I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 163 Asal dari batu kehancuran ( Tabu )



Batu kehancuran ( tabu ) adalah batu hitam berbentuk hari yang mana didalamnya terdapat jiwa-jiwa malang yang tidak dapat diselamatkan lagi, dan bagi mereka yang memakannya akan kehilangan akalnya namun kekuatan mereka akan meningkat berkali-kali lipat. Namun untuk mendapatkan kekuatan dari batu tersebut adahal tumbal yang harus diberikan yang pertama adalah 1.000 nyawa mahluk mistik, kedua 10 nyawa keluarga, dan terakhir 1 nyawa orang yang paling disanyangi.


 Dan sekarang batu tersebut sudah ada didepan Reiga dibawa oleh seorang dewa kegilaan Zero, dia membawakan batu tersebut seakan-akan menjadikannya sebagai barang hadiah atas pernikahan untuknya.


 “Sruuupp…. Aaahh… tehnyak enak sekali, kau mau coba” kata Zero yang dengan santainya meminum the didepan Reiga.


 “Jadi itu asal usul dari batu ini, pantas saja aku merasa jijik saat pertama kali melihat batu ini, tapi bagaimana kau bisa mendapatkan batu ini” tanya Reiga yang berusaha tetap bersikap serius.


 “Ooooh…. Itu aku dapatkan dari perbatasan dimensi alam atas dengan alam bawah, secara kebetulan saat akan menggunakan beberapa artefak untuk perpindaha secara tidak sengaja aku menciptakan retakan ruang yang luar biasa besarnya, dan dari bali retakan ruang tersebut aku menemukan sebagian kecil dari batu-batu ini” kata Zero.


 “Kau memang gila, menciptakan sebuah retekan ruang besar begitu saja, apa kau tidak takut hancur oleh hukum ruang dan terkena hukuman dari sistem” kata Reiga.


 “Cih untuk apa takut-takut dengan hal kecil seperti itu, yang paling penting adalah dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi apa rahasia dari dunia ini kenapa alam atas dan alam bawah dibatasi satu sama lain, dan juga mahluk apa yang ada didalam batasan ruang tersebut” kata Zero.


 “Ooooh… kau bertemu naga cacing tersebut” kata Reiga yang mana keselitan saat menghadapi mahluk itu saat naik kealam atas.


 Sementara mereka berdua sedang berbicara didalam ruanga Reiga para gadis sedang bersantai diruangan sebelah, dengan pelayan yang dibawa Zero dia membuat banyak manisan dan the untuk mereka, membuat mereka semua tidak percaya kenapa bisa adalah orang seahli dirinya mau melayani orang segila itu.


“Nona-nona silahkan dinikmati kuenya, aku harap kue keju strawberi adalah rasa yang kalian sukai” kata pelayan milik Zero yang mana memberikan kue yang cantik.


 Para gadis-gadis tersebut lalu memakan kue itu dan menghabiskan semuanya tampa menyisakan sedikitpun untuk Reiga dan Zero diruangan sebelah. Dan lalu “Booommssshh….” Mereka dikejutkan dengan suara ledakan diruangan sebelah yang ternyata adalah suara Reiga sedang mengacungkan pedangnya kearah Zero.


 “Ada apa ini” tanya Riana pada Reiga.


 “Orang sialan inilah yang membantu dewa air hitam untuk mendapatkan informasi dari wilayahku, dia juga yang memberikan batu ( tabu ) tersebut padanya” kata Reiga yang dengan penuh amarah.


 “Hahahaha… jangan seperti itu, lagi pula kau menang melawannyakan dan lagi kau dapat peringkat ke 80 dari 100 dewa raja terkuatkan, seharusnnya kau berterimakasih padaku” kata Zero yang mana menahan serangan pedang Reiga dengan bendera hitam.


 “Trrraanggss…. Krraaanggss…” mereka berdua saling beradu serangan satu sama lain, Reiga dengan tehniknya yang megah dan indah sedangkan Zero yang mengayunkan bendera hitam miliknya dengan gerakan yang seperti asal-asalan namun sangat kuat ayunannya.


 “Hahahahaha…. kau hebat sekali Reiga dapat seimbang melawanku, kau seharusnya berbangga diri” kata Zero yang meningkatkan kecepatan serangannya.


 “Trraanggsss… Trraanggsss… Trraanggsss… Trraanggsss…” serangannya sangat cepat dan juga kuat, namun Reiga juga dapat menghadang serangan bendera milik Zero.


 “Serangannya sangat kuat, kalau aku belum membangkitkan darah phoenix iblis milikku maka aku bukanlah tandingannya” pikir Reiga yang mana tetap menahan serangan Zero.


 “Skill Odd ball : The six elements of destruction” Zero lalu mengeluarkan skill miliknya dan dari sela-sela jari miliknya keluarlah enam bola yang bewarna berbeda-beda.


 “Tangkap hadiah dari badut ini, Hehehe” kata Zero yang melemparkan keenam bola itu secara bersamaan.


 “Pedang kematian, tehnik keenam : tebasan tampa emosi, tebas peraturan hancurkan hukum” Reiga lalu menggunakan tehnik pedang miliknya dan menebas keenam bola tersebut.


 “Heheehe… Hahaha… semuanya awas ledakan” kata Zero yang mana mencoba berlindung dan menutup telinga miliknya, namun setelah beberapa detik bola-bola yang tertebas itu sama sekali tidak hancur dan meledak bahkan bola-bola itu lenyap seakan-akan kehilangan energy yang mereka punya.


 “Hei kau sudah selesai belum, kali ini aku akan serius menebas kepalamu” kata Reiga yang mana menodongkan pedangnya kearah tenggorokan Zero.


 “Tunggu-tunggu dulu sebentar, apa-apaan itu tadi bagaimana mungkin bola-bola aneh tidak meledak setelah ditebas seperti itu, itu curang-curang aku minta diulangi lagi kau pasti ngecheat aku tahu itu” kata Zero yang mana kelihatan sangat panik ketika Reiga menodongkan pedangnya.


 “Hmmm….. masak kalau kau ingin mati sekarang tidak apa-apa kok, pedangku ini cukup tajam jadi aku yakin pastinya tidak akan ada rasa sakit saat kepalamu tertebas nanti” kata Reiga yang mengatakan kata-kata kejam dengan wajah dingin.


 “Hehehehe…. bisa kita bicara sebentar, kau mau taukan alasan sebenarnya aku melakukan semua hal ini” kata Zero yang berusaha menenangkan Reiga.


 “Haaaah…. Cih kalau kau tidak bicara serius maka saat itulah ucapkan selamat tinggal pada kepalamu” kata Reiga dengan auranya yang mengancam.


 “Ok-ok-ok… semua ini sebenarnya adalah tentang ucapan dari peringkat 1 dari 100 dewa raja terkuat Cronos sang dewa waktu” kata Zero.


 “Hmmm….Cronos lagi, sepertinya dia mengetahui rahasia besar, dan tampaknya rahasia itu ada hubungannya dengan diriku” pikir Reiga yang menebak isi pikiran dari Cronos.


 “Haaah… dia pernah bilang pada beberapa dewa raja terkuat akan ramalannya, dia bilang dia akan naik dia yang terlahir dari kematian akan naik dari bawah keatas, dia juga akan membuat kekacauan diseluruh alam dengan sayap biru kehitaman miliknya namun dia juga akan menjadi orang yang akan memimpin dunia ini ketingkat yang lebih tinggi, begitu katanya” kata Zero.


 “Dan kau pikir itu adalah aku” kata Reiga.


 “Yaah… sebenarnya sih iya, karena kau adalah satu-satunya dewa yang naik kealam atas setelah ratusan tahun ramalan yang dia sampaikan, dan juga kau adalah dewa kematian dan kalau untuk sayap biru kehitaman aku tidak tahu itu” kata Zero.


 “Begitu yah…. Fwwwuuuussshhkk….” Reiga lalu mengeluarkan sayap phoenix iblis miliknya dari punggungnya, dan terlihatlah sayap yang dilapisi oleh api biru kehitaman.


 “Ha… hahaha… hahahahaha…. HAHAHAHAHAHAAHAHAHA…. Ternyata memang kau bagus-bagus sekali, kalau begitu dunia ini akan menjadi lebih menarik lagi dari sekarang, HAHAHAHAHAHA……” kata Zero yang tertawa dengan gilanya setelah mengetahui kalau orang yang diramalkan oleh Cronos adalah Reiga itu sendiri.


Bersambung......


Ayo semuanya berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote yah, agar novel ini terus lanjut dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok.


Mohon maaf karena semalan tidak bisa update, tapi hari ini akan diganti dengan tiga update sebagai ganti untuk semalam.