
Gelombang pasang yang dihasilkan oleh keenam raksasa pelahap darah tersebut lalu reda dengan kemampuan dari para ahli sihir, dan juga beberapa naga silver yang telah berubah bentuk kewujud manusia miliknya ikut membantu meredakan gelombang pasang tersebut, “Buusshh…” lalu dengan cepat salah satu tangan dari raksasa pelahap darah tersebut berusaha untuk menyerang para prajurit yang ada didekat sekitar pantai.
“Semuanya mundur, jangan sampai kalian tertangkap oleh tangan itu” kata salah seorang komandan prajurit yang ada disana.
Tangan-tangan raksasa pelahap darah tersebut berusaha untuk menangkap para prajurit dan “Taaasskk…” beberapa prajurit tertangkap oleh tangan-tangan tersebut, “Ssshhhh….” Mereka yang tertangkap langsung meleleh menjadi darah dan dihisap melalui kulit para raksasa pelahap darah tersebut. Melihat tangan dari para raksasa pelahap darah itu menyerang pengikut mereka para dewa yang tidak bergerak langsung mulai maju, “Boomsshh… Srrraasstt… Crrrassst…. Krraasstt…” serangan-serangan kuat dari skill-skill mereka mulai menghancurkan tangan-tangan raksasa pelahap darah tersebut, “Buusshhh… Buusshhh… Buusshhh…” Dan para raksasa pelahap darah yang mana merasa kesakitan saat tangan mereka diserang langsung melangkah keluar dari lautan tersebut.
“GRRRROOOAAARR….” Mereka berusaha untuk menyerang para dewa/dewi yang mana memiliki energy melimpah, para raksasa pelahap darah tersebut lalu mengeraskan sisik merah terang ditangan mereka dan menggunakannya sebagai pelindung mereka.
“Serang jangan biarkan mereka masuk lebih jauh lagi kewilayah kita” kata salah seorang dewa yang mana memegang tombak putih besar.
Para dewa/dewi tersebut lalu berterbangan dan berusaha untuk menyerang para raksasa pelahap darah yang mana memiliki tinggi lebih dari 15 meter, para dewa/dewi itu berusaha bertarung menggunakan kecepatan mereka walaupun serangan mereka hampir tidak menimbulkan kerusakan sedikitpun, tetapi para pelahap darah raksasa juga tidak bisa menyerang para dewa/dewi yang terbang dengan kecepatan tinggi tersebut. “Trraanggsskk…” sementara itu diatas langit Lucy yang mana sedang berhadapan melawan raja pelahap darah mulai merasa kewalahan, walaupun dirinya telah dibantu oleh raja naga merah yang mana kekuatannya hampir setara dengan Lucy dia tetap saja tidak bisa menang melawan raja pelahap darah tersebut.
“Cih… dia memiliki kemampuan merubah bentuk yang hampir sama dengan Nabila, dan itu sangat merepotkan” kata Lucy.
“Grrr… luka miliknya juga sembuh dengan cepat, bahkan api merah milikku sulit untuk membakarnya” kata raja naga merah.
“Hehehehehe… ayo-ayo mari kita lanjutkan permainannya” kata raja pelahap darah, dengan tangan kanannya yang menjadi pedang dan tangan kirinya mengeluarkan sisik merah yang besar sebagai pelindung miliknya.
“Buusshh….” Lucy lalu melompat dengan cepat kearah raja pelahap darah dengan keempat jarinya yang mana telah dilapisi oleh energy murni yang sangat besar.
“Jari agung, jari keempat : tombak langit, tombak guntur” dengan tusukan cepat yang mana melebihi kecepatan cahaya Lucy langsung menyerang kearah raja pelahap darah dengan cepatnya, “Trrraaakkss…” serangan dari Lucy tersebut sangatlah cepat dan kuat bahkan menghancurkan sisik pertahanan ditangan kiri raja pelahap darah tersebut.
“Kkkggghh… Bagus ini baru menarik” kata raja pelahap darah yang mana melihat kalau pertahanan miliknya berhasil dihancurkan dengan serangan tehnik beladiri milik Lucy.
“Bagus sebuah kesempatan, skill Red flame : Dragon Drive” dengan melapisi tubuhnya dengan menggunakan api merah semerah darah, raja naga langsung menabrak raja pelahap darah yang mana sedang terluka akibat serangan tehnik beladiri milik Lucy.
“Buurrrnnn…. Crrraasstt…” karena sisik miliknya yang seharusnya melindungi tubuh dari raja pelahap darah telah rusak, maka serangan api milik raja naga sangatlah telak dan memberikan sebuah luka bakar besar ditubuh raja pelahap darah.
“Cih…. kadal itu mengganggu juga, lebih baik aku bunuh dia terlebih dahulu” kata raja pelahap darah yang memfokuskan kekuatan hukum darah monster miliknya kedalam satu jari, dan disaat dia ingin melancarkan serangan miliknya kearah raja naga merah.
“Hei kau lihat kemana” tiba-tiba saja Lucy telah berada dibelakangnya.
“Sialan aku ceroboh… !!” pikir raja pelahap darah yang mana berusaha untuk menjauhi Lucy.
“Jari agung, jari ketiga : cakar naga, serangan naga langit” dengan memasang tangan mirib dengan cakaran naga Lucy lalu mengalirkan energy yang berputar kencang ditengah-tengah telapak tangannya.
“Kaaaaahhggg…. Sialan aku pikir dia cuman mainan biasa, ternyata dia sama dengan beruang hitam besar itu, dia adalah musuh” pikir raja pelahap darah.
Dan disaat Lucy ingin menyerang kembali dia kali ini mengincar kepala raja pelahap dara namun “Brrruusshhh….” Sebuah asap merah darah keluar dari mulutnya dan membutakan mata Lucy, “Buusskkhh….” Dengan kesempatan itu raja pelahap darah lalu menendang perut Lucy dan langsung mundur menjauh dari Lucy. Melihat Lucy yang ditendang mundur raja naga merah langsung dengan cepat menangkap Lucy, dengan sayapnya dia menangkap Lucy dan menggunakan kekuatan khusus dari raja naga dia menyembuhkan sebagian besar luka-luka milik Lucy.
“Hei aku baru tahu kau bisa menyembuhkan juga, aku kira naga merah itu spesialis dalam api dan kehancuran” kata Lucy yang melihat kecepatan penyembuhan dari skill milik raja naga merah.
“Sebagai raja dari para naga setelah mendapatkan pengakuan dari semua naga, aku dapat menggunakan kemampuan para naga-naga lainnya, naga putih yang mana memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dan restorasi dari setiap efek negatif adalah salah satu kekuatan yang dapat aku gunakan” kata raja naga merah yang memberitahukan kemampuannya kepada Lucy.
“Heeee… kalau begitu, bagaimana dengan serangan racun aku ingin tahu apakah tubuhnya dapat dilemahkan dengan menggunakan racun” kata Lucy yang terlihat diwajahnya kalau dirinya memiliki rencana jahat.
“Hmmm… itu bisa dicoba, kita lihat saja bagaimana jadinya kalau serangan racun berfungsi atau tidak” kata raja naga merah.
“GRRRR…. Sialan aku terlalu banyak bermain-main, akan kubunuh mereka dan lahap seluruh tubuh mereka tampa menyisakan satu tulangpun” kata raja pelahap darah tersebut.
Dengan menggunakan kekuatan hukum darah monster dia mengeluarkan cairan darah merah dari tubuhnya, dan caira tersebut lalu beresonansi dengan sisik merah miliknya dan cairan tersebut langsung berubah menjadi sebuah bentuk armor yang mana terbentuk dari kristal darah merah. “Buusshh…” dengan satu langkah cepat dia langsung sudah berada didepan Lucy dan raja naga merah, “Wuusshh…” Lucy yang melihatnya langsung berusaha untuk menendangnya “Taaakk…” namun tendangan Lucy berhasil ditangkap dengan mudahnya oleh raja pelahap darah.
“ROOOAARR… Buuuusshhh….” Dengan semburan racun kehijauan raja naga merah menyemburkan sebuah asap beracun kearah raja pelahap darah dan Lucy.
Tetapi raja pelahap darah yang mana terkena semburan racun tersebut mulai merasa sedikit pusing “Buusshh… Booomsshh…” dia lalu melemparkan Lucy jatuh kebawah tanah, raja naga merah yang mana melihat raja pelahap darah terkena dampak dari asap racun langsung dengan cepat menggunakan mulutnya “Crrraaasskk…” namun gigi-gigi tajam dari raja naga merah tidak mampu menembus armor dari raja pelahap darah itu. Dengan tangannya raja pelahap darah lalu memaksa raja naga merah untuk membuka mulutnya “Krrraakk…” dan dengan cepat dia melompat kearah atas tubuh raja naga merah “Bussshh….” Dengan dua buah tinjuan kuat raja pelahap darah lalu membuat jatuh raja naga merah.
“Kaaaaggghh….” Raja naga merah yang mana terkena seranga telak langsung kehilangan kesadarannya dan jatuh ketempat Lucy berada.
“Buusshh…” melihat kalau raja naga jatuh diatasnya Lucy dengan santainya menghindarinya dan membiarkan dirinya langsung jatuh ketanah.
“Grrr… kenapa kau tidak menangkapku tadi” kata raja naga merah tersebut.
“Hmm… oohh maaf gak mungkin kau tahu, lihat saja perbedaan besar tubuhnya” kata Lucy yang mana menunjukkan kalau dirinya lebih kecil dari tubuh raja naga merah.
Bersambung…..
Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote yah, agar novel ini tetap lanjut dan ceritanya semakin seru, Ok.....