I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 229 Penyerangan kealam bawah bagian 3



Dewi kehancura Lucy adalah sesosok dewi kelas atas yang mana membawa kehancuran dimedan perang yang dia lalui, dia dikatan sebagai pengguna seni bela diri terkuat dialam bawah dan hal itu dibuktikan dengan lenyapnya 15 iblis agung yang berusaha menyerang dirinya. Ketika perang terjadi dirinya dan para pengikut setianya akan maju menjadi kelompok barisan terdepan untuk menghadapi para musuh, dan setiap kali Lucy mengeluarkan tehniknya maka kehancuran dipastikan akan datang pada para musuhnya.


“Jadi kelihatannya lawanmu ini cukup kuat yah” kata Lucy, dia melihat Nabila yang mana telah terluka parah bahkan tinju Nabila yang mana telah diperkuat menjadi tinju berlian terluka setelah memukul mahluk tersebut.


“Ini bukan apa-apa, tetapi memang benar mahluk ini sangat aneh dan baru pertama kali aku melihat jenis yang seperti ini” kata Nabila sambil melihat jasad mahluk tersebut.


“Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita bawa saja jasadnya dan suruh para penyihir ditempat kita untuk menelitinya” kata Lucy, dengan sigap dia langsung membawa mahluk itu dengan satu tangannya.


“Buusssh…” dan dengan sebuah lompatan kuat dia terbang meninggalkan Nabila yang terluka sendirian, Nabila yang mana kehilangan banyak tenaga memutuskan untuk menaiki salah satu mahluk mistik peliharaannya, “Brruuk… Brruuk… Brruuk…” dan dengan cepat mahluk mistik tersebut bergerak mengejar Lucy yang mana sudah agak jauh dari pandangan mereka.


“Hmm…. Mahluk apa sebenarnya ini, tanganku sedikit terluka ketika menyentuh energy aneh yang tersisa ditubuhnya” pikir Lucy yang menyentuh energy hukum darah monster secara tidak sengaja, tangannya lalu terkikis oleh energy hukum tersebut.


Sementara itu dialam atas Reiga yang mana sedang berhadapan dengan Cronos sang dewa waktu mengeluarkan aura bertarung yang sangat kuat, Reiga yang mana melihat aura kuat milik Cronos mulai terpacu dan ingin menghadapi dirinya satu lawan satu.


“Hahahha… anak muda kau bersemangat sekali, maaf membuatmu kecewa tetapi aku tidak ada niatan untuk melawanmu” kata Cronos, dia lalu menyimpan kembali kedua senjata miliknya.


“Cih…. gak seru” kata Reiga dengan wajah kesal.


“Hahahhahaa… jangan khawatir akan ada waktunya dimana kau akan menghadapi lawan yang menarik bagimu, tetapi bukan sekarang” kata Cronos.


“Haaaah…. Jadi apa tujuan dari sang peringkat pertama menemuiku disini” kata Reiga.


“Bukan apa-apa aku hanya ingin menyeragkan sesuatu padamu” kata Cronos.


“Trrriinnggss…” Cronos lalu melempar sebuah lencana yang mana berwanar pelangi, lencana tersebut mengeluarkan aura yang sangat unik didalamnya “Taaakk…” Reiga yang menangkap lencan tersebut merasakan aura dari energy hukum ruang yang sangat kuat didalam lencana tersebut, merasakan energy itu membuat Reiga agak mual dia merasakan kalau kepalanya sedang diguncang dari dalam dan beberapa organ tubuhnya sedang diperas oleh energy hukum tersebut.


“Uuugggkkk….” Reiga lalu hampir terjatuh karena merasakan energy hukum ruang tersebut.


“Hoooo… bisa sanggup berdiri setelah merasakan kekuatan ruang sebesar itu, menarik kau memang cukup kuat” kata Cronos, dia langsung berbalik dan ingin pergi dari tempat tersebut.


“TUNGGU DULU, apa maksudmu memberikan benda ini padaku” tanya Reiga yang penasaran.


“Hahahha… singkat kata itu adalah alat yang bisa digunakan dewa raja terkuat untuk bisa turun kealam bawah, walaupun cuman sebentar tetapi alat itu cukup kuat untuk menghentikan penolakan dunia alam bawah” kata Cronos.


“Dengan kata lain kau ingin aku turun kealam bawah, kenapa..??” kata Reiga.


“Mahluk-mahluk ini dinamakan pelahap darah, mereka adalah parasit-parasit yang melahap dunia-dunia dari dalam atas perintah inang mereka dan dari energy yang barusan aku dapatkan alam bawah juga diserang oleh mahluk-mahluk ini, kau mengerti maksudku bukan” kata Cronos, “Buussshh….” Dia lalu menghilang dengan cepat dari hadapan Reiga, dengan menggunakan kekuatan hukum waktu miliknya dia dapat melangkah lebih cepat dari cahaya dengan cara menghentikan waktu dunia.


“Sialan jadi dia tahu kalau aku berasal dari alam bawah, tetapi walaupun aku tidak menyukainya aku harus segera pergi kealam bawah secepat mungkin para rakyatku seluruhnya ada disana dan tidak akan aku biarkan seseorang menyentuh apa yang menjadi milikku” kata Reiga, dia lalu menenangkan energy yang kacau didalam tubuhnya setelah itu “Buussh…” dengan cepat dia kembali kekota kabut hitam untuk merencanakan kepergiannya kealam bawah.


Beberapa jam kemudian dari luar kota kabut hitam bermunculan energy-energy hukum kuat yang mana saling mendorong satu sama lainnya, melihat hal itu Reiga sudah bisa menebak apa yang terjadi didalam kotanya. Dan benar saja menunggu Reiga didalam kotanya sudah ada beberapa dewa raja terkuat yang mana sedang menunggu dirinya.


“Hahahhaa… jangan bilang seperti itu, kau seharusnya paling tahu kenapa kami semua berkumpul disini” kata Zero.


“Itu benar kota kita semua mengalami hal yang sama, yaitu penyerangan dari mahluk aneh yang baru kali ini kita melihatnnya” kata dewa batu api, dirinya terbalut dengan darah dari para mahluk monster aneh yang dia lawan.


“Baiklah jangan marah aku cuman bercanda, tetapi kenapa kalian malah berkumpul disini dan bukannya menjadi daerah kalian” kata Reiga.


“Kami semua tahu itu dan kau jangan berusaha untuk menyembunyikannya” kata Lujuria.


“Hehehehe… Reiga kawanku seharusnya kau bilang padaku kalau kau mengenal sang peringkat pertama itu, kalau kau mengenalnya perkenalkan dia padaku ada banyak barang yang ingin kutawarkan padanya” kata Codicia.


“Kau pikir aku ini apa, aku sama sekali tidak mengenalnya malahan baru pertama kali ini aku bertemu dengannya” kata Reiga.


“Kalau begitu apa tujuannya untuk bertemu denganmu???” tanya Zero yang semakin penasaran.


“Cuman sebuah penasaran” kata Reiga, dia lalu berjalan dan masuk kedalam mansion miliknya, didalam mansionnya dia sedang mempersiapkan beberapa perlengkapan dan beberapa artefak untuk dia bawa kealam bawah.


Dia lalu keluar dari mansionnya lagi dengan membawa beberapa gulungan formasi bersama dirinya.


“Kenapa kalian masih ada disini, bukannya kembali ketempat asal kalian” kata Reiga.


“Tidak kami hanya penasaran saja, sedari tadi kau tidak seperti biasanya kau pasti sedang menyembunyikan sesuatu” kata Lujuria yang melihat dengan jelas kedalam Reiga.


“Hahahha… ketahuan juga yah, memang benar aku menyembunyikan sesuatu tetapi ini adalah masalahku jadi kalian jangan khawatir aku bisa mengurus semuanya” kata Reiga.


“Buusshh…..” dengan cepat dia lalu melompat terbang dan meninggalkan semua dewa raja terkuat yang ada disana.


“Menurut kalian apa ada yang tahu dia kenapa” kata dewa besi hitam.


“Kahahaha… aku tidak tahu tetapi dari yang aku rasakan kelihatannya itu adalah sesuatu yang sangat pribadi, aku bisa merasakan aura miliknya yang sangat tidak tenang” kata Zero.


“Reiga aku harap kau tidak merencakan hal yang berbahaya” pikir Lujuria.


Sementara itu Reiga yang membawa banyak gulungan formasi dan beberapa artefak sedang berencana untuk pergi kewilayah-wilayahnya yang lainnya, dia berencana untuk memperkuat kota-kotanya sebelum dia pergi dari alam atas ke alam bawah.


“Aku harus cepat, sebelum semuanya berada dalam bahaya” pikir Reiga yang mana menambah kecepatan beralarinya.


Bersambung…..