
Setelah Reiga menghabisi semua penantang yang ada diseluruh arena sebuah gerbang portal mulai terbuka dan dengan instingnya Reiga langsung masuk kedalam portal tersebut, dan setelah Reiga memasuki portal itu dia melihat sudah ada beberapa dewa tingkat raja yang lainnya telah berada disana sebelum dirinya, dari raut wajah mereka semau dapat terlihat jelas kalau mereka bingung karena melihat Reiga cuman seorang diri keluar dari arenanya.
“Hoi kenapa kau cuman masuk seorang diri” tanya seorang dewa raja yang kelihatannya berasal dari ras raksasa, tubuhnya pucat seperti batu dan tingginya sekitaran 2 meter dengan tato bercorak bergaris diseluruh tubuhnya.
“Oooh… aku bunuh mereka semua jadi cuman aku yang lulus disini” kata Reiga dengan santainya.
Mendengar ucapan dari Reiga membuat para peserta ujian yang lainnya mulai berjaga-jaga terhadapnya, sementara yang lainnya mencari aman dengan berkelompok cuman Reiga sendirilah yang membantai semua peserta yang ada.
“Kenapa, kau ada masalah dengan itu” tanya Reiga yang mengeluarkan sedikit aura gelap kematian dari tubuhnya.
“O…ooohh… tidak, kerja bagus mengurangi pesaing yang lainnya, ngomon-ngomon namaku Acolus” kata Acolus yang mencoba memperkenalkan dirinya pada Reiga, dia tahu kalau Reiga adalah lawan yang cukup sulit untuk dilawan dan karena itulah dia memutuskan untuk mencari aman dengan menjadikan dirinya temannya.
“Haaah… terserahlah kalau begitu, lebih baik kau jaga jarak denganku karena jika ujian kedua adalah pertarungan bebas orang yang ada didekatku adalah orang pertama yang akan mati” kata Reiga yang berusaha mengintimidasi yang peserta lainnya.
“Ooooh…, Ok-ok” kata Acolus sambil berusaha menjaga jaraknya.
“Menarik pria itu memiliki darah dari raksasa yang sangat kuat namun ada darah dari iblis yang merupakan raja dari para demon ditubuhnya, campurankah tapi aku belum pernah melihat ras campuran seperti ini” pikir Reiga sambil memeriksa energy ditubuh Acolus.
“Ping.. ping… ping…, selamat pada semua yang berhasil bertahan hidup, dan sekarang adalah ujian yang menentukan siapa yang akan menempaki kursi dari 100 raja dewa terkuat dan menerima kekuatan hukum dari bintang Errass ini” kata sistem yang mana mewujudkan dirinya sebagai wanita yang tak nampak wujudnya dengan pasti, dan hanya terlihat sebagai sosok putih yang misterius.
Begitu mendengar pemberitahuan dari sistem para peserta yang ada disana langsung berjaga-jaga pada sekitar mereka, yang tadinya adalah rekan satu tim langsung membuat jarak antara satu samalainnya, terlihat sangat jelas kalau tidak ada rasa percaya antara satu samalainnya bahkan ada diantara mereka yang merupakan saudara yang juga ikut menjaga jarak pada saudara sedarahanya.
Dan disaat mereka sedang berjaga-jaga dengan satu sama lainnya kabut ungu gelap mulai muncul dan menyelimuti sekitaran mereka, para petarung tingkat raja tersebut kemudian mulai menghilang dari pandangan Reiga dan kemudian daerah disekitar sana mulai berubah sedikit mulai sedikit.
“Hmm… ada apa ini, ilusikah aku tidak handal berurusan dengan tehnik semacam ini” kata Reiga yang mana berjalan berusaha mencari jalan keluar.
Dan tiba-tiba Reiga melihat sebuah jalan keluar dan disanalah dia melihat tanah perang dimana gunung mayat dan sungai darah bermunculan, tanah berubah dengan sendirinya tapi satuhal yang membuat Reiga terkejut karena tempat yang muncul adalah tempat dia bersama keluarganya mati saat menjadi perisai daging bagi para vampire.
“Ilusi sialan…” kata Reiga yang mulai marah karena mengenang masa-masa dirinya saat masih lemah dulu.
Disana dia melihat kejadian-kejadian yang sangat familiar bagi dirinya dan hal itu adalah saat-saat dimana keluarganya mati didepan matanya, dan begitu juga dirinya yang tergeletak jatuh dengan mayat dingin. Melihat dirinya yang telah mati didepan matanya membuat Reiga semakin murka dan menghancurkan daerah sekitar dengan hanya energynya, tanah disana hancur dan para mayat yang berada disana juga musnah bersaman sebuah cahaya putih yang menyilaukan.
Namun disaat dia berjalan di depan dirinya muncul sesosok pria yang sangat dia kenali yaitu adalah dirinya sendiri sebelum diangkat menjadi dewa, melihat dirinya yang penuh dengan kelemahan dan kegagalan membuat dia semakin marah dan jijik pada dirinya sendiri.
“Kenapa kau menangis, itu semua tidak ada gunanya mereka yang mati tidak dapat kau temui kembali dan semua itu tidak lain tidak bukan adalah kesalahan dirimu sendiri, kau lemah dan menyedihkan tidak berguna jadi untuk apa kau hidup selama ini” kata Reiga yangmarah pada dirinya dimasalalu.
“Aku juga tidak ingin dilahirkan seperti ini, kalau saja aku memiliki kekuatan dirimu maka semua ini tidak akan terjadi” kata Reiga (versi masalalu).
“Jangan menyesal, jangan marah, jangan kecewa, karena semuanya percuma saja satu-satunya yang bisa kau lakukan adalah berjalan dijalan neraka yang gelap dan perih, dan jika kau tidak bisa berjala lagi maka kau akan kehilangan semuanya lagi” kata Reiga pada dirinya sendiri.
“Begituyah, kalau begitu bagaimana dengan dirimu sendiri, apakah kau juga berjalan dijalan neraka itu??” tanya Reiga (versi masalalu) pada dirinya dimasa depan.
“Yah, karena cuman dengan begini aku tidak akan kehilangan apapun lagi, cuman dengna cara inilah” kata Reiga yang menjawab pertanyaan dirinya sendiri.
“Begituyah, kalau begitu aku akan pergi dan titipkan semuanya harapan, hidupku, dan takdirku pada dirimu wahai diriku dimasadepan” kata Reiga dimasa lalu (versi masalalu), Reiga dimasalalu mulai menghilang menjadi butiran cahaya dan begabung menyatu kedalam tubuh Reiga.
Disaat yang sama suatu kekuatan mulai muncul dalam tubuh Reiga, kekuatan yang membuatnya semakin percaya diri dan membuatnya yakin kalau dirinya tetap bisa berjalan naik kepuncak tertinggi demi melindungi semua orang yang percaya pada dirinya.
“Ping…ping…ping… selamat pada Reiga yang menjadi satu-satunya yang berhasil melewati ujian kedua dan terakhir kali ini, dan sekarang ini anda akan menerima gelar sebagai dewa raja terkuat peringkat ke 100, dan diberikan gelar sebagai dewa kematian ( kau yang terlahir dari kematian dan kau juga yang mendapatkan kekuatan dari kematian, semuanya berasal dari kematian yang membuatmu sampai disini sekarang juga kekuatanmu ada untuk membunuh mereka semua yang menghalangi jalanmu, dan bagi mereka yang tunduk pada dirimu itu artinya mereka sadar kalau mereka sama sekali tidak akan bisa mengalahkan kematian itu sendiri )” kata sistem yang memberikan gelar beserta kekuatan hukum pada Reiga.
Kekuatan hukum itu nantinya akan tumbuh besar bersamaan dengan semakin kuatnya dirinya, dan juga kekuatan hukum miliknya bisa meningkat jika wilayah miliknya semakin makmur dan sejahterah. Namun Reiga sama sekali tidak sadar kalau seluruh dunia memperhatikan pertarungan dirinya, dan banyak yang memendam dendam padanya karena dia telah membunuh anggota keluarga mereka terutama Frey yang mengirim bawahannya diujian tersebut dan mati ditangan Reiga.
Sementara itu sisa-sisa dewa tingkat raja yang berhasil memasuki ujian kedua langsung dipindahkan secara paksa oleh sistem, dan disaat mereka tersadar mereka telah kembali ketempat mereka berasal dengan sebuah pemberitahuan dari sistem yang berutuliskan “Mohon maaf anda gagal dalam ujian kedua, semoga beruntung dilain waktu”, disaat itulah poros dunia bintang Erras kembali berputar menandakan sebuah kemajuan bagi bintang Erras dan disaat yang bersamaan juga seseorang yang duduk dipuncak gunung tertinggi dialam atas telah mengawasi Reiga.
“Dia akan menjadi mata badai bagi dunia ini, waktulah yang menentukan apa dia pantas atau tidak” kata seorang pria tua yang duduk dipuncak gunung tersebut, dan dia adalah seseorang yang juga berada dipuncak dunia Erras, salah satu dari 100 dewa raja terkuat peringkat pertama Cronos sang dewa waktu.
Bersambung.......
Berikan dukungan kalian jika kalian menyukai cerita yang ada didalam novel ini, dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote ya, Ok semua....