengar teriakan kecil dari vampire yang menghilang barusan.


 Dan lalu salah satu vampire itu kemudia sadar dan membuka matanya dan yang dia lihat adalah kesepuluh mayat temannya yang sudah mati tergeletak dilantai, bersama dengan mayat-mayat lain yang juga merupakan utusan dewa-dewi yang lainnya dengan tujuan yang sama.


 “Sudah bangun…” kata Raiya yang mengelap darah dari cakar besi yang dipunya.


 “K.. K…. Kau siapa, aku beritahu kau aku ini adalah pengikut dari dewa bayangan, kau sudah membunuh banyak dari teman-temanku bersiap saja kau akan menghadapi kemarahan dewa bayangan” kata vampire itu dengan gugup karena ketakutan dengan Raiya.


 “Ya… ya… aku sudah mendengar itu sepuluh kali dari orang-orang yang lainnya, tapi kau tahu itu jadi memudahkanku tadi awalnya aku ingin menanyakan dari mana asalmu tapi yah… terimakasih karena sudah jujur….” Kata Raiya yang mengarahkan cakarnya pada leher vampire itu.


 “Tiidakkk…… Aaaaagggkkkhhh….. Srrrrraaassshhhttt….” Raiya lalu membunuh vampire itu dengan cakar besinya, dia memutuskan kepalanya dengan mudahnya.


Bersambung.......


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok.....