I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 66 Kemenangan



Pertarungan antara sesama kawan telah terjadi dikubuh Undie para pasukannya kesulitan untuk melawan karena tubuh yang digunakan oleh jiwa dari para bawahan iblis itu adalah teman-teman mereka sendiri sehingga mereka ragu untuk menyerang mereka dan berakhir terkena luka serangan dari mereka.


 Lalu pada saat pasukan kubu Undie sedang kesulitan Lucy dan Nabila yang membawa banyak pasukan ras ghoul datang membantu dirinya dengan mereka cepat membentuk kelompok lima orang akan menangkap satu orang yang telah dirasuki dengan cara itu mereka dapat menangkap mereka tampa harus membunuhnya.


 “Bagus ingat untuk hanya melumpuhkan mereka, bagaimanapun mereka tetap sekutu kita” kata Lucy yang memerintahkan para bawahannya.


 Dalam sekejab keadaan berhasil diatasi mereka dengan rencana berkelompok banyak orang yang kerasukan berhasil ditangkap dan diamankan. Ketika jumlah para orang kerasukan sudah menurun dari laut muncul sisa-sisa dari pasukan monster milik Leviatan mereka adalah para monster yang berbentuk seperti hewan laut yang memiliki tubuh manusia.


 Para monster tersebut memiliki berbagai macam bentuk seperti ikan, hiu, dan gurita yang memiliki tubuh manusia yang cukup besar kehadiran para monster tersebut menyebabkan banyak kekacauan pada dimedan perang dan banyak pasukan sekutu yang tewas dalam sekali pukul. Kekuatan para monster yang melebihi manusia dan para orang-orang yang kerasukan membuat Lucy dan Nabila sulit bergerak untuk membantu.


 “Boooommhhhss….” Lalu disaat keadan mereka sedang sulit Reiga datang melompat masuk kemedan perang membuat banyak pasukan sekutu bersorak senang karena mereka menyadari kalau dewa Reiga sudah ada disini maka itu artinya pada iblis agung sudah berhasil dia kalahkan. Lalu Reiga mengeluarkan sedikit aura dominasi nya lalu melihat aura itu membuat beberapa monster yang kecil langsung ketakutan lari pergi kelautan.


 Reiga yang melihat beberapa monster kabur lalu memanggil beberapa boneka mayat tingkat bawah serangga peledak. Lalu beberapa serangga itu tersebar dan mengejar para monster yang kabur dan serangga yang terbuat dari boneka mayat itu hinggap ketubuh para monster itu lalu.


 “Boomshh…. Boomshh…. Boomshh…. Boomshh….” Mereka meledak dan membuat para monster itu hancur berantakan. Melihat banyak monster yang mati para pasukan sekutu semakin semangat menambah moralitas mereka semua dan dengan semangat yang membara mereka menyerang sisa monster-monster yang tertinggal.


 “Bagus dengan begini para monster itu bisa ditangani oleh para pasukan sekarang tinggal mereka, jiwa-jiwa yang telah putus asa mari biar kuakhiri penderitaan kalian semua, Skill Soul Harvest” dengan skillnya Reiga mencabut jiwa-jiwa yang merasuki para pasukan milik Undie.


 Para jiwa-jiwa itu dipaksa keluar oleh energy milik Reiga dan karena jiwa-jiwa itu adalah jiwa biasa bukan jiwa kelas atas milik para iblis agung jadi mudah bagi Reiga untuk mengambil para jiwa itu dari tubuh pasuka Undie. Tidak sampai sedetik para jiwa pengikut iblis itu sudah terkumpul semuanya ditangan Reiga dia melihat para jiwa itu dengan wajah seperti melihat sebuah makanan kelas atas dia mengeluarkan air liur dan begitu Reiga ingin melahap seluruh jiwa itu.


 “Pih…, rasanya menjijikan” kata Reiga ketika dia sedikit mencicipi jiwa-jiwa itu rasa dari para jiwa yang tersiksa oleh para iblis terasa sangat menjijikan karena banyak rasa kesedihan dan penderitaan.


 Reiga yang merasa sudah tidak ingin melahap jiwa-jiwa itu dia lalu melepaskan para jiwa itu sambil melepaskan kutukan yang ada didalam para jiwa itu sehingga mereka bisa bebas dan pergi kealam baka.


 “Haaaah sangat disayangkan tetapi mau bagaimana lagi aku tidak tahan dengan rasa dari kesedihan mereka” kata Reiga yang sedikit kecewa tidak bisa melahap jiwa-jiwa itu.


 Sementara itu para pasukan Undie berhasil menyerang mundur para monster laut bersama pasukan ghoul mereka membantai para monster-monster karena para prajuritu sudah tidak ada lagi yang kerasukan Lucy dan Nabila pun juga ikut membantu mereka sudah tidak perlu khawatir lagi jika serangan mereka akan mengenai pasukan sekutu mereka.


 “MMMMMMMHHHHHH…….” Suara monster paus yang menjadi tunggangan dari Amon berusaha menuju kepantai untuk menyerang pasukan Undie dan pasukan ghoul.


 Pelindung yang meliputi seluruh benua yang dibeli Reiga tidak bisa digunakan untuk menahan serangan dari monster paus itu karena pelindung itu hanya bisa menahan mereka yang memiliki jiwa entitas kelas atas atau jiwa sekelas para dewa.


Lalu disaat monster paus itu mendekati pantai.


 “GRRRRAAAAAAHHHH…..” raksasa Jotuun kemudia berteriak dengan keras memberikan peringatan pada monster paus itu.


 “MMMMMMMHHHH…..” tetapi ketiga monster paus itu tidak mundur dan tetap maju menantang raksasa Jotuun.


 Raksasa Jotuun yang tidak dipedulikan peringatannya “Booomm….Brruuuusshh..” dengan cepat melompat kelautan untuk menghadang para monster paus itu. Raksasa Jotuun lalu “Buuuurkkhss…” memukul monster paus itu dengan keras sampai salah satu dari ketiga rasasa paus itu kehilangan sebelah tanduknya.


 Marah karena melhat temannya dipukul oleh raksasa Jotuun salah satu monster paus lalu langsung melompat kearah raksasa Jotuun. Karena arah lompatan dari maonter paus itu dekat dengan pantai sehingga membuat raksasa Jotuun tidak bisa menghindari hantaman dari monster paus tersebut “Booomm..” setelah terkena hantaman badan dari monster paus raksasa Jotuun lalu memegang tubuhnya dan mengangkat monster paus itu tinggi-tinggi dan melemparkan tubuhnya jauh dari pantai.


 “Brruuuussskkhh…” monster paus itu terlempar cukup jauh dan terluka cukup parah karena lemparan tersebut “Kraaaaasshtt” kedua monster paus yang tersisa lalu mengigit kedua kaki dari raksasa Jotuun sehingga membuat dia tidak bisa bergerak. Marah karena kakinya digigit “Booommhhh….Krraaaaaaktttaaassk…” raksasa Jotuun lalu melancarkan pukulan kuat kearah salah satu monster paus itu sampai tulang kepala dan seluruh tanduknya patah dan rusak parah.


 Monster paus yang terkena pukulan itu langsung pingsan karena tulang kepalanya retak akibat pukulan raksasa Jotuun lalu monster paus yang satunya lagi tetap mengigit kaki raksasa Jotuun kuat-kuat. “GRRRAAAAAHHH…” raksasa Jotuun lalu melemparkan monster paus itu dengan cara menendang monster paus itu sampai dia terkena


kawannya yang terlempar satu lagi.


 Tidak diberikan ampun monster paus yang pingsan didekatnya dia angkat dan patahkan mulutnya “Krrraaaaattaaasshh…” monster itu mati karena mulutnya robek parah dan mati ditempat. “GRRRAAAAHH…” raksasa Jotuun semakin liar dan buas lalu mengejar kedua monster paus yang dia lempar. Dengan tubuhnya yang besar raksasa Jotuun dengan mudah melewati lautan “Buuuuuusshhh… Boooosshh….” lalu dia memukul kedua monster paus itu pukulan demi pukulan terus dia lancarkan seakan-akan dia menjadikan kedua monster paus itu sebagai sebuah samsak tinju hidup pemandangan yang liar dan brutal itu disaksikan oleh seluruh prajurit Reiga dan Undie bukannya takut dengan kengerian dari raksasa Jotuun mereka malah bersorak untuknya seakan mereka sedang menyaksikan sebuah pertunjukan.


 Raksasa Jotuun terus memukuli kedua monster paus tersebut dan tidak lama kemudian monster-monster paus itu mati lemas karena terus dipukuli oleh raksasa Jotuun. Setelah itu Reiga lalu langsung terbang kedekat raksasa Jotuun dia menggunakan skillnya untuk mengambil ketiga jiwa dari monster paus tersebut dan dia lalu menggunakan kekuatannya menghancurkan jiwa tersebut lalu memurnikannya kemudian dia menggunakan energy murni tersebut untuk meningkatkan kekuatan jiwa dari raksasa Jotuun.


 Ketika energy itu masuk kedalam tubuh raksasa Jotuun seluruh sel dalam tubuh raksasa Jotuun lalu langsung bergerak dengan cepat cahaya lalu datang kedalam pikirannya memberikan dia beberapa pengetahuan yang ada didunia. Membuat dia bisa mengerti perkataan orang lain selain perkataan Reiga dan juga seperti Nabila dia bisa berbicara tetapi tidak lancar.


 “Hmmmm…. Bagus peningkatan sebanyak ini tampa harus membayar GP itu adalah keuntungan yang luar biasa” pikir Reiga lalu dia bersama raksasa Jotuun kembali kedakat pantai.


 Dia telah memenangkan perang dengan melawan kelima iblis agung dan membuat empat dari kelima iblis agung tidak bisa dibangkitkan lagi Reiga lalu merasakan kalau tindakannya pasti telah diketahui oleh banyak dewa dan para iblis agung yang lain membuat dirinya akan semakin diancam oleh yang lainnya. Tetapi mengetahui hal itu Reiga tersenyum karena emosinya sudah kembali dia meraskan kalau melawan bertarung dengan dewa dan iblis agung yang lainnya pasti akan sangat menyenangkan dan membuat dia tidak sabaran.


 Tetapi esoknya dia dikejutkan oleh sesuatu yang tidak terduga menghampiri dirinya.


Bersambung.................


Berikan dukungan anda dengan cara memberikan Like, komen, Giff dan Vote novel ini jika kalian semua menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, OK...