
Ditengah kekacauan medan perang Lucy sedang berhadapan dengan Purson yang merupakan salah saru dari 72 iblis agung. Walaupun Lucy adalah seorang demi Gods tetapi untuk bisa mengalahkan iblis agung dia harus memikirkan beberapa trik agar bisa menang melawan Purson.
“Giliranku untuk menyerang skill Melody of Destruction” Purson memainkan dengan kuat terompetnya.
“Braaaaasssshhkkkssstt….” Lalu area sekitar Purson hancur energy yang terompet itu keluarkan menyebabkan kehancuran berantai disekitarnya bahkan energy it uterus menyebar dan apapun yang masuk dalam jarak energy suara terompet itu akan hancur berkeping-keping baik itu benda mati maupun benda hidup.
Walaupun serangan area milik Purson sangatlah kuat tetapi Lucy dengan cepat bisa menghindar dengan melompat tinggi diudara. Lucy melompat tepat diatas Purson dan dia lalu mempersiapkan empat jari tombaknya.
“Jari agung, jari keempat : tombak langit, tombak hujan” dengan cepat Lucy mengalirkan energy dalam bentuk setitik bola kecil yang mirip dengan sebuah tetesan air.
Lucy lalu dengan cepat menusuk dengan tangannya dan energy tetesan air itu jatuh tepat lengang Purson. Seperti jarum yang sangat tajam air itu menusuk menembus tubuh Purson namun bukan hanya itu saja Lucy telah menyiapkan ribuan tetes energy dan dengan kecepatan tangannya energy itu berjatuhan diatas Purson dia seperti dihujani oleh jarum tajam yang menembus daging dan tulangnya.
“Aaaaanggghhhkkss…” Purson terluka parah akibat serangan itu.
Dan ketika Lucy mengira telah berhasil mengalahkan Purson tiba-tiba tubuh Purson menghilang dari hadapannya. Tubuhnya menghilang dalam seketika seakan sebuah fata morgana saat Lucy mencari dimana keberadaannya tiba-tiba dia muncul dibelakan Lucy sambil tertawa.
“Hahahahahaha…, halo..” kata Purson yang kemudian menyerang Lucy dengan sebuah pukulan dari terompet yang dia pegang.
“Braaaaskkkthh..” Lucy terlempar karena kekuatan fisik dari pukulan Purson sangatlah kuat.
“Hahahahahahha…. Sakit berikutnya mari kita menari lagi, skill Melody of Nightmare” Purson kemudian memainkan sebuah lagu dengan terompetnya dan ketika dia meniup terompetnya tubuhnya menghilang dari mata semua orang.
Dia menghilang tidak terlihat apapun bahkan aura yang dia miliki juga menghilang membuat Lucy kesulitan mencari keberadaannya. Dan disaat Lucy sedang berusaha melacak keberadaannya “Braaaskksshtt…” di dipukul tepat dipipi kanannya oleh Purson yang sedang tidak terlihat.
Lucy kemudian berusaha menyerang kanan asal dari serangan tersebut namun tidak ada apa-apa yang membut dia seakan hanya menyerang udara. “Braaasskhttt..” Lucy kembali diserang kali ini perutnya seperti ditendang dengan kuat sampai dia memuntahkan sedikit darah.
“Hahahahaha… kenapa gadis manis, sakit ya hahahaha…. Kasihan” kata Purson yang tertawa melihat Lucy menderita.
“Sudah cukup bermainnya, jari agung, jari kelima : kekuatan penguasa, intimidasi penguasa agung” Lucy menggunakan kelima jarinya untuk menyebarkan aura disekitarnya.
Seketika aura itu berahasil sedikit menyentuh tubuh Purson yang tidak terlihat tetapi Purson tidak peduli karena aura itu sangatlah lemah dan dia merasa kalau dia tidak akan bisa dilukai dengan aura kecil yang dikeluarkan oleh Lucy.
“Cih kupikir apa ternyata cuman serangan area kecil, hah gadis bodoh aku sudah mulai bosan denganmu karena itu matilah” pikir Purson, dia lalu bergerak kebelakang Lucy dan bersiap menyerang kepalanya dengan terompetnya.
Dan pada saat Purson ingin menyerang Lucy seragannya gagal Lucy berhasil menghindar dan Lucy mengarahkan pandangannya kearah Purson seakan dia bisa melihat Purson yang tidak terlihat.
“Kau tidak mungkin, ini pasti cuman kebetulan saja” kata Purson yang kemudian berusaha kembali mendekati Lucy.
Lalu Lucy dengan senyum kecil diwajahnya menggerakkan tangannya kearah bawah dan seketika tubuh Purson menjadi berat selain itu tehnik menghilangnya dibatalkan. Setelah tehniknya dibatalkan tubuhnya kemudian dipaksa untuk berlutut sebuah tekanan yang sangat kuat menekan tubuhnya seperti ada sebuah gunung dipunggungnya yang memaksanya untuk berlutut dibawah mata Lucy.
“Percuma sekuat apapun yang kau mencoba sekali tubuhmu telah terkena aura dari kelima jariku maka aku bisa dengan mudah mengendalikan saraf yang ada ditubuhmu dengan cara itu aku memaksa tubuhmu untuk patuh terhadap perintahku” kata Lucy yang memandang rendah Purson.
“Hahahaha percuma bahkan kalau kau membunuhku sekarang, beberapa bawahanku telah merasuki tubuh beberapa prajurit kalian dan dengan itu mereka telah membuat beberapa diagram sihir dengan darah mereka setelah itu teman-temanku yang lain akan datang kemari dan menghabisi kalian semua.., HAHAHAHAHAHA…” kata Purson.
“Cih dasar sialan…” kata Lucy yang sudah emosi mendengar perkataan Purson dan ketika Lucy ingin memukul kepala Purson sampai pecah.
“Berhenti…” kata Reiga yang datang bersama dengan kelompok Satans dan juga Nabila.
Melihat sosok Reiga yang sudah 10 tahun tidak dia lihat Lucy langsung mengeluarkan air mata kebahagian dia bagaikan kekasih yang sudah tidak lama menjumpai belahan hatinya. Lucy lalu langsung berlutut di hadapan Reiga dengan hormat.
“Selamat datang kemabali Dewaku Tuan Reiga” kata Lucy yang berlutut dihadapan Reiga.
“Kau sudah tumbuh jadi lebih kuat ya Lucy..” kata Reiga sambil mengelus kepala Lucy bagaikan seorang ayah yang bangga dengan pertumbuhan anaknya.
Purson yang merupakan seorang iblis agung dia ditakuti oleh seluruh mahluk cerdas bahkan beberapa dewa takut dengan mereka tetapi untuk pertama kalinya dia takut dengan sosok Reiga. Ketika dia melihat Reiga seakan jiwa yang ada ditubuhnya ditarik sedikit demi sedikit keluar dari tubuhnya.
“Kau apa-apaan kau ini, bagaimana mungkin kau bisa jadi sekuat ini hanya dalam sepuluh tahun” kata Purson yang telah ketakutan dengan Reiga.
“Mau tahu boleh tetapi kau harus membayarnya dengan jiwa yang ada ditubuhmu, akitfkan skill Soul Harvest” Reiga lalu mengacungkan tangannya kearah Purson dan dalam sekejab jiwa yang ada ditubuh Purson dia tarik secara paksa keluar dari tubuhnya.
Iblis sama seperti dewa jika mereka mati jiwa mereka akan kembali ke tower tujuh dosa untuk pemulihan tetapi Reiga dengan cara manarik jiwanya dia membuat pemuliha Purson dibatalkan karena jiwanya tidak bisa kembali ketower tujuh dosa sama artinya tubuhnya tidak bisa dipulihkan.
“Jiwa iblis pertamaku hmmm.., aku penasaran bagaimana rasanya.., Haaaap…Gluuuup…” Reiga lalu memakan jiwa milik Purson dia menelannya seperti menelan suplemen berkualitas tinggi.
“Ping…ping….ping… selamat dewa tingkat atas Reiga dewa ****** karena telah menelan jiwa iblis dan menghentikan siklus kehancuran menerima 1.000.000 GP\, Ping…ping mengekstrak jiwa dari iblis Purson\, mendapatkan skill Melodi iblis” kata sistem dikepala Reiga.
“Bagus juga ini lebih efektif dari pelahap yang dulu kupunya” kata Reiga.
Lalu muncul beberapa pilar merah darah tanda akan diagram sihir pemanggilan iblis yang telah berhasil memasukkan beberapa iblis kedalam pelindung Reiga. Di benua itu telah hadir empat iblis agung Amon, Zepar, Barabatos, dan Baal.
“Bagus kalian sudah datang, waktunya untuk mencoba kekuatanku yang baru” kata Reiga dengan nada sombong.
Bersambung......
berikan dukungan kalian dengan cara like, komen, Giff, dan Vote jika kalian menyukai cerita di novel ini agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, OK....