
Energy hukum yang berbenturan satu sama lainnya membuat ruang ditempat itu hampir rusak parah, tanaman dan para binatang kecil yang berada disekitar sana hampir mati karena tidak bisa menahan kekuatan hukum yang kuat tersebut dan ditengah-tengah kekacauan itu seorang dewa yang tengah sekarat sedang mencekik musuhnya sang iblis kesombongan. Namun keberuntungan dari dewa itu telah habis ketika dia bertemu dengan rekan dari iblis kesombongan tersebut, dengan senyu diwajahnya dia berusaha untuk mengintimidasi rekan dari iblis itu.
“Hahahaha… kelihatannya aku akan mati sekarang, tetapi sebelum aku mati akan aku habisi dia terlebih dahulu” pikir Susano yang mana ingin menghabisi Arogan.
“Srrrraaassstt…. Buuugghhkkk….” Namun dengan cepat, Ludex Albius menggunakan kedua artefak miliknya untuk menyerang Susano yang tengah sekarat, dia lalu memberikan serangan fatal pada tubuh Susano dan lalu berhasil menyelamatkan nyawa dari Arogan.
“Aaaagghhkk… Sialan dia benar-benar menyerangku sebelum aku menghabisi Arogan, ini tidak bisa diterima hukum bumi” Susano yang mana tengah sekarat menggunakan sisa-sisa tenaga terakhirnya untuk menyerang Ludex Albius yang tengah lengah, Susano memanggil sebuah batu tajam dan menggunakan kakinya untuk melesatkan batu tajam tersebut.
“Trrraaasstt…. Krrraaassstt…” namun menggunakan kekuatan petir yang diapunya Ludex Albius melindungi tubuhnya dari serangan Susano, melihat Susano yang masih bernafas Ludex Albius lalu meletakkan Arogan ditanah dan mendekati Susano yang mana tidak bisa bergerak lagi dengan senjata artefak yang mirib dengan paku hitam ditangan kanannya Ludex Albius berencana untuk mengakhiri Susano.
“Trrriiinngggssss….” Namun disaat ujung dari artefak paku tersebut sudah sangat dekat dengan wajah Susano dengan cepat dan entah dari mana Reiga datang menghentikan Ludex Albius.
“Kau kelihatannya berhutang satu lagi padaku” kata Reiga yang mana menahan artefak milik Ludex Albius.
“Hahahah…. Maafyah selalu membuatmu repot” kata Susano yang mana tengah sekarat dan berusaha untuk tetap sadar.
“Reiga kau lagi, kenapa kau selalu saja menghalangi kami, menyingkirlah agar kami dapat menghabisinya” kata Ludex Albius.
“Maafkan aku kalau mengganggu, tetapi aku memiliki hubungan bisnis yang menguntungkan dengannya dan aku sangat tidak ingin kehilangan keuntungan yan aku punya” kata Reiga, dia menyalurkan banyak energy kearah pedangnya dan lalu pedang putihnya WhiteNightmare mulai memunculkan energy putih asing yang mana menetralisir energy petir milik Ludex Albius.
“Cihh….. energy ini lagi, waktu itu tebasan dari pedangnya dapat memotong pelindung hukum kami, semua itu pasti karena pedangnya, benar-benar menyusahkan” pikir Ludex Albius.
“TRRAAANGGSS…” mereka berudua lalu saling mendorong dan terdorong mundur beberapa langkah, namun Reiga dengan cepat langsung mengarahkan serangan pedangnya kearah Ludex Albius, melihat gerakan Reiga yang sangat cepat Ludex Albius lalu melemparkan artefak ditangan kanannya yang mana berbentuk seperti paku kearah Susano yang sedang sekarat. “Crrraaanggss…” namun sebuah pedang angin yang dibentuk dari kekuatan hukum menangkis lemparan artefak tersebut, melihat serangannya gagal dia lalu menyadari keberadaan dari Aeria yang berada agak jauh dari mereka berdua dia sedari tadi menunggu untuk bisa melancarkan serangan dadakan pada Ludex Albius, namun karena melihat Susano dalam kondisi darurat maka dia memutuskan untuk menunjukkan dirinya dan menyelamatkan Susano.
“Wanita itu lagi, menyebalkan sekali kalian ini, kenapa kalian selalu saja menghalangi rencana kami” kata Ludex Albius, aura dari tubuhnya lalu meningkat tajam dan dengan sebuah artefak berbentuk palu ditangan kirinya dia mengalirkan hukum petri+hukum api kedalam artefak miliknya, dan dengan segenap kekuatannya dia menyerang Reiga.
“TRRRAAANGGSS…” Reiga yang menerima serangan tersebut langsung terdorong beberapa langkah.
“Aaaagghhkk… serangannya menjadi lebih kuat, dan lagi energynya langsung masuk kedalam tubuhku dan menyerang organku” pikir Reiga yang merasakan beberapa organ tubuhnya terluka, namun dirinya adalah seorang Immortal yang mana memiliki regenerasi yang menyamai keabadian dengan kekuatan regenerasinya dia dapat menyembuhkan setiap organ-organnya yang terluka dengan cepat.
“Kau memiliki banyak trik yang menarik rupanya” kata Reiga, dia semakin liar begitu merasakan kekuatan dari Ludex Albius.
“Trrraanggss… Srrraaanggss…. Trraanggss… Trraanggss… Trraanggss…” dia memainkan pedangnya dengan sangat cepat, setiap dari tebasannya juga semakin lama semakin kaut dan lagi aura pedang miliknya mulai menajam sedikit demi sedikit, “Srrasss… Crrraasstt… Srraasstt…” lalu sedikit demi sedikit aura pedang milik Reiga mulai menembus pelindung milik Ludex Albius dan lagi kekuatan dari pedang miliknya WhiteNightmare menguras tenaga dari Ludex Albius. Kekuatan dari pedang putih milik Reiga bukan hanya melemahkan kekuatan hukum dan energy element milik lawan tetapi juga melenyapkan energy didalam tubuh lawan yang ditebasnya, dengan kata lain semakin banyak lawan terkena serangan dari WhiteNightmare maka energy didalam tubuhnya juga akan semakin berkurang.
“Skill Punishment” dengan menggunakan skillnya dia menyerang Reiga, “Trraanggss…” namun Reiga dapat menahan serangan tersebut.
“Kau sudah terkena skill milik kami, sekarang terimalah seluruh dosamu” kata Ludex Albius.
Tiba-tiba saja sebuah tanda muncul ditangan kanan Reiga, tanda tersebut berbentuk bulat seperti sebuah stempel yang mana bergambarkan sebuah timbangan yang memiliki 4 pasang sayap. “Trriinnggsss…. Boomssshh…” tiba-tiba saja tanda tersebut meledak dan membuat tubuh Reiga terluka berat.
“Apa-apaan itu barusan, sialan ledakan tadi membuat kepalaku berdengung” pikir Reiga yang mana tidak bisa melihat dengan baik.
“Buugghhh…” Ludex Albius lalu memukul perut dari Reiga dan membuat dia terhempas jauh.
“Aaaaggkkk…. Serangan tiba-tiba seperti itu tidak adil” kata Reiga yang mana terluka agak parah.
“Kahahahaha…. Sudah berakhir” kata Ludex Albius yang mana mendekati Reiga dengan cepat lalu dengan palunya dia ingin menghancurkan kepala milik Reiga.
“Skill Unholy flame” Reiga lalu mengaptifkan skill api miliknya, “Booommsshh…” dia lalu meledakan area disekitarnya.
“Kaaaagghh….” Ludex Albius yang berada didekat Reiga terkena dampak besar dari ledakan tersebut, dan efek khusus dari Unholy Flame membuat Ludex Albius menjerit kesakitan mereka seperti diakar oleh api neraka yang mana membuat mereka tidak bisa berpikir dengan jernih.
“Srrrraaassstthhh….” Dan dengan cepat Reiga yang melihat kesempatan tersebut langsung dengan cepat mendaratkan tebasan di dada Ludex Albius.
“Aaaaaggkkk…. Sialan, hukum darah monster aktifkan” Ludex Albius lalu mengaptifkan hukum miliknya yang mana adalah hukum asing yang sama seperti dimiliki oleh Arogan, hukum miliknya lalu mempercepat kemampuan regenerasi miliknya dan lalu menyembuhkannya dengan sangat cepat.
“Hmmm… hukum apa itu, baru pertama kali aku melihat hukum seperti itu” pikir Reiga yang melihat hukum milik Ludex Albius, namun ketika melihat hukum tersebut Reiga langsung memiliki sebuah prasaan jijik yang luar biasa ketika melihatnya.
“Khahahahah…. Tidak ada gunanya, kami ini tidak bisa kau kalahkan, menyerah sajalah” kata Ludex Albius, dia merasa dirinya tidak terkelahkan karena dapat sembuh dari serangan Reiga.
“Crrrraaassst….” Namun saat Ludex Albius berbicara sombong, dari belakan dirinya Diana muncul dan menusuk punggungnya.
“Halo sudah lama kita tidak bertemu yah pembunuh, aku akan membalas perbuatanmu yang membunuh kakekku” kata Diana dengan mata penuh amarah.
“Sialan…, kau gadis iblis albino itu” kata Ludex Albius, dia terluka sangat parah karena tusukan pedang dari Diana mengandung kekuatan hukum unik yang hanya dimiliki oleh iblis albino, kekuatan hukum itu membuat hukum darah monster milik Ludex Albius tidak dapat bekerja dan memperlambat regenerasi miliknya.
Bersambung…..