
Pada saat didalam perjalanannya kembali ketempat Reiga beristirahat Riana terus mencuri-curi pandang pada Reiga, dia memikirkan perkataan dari ibunya tadi yang menikahkan dirinya dengan Reiga namun dia tidak dapat berkata apapun karena rasa malu saat berada dekat dengan Reiga.
“Hmm… jadi apa kau tidak apa-apa dengan semua ini??” tanya Reiga.
“Ooohh… aku juga tidak masalah lagi pula kau bukan orang luar mengingat kau memiliki sedikit darah dari klan kami” kata Riana yang mana masih malu-malu terhadap Reiga.
“Hmm… begituyah tapi aku ingin mengatakan satu hal padamu, aku memiliki beberapa wanita yang akan aku nikahi dimasa depan dan kuharap kau tidak ada masalah dengan hal itu” kata Reiga yang memikirkan tentang Lucy dan Nabila dialam bawah.
“Aku mengerti, lagi pula itu adalah hal yang wajar bagi laki-laki kuat untuk memiliki banya istri” kata Riana yang berpikiran terbuka pada pernyataan Reiga.
“Kalau begitu mulai sekarang kau adalah miliku, jadi katakan saja padaku kalau kau memiliki masalah karena aku akan menjadi orang pertama yang akan menyelesaikan semua masalah yang kau punya” kata Reiga.
“Baik aku mengerti” kata Riana yang terkesima dengan perkataan Reiga.
Dan pada malam itu Reiga memutuskan untuk berlatih namun tidak seperti kemarin latihannya mengalami kemacetan, ada sesuatu yang menganjal didalam hatinya seakan-akan dirinya sedang gugup akan sesuatu.
“Perasaan yang aneh ini rasanya pernah aku rasakan” kata Reiga yang mengingat kebersamaannya dulu dialam atas bersama Lucy dan Nabila.
Setelah menenagkan hatinya dia kemudian melanjutkan latihannya, dan sekali lagi tehnik pedangnya mencapai tingkatan baru kali ini karena dia telah mengetahui semuanya tentang perasaan dia dapat menghapus jejak energy miliknya pada saat dia melancarkan serangan tebasa pada musuh. Pedang yang terlahir dari mengerti apa itu perasaan sebenarnya adalah sebuah pedang yang dapat mentupi semua hal itu, pedang tampa perasaan sebuah pedang akan menebas apapun tampa rasa bersalah dan membunuh apapun yang akan dia tebas itulah pedang tampa perasaan.
“Huuuh… pedang tampa perasaankah, pedang kematian, tehnik keenam : pedang tampa perasaan, tebas dan bunuh” Reiga lalu melakukan sebuah tebasan biasa namun didalam tebasan tersebut adalah sejumlah besar energy yang mana dibuat sanga tipis, saking tipisnya energy pedang tersebut sama sekali tidak terlihat.
“Srrrraaangggss….” Ketika dia menebas ruang seperti dapat dia tebas dengan mudah, udara dingin muncul dan kematian akan datang disaat dia menebas targetnya.
Dan keesokan paginya klan phoenix diributkan dengan pernikahan pertama yang dilakukan didalam klan mereka, walaupun sebenarnya ada beberapa dari gadis mereka yang keluar klan dan menikahi laki-laki dari ras lain namun hal tersebut adalah tindakan yang tidak bisa diterima oleh klan phoenix. Karena ketika menikah dengan ras lainnya maka bisa dipastikan mereka akan menjadi mandul dan tidak dapat melahirkan keturunan, klan phoenix yang seluruh klannya adalah wanita membuat keturunan dengan cara berterlur dan ketika melahirkan satu atau dua telur maka orang tuanya akan menuangkan sejumlah besar energy kehidupan yang mana dapat disamakan dengan jutaan tahun kehidupan, dan setelah mengisi penuh telur-telur tersebut dengan energy kehidupan lalu mereka harus menjaga telur mereka selama 10 tahun untuk menunggu menetasnya phoenix baru lahir.
Setelah menetas dari telur phoenix akan berbentuk sama denga anak ayam kecil dan setelah satu tahun maka phoenix itu akan berubah menjadi bentuk gadis kecil, dari sanalah pelatihan mereka akan dimulai phoenix muda akan diajarkan tentang cara mengendalikan api ditubuh mereka dan cara untuk memulihkan tubuh mereka sendiri dengan kemampuan regenerasi yang mereka punya. Setelah mereka mencapai level mahluk mistik tingkat raja maka mereka dapat mengeluarkan sayap mereka dan terbang bebas diudara, dan ketika mencapai tahap saint phoenix baru bisa diijinkan keluar dari hutan merah tempat mereka tinggal.
Dan sekarang ini tetua klan phoenix sedang menghadapi banyak pertanyaan dari para anggota klannya tentang siapa pria yang akan dinikahi oleh Riana dan kenapa bisa dia menjadi anggota klan mereka. Namun sang tetua dewi phoenix Tiana hanya menjawad dengan beberapa kata yaitu “Kalian akan lihat saja besok”.
Setelah mendengar perkataan Tiana mereka lalu pergi dan menunggu seperti apa wujud dari pengantin pria yang akan menikahi Riana tersebut.
Dan besoknya Reiga dengan pakaian rapih berjalan menuju arah kediaman tetua, bersama Riana yang mengandeng tangannya mereka berdua berjalan kesana seperti sepasang kekasih yang menunggu restu orang tua mereka. Begitu Reiga sampai disana sudah ada sebuah altar yang mana ditengah-tengahnya ada api yang cukup besar, api tersebut berbeda dari api lainnya karena mengandung cahaya yang cukup kuat sampai membuat Reiga cukup takut mendekati api tersebut.
“Dewa kematian Reiga harap maju kedepan” kata Tiana pada Reiga.
Reiga lalu maju mendekati api tersebut, dan dari ekspresi Reiga dia sudah tahu apa yang ingin dilakukan oleh Tiana untuk membangkitkan darah phoenix yang ada didalam dirinya.
“Hihihihi…. tenang saja kau tidak akan mati kok, hanya saja kau mungkin akan kesakitan sedikit itu saja” kata Tiana yang secara tiba-tiba menolak Reiga kedalam api tersebut.
“Buuuummmsshh…. Buurrrnnnnn…. Krrraaaakk…. Ttttrraaaakk….” Dia terbakar oleh api itu namun karena regenerasi dari tubuh ghoul yang dia punya luka bakar tersebut langsung sembuh dengan cepat.
“Aaaaagghhhkk...... Sialan-sialan ini sakit sekali” kata Reiga yang berusaha menahan rasa sakit dari api tersebut.
“Jangan melawan Reiga, semakin kau melawan maka semakin kuat pula api itu akan membakar dirimu” kata Tiana.
“Aku harap kau baik-baik saja” pikir Riana yang melihat Reiga dengan khawatir.
“Grraaaaahhhhkkkk….” Reiga lalu berteriak kesakitan karena secara tiba-tiba api tersebut membesar dan jadi lebih kuat.
Melihat Reiga yang kesakitan membuat Riana menangis dan air matanya mengenai tubuh Reiga, air mata phoenix yang dikatan sangat berharga dan konon katanya adalah obat mujarab yang dapat menghidupkan orang dari kematian dan ketika air mata Riana menyentuh Reiga tubuhnya mulai membaik dan rasa sakit yang dirasakan Reiga mulai berkurang.
“Haaah… haaah… gila itu hampir saja…” kata Reiga yang merasa sedikit lega.
“Bagus sedikit lagi” kata Tiana, dia lalu mengambil pisau dan “Crraasstt…” dia menggores tangan kanannya sendiri dan menumpahkan darah kedalam api tersebut.
Api tersebut lalu berubah menjadi warna biru terang yang mana membuat tubuh Reiga semakinnyaman, disaat yang bersamaan secara tiba-tiba pada saat pergantian warna api tersebut tubuh Reiga menghilang bagaikan debu dan hanya meninggalkan abu dari tubuhnya. Ditengah keputus asaan tersebut Riana hanya bisa terdiam terkejut melihat pria yang dia cintai hancur menjadi debu lalu tiba-tiba “Brrruukk…” dari debu tersebut muncul sebuah tangan.
Tubuh Reiga lalu mulai terbentuk kembali dari debu tersebut yang mana membuat tubuhnya semakin kuat, dan ketika tubuhnya sudah kembali kebentuk sempurna sepasang sayap besar muncul dari punggungnya sayap tersebut sangat besar dan terbakar oleh api biru kehitaman. Sayap itu lalu membuat Reiga terbang keudara dan pada saat Reiga terbang keudara tubuhnya berubah menjadi seekor phoenix yang diselimuti oleh api biru kehitaman, hal tersebut membuat para wanita klan phoenix disana dibuat terkejut karena mereka tidak pernah melihat phoenix berbentuk seperti itu, dan dari aura yang dikeluarkan oleh Reiga yang berbentuk phoenix bisa dikatakan dia sudah setara dengan mahluk mistik tingkat dewa dan jumlah energy yang diapunya hampir sama besarnya dengan milik Tiana.
Saat Reiga mulai turun tubuhnya kembali kebentuk manusianya yang sekarang dan pada saat yang bersamaan pula sistem memberikannya sebuah pemberitahuan.
“Ping... ping… ping… selamat pada Reiga karena telah berevolusi dari ghoul menjadi Immortal ( mahluk
yang dikatakan hampir abadi dan tidak banyak yang bisa membuat dirinya mati, salah satu puncak dari evolusi seluruh kehidupan yang mana akan terlahir dari mereka yang mempunyai energy kematian dan kehidupan yang diluar nalar ), ping… ping… ping… selamat pada Reiga karena mendapatkan skill Unholy flame ( api yang tidak suci sebuah api yang membakar dan membawa penderitaan pada musuh-musuh penggunanya ), juga mendapatkan skill tranformasi ( sebuah skill yang membuat pengguna dapat berubah sesuai dengan wujud dari darah dan jiwa yang dia miliki )”
“Hahahaha… ini baru yang namanya keren” kata Reiga yang memakai bajunya.
Disaat yang sama Riana datang memeluk dirinya karena khawatir dengan Reiga yang secara tiba-tiba berubah menjadi abu.
“Apa kau mengkhawatirkan aku, sekarang tidak apa-apa karena aku yakin sekarang ini tidak ada yang dapat mengalahkanku” kata Reiga yang penuh percaya diri.
Bersambung.......