
Aeria seorang gadis berbakat yang mana berasal dari keluarga dewa dialam atas, dia terlahir dari keluarga bangsawan diantara para dewa dia adalah seorang gadis yang paling berbakat diantara dari anak-anak diusianya. Dan lalu pada usianya mencapai 15 tahun dia mulai berkelana menuju jalan kedewaannya dia menemui banyak halangan dan rintangan diberbagai jalan, dia melawan banyak dewa-dewi lain dan juga para mahluk mistik yang mengincar dirinya sampai pada suatu waktu Aeria terjebak disituasi hidup dan mati, dia dikepung oleh belasan dewa kelas atas disaat dirinya masih seorang dewa kelas menengah.
Disaat itulah “BOOMMSSHH…” seseorang jatuh dari langit menghancurkan kelompok dewa yang mengepung dirinya, disaat itulah Aeria bertemu dengan Susano seorang remaja gila yang entah datang darimana.
“Aduh-aduh…, kelihatannya skill ini harus aku segel dulu sebelum bisa menguasainya” kata Susano ( Remaja ), dia pada saat itu masihlah seorang dewa tingkat bawah.
Melihat bocah yang mana berada ditahap dewa tingkat bawah menyerang mereka, belasan dewa tingkat atas tersebut langsung menyerang kearah Susano dengan liarnya mereka sama sekali tidak menggunakan skill mereka karena mereka semua meremehkan dirinya.
“Menyerang seseorang tampa menggunakan skill, sombong sekali kalian” kata Susano, dia lalu mengaptifkan skill miliknya dan membuat sebuah lumpur hisap yang sangat kuat, lumpur hisap tersebut menjebak belasan dewa tingkat atas tersebut membuat mereka kesulitan untuk bergerak.
“Buugghhkk… Buugghhkk… Buugghhkk… Buugghhkk… Buugghhkk…” dengan cepat Susano mematahkan leher mereka semua, dia menyerang mereka semua hanya dengan tangan kosong sementara itu Aeria yang melihat keahlian Susano langsung jatuh hati pada dirinya, dia seakan melihat sesosok pangeran tampan yang mana menyelamatkan dirinya dari marah bahaya.
“Hmmm… kau gak apa-apa” kata Susano yang melihat luka-luka ditubuh Aeria.
“A.. ak… aku gak apa-apa” kata Aeria yang gugup menjawab pertanyaan Susano.
“Baguslah kalau begitu sekarang aku pergi dulu” kata Susano, “Buummsshh…” dengan satu kali lompatan dirinya langsung dengan cepat pergi dari sana meninggalkan Aeria sendirian.
“Aaaah… aku lupa menanyakan namanya” kata Aeria yang lupa akan hal paling penting.
Aeria yang mana telah bertekat untuk bertemu dengan Susano kembali mulai melanjutkan pelatihannya, dia berlatih-berlatih dan terus berlatih sampai pada akhirnya dia mencapai tingkat dewa raja terkuat dan memiliki salah satu kekuatan hukum yang paling kuat yaitu hukum langit. Disaat yang bersamaan dia juga bertemu dengan Susano yang mana juga lulus dan menjadi salah satu dewa raja terkuat juga.
“Hei kita akhirnya bertemu lagi yah…” kata Aeria yang berusaha menyapa Susano.
“Hmmmm… maaf kau siapa yah???” kata Susano dengan wajah polos.
Sejak saat itu rasa suka menjadi sara jengkel dihati Aeria pria yang berusaha dia gapai tidak menganggap dirinya bahkan sama sekali tidak mengingatnya, sejak saat itupulalah Aeria berjanji pada dirinya akan membuat Susano jatuh hati pada dirinya dan bukan sebaliknya.
Dan sekarang ini Aeria sedang bertarung melawan salah satu dewa terkuat, dia menggunakan kekuatan hukum miliknya untuk bisa bertarung seimbang dengan Ludex Albius sang dewa hakim surgawi, walaupun dia berhasil mendaratkan beberapa serangan pada Ludex Albius tetapi hal itu tetap saja tidak membuat dirinya dapat mengalahkan sang hakim surgawi. Kekuatan hukum petir dan hukum cahaya yang beresonansi satu sama lain miliknya menangkal hampir semua serangan yang dilancarkan oleh Aeria.
“Skill Sky Blade” Aeria yang mana telah mengumpulkan kekuatan dari element langit mulai menciptakan sebuah pedang dari energy miliknya, dan dengan kekuatan dari pedang itu dia melancarkan sebuah tebasan kuat pada Ludex Albius.
“TRRRAAANGGSSS…. CRRRAASSSTT….” Serangan tersebut mampu ditahan oleh Ludex Albius namun disaat yang bersamaan energy dari pedang Aeria mulai menembus pertahanannya, dan membuat luka yang cukup parah ditubuh Ludex Albius.
“Aaaaaggkkk…., wanita sialan, beraninya kau melukai kami” kata Ludex Albius, dia berusaha membalas serangan dari Aeria.
“Pedang kematian, tehnik keempat : kilat hitam” dengan tebasan secepat kilat dan aura gelap yang padat Reiga dapat menembus pertahanan dari Ludex Albius, hukum petir milik terpotong oleh tebasan dari Reiga membuat sebuah luka yang sangat besar dipunggungnya.
“AAAAAAGGGGKKKHH…. Sialan bisa-bisanya kami kalah ditempat seperti ini” pikir Ludex Albius yang mana sekarat terkena seranga telak dari tehnik pedang milik Reiga.
“BOOOMMSSHH…” disaat dirinya sedang terpojong Ludex Albius albius mengeluarkan sebuah ledakan dari element api dari tangan kirinya, dan ledakan tersebut menutupi penglihatan dari Reiga dan Aeria. Disaat mereka berdua tidak bisa melihat dengan baik Ludex Albius langsung berlari keluar menuju tempat Arogan, dia dengan harapan bisa bekerja sama dengan Arogan dapat mengalahkan Reiga dan Aeria dengan gerakan secepat kilat yang mana kecepatannya telah ditambahkan dengan kekuatan hukum cahaya dan petir, dia langsung sampai ditaman dibawah lantai dasar tepatnya sepuluh lantai dibawah ruangannya.
Dan pada saat dia telah sampai disana Ludex Albius dikejutkan dengan apa yang dia lihat, dia melihat Susano dengan sebelah tangannya yang puntung tengah mencekik Arogan sampai sekarat.
“Yooo… kau kesini, dari kondisi tubuhmu kelihatannya Aeria dan Reiga telah membuatmu kewalahan” kata Susano yang tetap mencekik Arogan sampai sekarat.
“A… apa… apa yang terjadi sebenarnya, bagaimana mungkin Arogan adalah salah satu utusan tuan tidak mungkin dia bisa kalah semudah ini, apa yang harus kita lakukan sekarang, tidak ada cara lain lagi kita haru melakukan cara terakhir” pikir Ludex Albius yang berbicara pada dirinya sendiri, dia terlihat memiliki dua kepribadian malahan dia terlihat seperti dua jiwa didalam satu tubuh.
Beberapa menit sebelumnya sebelum Aeria mengaptifkan area miliknya, Arogan merasakan kalau Invidia dan Acedin telah mati ditangan musuh mengetahui hal tersebut dirinya hanya diam dan tersenyum.
“Hahahha… jadi pada akhirnya cuman aku sendiri yang dapat bertahan, bagus-bagus sekali kalau begitu” kata Arogan, tiba-tiba saja kekuatan didalam tubuhnya berlipat ganda dan mengeluarkan aura gelap yang sangat kuat.
“Skill Devil Contract : Ira, Guila, Invidia, Acedin, berikan semua kekuatan kalian pada diriku” Arogan yang mana telah mengaptifkan kekutan dari skill mendapatkan kekuatan berlipat ganda.
Wujudnya lalu berubah sebuah tanduk hitam pekat mulai keluar dari tubuhnya, sayap kelelawar yang memiliki element api kuat tumbuh dipunggungnya tubuhnya mulai membesar dan otot-ototnya diperkuat mata ketiga mulai terbuka diatas kepalanya dan katana miliknya juga ikut berubah memajang hingga mencapai 4 meter.
“Wow… aku tidak mengira wujudmu sebenarnya bisa berubah seperti ini” kata Susano yang terkejut dengan apa yang dialihat.
“Ini adalah kekuatan yang aku dapatkan dari pada dewa iblis yang telah mati, kekuatan iblis mereka bertambah kuat disaat mereka menjalankan tugas-tugas mereka dan disaat mereka mati mereka memberikan seluruh kekuatan itu pada diriku” kata Arogan.
“Hahaha… bicaramu itu seakan-akan kau mengatakan kalau mereka itu cuman alatmu untuk menjadi lebih kuat saja” kata Susano yagn mana mengeluarkan aura membunuh dari tubuhnya.
“Memangnya kenapa kalau begitu, mereka sendirilah yang lemah karena bisa mati dan aku adalah penguasa sesungguhnya tidak mungkin aku dapat mati disini, aku akan membunuhmu dan mengambil title KAISAR BINTANG lalu menguasai dunia ini untuk selamanya” kata Arogan yang mana mengungkap rahasia terbesar di planet Erras.
“Kaisar bintangkah, tidak kusangka kau percaya tentang legenda tua itu, tapi itu tidak akan mungkin bisa terjadi karena kau akan mati disini sekarang” kata Susano yang mana telah memasang kuda-kuda miliknya.
Bersambung……