I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 246 Serangan Raja pelahap darah bagian 2



Penguasa naga silver pengendali laut yang mana telah menerima perintah dari raja naga mereka, beramai-ramai datang membantu para dewa mereka mendapatkan perintah dari Raiya dan disuruh untuk menunggu dibawah laut dalam bersama para dewa/dewi air. Dengan menyembunyikan diri mereka di laut dalam hawa energy mereka jadi tidak dapat dirasakan oleh para pelahap darah yan ada, dan ketika para mahluk pelahap darah yang berjumlah jutaan itu mencoba untuk melewati laut mereka dengan cepat menyerang seluruh para pelahap darah yang ada, “Boommsshh…. Boommsshh…. Boommsshh….” Para pelahap darah yang mana tidak siap menerima serangan dadakan tersebut mulai terbunuh satu persatu.


Melihat hal itu raja pelahap darah hanya diam dan melihat seksama para naga silver itu, dia menatab mereka dengan tatapan tajam lalu mulai bergerak “Crraasstt… Krrraanggsskk….” Dia mengambil tulangnya sendiri lalu memperkuatnya dengan darahnya dan mengubah bentuknya menjadi sebuah tombak. “Wuusshh…” dengan kekuatan tangannya yang kuat dia melemparkan tombak tersebut kearah pasukan naga silver, “Boommsssshh….” Serangan dari tombak itu menghancurkan sebagian besar pasukan naga silver dan banyak dewa yang berjatuhan karena serangan itu.


“Hehehehehe…. Bagus-bagus semuanya ayo makan daging-daging itu para bawahanku” kata raja pelahap darah tersebut yang mana memerintahkan para pelahap darah yang lainnya untuk melahap seluruh naga silver yang ada.


“Cih…. walaupun aku tahu kalau tidak akan semudah itu, tetapi aku tidak menyangka ada satu mahluk yang sekuat itu” kata Raiya yang melihat kekuatan raja pelahap darah itu.


“Jangan terlalu pikirkan, ini adalah medan perang pasti akan banyak yang mati disini” kata Lucy yang mana bergerak mundur kearah sesosok naga merah.


“Grrr… Nona Lucy apa boleh sekarang aku mengamuk” kata naga merah tersebut.


“Jangan dulu, untuk sekarang kita tembakan saja serangan pembuka” kata Lucy.


“BUUURRRNNN….. BOOMMSSHHH….” Sebuah bola api ditembakan oleh naga api tersebut, dan satu tembakan itu manghanguskan ribuan mahluk pelahap darah yang mana mencoba untuk melahap para naga silver yang terluka tersebut.


Dengan kesempatan tersebut para naga silver langsung melarikan diri dari sana bersama dengan para dewa/dewi yang mana telah terlukan, walaupun beberapa dari mereka ada yang mati tetapi selama tubuh mereka tidak dilahap oleh mahluk pelahap darah maka mereka masih memiliki kemungkinan untuk bisa bangkit kembali dikuil mereka masing-masing.


“Hehehehe… ada satu yang kelihatannya sangatkuat disini” kata raja pelahap darah tersebut.


“Lucy kelihatannya kita memiliki tamu tak diundang disini” kata raja naga merah, dia merasakan tatapan kuat dari raja pelahap darah yang mana melihat kearah mereka.


“Aku mengerti, aku juga bisa merasakan haus darah miliknya yang kuat itu, rasanya sangat kuat sampai-sampai menusuk kulitku” kata Lucy, dengan cepat dia lalu menaiki tubuh raja naga merah dan mengambail syal miliknya yang mana pemberian dari Reiga dari alam atas.


“Kau sudah siap, karena kita mungkin akan mati disini” kata raja naga merah.


“Hahahhaa… aku sama sekali belum siap untuk mati, aku memiliki sebuah tujuan yang belum aku capai, yang akan mati adalah dirinya” kata Lucy dengan percaya dirinya.


“Wuusshh…..Buussh….” dengan sayapnya yang kuat raja naga merah lalu langsung terbang kearah raja pelahap darah tersebut, dan Lucy yang duduk diatasnya telah melapisi tinjunya dengan energy yang sangat kuat.


“Hehehehehe…. Bagus ternyata ada mangsa yang datang kemari, kebetulan sekali aku sudah lapar” kata raja pelahap darah, “Trraanggss…” dia langsung mengubah tangan kanannya menjadi sebuah pedang sepanjang 3 meter dengan dilapisi kristal darah yang mempertajam bilah pedangnya.


“Mereka telah sampaikah, pasukan perisai angkat perisai kalian, PASUKAN PANAH DAN AHLI SIHIR SERANG” teriak Raiya yang memerintah dari atas langit.


“Trrukk… Trrukk… Trrukk… Boommsshh… Boommsshh… Boommsshh…” dengan hujan panah dan serangan dari para ahli sihir semua pelahap darah yang telah mendarat dan yang berada didekat pantai langsung musnah dalam sekejab mata.


“Hahaha… Bagus rasakan itu kalian mahluk-mahluk aneh” kata salah seorang pasukan pemegang perisai, namun wajah senangnya berubah setelah dia melihat kalau beberapa pelahap darah raksasa mengambil batu besar dan melemparkannya kearah mereka.


“Wwuusshh… Wwuusshh… Wwuusshh…” lima buah batu besar dilemparkan dengan mudahnya kearah mereka, melihat hal tersebut para dewa/dewi itu langsung memerintahkan para pengikutnya untuk menciptakan sebuah formasi pelindung “Srrranggss…” sementara itu Azazel bersama para satans bawahannya terbang langsung menuju salah satu batu tersebut dan dengan senjata mereka “Srraanggss… Srraanggss… Srraanggss… Srraanggss… Krrraaaassskktt…..” mereka lalu memotong salah satu dari kelima batu tersebut dengan mudahnya.


“Orang merah yang terlihat seperti pimpinan para mahluk aneh itu tadi, sangat jelas kalau dirinya menggunakan kemampuan perubah wujud dan wajah itu tidak salah lagi adalah wajah dari mahluk aneh yang pertama kali aku jumpai, bagaimana itu mungkin terjadi aku sangat yakin telah membunuhnya apa dia itu bisa bangkit lagi seperti kami para dewa…??” Nabila yang mana melihat raja pelahap darah dikejutkan dengan kekuatan raja pelahap darah yang mana sangat mirib dengan kekuatannya, dan lagi rupa dari raja pelahap darah sangatlah mirib dengan mahluk pelahap darah yang pertama kali dia bunuh.


“Rooaarr….” Mahluk mistik peliharaan miliknya yang mana berada disampingnya langsung mengaum kearahnya, mahluk mistik itu lalu melihat kalau Nabila sedang memikirkan sesuatu dan mengaum kearahnya karena melihat wajah pemiliknya yang sedang terlihat bersedih.


“Aaahh… maafkan aku, apa aku membuatmu khawatir, tenang saja aku tidak apa-apa” kata Nabila yang mana membelai mahluk mistik singa berkepala dua peliharaannya.


Dan ketika dirinya melihat kalau ada sebuah batu raksasa yang mengarah kearahnya dengan cepat dia lalu mengaptifkan skill miliknya, “Crrraaangsss…. Krrraangggsss…. Trrrraasskk… Krrraasstt….” Lima buah rantai hitam yang tercipta dari kekuatan mata Abyss miliknya langsung dengan cepat bergerak dan menghancurkan batu besar yang mengarah kearahnya.


“Pasukan bayangan bergerak” kata Raiya, dia memerintahkan para pasukan pengikutnya dan menyuruh mereka untuk bergerak.


Dengan perintah dari Raiya ratusan pasukan dengan pakaian hitam dan dilengkapi senjata golok langsung masuk kedalam bayangan, dan ketika ada dua buah batu besar mengarah kearah Raiya mereka dengan cepat menyerang dari dalam bayangan, sebuah serangan yang mana muncul dari bayangan terbentuk dan terlihat seperti sebuah jarum raksasa “Crrrraaakk…. Crrrraaakk….” Yang mana menusuk kedua batu tersebut dan menghentikan pergerakannya diudara.


“Srrrriiinggsss….” Dan dengan satu tebasan dari kuku milik Raiya kedau batu itu langsung terpotong menjadi serpihan-serpihan krikil dengan cepatnya.


“BUUSSHHKK…. BOOMMSSHH….” Walaupun keempat batu besar itu telah dihentikan namun salah satu batu tersebut jatuh tepat diarah para pasukan jarah dekat, mereka beruntung karena berada didekat formasi pertahanan tetapi karena batu itu banyak dari mereka yang terluka dan tidak dapat bertarung lagi, melihat kalau serangan mereka gagal para raksasa pelahap darah lalu langsung berlari dari benua iblis mereka ingin melompat dan menciptakan sebuah sunami besar.


“BUUSSSHHHH……” keenam mahluk pelahap darah rakasasa tersebut lalu menciptakan sebuah gelombang air raksasa yang mana sangat besar, namun melihat gelombang air itu para dewa hanya diam saja melihatnya, “Boosshh… Boosshh… Boosshh…” sementara itu para ahli sihir langsung dengan cepat menembakkan beberapa serangan kearahnya dan meredakan beberapa gelombang air itu.


Bersambung…..