I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 21 Naga emas pengendali angin



Malam itu di desa dekat hutan agung sedang berkeliaran pria mencolok dengan pakaian mewah dan rambutnya yang bewarna emas. Pria itu berkeliling desa dan terlihat jelas kalau dia sedang mencari informasi tentang kuil dewa Reiga entah karena percaya diri dengan kekuatannya atau memang orangnya bodoh dia sama sekali tidak peduli dengan sekitar. Para anak buah Raiya langsung mengetahui kalau dia adalah salah satu orang dari ras naga dan dilihat dari warna rambutnya dia adalah naga emas yang dapat mengendalikan angin. Mereka adalah naga tercepat diantara naga yang lain dengan serangan yang tak terduga karena angin mereka dapat mereka kendalikan dan gunakan secara bebas.


 “Target terlihat sangat santai dan kelihatannya akan sangat mudah untuk dihabisi memulai rencana pembersihan” kata seseorang berjubah hitam yang merupakan anak buah dari Raiya.


 Pada saat pria itu sedang mencari-cari informasi dia melihat gadis cantik dari klan beast kelinci. Seperti semua naga yang memiliki sifat hidung belang dia langsung mencoba menghampiri gadis itu tetapi gadis langsung pergi kearah gang sepi dan gelap. Telah dilahap oleh nafsunya pria itu tidak perduli apapun dan mengejar gadis itu kearah gang sempit.


 “Nona tunggu aku mau berbicara sesuatu” kata pria itu.


 Begitu dia sampai di dalam gang itu dia sudah tidak dapat melihat gadis itu lagi dia kemudian masuk jauh kedalam gang tersebut. Dia berjalan dan berjalan sampai akhirnya dia akhirnya bertemu dengan akhir gang itu.


 “Skill blood armor : Blood Boots” tiba-tiba dari belakang pria itu gadis ( Lea ) itu muncul dan menendangnya dengan keras.


 Pria itu terkena serangan telak dan tubuhnya terluka parah oleh ujung sepatu yang memiliki tajam seperti tombak.


 “Aaaagk kau kelinci kurang ajar kubunuh kau” kata pria itu yang kemudian berdiri kembali.


 Sesuai dengan elementnya naga emas pria itu kemudian mengumpulkan angin dari sekitar tempat dan melahapnya.


 “Skill angin emas : cakar naga gaib” angina itu kemudian mengumpul di tangan kanannya dan membentuk sebuah cakar naga dan ketika cahaya emas muncul cakar naga yang terbuat dari angin itu langsung menjadi tak terlihat jelas.


 “Haaah mati kau” pria itu kemudian menerjang kearah Lea.


 Tetapi dengan sigap Lea merasakan bahaya tubuhnya bergerak dengan insting dan langsung melompat tinggi keatas. “Sraat” walaupun Lea merasa telah menghindari serangannya tetapi bahunya tersayat.


 “Jadi begitu walaupun samar-samar tetapi cakar yang dia bentuk memeliki jangkauan sekitar 1 meter, cih membosankan” pikir Lea yang mendarat agak jauh dari pria itu.


 “Haah kelinci kecil sebaiknya kau menyerah saja aku tidak mau membunuh gadis cantik seperti dirimu” kata pri itu dengan sombongnya.


 “Eeeh tapi yang mati bukannya kau ya.??” kata Lea dengan wajah imut tak bersalah.


 “Haaah apa maksudmu??, agghhhkk” tiba-tiba pria itu terjatuh.


 Tubuhnya mulai kejang-kejang dan lumpuh seakan tidak bertenaga dan kemudian tergeletak tak berdaya.


 “Hehehe… penasaran kau penasaran kenapa bisa begini ya” kata Lea dengan senyum yang imut.


 Pria itu yang bahkan tidak bisa berbicara mulai takut matanya menunjukkan bahwa dia memohon untuk mengampuni nyawanya.


 “Hehehe ok akan kuberitahu kau sebenarnya karena aku yang paling cepat diantara yang lainnya jadi 1 hari yang lalu aku pergi kekuil tuan untuk mengambil sebuah botol aneh, dan aku tanya rupanya itu botol itu isinya racun pelumpuh yang sangat kuat, cukup kuat untuk membuat seorang dewa tidak bisa bergerak selama 1 menit” kata Lea yang kemudian menginjak kepala pria itu.


 “Aaah kalau tidak salah racunnya terbuat dari apa ya aku lupa, haaah yaudah dari pada pening-pening mending kau mati aja ya” kata Lea dengan senyum.


 Lea kemudian menginjak kepala pria itu berkali-kali sampai kepalanya pecah takterhitung ada beberapakali injakan yang membuat darah dari pri itu berceceran kemana-mana.


 “Yaaaay dapat mayat naga, kalau jadi persembahan tuan Reiga pasti ngasih hadiah untukku” kata Lea sambil menyeret naga emas yang sudah tak bernyawa itu.


 “Ping..ping.. persembahan khusus diterima dari indifidu bernama Lea. Dewa tanah hitam menerima 500 GP, dewa Reiga menerima mayat naga emas, mendapatkan inti naga emas” kata sistem dipikiran Reiga.


 “Hmmm bagus dengan begini aku bisa tau kalau racunnya bekerja terhadap, mari kita berikan hadiah pada Lea” kata Reiga.


 “Kali ini skill apa yang cocok untuknya apa kasih item aja kali.., yah sudahlah kasih item aja” kata Reiga.


 “Rial kemari” kata Reiga yang memanggil Rial lewat telepati.


 Mendengar panggilan dari tuannya Rial langsung dengan cepat meninggalkan tempatnya dan berlari menuju kuil utama tempat Reiga berada.


 “Tuan apa anda memanggil saya” kata Rial yang langsung berlutut di depan kuil.


 “Rial aku bertanya padamu berapa orang yang sudah mahir tehnik pedangku” kata Reiga.


 Setelah mengalahkan ketiga dewa Reiga kemudian mengajarkan Rial dan para bawahannya yang menggunakan pedang 2 tehnik pedangnya yaitu salju dimusim semi dan tusukan penghancur.


 “Lapor tuan hanya ada 50 orang yang sudah menguasai tehnik salju dimusim semi sementara untuk tusukan penghancur hanya ada 12 orang yang telah menguasainya sampai 50%, dikarenakan tehnik tusukan penghancur memiliki beberapa variasi jadi tidak mudah untuk menguasainya” kata Rial ( Beast ghoul singa perempuan ).


 “Hoooh kalau begitu kau bawa 12 orang itu dan pergilah buru beberapa mahluk mistik yang bertipe pertahanan, ooh dan juga bawa Nabila jika terjadi sesuatu maka dia dapat membantu” kata Reiga.


 “Baik tuan keinginan anda adalah perintah bagiku” kata Rial.


 Rial pun langsung pergi menjumpai para pasukannya yang sedang berpatroli.


 “Bagus dengan begini aku punya bahan material untuk membuat armor dan beberapa item tambahan, ini juga bagus untuk bahan pelatihan pasukanku mereka mungkin bisa menjadi pasukan elitku” pikir Reiga.


 Nabila yang sedari tadi mendengar percakapan Reiga terlihat sedang menunggu arahan darinya.


 “Oooh iya aku lupa, Nabila pergi jumpai Rial dan juga bantu mereka hanya ketika mereka sedang kesusahan paham” kata Reiga.


 “Hmmm…hmmm..” ucap Nabila sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


 Setelah Nabila pergi mengikuti Rial tiba-tiba saja senjata pamungkas Reiga white night berdetak. Bunyi detakkan yang muncul sangatkuat seakan white night sedang mencoba memberitahu Reiga akan sesuatu.


 “Ada apa??” kata Reiga sambil memegang white night.


 Setalah memegang white night dan membaca energy yang dia keluarkan Reiga kemudian merasakan sebuah perasaan yang familiar. Begitu mengerti ucapan dari white night Reiga langsung membawa white night dan kemudian pergi kearah sekitaran gunung. Digunung itu telah menunggu sesosok yang familiar yang membuat Reiga geram. Seorang kesatria menggunakan armor bewarna merah darah dan pedang besar yang memiliki aroma darah segar.


 “Mau apa kau kemari salah satu dari 72 iblis agung ksatria merah Zeppar” kata Reiga yang bersiap dengan pedangnya.


 “Yooo perasaan belum lama kita berjumpa tapi kau sudah semakin kuat saja ya, dan kelihatannya hadiahku itu berguna juga untukmu” kata Zeppar sambil melihat white night ditangan Reiga.


 “Cukup basa-basimu bersiaplah akan kutebas kepalamu” kata Reiga.


 “Hahahahaha lucu lakukan saja jika kau bisa” kata Zeppar yang juga telah menyiapkan kuda-kudanya.


 Mereka berdua kemudian saling menerjang satu sama lain pedang mereka berdua kemudian beradu dan membuat suara “Nginnnnng” yang menyebar keseluruh hutan. Aura mereka yang kuat beradu satu sama lain antara gelap dengan gelap membuat semua yang ada mati baik itu hewan, tanaman, bahkan batu juga terkikis akibat aura mereka yang saling beradu.


Bersambung…………


Mohon berikan like dan komentarnya ya agar penulis dsemaki semagat dan ceritanya semakin bagus