I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 157 Sang phoenix



Sudah dua bulan berlalu semenjak terbunuhnya dewa air hitam yang mana membuat orang-orang dialam atas gempar, hal tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya bagaimana kemampuan Reiga tersebut dan sekuat apa dirinya sampai-sampai dapat membunuh seseorang yang sudah menjadi salah satu dari seratus dewa raja terkuat selama ribuan tahun terbunuh oleh seseorang yang baru saja diangkat, banyak teori yang mengatakan kalau dirinya dibantu oleh para dewa peringkat atas sebagai bawahan mereka namun Reiga sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut. Yang sekarang dipikirkannya adalah tidak ada tanda-tanda dari orang yang ingin membalaskan dendam dari dewa air hitam atau seseorang yang mengambil kesempatan saat dia sudah kelelahan saat perang.


 “Ini aneh tempat ini tetap damai, walaupun mereka tahu kalau aku yang membunuh dewa air hitam tapi aku yakin pasti ada beberapa orang yang ingin menyerangku karena mengira aku terluka saat menghadapi dirinya” pikir Reiga yang mana sedang mengerjakan dokumennya didalam ruangannya.


 “Ooooii…. Apa kau masih banyak kerjaan, aku bosan yuk jalan-jalan bentar mau gak” kata Lujuria yang sedang bersantai di sofa dengan makanan manis dimeja didekatnya.


 “Kalau kau bosan pergi saja sana sendirian, kalau perlu kembali saja ketempat asalmu itu” kata Reiga yang kesal melihat tingkah laku Lujuria.


 “Gak aah bosan, aku sedang liburan sekarang ini jadi aku lagi gak mau urus-urusan wilayah dulu” kata Lujuria yang tertidur dengan santainya.


 “Haaah…. Mungkin karena dia juga para 100 dewa raja terkuat itu tidak berani menyerangku, aku masih terkejut dia bisa datang kemari setelah aku selesai menghabisi dewa air hitam” pikir Reiga yang melihat Lujuria yang sedang santai didepan matanya.


 Sebelumnya pada saat itu ketika Reiga melihat Lujuria yang mana sudah ada didepan gerbangnya, dia langsung menyiapkan token miliknya dan ingin mengaptifkan mekanisme pertahanan kotanya.


“Sialan setelah aku kelelahan malah dia pula yang datang, aku tidak yakin bisa menang menghadapi dirinya dengan kondisiku yang sekarang ini” pikir Reiga yang berlari dengan cepat kearah Lujuria.


“Oooohh… lihat itu tuan rumah sudah datang rupanya” kata Lujuria yang melihat Reiga berlari dengan cepatnya.


 Reiga langsung sudah bersiap bertarung dengan membelakangi murid-muridnya dia mencoba untuk melindungi mereka dari serangan Lujuria, tetapi Lujuria dengan santainya mengeluarkan beberapa artefak tingkat penguasa didepan Reiga.


 “Apa maksudnya ini??” tanya Reiga pada Lujuria.


 “Ini anggap saja sebagai ucapan selamat karena sudah berhasil naik peringkat sekaligus permintaan maaf dariku” kata Lujuria.


 “Hahahaha…. lucu sekali kau salah satu dari 7 dewa iblis yang terkenal karena kekuatannya yang dapat mengacaukan dunia meminta maaf padaku, jangan bercanda katakan saja padaku sekarang apa maumu” kata Reiga yang telah memegang pedangnya.


 “Grrr… dasar tidak sopan” kata pengawal Lujuria yang sudah bersiap bertarung dengan Reiga.


 “Hei tenanglah kita disini bukan untuk mengibarkan bendera perang, kau juga Reiga tenanglah kedatanganku disini hanya ingin membentuk aliansi denganmu” kata Lujuria.


 “Hmmm…. Aliansi??” kata Reiga yang bingung.


 “Kau kelihatannya belum tahu yah, tapi akan kukatankan ini adalah ramalan dari sang peringkat pertama Cronos” kata Lujuria.


 “Ramalan dari sang peringkat pertama, menarik kau mendapatkan perhatianku sekarang” kata Reiga.


 Dan sekarang sudah dua bulan berlalu sejak saat itu, Lujuria dan Reiga lalu terang-terangan membentuk aliansi yang membuat para dewa raja terkuat yang lainnya mulai berhati-hati terhadap Reiga. Tetapi bukan itu saja sekarang ini Lujuria yang dengan santainya memutuskan untuk tinggal ditempat Reiga selama dua bulan lebih, dia membawa pekerjaannya dan mengerjakannya dimansion milik Reiga dan menyuruh orang menggantikannya untuk mengurus wilayah miliknya.


 “Kau ini tidak bisakah kau bersikap sopan sedikit dirumah orang” kata Reiga.


 “Katakan itu pada orang yang masuk dan menghancurkan istana orang lain” kata Lujuria yang menyindir Reiga.


 “Kau yang memaksaku untuk hal itu” kata Reiga yang semakin kesal.


 “Masuklah…” kata Reiga.


 “Salam guru dan nona Lujuria” kata Diana yang mana melihat Lujuria dengan pandangan sinisnya.


 “Hei gadis kecil apa-apaan matamu itu, paling tidak kau harus berterimakasih padaku armor yang kau punya itu adalah hadiah dariku” kata Lujuria yang melihat Diana memakai armor hadiah darinya.


Hari itu Lujuria memberikan Diana dan kesepuluh murid Reiga masing-masing satu artefak tingkat penguasa, dan yang dipakai Diana sekarang adalah artefak tingkat penguasa tersebut armor putih besi langit sebuah armor yang mana dapat menetralisir semua serangan dari mereka yang memiliki energy sama besarnya atau dibawahnya, dan akan menolak 90% persen serangan musuh yang tingkatannya lebih tinggi dari pemakai armor.


 “Armor itu sengaja dibuat seperti itu agar bisa leluasa untuk bergerak dan juga dapat menarik perhatian lawan jenis” kata Lujuria yang melihat Diana memakai armor tersebut ( armor itu terlihat cukup tipis yang hanya menutupi dada, punggung, pergelangan tangan dan kaki lalu lutut, sisanya dibuat sengaja agak terbuka agar pemakainya dapat leluasa bergerak dalam keadaan apapun ).


 “Cih dasar kikir kasih satu artefak saja sudah sok” kata Diana yang berbicara dengan suara kecil.


 “Oiii… gadis kecil apa kau bilang tadi” kata Lujuria yang mendengar ucapanya dari Diana dengan sangat jelas.


 “Sudah hentikan itu, Diana ada urusan apa kau datang kemari” kata Reiga yang berusaha menghentikan kedua gadis tersebut karena dia tahu kalau mereka terus berlanjut maka ruangannya akan hancur dan semua pekerjaannya akan kacau.


 “Oooh ini ada seseorang tamu wanita yang menunggu dibawah dia mengatakan ingin bertemu dengan guru” kata Diana.


“Tamu dari wajahmu kelihatannya itu bukan tamu biasa” kata Reiga yang melihat wajah gugup Diana.


 “Itu dia adalah seseorang mahluk mistik tingkat saint yang mana berasal dari klan phoenix” kata Diana.


 Reiga dan Lujuria yang mendengar hal tersebut dibaut terkejut oleh kata-kata Diana, karena mahluk mistik terkenal sebagai mahluk hidup yang sangat membenci orang-orang yang berada diluar klannya, dan ketika mereka mengetahui ada seseorang yang bukan berasal dari klannya berada diwilayah mereka maka dengan segala cara mereka akan menghabisi orang tersebut.


 “Mari kita temui tamu itu sekarang” kat Reiga yang berjalan menuju lantai bawah.


 “Hei kau yakin, dia itu dari klan phoenix mereka terkenal karena memandang rendah ras-ras lain” kata Lujuria yang berusaha menghentikan Reiga.


 Namun Reiga tetap berjalan kebawah karena dia merasa kalau phoenix tersebut memiliki hubungan dengan artefak yang dia dapatkan dialam bawah, dan ketika dia melihat wanita dari klan phoenix tersebut dia langsung sedikit terkesan dengan kecantikan yang dimiliki gadis tersebut ( dia terlihat seperti gadis muda dengan tinggi 160-165 meter, memiliki rambut merah, mata merah bagaikan rubi dan wajah bulat yang mansi ).


 “Apa ini, setelah melihatnya permata darah phoenix mulai memanas apakah ini artinya dia benar-benar dari klan phoenix” pikir Reiga yang merasakan reaksi terhadap gadis tersebut.


 “Permisi kau pasti dewa kematian Reiga benarkan, perkenalkan namaku Riana salah satu saint klan phoenix” kata gadis tersebut yang memperkenalkan dirinya dengan sopan.


 “Aku juga sangat senang bertemu dengan anda nona Riana, boleh kalau aku mau tahu ada urusan apa anda datang kemari” kata Reiga yang menanyai tujuan gadis tersebut.


 “Pemimpin kami sang dewi phoenix berkata ingin mengundangmu kehutan merah, wilayah kami dia berkata ada sesuatu yang ingin dia katakan pada anda” kata Riana.


Bersambung....


Ayo berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote yah, agar penulis lebih semangat lagi dan update semakin banyak