
Setelah Reiga mendapatkan bawahan baru yaitu Grimm dia telah menghabisi lebih dari banyak mata-mata di dua kota yang dia kuasaia, didalam kedua kota tersebut lebih dari puluhan mata-mata yang mengawasi dirinya namun mereka semua naasnya terbunuh oleh Grimm dari balik bayang-bayang malam. Sejak saat itupulalah mata-mata milik Frey terputus dan dirinya kehilangan pengawasan pada gerak-gerik milik Reiga, hal tersebut membuat dirinya marah dan mengamuk amarahnya ditunjukkan dengan hancurnya sebagian kecil dari kastil miliknya.
Sementara untuk Reiga sendiri dia terlihat sedang santai dan menunggu waktu yang tepat bagi dirinya untuk menyerang Frey, tetapi sebelum itu dia telah bersiap bersama Grimm untuk pergi kekota lainnya dia dengan bantuan dari Grimm memasuki beberapa kota disekitarnya, dan dengan bantuan dari Grimm juga Reiga membunuh semua orang yang berasal dari ras serafp karena mereka semua adalah bawahan dari Frey baik itu tua ataupun muda semuanya sama saja karena mereka telah dicuci otak mereka oleh Frey yang membuat mereka menjadi ancaman yang berbahaya.
“Grimm berapa orang klan serafp yang sudah kau temukan??” tanya Reiga yang sedang duduk disebuah tempat makan yang agak sepi.
“Lapor tuanku disini lebih banyak dari yang kita duga, dan nampaknya ada lebih dari ratusan klan serafp disini beberapa dari mereka bahkan menyamar menjadi ras lain, namun aku telah membunuh 10 dari mereka” kata Grimm yang bersembunyi dibawah bayang-bayang milik Reiga.
“Bagus kalau begitu, kau siapkan saja mayat mereka aku akan melihat langsung jiwa mereka untuk mendapatkan informasi yang kuperlukan” kata Reiga, dia dengan santai menyantap makanannya dimana sambil menunggu Grimm membawa mayat-mayat para korbannya.
Tengah malam diluar kota F ( sebuah kota yang berada dekat dengan kota kabut hitam ) Reiga sedang menunggu diluar sana dengan santainya, dan tampa suara tiba-tiba Grimm muncul membawa kepala 10 orang dari klan serafp yang dicurigai adalah mata-mata. Dengan kekuatannya dari skill Soul Harvest Reiga dapat dengan mudah mengambil jiwa-jiwa mereka yang mati dan melahap para jiwa tersebut, dari dalam jiwa-jiwa itu dia dapat melihat kenangan mereka semua dia juga merasakan jejak element cahaya yang sangat kuat tertanam dijiwa mereka.
“Cih…. tehnik cuci otaknya sangat kuat bahkan sampai tertanam didalam jiwa orang-orangnya, benar-benar wanita yang sangat menakutkan jika aku tidak membunuhnya maka aku yakin akulah yang akan mati nantinya” pikir Reiga yang merasakan sedikit halangan dari membaca jiwa-jiwa para serafp tersebut.
“Tuan bagaimana, apa anda tidak apa-apa” kata Grimm yang melihat kalau Reiga sedikit kesulitan tadi.
“Tidak apa-apa, secara garis besar aku telah mengetahui rencana yang dia miliki, bisa dikatakan kalau Frey berencana menaklukan seluruh kota disekitar wilayahku dan ingin menyerangku dengan kepungan besar” kata Reiga yang menyadari kalau seluruh kota didekat wilayahnya terdapat banyak mata-mata dari klan serafp.
“Tuan apa yang harus saya lakukan lagi, haruskah saya melanjutkan perburuan saya” tanya Grimm pada Reiga.
“Terus lanjutkan tetapi jangan terlalu mencolok, bunuh saja 5 atau 8 orang dalam satu hari dengan begitu kita dapat membuatnya sedikit panik” kata Reiga.
Seminggu kemudian kota tersebut telah kehilangan lebih dari seratus orang warga, dan semuanya adalah mereka yang berasal dari klan serafp dan ada beberapa serafp yang menyamar menjadi ras lain. Hal itu membuat Frey sakit kepala karena dia kehilangan para informannya dengan sangat cepat, dengan tergesa-gesa Frey lalu menyiapkan sekelompok prajurit yang berjumlah 500 orang petarung tingkat dewa kelas menengah, dia tidak ingin mengeluarkan pasukan besar karena dia tahu hal itu akan menarik perhatian para dewa iblis penguasa dosa.
Esoknya para prajurit serafp lalu terang-terangan memasuki kota F dan hal itu membuat para warga kota menjadi sedikit panik, sang penguasa kota F lalu keluar menyambut mereka dia adalah dewa raja terkuat peringkat 89 dewa batu api, dia berasal dari ras kurcaci ( Dwarf ) dan memiliki otot yang besar janggut panjang lalu wajah yang sangar. Dia memegang sebuah kapak raksasa dan menyambut para prajurit serafp tersebut.
“Ada apa kalian para unggas beramai-ramai datang kewilayahku??” tanya dewa batu api.
“Unggas kecil beraninya kau bicara tidak sopan padaku” kata dewa batu api.
Secara tiba-tiba seluruh area disekitar dewa batu api mulai memanas, dan para pasukan serafp lalu mulai ketakutan melihat sejumlah besar energy yang dimiliki oleh dewa batu api.
“Dasar para maniak bodoh, walaupun mereka hanya menghormati Frey tetapi itu bukan berarti mereka bisa bebas seenaknya dengan dewa raja terkuat yang lainnya, hal ini pasti akan memunculkan api peperangan lalu pada saat keduanya bertarung aku akan membantu dewa batu api dari dalam kegelapan” kata Reiga yang melihat semuanya dari atas langit menggunakan sayap phoenix iblis miliknya.
“Buuusssmmmhh…..Crrraaassstt….” dewa batu api yang tidak bisa menahan amarahnya lalu memukul pemimpin pasukan serafp tersebut, dia melepaskan senjatannya dan menggunakan tangan kirinya untuk memukul wajah serafp tadi, membuat serafp tersebut terhempas jauh dan dari kelihatannya pemimpin pasukan serafp tadi mengalami geger otak dikepalanya.
“Dasar bajingan, apa yang kau lakukan pada pimpinan kami, apa kau tidak takut pada dewi Frey, ini penghinaan, cepat berlutut minta maaf” ucap para pasukan serafp yang lainnya, mereka hanya bisa bicara dan tidak bertindak karena mereka tahu kalau mereka semua bukan tandingan dari seorang dewa raja terkuat.
“Takut, penghinaan, berlutut katamu…., apa kau pikir kau pantas mangucapkan hal itu kalian para unggas, jangan kira kalian akan aman karena berada dibawah si Frey itu” kata dewa batu api.
“Cih…. dasar sialan beraninya kau mengucapkan nama dewi tampa hormat” kata salah seorang prajurit yang langsung terbang dengan cepat kearah dewa batu api, dia mencabut pedangnya dan ingin menyarang dewa batu api dari menggunakan serangan dari atas langit.
“Crrrraaaatt….” Namun secara tiba-tiba sebuah tombak menusuk tubuhnya, tombak tersebut berasal dari atas tembok pertahanan kota F.
“Hummmm…. Kalian para unggas terbang tidak layak berhadapan langsung dengan dewa kami, jika kalian berani maka majulah kami semua yang akan mengajak kalian semua bermain-main” kata para petarung dari ras kurcaci ( Dwarf ) mereka adalah petarung tingkat dewa kelas atas dan dipimpin oleh seorang petarung dewa raja.
Dengan armor lengkap dan senjata berat mereka lalu menyerang para pasukan serapf tersebut, dan dewa batu api yang melihat kesetian para pengikutnya lalu memberikan semua pengikutnya kekuatan mantra pendukung dia ingin melihat para pengikutnya bertarung dengan tangan mereka sendiri.
“Crraaaanggss… Krrraaassstt…. Trrraaannkkkss…. Srrrrraaaccctt…” para serafp yang memilik jumlah banyak tersebut dipukul mundur dengan kekuatan bertarung para pasukan kurcaci, mereka lalu mundur secara cepat keatas langit dan kembali kewilayah merekan dengan secepat mungkin dari 500 orang yang diutus oleh Frey hanya 30 orang yang selamat dan mendapatkan beberapa luka-luka. Sementar disisi lain dipihak pasukan dewa batu api hanya ada beberapa orang yang terluka tampa ada yang mati, mereka sangat kuat otot mereka bagaikan baja karena sering menempa membuat tubuh mereka tebal dan hanya bisa digores oleh senjata artefak tingkat legenda.
“Benar-benar luar biasa, dengan jumlah tida lebih dari 50 orang mereka dapat mengalahkan pasukan Frey yang berjumlah 500 orang, seperti dugaanku dewa batu api kau layak untuk dimanfaatkan” kata Reiga yang sedang memikirkan rencana licik.
Bersambung..........