I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 162 Kembali dengan bunga indah disisinya



Setelah selesai membangkitkan darah phoenix iblis didalam tubuh Reiga klan phoenix langsung memulai pernikahan dirinya dengan Riana, mereka berusakaria disana karena itu adalah pertama kalinya klan mereka menikahkan seseorang. Sementara itu Tiana yang melihat putrinya akan pergi dari sisinya meneteskan air mata karena dia tahu kalau anak kecilnya sekarang sudah besar dan telah berada ditangan suaminya.


 Esoknya Reiga dan Riana telah siap untuk pergi dari hutan merah, mereka semua diantar oleh semua penghuni dari sana namun Tiana yang masih khawatir dengan anaknya menitipkan 5 orang mahluk mistik tingkat saint dari klan phoenix untuk menjaga dirinya.


 “Reiga selamat jalan dan juga tolong jaga putriku mulai dari sekarang” kata Tiana pada Reiga yang mengeluarkan aura seperti sedang mengancam.


 “Oo… oooh ok, kau tenang saja akan kujaga dirinya dengan sepunuh nyawaku” kata Reiga yang sedikit merasa terintimidasi.


 Setelah itu mereka pergi dengan kreta kuda yang cukup mewah selama dua hari lebih kreta kuda tersebut terbang dengan menggunakan mahluk mistik bersayap yang digunakan untuk menarik kreta tersebut, Riana yang masih canggung dengan Reiga hanya diam didalam kreta tersebut dan hanya curi-curi pandang pada dirinya.


 “Kenapa… apa ada sesuatu diwajahku” kata Reiga yang merasa dilihat oleh Riana.


 “Tidak ada… aku cuman penasaran saja, bagaimana rasanya kau sekarang telah menjadi salah satu dari kami” tanya Riana.


 “Hmmm… biasa saja hanya aku memiliki kekuatan yang lebih kuat dan seorang istri yang cantik menemaniku sekarang ini, cuman itu saja perbedaannya” kata Reiga.


 “Hmmm… mulut gombal” kata Riana dengan wajahnya yang bulat dan memerah seperti tomat.


 “Hahahaha…. maaf-maaf” kata Reiga yang mana tadi menggoda Riana.


 Dan pada saat mereka telah sampai mereka telah disambut oleh Diana, Lujuria dan 10 murid milik Reiga begitu juga beberapa murid baru yang diangkat oleh Diana yang berjumlah 25 orang. Serta para prajurit yang baru direkrut berjulah 1.000 orang petarung alam dewa kelas bawah, 755 orang alam dewa kelas menengah, 125 orang alam dewa kelas atas dan 10 orang petarung alam dewa kelas raja.


 Mereka semua dikejutkan dengan Reiga yang membawa beberapa mahluk mistik tingkat saint yang mana berasal dari klan phoenix, hal itu disebabkan karena klan mereka terkenal memandang rendah ras lainnya namun Reiga dapat membuat mereka mengawal dirinya. Dan begitu mereka melihat Reiga yang dengan santainya mengendarai kreta kuda denga Riana membuat beberapa dari mereka langsung menyadari adanya sesuatu.


 Reiga lalu memperkenalkan Riana sebagai istrinya dan juga memberitahu kalau dirinya telah diterima oleh klan phoenix karena telah membantu menyembuhkan ketua mereka, namun semua itulah yang diketahui oleh publik dan hanya ada beberapa orang yang dia beritahu tentang dirinya yang memiliki darah dari phoenix iblis dan kekuatannya yang sekarang ini sudah meningkat sangat jauh.


 “Haaaah…. Jadi begituyah padahal aku mengira bisa menjadikanmu mainanku” kata Lujuria yang kelihatannya sedang tidak bersemangat.


 “Guru aku ucapkan selamat atas pernikahan kalian berdua” kata Diana dengan senyum tetapi terlihat dengan jelas ada aura aneh disekitarnya ( Note : Cemburu ).


 “Aaaah… ok terimakasih atas selamatnya, sekarang aku ingin bertanya apa ada masalah dikota selama aku pergi” tanya Reiga yang mana berusaha mengalihkan pembicaraan.


 “Hmmm… kalau masalahtidak ada, hanya saja ada beberapa orang aneh yang muncul belakangan ini didalam kota, mereka sangat cepat dan begitu salah satu dari mereka tertangkap dia langsung bunuh diri dengan racun, dan juga kelihatannya mereka tahu tentang kekuatan guru karena mayat mereka langsung hancur begitu meminum racun tersebut” kata Diana yang menceritakan tentang beberapa orang gila.


 “Loyalitas yang mereka miliki sangat kuat, atau mereka dikendalikan oleh seseorang sebagai alat, Haaah… untuk sekarang mari kita lihat dulu lain kali langsung buat mereka pingsan akan kuberikan sebuah racun pada kalian, racun yang akan langsung membunuh mereka ditempat” kata Reiga.


 “Kalau begitu aku permisi dulu” kata Diana yang tidak ingin mengganggu kebersamaan Reiga dengan Riana.


 Namun disaat yang bersamaan Diana memegang tangan Lujuria dan mengajaknya untuk ikut pergi bersama dirinya.


 “Hei apa-apaan ini maksudnya??” tanya Lujuria.


 “Cih… baik-baik aku akan pergi, puas sekarang” kata Lujuria yang merasa sedikit kesal.


 Dan pada saat itu Reiga dan Riana ditinggalkan berdua didalam ruanga tersebut, tetapi mereka tidak melakukan apa-apa selain berbicara satu sama lain, dan setelah malam mereka kembali ke ruangan mereka. Dan esok paginya kota kabut hitam dikejutkan oleh sesuatu yang mana sangat-sangat tidak terduga, sebuah kotak hadiah besar muncul tiba-tiba didepan gerbang kota dan di kota tersebut ada sebuah surat yang bertuliskan sebuah ucapan selamat pada Reiga atas pernikahannya dengan Riana dari klan phoenix.


 “Aneh padahal aku baru memberitahu orang-orangku semalam, tetapi dapat mengetahui hal ini dalam waktu singkat pasti pengirimnya memiliki jaringan informasi yang sangat luas” kata Reiga.


 “Hei kau gak mau bukak hadiahnya??” tanya Lujuria yang penasaran dengan isi kotak besar tersebut.


 “Kalau kau mau kau bisa membukannya untuku” kata Reiga yang merasa curiga pada kotak hadiah tersebut, diapun menyuruh Lujuria untuk membukanya agar dia aman.


 “Ok kalau begitu” kata Lujuria yang bersemangat, dia tidak tahu kalau Reiga menggunakan dirinya untuk mengetes apakah kota itu berbahaya atau tidak.


 “Srrraakk… Crrraakk… Srrraaakk…” dan begitu kota itu dibuka muncul dari dalam kota Zero dengan lompatan indahnya berusaha membuat orang-orang disana terkesan, dan dia lalu mendarat dengan indah juga.


 “Yahoooo… halo Reiga lama tidak bertemu, aku disini kemari secara langsung untuk memberikanmu selamat atas pernikahanmu, apa kau senang” kata Zero.


 Namun begitu mengetahui apa yang ada didalam kotak tersebut mereka semua yang ada disana langsung masuk kedalam kota, begitu juga para penjaga kota tersebut meninggalkan Zero sendirian diluar.


 “Hei-hei-hei… apa kau tidak terkasan dengan niat baikku datang kemari” kata Zero yang ingin masuk kedalam kota juga tetapi, “Zzzrrrrr….” Sebuah penghalang menyambar dirinya dan menolak dirinya untuk masuk, setelah Reiga dan yang lainnya masuk kedalam kota Reiga dengan cepat mengaktifkan penghalang kota miliknya dengan token yang diapunya.


 “Hmmm… yang tadi itu Zero dewa kegilaankan, apa baik-baik saja meninggalkan dia disana” kata Riana yang melihat Zero yang menyedihkan ditinggal diluar sendirian.


 “Biarkan saja orang gila itu, kau tidak akan tahu masalah apa yang akan dia perbuat nantinya kalau dia masuk kesini” kata Reiga dengan wajah datar.


 “Benar-benar” kata Diana dan Lujuria yang mengangguk menyetujuia keputusan Reiga.


 Namun secara tiba-tiba dari depan Reiga kain hitam muncul terbang kedepan dirinya, dan kain itu langsung berdiri dengan sendirinya dari kain itu Zero muncul dengan megahnya, dia menggunakan artefak miliknya yang unik untuk melakukan perpindahan ruang dan masuk kedalam kota kabut hitam yang sudah dilindungi oleh formasi pertahanan.


 “Haaaahhh…. Mau apa kau sekarang” kata Reiga, yang lelah melihat Zero.


 “Hahaha aku tahu kau kelihatannya kesal melihatku, tapi aku yakin kau pasti akan terktarik dengan informasi yang aku dapatkan ini” kata Zero yang mana menunjukkan sebuah permata hitam, permata sama yang digunakan dewa air hitam untuk berubah wujud.


 “Dari mana kau dapatkan benda terkutuk ini” kata Reiga yang secara tiba-tiba emosi ketika melihat permata tersebut.


Bersambung.....


Berikan dukungan kalian semua jika kalian menyukai cerita yang ada didalam novel ini dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote yah, Ok semuanya.....