I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 197 Bunuh sang ular bagian 9



Beberapa tahun yang lalu sebelum Diana bertemu dengan Reiga pada saat itu dia masih seorang gadis muda yang mana hanya mau berlatih pedang agar menjadi mirib seperti kakeknya, namun pada saat itu kelima orang datang dan membunuh kakeknya itu semua disebabkan karena dia memiliki fisik unik dari leluhurnya yaitu tubuh iblis albino sebuah tubuh yang dapat menyerap energy element apapun untuk memperkuat tubuh penggunanya sendiri. Dengan tubuh fisik yang unik tersebutlah Diablo mampu membawa kekacauan didunia alam atas bahkan sampai membunuh banyak dewa raja terkuat, namun setelah dia dibunuh seseorang dewa raja terkuat mengambil jantungnya dan membuat senjata dengan itu, senjata tersebut langsung merubah segalanya yang mana dulunya orang-orang takut dengan iblis albino malah sekarang mereka mencari mereka demi jantung milik mereka, sebuah bahan yang mana merupakan satu-satunya yang dapat membuat sebuah artefak tingkat bencana.


Dan sejak hari kematian kakeknya Diana selalu mengingat keempat orang yang selamat dari serangan kakeknya tersebut, sekarang saat Diana sudah selesai menstabilkan energy didalam tubuhnya dia melihat bentuk manusia Oroci sangat mirib dengan salah satu orang yang mana telah membunuh kakeknya. Melihat Oroci yang mana sedang bertarung dengan Reiga yang mana bentrokan mereka menyebabkan energy hukum disekitar mereka sangat kacau Diana dengan cepat langsung berlari kebelakang Oroci, dia tidak memperdulikan kalau dia terkena dampak dari bentrokkan energy tersebut Diana lalu mengaptifkan kemampuan khusus tubuh Albinonya dan tanduk miliknya bercahaya dan memanjang.


“Srrrrrraaassssttt…..” dengan cepat Diana langsung menebas punggung Oroci, yang mana dari luka dipunggungnya Diana tampa dia sadari telah mengaptifkan kemampuan menyerab energy yang mana membuat kekuatan Oroci melemah.


“Sialan kalau seperti ini terus aku bisa terbunuh, aku harus menolak Reiga dengan sisa energyku dan menghindari pertarungan jarak dekat melawan iblisa albino ini” pikir Oroci.


“Kau pikir bisa lari dari serangan pedangku” kata Reiga yang mengetahui rencana Oroci untuk kabur, dengan cepat Reiga lalu menarik mundur pedangnya secara cepat dan melakukan tebasan sekali lagi.


“Sssrrrraaasst…. Sssrrrraaasst…. Sssrrrraaasst….” Dia menebas tubuh Oroci yang mana tidak siap untuk menangkis serangannya.


“Aaaaaggghhkkk….” Oroci yang terkena luka fatal langsung jatuh ditempatnya berdiri.


“Pedang kematian, tehnik ketiga : mekarnya mawar darah” kata Reiga pada saat sudah selesai menggambar bunga mawar menggunakan darah Oroci.


“Masih belum…. Aku masih belum kalah” kata Oroci yang sudah tergeletak ditanah, tiba-tiba saja tanah tempat dia jatuh mengeluarkan sebuah cairan yang mana sangat beracun, dan jika terkena cairan tersebut maka dapat dipastikan orang tersebut akan lemas dan mati keracunan.


“Cih… masih memilik banyak kekuatan juga kau” kata Reiga, dengan tangan kirinya dia menciptakan Unholy flame dan melemparkannya kearah Oroci.


“Glluupp…. Crrrraassstttthhhh….” Namun cairan racun tersebut bergerak dengan sendirinya dan melahap api milik Reiga.


“Racun macam apa itu, kenapa apiku sama sekali tidak bisa membakarnya” kata Reiga yang mana penasaran dengan tehnik Oroci.


“Khahahahahaha…. Ini adalah skill terkuat sekaligus skill terakhir milikku, dengan skill ini aku akan menukarkan semua eneryg, semua darah, dan semua usiaku dan merubahnya menjadi racun menggunakan hukum racun dan iblis milikku, dan sekarang kalian akan mati-mati bersamaku, Khahahahaha… sekarang aku bisa mati dengan tenang karena ada kalian yang akan menemaniku” kata Oroci yang mana tubuhnya mengering dan mati ditempat.


“Glluupp… Krrraasstt….” Cairan beracun tersebut seperti hidup dan langsung menyerang kearah Reiga dan Diana, “Trrraassstt…. Srrrraaassstt…” mereka berdua langsung melompat dan berusaha menebas cairan beracun tersebut.


“Tidak berguna, cairan beracun ini sama sekali tidak memiliki wujud untuk bisa ditebas” kata Diana yang kesulitan untuk melawan balik.


 “Jika tidak bisa ditebas maka cukup untuk dilenyapkan saja, skill Unholy Flame” Reiga lalu menciptakan sebuah api besar dan membakar racun tersebut, air beracun tersebut langsung menguap karena api kuat milik Reiga.


Namun air beracun tersebut kembali memperbanyak diri dan mulai menyebar, melihat air beracun tersebut mulai menyebar dan berusaha untuk menyerang mereka dengan cepat Reiga menghindari tetesan-tetesan racun tersebut. “Tssssaah… tsssaaahh…” dan ketika racun tersebut menyentuh tanah rumput-rumput mulai mati, pepohonan bermatian air beracun tersebut mulai menguap dan mengeluarkan beberapa asap beracun.


Ketika melihat Diana mendekatinya air beracun tersebut langsung menyembur kearah Diana, “Srrrraasstt…” namun Diana yang telah menciptakan area diseikitar tubuhnya tidak perduli dengan serangan dari air beracun itu dan tetap menyerang menggunakan pedangnya, dan pada saat air beracun tersebut menyentuh pelindung Diana mereka langsung menguap dan lenyap karena pelindung area milik Diana dapat menyerap semua element yang ada dan menggunakannya untuk memperkuat dirinya.


“Jadi begitu aku mengerti sekarang, ini hampir mirib dengan cara vampire untuk menghisap darah dan energy tetapi yang berbeda adalah apapun yang memasuki area miliknya akan dihisap energynya” pikir Tiana yang tertarik melihat cara kerja kekuatan hukum milik Diana.


Reiga yang melihat kekuatan hukum Diana langsung terkejut karena kekuatan miliknya hampir sama efeknya dengan pedang WhiteNighmare miliknya, dan lagi ketika kekuatan hukum Diana mulai meluas pedang Reiga mulai ikut bergetar seakan-akan sedang berbicara melalui getarannya. Diana yang terus bertarung melawa cairan beracun tersebut mulai kewalahan karena air beracun itu tidak ada habisnya, air beracun itu terus menerus memperbanyak diri bagaikan bakteri yang mana dapat membelah diri sebanyak ratusan ribu seperti itulah kemampuan mengerikan dari air beracun tersebut.


“Haaah… Haaah…. Haaah…. Sialan ini tidak habisnya, jika begini terus aku pasti akan kehabisan stamina terlebih dahulu” pikir Diana yang mana tetap terus menebas semua air beracun tersebut.


Mengetahui kalau muridnya sedang kewalahan Reiga lalu mengaptifkan skill soul harvest miliknya, dan dia langsung memanen semua jiwa-jiwa yang mati disekitar hutan mahluk mistik tersebut dan dengan kekuatan dari para jiwa-jiwa tersebut Reiga memperkuat kekuatan dari pedangnya. “Srrrrraaaanggsss…. Srrrrraaaanggsss…. Srrrrraaaanggsss….” Dengan cepat Reiga lalu langsung sudah berada didekat Diana lalu menebas


seluruh air beracun yang ada disekitarnya, mirib dengan kekuata hukum Diana pedang milik Reiga juga menetralisir seluruh air beracun tersebut dan mengubahnya menjadi uap, “Trrraaasss…. Crrrraaass… Srrrraaass…” mereka berdua lalu saling membantu satu sama lainnya dan sedikit demi sedikit memusnahkan air-air beracun yang tersisa.


Sementara itu air beracun yang merasakan kalau tubuhnya mulai tinggal sedikit “Buuussshhh….” Melompat terbang kelangit, dia lalu merubah dirinya sendiri menjadi awan yang mana berwana ungun kehitaman dari warna awan tersebut Reiga mengetahui kalau awan itu berusaha untuk membuat sebuah juhan beracun. “Wuuusshh….” Reiga


kemudian mengejar awan ungu kehitaman tersebut yang mana terbang dengan sangat cepat, tetapi walaupun awan itu terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi namun Reiga tetap bisa mengimbangi kecepatannya menggunakan sayap phoenix iblis yang dia punya.


“Pedang kematian, tehnik ketiga : mekarnya mawar darah, taman kematian” dengan cepat Reiga lalu menggunakan tehnik pedang ketiganya, dan lalu mengambar ribuan bunga mawar merah darah diangkasa melihat tehnik pedang Reiga yang sangat indah membuat banya mahluk yang melihatnya terpukan karena keindahannya dan juga takut karena seluruh mawar merah darah tersebut mengeluarkan energy kematian yang kuat.


Dengan tebasan bertubi-tubi Reiga dan juga pemahaman Reiga tentang energy pedang membuat Reiga dapat memahami satu hal “Tidak ada didunia ini yang tidak bisa dipotong”, sebuah pemikiran dari pemahaman akan tehnik pedang tersebut membuat Reiga mencapai puncak tertinggi dari tehnik pedang. Dan dengan pencapaiyan itu dia langsung mendapatkan hukum ketiga miliknya yaitu hukum kebenaran pedang yang mana hukum tersebut menjelaskan : kalau tidak ada didunia ini yang dapat mengalahkan pengguna pedang, tidak ada didunia ini yang tidak bisa ditebas, semuanya tunduk dibawah pedangku, dan semuanya akan mati dengan tebasanku.


“Semunya dapat ditebas, mahluk hidup, dewa, konsep, emosi, waktu, ruang, dan takdir tidak ada satupun yang akan lewat dari tebasanku” pikir Reiga saat membasmi awan ungu beracun tersebut, “Srrriiiiingggsss….” Dan dengan satu tebasa terakhir dia memusnahkan konsep dari awan beracun tersebut menjadi ketiadaan.


Lalu semua dewa raja terkuat langsung mengetahui keberadaan dari kekuatan hukum Reiga, mereka dapat merasakan sebuah energy hukum yang mana dapat mengalahkan energy hukum yang lainnya. Sementara itu diatas planet Erras tempat terlarang yang mana tidak bisa dijangkau oleh seluruh orang sistem yang mengawasi Reiga mulai tersenyum ketika melihatnya.


“Sebentar lagi, semuanya akan berakhir dan jaman kejayaan akan dimulai kembali” kata sistem yang mana duduk diatas lapisan admosfir planet Erras.


Bersambung…..


Mohon dimaafkan kalau hari ini cuman bisa update satu, karena kondisi saya sedang tidak enak badan, jadi harap maklumi dan kalau anda ingin membuat kondisi saya baik maka diharapkan untuk Like, Komen, Giff, dan Votenya Ok.