
Di dalam hutan agung di tempat itu terdapat 4 desa yang diatur oleh dewa/dewi yang berbeda-beda desa beruang bertempat disekitaran bukit disana para warga desa menyembah dewa beruang Grizz, para warga disana rata-rata adalah tentara bayaran yang biasanya berkerja di pertempuran selain itu desa itu juga dijaga oleh puluhan ekor beruang peliharaan Grizz yang membuat desa itu sangat sulit untuk ditaklukan, desa yang dulunya makmur dan kuat sekarang sedang terdesak oleh ratusan pasukan mayat hidup yang menyerang tampa henti para prajurit disana memberikan perlawanan yang kuat dan berhasil mengalahkan beberapa pasukan mayat tetapi karena kalah akan jumlah membuat mereka terdesak dan hanya bisa bertahan di dalam desa mereka.
“Pertahankan jangan biarkan mahluk-mahluk ini memasuki desa kita” kata tetua desa itu.
Walaupun mereka terdesak tetapi pertahanan mereka sangat kokoh mereka menggunakan tombak panjang untuk melawan boneka mayat dan perisau besi bulat untuk bertahan satu demisatu para boneka mayat berjatuhan dan disaat para warga merasa akan memenangkan pertempuran dia datang dari langit turun dengan cepat bagaikan bintang jatuh yang membawa kemalangan dan kesialan para penduduk desa yang melihat Reiga turun dari langit langsung mengetahui jika mereka akan mati jika berhadapan dengannya, disaat Reiga sampai disana dia melihat banyak boneka mayat nya yang jatuh.
“Heehhh luar biasa padahal cuman bertahan tapi bisa sampai seperti ini juga aktifkan skill Crazy Docter, bentuk para mayat yang jatuh” boneka mayat yang jatuh itu kemudian mengembang seperti balon kemudian para mayat itu meledak ledakannya tidak memberikan kerusakan apapun tetapi memunculkan kabut merah kehitaman yang menutupi pandangan warga desa.
“Ok tahap satu selesai berikut Crazy Docter gabungkan sepuluh mayat manusia dan lima mayat binatang” Reiga pun mulai mengeluarakan skillnya lagi lima belas mayat itu kemudian tertarik satu sama lain seperti magnet yang kuat dan menyerap beberapa kabut merahnya.
“Ping..ping boneka mayat kelas atas telah tercipta”
“Ping mendeteksi energi kehidupan dari boneka mayat, mencari nama spesies dari kitab alam semesta, Ping..ping bentuk kehidupan yang mirip ditemukan”
“Ping.. nama ras naberius keterangan sebuah ras yang terlahir dari energy negative yang membentuk sebuah entitas golongan keempat yaitu roh astral yang kemudian merasuki para mayat dan meyatukan nya untuk membentuk tubuh nya sendiri”
“Eeeeh tidak nyangka asal main gabung-gabung bisa kek gini hasilnya inimah namanya rejeki nomplok” kata Reiga yang senang dan penasaran dengan ras naberius.
Para mayat yang telah bergabung itu kemudian membetuk tubuh seoran wanita yang berpakaian serba putih wanita itu memiliki ciri khas dari klan ghoul yaitu ranbut silver dan kulit pucat tetapi perbedaannya cuman mata yang dia miliki berwarna hitam para warga yang menatap matanya seperti melihat jurang tampa dasar yang dipenuhi penderitaan dan rasa sakit para warga itu kemudian jatuh pingsan seakan-akan jiwa mereka ditarik.
“Hoooh menarik” kata Reiga yang mendatangi ciptaannya itu, dia kemudian melihat mata wanita itu seakan tidak terjadi apa-apa dia menatapnya seperti melihat anak berumur lima tahun.
“Aktifkan otoritas dari mata dewa yang kedua dan ketiga ( mata dewa pertama dapat melihat segalanya, yang kedua dapat melihat kelemahan dan ciri fisik mahluk yang lebih rendah, dan yang ketiga dapat melihat isi pikiran mahluk yang lebih rendah dari dirinya )” Reiga kemudian mulai membaca pikirannya.
“Tt..Tuan… Aaaa..ku..la…par…maakan..jiii…wa..”Itu apa yang dipikirkan gadis naberius itu.
“Hahaha gadis ini punya mata abyss ( termasuk skill penglihatan yang menjebak korban yang melihat penggunanya kedalam ilus neraka, bagi mereka yang mentalnya lebih lemah dari pengguna maka jiwa mereka akan terjatuh kedalam ilusi abadi dan akan menjadi kekauantan pengguna skill ) menakutkan dia dapat membunuh banyak orang dengan sekali tatapan” kata Reiga mulai merasa tertarik.
Disaat Reiga sedang sibuk dengan perempuan ras naberius itu dewa beruang Grizz yang dari tadi diam saja tidak membantu pengikutnya mulai bergerak setelah merasakan kehadiran Reiga, dia kemudian menaiki salah satu beruang peliharaannya dan langsung pergi kearah Reiga, dengan cepat dia sampai dekat dengan Reiga beruang yang ditungangi Grizz kemudian langsung menyerang dengan cakarnya Reiga berhasil mengelak serangan itu tetapi gadis naberius itu terkena serangan dan terpental jauh.
“Ketemu..” kata Grizz yang melihat Reiga.
Reiga kemudia bersiap dia memanggil white night ketangannya, Grizz pun menyerang Reiga dengan tinjunya tinju Grizz dilapisi aura berwana hijau kehitaman Reiga kemudian menangkis tinju itu dengan pedangnya tetapi karena kekuatan dari aura tinju Grizz menbuat tinju itu sekuat meriam Reiga lalu terpental karena kekuatannya.
“Cih.. kuat juga jadi itu ya skill kekuatan alam ( skill ini dapat meminjam energy positif dan negative dari alam tergantung pemakainnya skill ini dapat membuat pengguna memiliki kekuata dari seratus kesatria ).” Kata Reiga yang mulai merasakan sakit akibat pukulan dari Grizz.
“Aku harus berhati-hati dengannya Grizz dewa beruang dia hamir sama dengan Zepar aku tidak bisa membaca emosinya, dan terlebih lagi dia tidak meremehkan sebagai dewa baru dia mengumpulkan tenaganya untuk bertarung denganku karena itu dia tidak bertindak saat para boneka mayat menyerang desanya, bisa dikatakan dia adalah tipe lawa tersulit bagiku” pikir Reiga yang juga menyiapkan kuda-kuda bertarung, “Boom” Grizz langsung maju menyerang Reiga dengan aura yang dipusatkan ke kedua tangannya.
“MAJU.. wilayah pedang aktifkan” Reiga juga ikut maju dengan menyebar wilayahnya memperkuat seluruh indranya dan juga menurunkan statistic lawan.
“Skill kekuatan alam tehnik tinju penghancur gunung” aura Grizz yang tidak peduli dengan wilayah pedang Reiga memperkuat aura di kedua tangannya dan menyerang Reiga bertubi-tubi.
“Tusukan penghancu versi hujan hitam” Reiga kemudian membalas setiap pukulan dari Grizz dengan tehnik pedangnya, adu serangan yang mereka lakukan mengakibatkan terjadinya kehancuran disekitar area tanah dibawah mereka retak setiap kali tinju dan pedang mereka beradu muncul suara ledakan seperti bom jatuh bertubi-tubi dari langit.
Sedikit demi sedikit Grizz mualai kewalahan karena area pedang milik Reiga yang mengikis tubuhnya sedikit-demi sedikit, Grizz kemudian mengubah tempo serangannya semakin lambat Reiga yang merasa serangan Grizz semakin melemah merasa heran Reiga kemudian sadar bahwa aura Grizz telah terkumpul di kakinya menyadari hal itu Reiga langsung melompat menjauh, Grizz kemudian menggunakan aura yang dikumpulkan di kedua kakinya dan meledakkan area sekitar.
“Ledakan gunung berapi” Grizz yang menghacurkan area sekitar dengan aura membuat Reiga terlempar sejauh beberapa meter.
“Jadi begini rasanya menjadi pawang hewan buas, boneka mayat kemari” beberap mayat kemudian mendatangi Reiga “Skill Crazy Docter” Reiga kemudian mengubah mayat nya menjadi gumpalan darah, gumpalan darah itu kemudian terserap kedalam white night dan memanjang sepanjang 2 meter dan white night mengeluarkan aura merah kehitaman.
“Ayo kita akhiri, tusukan pengahancur” Reiga kemudian menembakkan cahaya merah kehitaman kearah Grizz.
“Tinju penghancur gunung”Grizz melihat serang dari Reiga kemudian menyiapkan kuda-kudanya dan memusatkan seluruh aura yang dia kumpulkan ketinju kanannya dan tinjunya melepaskan aura sepanjang beberapa meter.
“BOOOOOM…” kedua serangan mereka saling beradu dan mengakibatkan ledakan dan menghasilkan aura liar yang mengahancurkan apapun yang ada disekitarnya, Grizz kemudian menjauh sedikit karena aura nya yang liar dapat menembus pertahanannya, tiba-tiba Reiga muncul di hadapan menembus aura yang liar itu.
“Gila dia lari menembus aura yang liar itu” pikir Grizz melihat Reiga kemudian dia menyadari bahwa tubuh Reiga ditutupi oleh sesuatu yang merah.
Beberapa menit sebelum ledakan Reiga menggunakan skill Crazy Docter miliknya untuk membuat armor dari daging dan tulang para boneka mayat dan dia lari menerobos aura yang liar walaupun sudah ditutupi oleh armor dia tetap terkena luka karena aura liar itu, sepeti orang gila Reiga tidak peduli dengan yang terjadi pada tubuh fananya.
“Tehnik pedang pertama salju di musim semi” Reiga yang teluka langsung menebas tubuh Grizz dengan pedangnya “Srass”, darah pun keluar dari tubuh Grizz bermuncratan bagaikan salju berwarna merah.
Grizz yang terkena serangan telak kemudian jatuh, melihat Grizz yang jatuh Reiga memutuskan untuk mengakhiri Grizz karena akan berbahaya jika dibiarkan, tiba-tiba saat Reiga ingin menghabisi Grizz beruang yang ditunggangi oleh Grizz langsung menyerang Reiga beruang itu menyeruduk Reiga, Reiga pun menahan serangan beruang itu dengan pedangnya, seperti diserang oleh anak kecil Reiga tidak bergerak terkena serudukan beruang itu Riega pun menendang beruang itu sampai terlempar, tetapi walaupu terlempar beruang itu bangkit lagi dan membelakangi Grizz seolah-olah sedang melindungi Grizz.
“Hoo… hewan yang setia sekali” kata Reiga yang mengarahkan pedangnya ke beruang itu.
Bersambung……