I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 141 Sang Nafsu



Didalam istana Reiga bersama Diana ( Diablo nama palsu ) mengikuti para prajurit penjaga kota kedalam sebuah kastil besar, tempat itu dari dalam kota tidak terlihat oleh mata telanjang namun pada saat Reiga dan Diana memasuki sebuah kabut kastil tersebut muncul bagaikan sebuah ilusi.


 “Luar biasa tidak kusangka ada bangunan sebesar ini di tempat ini, dan juga bangunan ini terlindungi oleh formasi ilusi butuh berapa banyak energy untuk bisa menjaga kastil besar ini tetap tak terlihat” pikir Reiga yang terkejut melihat kastil Lujuria.


 Gerbang kastil itu juga dijaga oleh sepuluh orang klan raksasa yang mana sudah berada dialam dewa tingkat menengah, dengan tinggi 10 meter dan zirah baja hitam para penjaga gerbang itu berusaha mengintimidasi Reiga dan Diana, namun karena energy mereka terbilang kecil jadi Reiga cuman menganggap mereka bersepuluh seperti anak kecil yang melihatnya dengan tajam sementara itu Diana yang sudah terbiasa bertarung hidup dan mati diatas arena tidak merasa biasa-biasa saja menanggapi aura intimidasi tersebut.


 “Apa yang kalian lakukan cepat buka gerbangnya, mereka adalah tamu penting dari nona ingatlah kalau kau sampai membuat nona menunggu maka kau akan merasakan akibatnya” kata ketua penjaga kota yang mana mengantar Reiga dan Diana.


 “Grrr…. Baiklah…” kata salah seorang penjaga kota tersebut.


 “Krrraaaakk…. Trrraaaakkk… trraaanggsss…” gerbang besar tersebut lalu terangkat dan terbuka, disana terlihat sebuah taman bungan ungu yang sangat indah disertai dengan beberapa pelayan wanita yang mana memakai pakaian putih yang serba tertutup.


 “Bunga-bunga itu…. Tidak salah lagi, wanita ini merencanakan sesuata aku harus segera bersiap” pikir Reiga.


 Setelah itu penjaga  kota itu tidak menemani Reiga pergi gerakan tubuhnya menunjukkan kalau dia menyuruh Reiga dan Diana untuk pergi sendiri menemui Lujuria.


 “Kenapa… kau tidak ikut??” tanya Reiga.


 “Maafkan aku tapi aku tidak bisa masuk, yang cuman bisa masuk kedalam kediamana nona Lujuria adalah mereka yang diundangnya, sisanya jika ada yang berani masuk tampa ijin maka dijamin tidak akan bisa keluar lagi hidup-hidup” kata penjaga kota tersebut.


 Reiga bersama Diana lalu berjalan masuk kedalam kediaman Lujuria disana ada dua perempuan dengan cadar yang menyambut mereka, keduanya lalu berjalan masuk diantar oleh kedua pelayan tersebut disana telah menyambut seorang wanita cantik yang mana telah berdiri diatas para mayat-mayat yang mati kering seperti kerangka.


 “Hmmm…. Kalian sudah datang juga, bagus-bagus aku sebagai tuan rumah mengucapkan selamat datang dan maaf kalau sedikit berantakan, aku memiliki beberapa masalah tadi” kata Lujuria yang berdiri dari singgasananya.


 “Salam dewi Lujuria sang nafsu, kau memiliki selera yang aneh untuk sebuah dekorasi ruangan” kata Reiga yang melihat mayat-mayat kering berserakan dimana-mana.


 Melihat wujud dari Lujuria yang mengeuarkan aura iblis yang kuat Diana mulai merasa tidak nyaman dan berdiri dibelakang Reiga, dia lalu juga bersiap memegang pedang yang ada dipinggangnya.


 “Gadis kecil jangan khawatir aku sama sekali tidak tertarik dengan demon albino sepertimu” kata Lujuria yang mengetahui identitas Diana.


 “Kau bagaimana….??” Kata Diana yang terkejut mengetahui kalau Lujuria mengetahui tentang dirinya.


 “Gadis bodoh apa kau lupa siapa diriku, aku Lujuria salah satu 7 dewa iblis yang menempati peringkat ke 20 dari 100 dewa raja terkuat, untuk mengetahui identitas satu demon kecil didalam kotaku sendiri itu sangat mudah” kata Lujuria.


 Mendengar ucapan dari Lujuria membuat Diana sedikit kesal karena dia tahu kalau dia bukan tandingan dari Lujuria, sang dewi iblis pengendali nafsu dirinya adalah wanita yang sangat sempurna dari bentuk tubuh dan wajah, sudah banyak wilayah yang dilanda peperangan karena wajahnya yang sangat memikat, sudah banyak gunung mayat dan sungai darah yang dibentuk dari para pria kuat yang mati karena dirinya, keberadaannya saja sudah merupakan sebuah bencana bagi dan dia juga menikmati saat banyak orang saling membunuh karena dirinya yang membuat dia menjadi salah satu dari 7 dewa iblis : dewi nafsu.


 “Cukup tolong jangan goda dia, bagaimanapun juga dia datang bersamaku jadi tolong hargai keberadaanku disini” kata Reiga.


 “Hahahha…. Cuman bercanda saja, mari kita serius sekarang kau” kata Lujuria yang mana mulai sedikit mengeluarkan aura intimidasi miliknya.


 “Hahahhahaha… kau benar-benar lucu, kau bilang biasa asal kau tahu saja yah sudah lebih dari ratusan tahun tidak ada dewa peringkat raja dari alam bawah yang berhasil naik kealam atas sejak peperangan Ares mengacau dan dibunuh oleh Susano” kata Lujuria.


 “Sialan jadi dia sudah tahu kalau aku dari alam bawah” pikir Reiga.


 “Oooh… jangan khawatir aku sama sekali tidak memberitahu keenam saudara-saudariku yang lainnya.” Kata Lujuria dengan santainya.


 “Jadi apa, sekarang apa kau ingin mengurungku disini dan menjadikanku mayat kering juga” kata Reiga yang mana telah bersiap untuk bertarung.


 “Tidak-tidak aku cuman ingin menawarkan sesuatu saja, bagaimana kalau kau jadi bawahanku saja dan akan kubantu kau masuk kedalam peringkat 100 dewa raja terkuat” kata Lujuria yang memberikan penawaran pada Reiga.


 “Hahhaha… maaf saja yah, tapi aku sama sekali tidak suka ada orang yang berada diatasku” kata Reiga.


 “Begitukah….” Kata Lujuria.


 Seketika suasan didalam ruangan tersebut mulai berubah dan dengan cepat secara tiba-tiba dengan satu kedipan mata Lujuria sudah berdiri disebelah Reiga, “Trrraaannggss….” dengan sebuah kipas kertas dengan corak putih bergambar bungan ungu Lujuria menyerang Reiga dengan kuatnya, namun Reiga juga dengan cepat menahan serangan tersebut walaupun Reiga terhempas agak jauh karena serangannya.


 “Cepat sekali…, dan serangannya itu walaupun terlihat biasa saja tapi sangat berat apa kipasnya itu adalah sebuah artefak” pikir Reiga yang mana tangannya sedikit bergetar setelah menahan serangan Lujuria.


 “Eeeehh… kau lebih hebat dari dugaanku tidak pernah ada seorangpun yang bukan dari 100 raja dewa terkuat yang bisa menaha seranganku barusan, yah pengecualian untuk beberapa mahluk mistik tingkat atas” kata Lujuria.


 “Hahaha…. Aku tersanjung, aku juga tidak menyangka seorang wanita yang terlihat lemah lembut seperti dirimu memiliki serangan yang begitu kuat” kata Reiga yang telah bersiap untuk menyerang balik.


 “Hmm… kau harus berhati-hati dengan pemikiranmu itu, asal kau tau saja bunga yang cantik dan rapuh itu memiliki racun yang sangat mematikan bahkan ada beberapa diantaranya yang dapat membunuh jutaan orang” kata Lujuria.


 “Seperti bunga Kematian ungu yang kau tanam diluar itu yah….” Kata Reiga dengan senyum diwajahnya.


 “Hmmm…. Bunga kematian ungu” kata Diana yang mana sedikit menjauh dari mereka berudau, dia merasa akan menjadi beban Reiga kalau ikut campur kedalam pertarungan.


 “Kau hebat juga dapat mengenal bunga kesayanganku” kata Lujuria dengan senyum yang cantik dan memikat diwajahnya.


 Bunga kematian ungu adalah bunga yang hanya tumbuh diatas tumpukan mayat, bunga ini menyerap daging manusia dan para hewan sebagia nutrisi mereka lalu biasanya bunga ini memiliki aroma yang dapat membuat orang berhalusi nasi, dan ketika orang atau hewa masuk kedalam ilusi bunga kematian ungu maka mereka akan dipancing untuk menyentuh bunga tersebut, satu sentuhan cukup satu sentuhan akan membunuh siapa saja yang menyentuh bunga ini karena itulah dia dinamakan kematian ungu. Dan Lujuria menggunakan bunga ini sebagai inti dari formasi pelindung kastilnya, lalu satu formasi lagi yang mana memanfaatkan racun mematikan dari bunga tersebut yang membut siapapun baik itu petarung tingkat apapun yang masuk tampa ijin atau keluar akan terkena racun bunga ini dan mati setelah itu menjadi santapan bagi Lujuria.


 “Wanita kejam dan beracun seperti dirimu ingin mejadi atasanku, aku yakin hidupku pasti akan sangat menderita nantinya” kata Reiga.


 “Jika kau tidak ingin hidup menderita maka sini kuakhiri saja hidupmu itu” kata Lujuria yang sedikit kesal mendengar ucapan Reiga barusan.


Bersambung........