I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 232 Penyerangan kealam bawah bagian 6



Didalam kuil dewa Azazel ditempat khusus untuk pengobatan, para ahli penyembuh dan ahli sihir berkumpul disana dengan tujuan untuk menyembuhkan seseorang satans yang mana menjadi salah satu petarung terkuat disana. Mickael salah satu dari satans pertama yang juga bagian dari para saint milik Azazel tergeletak tak beradaya ditempat tidur nya, nyawanya terancam bahaya karena serangan dari mahluk pelahap darah tersebut sisa-sisa dari hukum darah monster yang tertinggal dalam tubuh Mickael membuatnya sangat sulit untuk disembuhkan dan sekarang ini terbaring sekarat.


“Katakan padaku, kenapa salah satu saint milikku bisa sekarat seperti ini” kata Azazel yang mana melihat kondisi Mickael yang mana tak beradaya.


“Lapor dewa, kami lengah karena menganggap musuh telah tewas didalam formasi milik kami” kata Metraton.


“Mahluk-mahluk itu bisa berhasil selamat dari formasi kalian bertiga, itu artinya dia adalah lawan yang cukup kuat” kata Azazel.


“Mohon maaf dewa, kami berjanji akan membalas penghinaan ini” kata Uriel.


“Tidak perlu, kalian istirahat saja dulu karena berikutnya aku akan turun tangan langsung” kata Azazel, dia yang melihat bawaha miliknya terluka parah merasakan amarah didalam dirinya.


Sementara itu mahluk pelahap darah yang mana berhasil kabur tersebut mulai memulihkan luka-luka yang dia terima, dengan menggunakan hukum darah monster dia dapat dengan cepat pulih seperti sedia kala, “Srrraakkk….” Dan disaat ada mahluk hidup yang mendekati dirinya “Crraaasst…” dia akan memakan mahluk tersebut karena sekarang ini mahluk itu memiliki tujuan baru, yaitu untuk memburu seluruh satans yang ada didalam kuil Azazel.


Mahluk itu lalu memulai perburuannya dan disaat itulah dia menemukan beberapa pemburu yang mana memegang artefak kelas sihir tingkat bawah, melihat energy dari artefak tersebut “Crraatt… Krraaasst…” dengan cepat 2 dari 5 pemburu yang dia lihat barusan mati dalam sekejap mata.


“Apa-apaan mahluk ini…” kata salah satu dari pemburu tersebut yang memegang busur panah sebagai senjatannya.


“Rasakan ini” kata salah satu pemburu tersebut, dia menggunakan pedang miliknya untuk menyerang mahluk pelahap darah tersebut.


Namun disaat pedang miliknya menyentuh tubuh mahluk pelahap darah tersebut “Krrraannggsstt….” Pedang miliknya langsung patah karena energy kuat yang menyelimuti mahluk pelahap darah tersebut, dan dengan kaki katak miliknya “Buugg….” Dia menerjang pemburu yang menyerangnya barusan dan membuatnya pinsan, “Buurssstt… Buurssstt… Buurssstt…” dan setelah itu dia melihat para pemburu yang lainnya dan menembakkan peluruh air beracun yang mana “Crraasst… Crraasst… Crraasst…” satu kali tembakan membuat tubuh para pemburu tersebut berlubang karena kuatnya kekuatan dari peluru tersebut. “Crraauukk… Glluupp… Crraauukk… Crraauukk… Glluupp…” dia lalu melahap semua mayat dari para pemburu tersebut, walaupun tubuh mereka tidak mengandung banyak energy tetapi dengan artefak yang para pemburu itu miliki sang pelahap darah berbentuk katak itu mulai berevolusi.


Tubuh dari mahlu pelahap darah tersebut lalu ditutupi oleh sebuh cairan merah terang yang mana mengeras setelah menutupi seluruh tubuhnya, dan setelah beberapa jam terkurung didalam cairan yang mirib kepompong tersebut “Krraakk… Trraakk…” sesosok mahluk yang mana terlihat sangat berbeda dari katak pelahap darah tersebut mulai muncul, dengan tubuh yang mana mirib dengan manusia dewasa dengan sisik-sisik merah kehitaman berlendir namun dengan wajah mirib katak dan dengan satu tanduk besar yang mirib dengan sebuah pedang yang sangat tajam.


“Krrieekk… Krriieekk… Krriieekk… akan kubalas kalian… para mahluk bersayap hitam…” kata mahluk pelahap darah tersebut yang mana mulai belajar bahasa manusia, dengan memakan artefak dengan energy yang cukup kuat dirinya sudah berevolusi ketingkatan yang mana dapat mengalahkan sesosok dewa tingkat bawah sendirian.


“Kriieekk… Kriieekk… Hehehehe…” mahluk pelahap darah tersebut lalu tertawa melihat para serigala itu mati menderita, “Slrruuppss…” dia semakin berselera melihat mangsa miliknya jatuh dalam penderitaan semua itu menambah nafsu makan miliknya.


“GRRR….. ROAAARR…” melihat kelompoknya terbunuh satu demi satu, mahluk mistik serigala yang mana terlihat seperti pemimpin mereka mulai menerjang mahluk pelahap darah tersebut “Buuggkk…” dengan kelapanya dia menyundul mahluk pelahap darah itu mundur beberapa langkah.


Dan begitu serigala itu melihat sebuah celah “Busshh…” dia melompat kelangit dan mengarahkan taringnya kearah mahluk pelahap darah tersebut, “Crrraasst…” dengan taring dan rahang yang kuat mahluk mistik serigala tersebut lalu berhasil melukai kulit dari mahluk pelahap darah tersebut.


“Kriieekk… Kriieekk… Hehehehe…. lumayan tetapi percuma” kata mahluk pelahap darah tersebut, “Crrriiissstt…” dari rahang milik mahluk mistik tersebut tertusuk sebuah jarum sampai menembus kepalanya bahkan sampai menembus otak miliknya.


Mahluk mistik itu lalu mati karena serangan darah yang mana dari mahluk pelahap darah tersebut, dia sengaja membiarkan serigala itu menyerang dirinya untuk bisa menusuk sebuah jarum yang mana menembus tulang tengkorak dari mahluk mistik serigala tersebut. “Crraauukk… Crraauukk… Crraauukk… Glluupp…” mahluk pelahap darah tersebut lalu memakan seluruh mayat dari para mahluk mistik serigala tersebut, dan setelah melahap seluruh kelompok mahluk mistik serigala tersebut mahluk pelahap darah berbentuk manusia katak tersebut mulai membesar.


“GRRRR… ROOAAARR….” Tubuhnya lalu bertambah semakin besar sampai mencapai ketinggian 12 meter dan sisik-sisik miliknya semakin mengeras bahkan membentuk armor merah kehitaman yang mana lebih kuat dari baja.


“Boomssh… Boomssh… Boomssh… Boomssh…” mahluk pelahap darah berbentuk manusia katak tersebut sekarang ini sudah menjadi monster raksasa, hentakan kakinya bahkan membuat guncangan yang cukup kuat untuk menakuti beberapa mahluk mistik yang ada didalam hutan tersebut, merasakan aura dari kuat dari mahluk pelahap darah tersebut para mahluk mistik penguasa hutan itu lalu beramai-ramai berkumpul dan berusaha untuk menghabisi mahluk pelahap darah yang mengacaukan hutan milik mereka.


“Gehehehe… bagus ada banyak makanan telah datang” kata mahluk pelahap darah tersebut yang mana sudah semakin lancar berbicara bahasa manusia, dirinya bisa merasakan hawa energy dari para mahluk mistik penguasa hutan tersebut yang mana mengincar dirinya.


“Buussshh….” Mahluk pelahap darah tersebut lalu menerjang mereka dengan niat untuk memakan semua mahluk yang ada didalam hutan tersebut.


“GRRRR…. ROAAAARRR…. ROOAAARRR… ROAAARRR….” Para mahluk mistik yang mana melihat wujud dari mahluk pelahap darah tersebut langsung marah karena jijik merasakan aura dari mahluk didepan mereka, dan mereka lalu beramai-ramai berusaha untuk membunuh mahluk pelahap darah yang ada didepan mereka.


Bersambung……