I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 29 Dewa pedang Damaskus



Dewa  pedang Damaskus adalah satu-satunya manusia yang naik menjadi dewa bukan karena kamatian atau jiwanya yang kuat tetapi tehnik berpedangnya yang sudah menyamai kelas dewa saat dia masih manusia. Damaskus merupakan seorang manusia biasa yang memiliki cita-cita ingin menjadi pendekar pedang terkuat saat itulah dia mulai melatih ayunan pedangnya dia berlatih dan terus berlatih dia berkelana terus dan berlatih tampa henti selama 70 tahun. Ketika dia berusia 79 tahun pada saat itu dia sudah tua dan hampir menginggal ditengah perjalanannya Damaskus yang sudah tua terjatuh dalam sebuah jurang didalam jurang itu dia tercebur kedalam sebuah kolam merah seperti darah tetapi manis seperti susu. Keajaiban terjadi pada Damaskus yang berendam dalam kolam itu dia kembali kemasa mudanya tubuhnya yang tua dan keriput berubah menjadi muda dan segar kembali setelah dia kembali menjadi muda dia memulai kembali melatih tehnik berpedangnya dia mengayunkan pedangnya sampai pedangnya hancur karena sudah tidak kuat menahan kekuatan ayunannya dan setelah seribu


pedang hancur ditangannya membuat dia mengerti arti sebenarnya dari berpedang disaat itulah pada saat umurnya mencapai 150 tahun dia naik ketingkat dewa tingkat tinggi.


 Kembali kemasa sekarang dimana dibenua tempat para naga tinggal terjadi sebuah perang yang mengakibatkat matinya raja dan tiga tetua mereka dan dari kejauhan berjarak 100 km sedang melihat kejadian itu dua dari 72 iblis agung Zepar dan Leviatan.


“HAHAHAHAHA.., aku benar-benar tidak percaya kalau dia bisa membuat mereka sampai terpuruk seperti ini dan bahkan sampai memjinakkan sekelompok naga itu” kata Zepar.


“Hihihi…, ya ini semua berkat bantuanku juga karena sudah meminjamkan mainanku, tetapi aku masih tidak percaya dia berani mengancamku untuk meminjamkan mainanku dia benar-benar dewa yang menarik seperti katamu” kata Leviatan.


 Di saat yang sama Dragnil bersama dengan Silva pergi dari arena dan menjumpai tetua naga putih Hiryuu dan tetua naga ungu Guryuu. Ruangan perawatan itu kemudian ditembus oleh Dragnil didalamnya kedua tetua naga itu terkejut melihat Dragnil dan Silva.


 “Dragnil ada apa kau datang kesini, bagaimana hasil dari pertandingannya” kata Hiryuu.


“Darkken dan Goldra mati terbunuh, begitu juga dengan Draco dan Natryuu” kata Dragnil.


 “Apa kau bilang!!, bagaimana ini bisa terjadi?” kata Guryuu yang masih terbaring terluka.


 “Aku yang membunuh mereka” kata Dragnil.


 “Kau kenapa sampai melakukan hal ini, apa kau sudah gila Haaah..” kata Hiryuu.


 “Haaah biar aku jelaskan dulu situasinya baru aku akan menanyakan pada kalian suatu pertanyaan” kata Dragnil.


 Dragnil kemudian menjelaskan apa yang terjadi dan perjanjian yang dialakukan dengan Reiga dan tawaran apa yang diberikan oleh Reiga sehingga membuat Dragnil berani berbuat hal seperti ini.


 “Jadi kau bilang dia bisa mengubah kelamin beberapa orang dari klan naga untuk menjadi wanita dan dengan itu kita bisa melawan kutukan dari dewa pedang yang menyerang bayi dari dalam kandungan” kata Hiryuu.


 “Benar cuman itu agar klan kita tidak punah” kata Dragnil.


 “Baiklah aku setuju denganmu untuk membuat perjanjian dengan dewa Reiga, hmm oke aku setuju denganmu tapi dengan satu persyaratan kalau aku yang akan menjadi orang pertama yang mengganti kelaminku” kata Guryuu.


 “Haaah.., ya aku tidak terlalu terkejut dengan yang kau katakan” kata Dragnil.


 “Aku masih belum menyetujuinya, walaupun itu memang benar hal yang menguntungkan tetapi sampai membunuh raja naga itu sudah keterlaluan” kata Hiryuu.


 “Keterlaluan kau bilang??, aku tidak merasakan hal yang aneh dari tindakanku karena sejak awal kita hanya mengikuti yang lebih kuat, sementara raja naga mati kerena dia lemah itu saja” kata Dragnil.


 “Aku juga menyetujuinya cara raja naga yang memimpin terlalu dictator dan hampir sama sekali tidak mendengarkan kata-kata kita” kata Silva.


 “Itu memang benar tapi jika Dragnil menjadi raja berarti kita harus tunduk kepada dewa Reiga” kata Hiryuu.


 “Kita tidak punya cara lain Hiryuu, ingatlah kalau setelah kita menjalankan operasi penggantian kelamin maka Damaskus akan menyadarinya dan cuman dengan bantuan Dewa Reigalah yang bisa membantu kita melawannya” kata Dragnil.


 “Haaah…, baiklah aku mengerti tapi itu bukan berarti aku akan tunduk menyembahnya sebagai dewaku, kau mengerti itu” kata Hiryuu.


 “Tidak apa-apa yang penting kau cukup membantuku meyakinkan yang lain dan kita harus menghukum para klan naga emas untuk penghiatan mereka, setengah klan naga emas akan diubah menjadi wanita” kata Dragnil.


 “Cepat semua kita haru segera menyelesaikan kuilnya sebelum para dewa lainnya menyadari kondisi kita” kata Silva yang bertanggung jawab atas pembangunan.


 Tetapi hal yang mereka takuti terjadi ada dewa yang menyadari pergerakan dari klan naga dan parahnya lagi itu adalah dewa yang paling mereka takuti dewa pedang Damaskus. Walaupun sepat dihalangi oleh Reiga tetapi otoritas dari mata dewa milik Damaskus terlalu tinggi untuk bisa dihalangi selamanya yang membuat Damaskus mengetahui semua rencana Reiga untuk mencegah kutukannya.


 “Sialan apa-apaan itu” Dragnil yang melihat kelangit.


 Sebuah pedang raksasa muncul entah dari mana pedang itu memiliki panjang 50 meter dan lebar 23 meter. Pedang itu tepat muncul diatas lembah naga dan tidak lama setelah itu pedang itu jatuh tepat diatas lembah naga.


 “Tidak akan ku biarkan, transforamasi” kata Dragnil yang bertransfomasi menjadi naga.


Setelah berbauh menjadi naga Dragnil dengan gagah berani berusaha menahan pedang itu “Booom-booom” dia


menembakkan beberapa bola api dari mulutnya. Tetapi jarak kekuatannya terlalu besar sehingga serangan Dragnil tidak terlalu berdampak.


 “Grrrr, jika itu tidak berhasil maka, skill raja merah : jubah mawar merah” Dranil kemudian mengaptifkan skillnya.


 Tubuh Dragnil kemudian diselimuti oleh api merah yang bewarna seperti mawar dan bukan cuman membalut tubuhnya api itu juga menyala dengan kuat sehingga membentuk semacam pelindung yang terbuat dari panas dari api itu hampir 0,001% sama seperti matahari yang bahkan membuat sedikit dari pedang itu meleleh hanya dengan mendekati Dragnil. Ketika Dragnil dan pedang itu saling bertabrakkan “Boooommm…Iiingggk” suara ledakan dan suara besi muncul dari atas lembah naga setelah ledakan besar terjadi Dragnil kemudian jatuh terluka parah meniggalkan pedang besar itu yang sedikit rusak parah.


 “Kalian para naga sudah cukup berkembang rupanya, tetapi itu tidak cukup” muncul sebuah suara dari arah pedang itu.


 Bersamaan dengan suara itu pedang itu kembali kebentuk semula seakan kerusakan yang dibuat Dragnil hanya ilusi belakang. Pedang itu kemudian kembali turun dan semakin mendekati lembah naga tetapi dari tempat kuil Reiga yang belum selesai muncul sebuah asap hitam.


 “Berani sekali kau menyerang wilayahku” Reiga kemudian muncul dari asap hitam kuilnya yang belum selesai.


 Tetapi walaupu Reiga sudah datang ketempat itu wujudnya sedikit transparan dikarenakan kuilnya yang belum diselesaikan membuat tubuhnya tidak dapat muncul secara sempurna di lambah naga.


 “Hmm walaupu tidak sempur tapi ini cukup untuk menghentikanmu, aktifkan otoritas tanah hitam : memanggil 5 mayat naga emas, 1.000 mayat manusia/elf/setan, 500 mayat hewan + aktifkan skill yin hitam : Dominasi + aktifkan skill Crazy Docter : tangan kotor sang dewa” Reiga yang menggabungkan para mayat dan skillnya untuk menghitikan pedang Damaskus.


 Tangan hitam raksasa kemudian muncul dari kesatuan mayat dan skill yang dibuat Reiga. Pedang raksasa


itu kemudian bersentuhan dengan tangan hitam raksasa milik Reiga ketika kedua benda itu bertabrakan “Craaaat..’’  pedang raksasa itu kemudian berhasil menusuk tangan hitam raksasa miliki Reiga tetapi walaupun pedang itu menembusnya pedang itu tertahan di tangan hitam tersebut dan “Kraaaak..” sedikit demi sedikit hancur karena korosi yang dimiliki oleh tangan hitam Reiga.


 “Sriiiing….” Suara pedang yang menembus batasan ruang muncul disekitar pedang raksasa itu dan dibalik ruang yang terbalh itu munculah sesosok pria kekar berkulit coklat yang memiliki tinggi 190 cm.


 “Jadi itu ya dewa pedang Damaskus…”kata Reiga yang langsung mengenal Damaskus.


 “Dewa tanah hitam Reiga..’’ kata Damaskus.


 Keduanya saling bertemu dan sama-sama mengeluarkan aura intimidasi yang luar biasa yang membuat para naga disana kesulitan bernafas dan ingin melarikan diri dari sana.


Bersambung.................


Tolong berikan like dan komennya agar penulis semakin semagat dan ceritanya semakin bagus


dan juga berikan votenya jika kalian menyukai cerita di novel ini..