I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 284 Lahirnya Penguasa bintang yang baru ( End Season 1 )



Beberapa bulan kemudian planet Erras sekarang berada dalam masa pembentukan ulang, karena kehancuran yang diperbuat oleh para mahluk pelahap darah banyak korban yang berjatuhan dan juga banyak bangunan dan dataran hancur untuk melawan mereka, para binatang mistik dan para dewa memulai perjanjian untuk tidak saling menyerang untuk sementara waktu. Dan lalu alam bawah dan atas kembali dipisahkan oleh setipis pembatas dimensi yang akan menjadi ujian terakhir dewa tingkat tinggi dialam bawah agar dia bisa naik kealam atas, alam atas juga semakin berbah yang mana dulunya ada 7 benua berubah menjadi 9 benut, itu semua dikarenakan ketika naga tampa kepala lepas dari segelnya dan merusak pembatas antara alam atas dan bawah sebagian kecil daratan dari alam atas jatuh kealam bawah.


Dikarenakan kaya akan energy dari alam atas daratan tersebut membesar dan berubah menjadi dua benua baru, dan sekarang ini benua tersebut dikuasai oleh fraksi milik Reiga lalu untuk para demon yang mana hancur dialam bawah karena pembantaian dari mahluk pelahap darah, mereka mendapatkan kesempatan dengan menjadi bawahan dari Lujuria dan Codicia. Dengan menandatangani kontrak budak mereka menjadi bawahan kedua dewa iblis tersebut dialam bawah dan membangun ulang peradaban iblis dialam bawah, sementara itu para dewa dialam bawah yang mana terkena kekuatan energy dari alam atas perlahan-lahan mereka naik kealam atas, satu demi satu mereka berusaha menjadi dewa tingkat raja namun cuman beberapa yang berhasil dan diantara mereka berdua adalah Lucy dan Nabila yang langsung mendapatkan kekuatan hukum mereka.


Keduanya sangatlah berbakat dan dibawah perlindungan dari Reiga mereka dengan cepat menaiki peringkat dewa raja terkuat yang baru, karena kursi para dewa raja terkuat sekarang ini banyak yang kosong ujian demi ujian dibuat untuk memilih para dewa raja terkuat yang baru tersebut. Sementara itu selama beberapa bulan ini Reiga menghilang tampa jejak, tidak banyak yang tahu kemana dia pergi namun beberapa dari orang-orangnya mengetahui kemana dia pergi, banyak yang bilang kalau dia telah mati karena berusaha melawan para penjajah dan ada juga yang bilang kalau dirinya pergi kedunia lain untuk melawan penjajah.


Namun itu semua salah karena sekarang ini Reiga sedang menjalani ujian miliknya sendiri.


“Trrraanggss… Srraannggss…” suara pedang yang salin beradu satu sama lain mulai terdengar dengan sangat keras, dan suara tersebut dapat didengar walaupun mereka sedang berada diatas admosfir yang mana sedikit udaranya.


“Hei… tidak bisakah kau menyerah saja, sudah satu bulan lebih aku melawanmu loh” kata Reiga.


“Hahhaha…. Kau menginginkan posisi peringkat pertama dan kau sendiri yang menantangku, jadi jangan kira kau bisa mengalahkanku dengan mudah” kata Cronos yang mana menggunakan ketiga artefak miliknya.


“Crruummssh….” Panah detik yang dengan cepat melaju kearah Reiga, “Srrasstt…” namun dengan tehnik pedangnya Reiga dapat menangkis serangan anak panah tersebut, “Swwuussshh….” Kemudian menggunakan gaya pedang miliknya dia menyerang balik kearah Cronos “Trraanggss…” tetapi menggunakan kedua senjata ditangan kanan dan kirinya Cronos dapat menahan serangan tebasan milik Reiga. “Trruummsshh….” Lalu saat Reiga sudah terkunci dengan kedua pedang Cronos dengan cepat panah detik melaju kearah Reiga dari titi buta miliknya “Crrraakk….” Tetapi Reiga memanggil boneka mayat untuk menjadi prisai daging baginya “Crrasstt…” dan menggunakan boneka mayat tersebut dirinya menyegel panah detik tersebut.


“Maafyah aku harus tahan benda itu untuk sementara waktu” kata Reiga, dia lalu mengirim kembali boneka mayat miliknya kembali ketanah hitam bersama dengan artefak panah detik.


“Tidak apa-apa lagi pula aku memang berencana memberikannya untukmu” kata Cronos, “Buusshh…” dengan kecepatan penuh dia menyerang dari depan Reiga.


“Pedang kematian, tehnik kedua : Tusukan penghancur” serangan pedang dari Cronos dapat ditahan Reiga menggunakan serangan tusukan miliknya.


“TRRAAANGGSS….” Kedua serangan tersebut saling beradu satu sama lainnya dan karena Reiga memiliki salah satu kekuatan hukum milik Cronos yaitu hukum bintang, karena itulah kekuatan milik Cronos berkurang sangatlah banyak dan “Traannggss…” membuat dirinya kalah melawan Reiga.


“Sekarang bagaimana, apa kau rela menyerahkan posisimu padaku sekarang” kata Reiga sambil mengarahkan ujung pedangnya kearah Cronos.


“Hahhahha… iya-iya aku menyerah, kau sekarang telah resmi menjadi mahluk terkuat diplanet ini, selamatyah” kata Cronos.


“Plok-plok… Plok-plok… Plok-plok…” suara tepukan tangan diberikan oleh sistem yang menjadi saksi dari pertarungan mereka berdua, dia lalu menghampiri Reiga dan mengambil kedua pedang milik Cronos.


“Sekarang berikan padaku panah detik” kata sistem.


“Oooohh…. Ok ini” kata Reiga, dari tanah hitam dibawah kakinya dia mengambil kemabali panah detik dan memberikannya pada sistem.


“Akan kutanya sekali lagi, Cronos apa kau yakin ingin memberikan ketiga artefakmu pada dirinya” kata Sistem.


“Aku yakin lagipula aku sama sekali tidak pantas memilik benda itu” kata Cronos.


“Aku dapat merasakan aura dari aliran waktu didalam bola kecil seperti kelereng ini” pikir Reiga ketika melihat bola yang diciptkan dari kegita artefak milik Cronos.


“Dan juga benda ini temanmu telah memberikannya untukku, dia bilang kalau kau pasti akan memerlukan ini” kata Sistem yang mana mengeluarkan artefak bendera hitam putih milik Zero.


“Zero itu hahahaha…. dia benar-benar orang yang sangat menyebalkan” kata Reiga.


“Sekarang kelima artefak milik penguasa bintang terdahulu telah muncul, pedang iblis putih, jubah langit malam, bendera ruang, dan permata waktu, kelimanya akan diserahkan pada sang penguasa bintang yang baru untuk memegang harapan dari penguasa bintang terdahulu” kata sistem yang mana berlutut dia hadapan Reiga dan kemudian menyerahkan seluruh artefak untuk Reiga.


Kelima artefak tersebut kemudia beresonansi satu sama lainnya dan karena resonansi tersebut kekuatan energy dari planet Erras menjadi lebih halus dan lebih banyak untuk bisa diserap oleh berbagai mahluk yang ada, lalu “Krraaakkk…” tiba-tiba saja karena resonansi tersebut sebuah singgasana mulai muncul dibelakang Reiga, singgasana tersebut dilengkapi dengan sebuah mahkota kristal ditempat duduknya yang mana memancarkan energy dari jutaan kekuatan hukum. Energy tersebut mulai membimbing Reiga untuk memegang mahkota tersebut dan tampa sadar Reiga dengan sendirinya telah memakai mahkota tersebut.


“Sekarang dunia ini ada dibawah perlindunganku, dan siapapun yang mengincarnya akan aku bunuh” kata Reiga yang mana langsung duduk dibawah singgasana penguasa bintang tersebut.


Bersamaan dengan itu sistem mulai memberikan pemberitahuan keseluruh dunia Erras, baik itu dialam atas maupun alam bawah semuanya langsung mengetahui kalau planet Erras sekarang ini telah menjadi kekuasaan dari Reiga.


“Selamat penguasaku, aku Cronos mulai sekarang bersumpah setia melayanimu” kata Cronos yang berlutut dihadapan Reiga.


“Aku sistem planet Erras gabungan dari tiga indifidu juga akan menyatakan kesetianku pada dirimu tuanku” kata Sistem yang juga ikut berlutut dibawah kekuasaan Reiga.


“Aku menerima sumpah kalian berdua, sekarang perintah pertamaku adalah bimbinglah aku untuk menjadi lebih kuat lagi agar kita bisa membalas perbuatan orang-orang yang telah menginjak-injak dunia kita ini” kata Reiga.


“Siap kami akan melaksanakan perintah tuan kami” kata Cronos dan Sistem.


Namun ditengah penobatan itu sesosok pria dengan aura petir kebiruan mulai muncul dihadapan mereka, dia memakai armor emas kehitaman yang mana memancarkan aura dari mahluk buas dimatanya.


“Siapa kau…??” tanya Reiga, ketika dia melihat pria tersebut dia seakan-akan melihat sosok singa yang memancarkan kekuatan petir dari seluruh tubuhnya.


“Hmmm… hanya orang iseng yang datang untuk berkunjung, dan juga seorang pria yang datang untuk membayar hutang” kata pria tersebut.


Cronos dan Sistem langsung bersiaga diahadapan pria tersebut namun dihadapan kekuatan mahakuat mereka mulai ketakutan dengan tubuh mereka yang menggigil karena merasakan aura pria itu.


“Hahhaha…. Jangan khwatir aku tidak memilik niat untuk bertarung, kalau begitu mari kita berkenalan dulu, aku adalah salah satu dari 12 rasi emas agung sang bintang singa Leodis” kata pria tersebut.


Season 1 tamat…..


Terimakasih bagi para pembaca setia karena dengan kehadiran kalian semua saya bisa menyelesaikan season pertama dari novel pertama saya, dan sekarang ini saya sedang berada di projek novel yang baru dan untuk kelanjutannya mungkin bakalan agak lama. Tetapi akan ada beberap bab spesial tentang kejadian masa lalu para tokoh-tokoh yang ada di novel ini, jadi tetap baca yah I Am the God of Ghoul dan saksikan terus cerita Reiga untuk menjadi mahluk terkuat dijagat raya dan mampu mengendalikan takdirnya sendiri.