
Kota langit hitam adalah kota yang sekarang ini dikunjungi oleh Reiga, tempat itu adalah salah satu wilayah kekuasaan dari dewa raja peringkat 98 dengan gelar dewa air hitam. Dia adalah dewa yang cukup kuat karena dapat mempertahankan kotanya yang berada dekat dengan wilayah para mahluk mistik, namun untuk meningkatkan kekuatannya dia meninggalkan kotanya pada salah satu muridnya dan dewa air hitampun pergi berpetualang untuk meningkatkan kekuatannya.
Namun dia tidak menyadari kalau murid kepercayaannya sudah bertidak semena-mena dengan kota miliknya, terutama Rou anak laki-laki tertuanya adalah seorang penjahat yang melakukan apapun yang dia mau. Jika dia melihat suatu harta didalam kota yang disukainya maka dia akan menggunakan nama ayahnya untuk mengambil harta tersebut, jika ada wanita cantik yang menarik perhatiannya maka dia akan mengambil wanita itu walaupun dia sudah memiliki suami ataupun belum.
Tidak terhitung sudah banyak yang mati ditangan Rou karena perlindungan yang diberikan ayahnya membuat penduduk kota langit hitam menderita, dan jika ada yang melihatnya maka orang-orang akan menyembunyikan anak perempuan mereka juga menyimpan harta benda yang mereka punya. Dan sekarang ini Rou yang sial telah bertemu dengan Reiga didepan kota langit hitam, naas bagi Rou karena dia sudah memancing amarah Reiga maka dia tidak akan selamat kali ini.
“K… k… Kau.. bagaimana mungkin, siapa kau…???” tanya Rou yang terkejut melihat seluruh bawahannya terhempas hanya dengan sekali pukulan dari Reiga.
“Haaah…. Mereka hanya tingkat saint kecil yang belum memunculkan kedewaannya, hanya menggunakan pukulan dengan tenaga 1% saja sudah cukup untuk membuat mereka sekarat” pikir Reiga yang lalu mendekati Rou.
Rou yang ketakutan melihat seluruh pengawalnya kalah didepan matanya tidak bisa bergerak, saking takutnya
tubuhnya kaku ketika melihat Reiga yang mendekati dirinya.
“Lain kali kalau kau cari masalah lihat-lihat dulu orangnya” kata Reiga, “Taaaakks…” dengan sentilan jari dari tangan Reiga dapat membuat Rou terhempas “Boossmm…” dia terhempas sampai menabrak tembok kota.
Dengan sentilan jarinya itu dia membuat seluruh tulang ditubuh Rou remuk dan beberapa pembulu darahnya pecah karena ada energy gelap yang meledak saat Reiga menyentilnya, sementara itu Reiga dengan santainya jalan kembali ke depan gerbang kota dan melihat penjaga kota yang ada disana.
“Oii…. Harus bayar berapa kalau mau masuk??” tanya Reiga dengan santainya.
“Ehh… eeeh… aaah, iya maafkan aku itu cuman 100 GP saja” kata penjaga gerbang kota dengan gugup saat melihat Reiga.
“Oooh.. nih…” kata Reiga sambil menunjukkan tangan kanannya untuk menransfer beberapa GP pada penjaga kota.
Setelah mentransfer beberapa GP pada penjaga kota Reiga lalu langsung memasuki kota langit hitam dengan santainya meninggalkan Rou dan para pengawalnya diluar sedang sekarat.
“Ini bagaimana kita harus mengurus hal ini” kata salah satu penjaga kota.
“Hmmm… tidak ada yang bisa kita lakukan lagi, walaupun dia ini sampah kita harus tetap memandang ayahnya, ayo kita tolong dia dan bawa dia kekediaman tuan kota” kata salah satu penjaga yang ada disana.
Para penjaga tersebut langsung menggotong Rou dan para pengawalnya mereka juga langsung dengan cepat-cepat membawa Rou sebelum dia mati ditempat, sementara itu Reiga yang melihat kalau Rou langsung dibawa oleh para penjaga kota diam-diam mengikutinya. Reiga berencana melihat seperti apa kekuatan dikota alam atas ini, dan setelah beberapa menit mengikuti Reiga lalu melihat kalau dikediaman kota tersebut dijaga oleh beberapa dewa tingkat bawah dan juga ada dewa tingkat menengah yang menjadi pengawal tuan kota.
“Haah… ayah dan anak sama saja” kata Reiga yang melihat kalau ayag dari Rou sang penguasa kota sangat jelek dan gendut, juga sikapnya buruk karena hanya tau makan dan bersantai sementara para perkejanya melakukan semua pekerjaannya.
“Brrraaakkss…” lalu tiba-tiba penguasa kota yang sedang santai dikejutkan dengan seseorang prajurit yang menobrak gerbang kota dengan membawa Rou dan pengawalnya.
“Uhuukk… uhuukk… KURANG AJAR BERANI SEKALI KALIAN MENGAGETKANKU…” kata penguasa kota yang tersedak karena terkejut.
“Maafkan hamba tapi tuan muda, dia-dia telah dipukuli sampai sekarat” kata prajurit tersebut.
“APAA…., MANA-MANA PUTRAKU…” teriak penguasa kota yang panik mendengar perkataan prajurit barusan.
“Huuu… anakku-anakku yang tampan kenapa kau bisa sampai seperti ini” kata penguasa kota yang menangis di depan tubuh putranya yang kaku.
Reiga yang melihat wajah menangis penguasa kota dari jauh menggunakan mata dewa langsung dibuat jijik.
“Sialan seharusnya aku pakai saja pedangku untuk membetulkan wajah anaknya barusan” kata Reiga yang muak melihat wajah jelek ayah dan anak tersebut.
Dan lalu tidak lama kemudian seorang yang terlihat seperti tabib datang dengan seember ramuan berharga, dari warna dan baunya ramuan itu terbuat dari berbagai macam tanaman herbal yang berharga. Dan tampa peduli dengan harga dari ramua tersebut penguasa kota dengan cepat langsung menyiramkan ramua itu ketubuh anaknnya, dan ajaibnya beberapa tulang dan luka dalam yang diderita Rou langsung membaik.
“Hmmm… tuan penguasa kota janga panik, tuan muda Rou sudah dimandikan oleh ramuanku dia sekarang sudah
lepas dari mara bahaya dan hanya butuh istirihar selama beberapa hari saja” kata tabib tersebut.
“Benarkah…. Bagus-bagus sekali tabib, akan kuhadiahkan kau beberapa ribu GP nanti” kata penguasa kota yang senang mendengar anaknya sudah sembuh.
Sementara itu Reiga yang melihat ramuan obat yang ajaib tersebut tersenyum dingin , dia merencanakan rencana jahat yang mana akan membuat penguasa kota gulung tikar.
“Harta sebanyak itu akan sangat disayangkan jika ada ditangan orang jelek itu, kelihatannya aku harus mulai untuk menghukum penguasa kota yang jahat ini dengan cara membersihkan seluruh harta yang dia miliki” kata Reiga, setelah itu Reiga pun pergi dari sana dan dengan menggunakan skill Crazy Docter dia mengubah bentuk wajah dan keperawakannya.
Sementara itu penguasa kota yang marah membunuh para pengawal Rou “Srraass… srraasss…. srrraasss…” para prajurit yang melihat penguasa kota dengan gampangnya membunuh para pengawal anaknya, ketakutan melihat hal tersebut.
“Dengarkan aku, mereka semua adalah pengawal yang tidak becus karena itu aku membunuh mereka, dan jika ada orang yang tidak becus lagi maka dia akan bernasip sama dengan sampah-sampah ini” kata penguasa kota yang menginjak-injak jasat dari pengawal Rou.
“SIAP KAMI AKAN MENDENGARKAN SEMUA PERINTAH DARI PENGUASA” kata para prajurit yang ada disana, mereka semua takut terkena amarah dari penguasa kota.
“Bagus-bagus, sekarang cari dan tangkap orang sialan yang berani menghajar anak kesayanganku, aku mau dia ditangkap hidup-hidup agar aku bisa menyiksanya sampai mati” kata penguasa kota yang marah.
Setelah itu wajah dari Reiga kemudian tersebar keseluruh penjuru kota dengan hadiah yang besar jika ada orang yang menangkapnya, banyak orang yang mengincar hadiah tersebut namun mereka sama sekali tidak sadar kalau orang yang mereka incar dengan santainya berjalan-jalan di tengah kota dengan wajah baru yang dia buat.
“Crraauuss…. Hmmm tampaknya penguasa kota ini benar-benar marah padaku” kata Reiga dengan penyamarannya sambil dengan santainya makan apel tiga warna.
Apel tiga warna salah satu produk paling laris di kota langit hitam karena sesuai dengan warnanya apel tersebut memiliki tiga macam rasa yang berbeda-beda.
Dan disaat Reiga sedang santai dia melihat ada sekumpulan preman yang berada ditahap setengah dewa sedang memalak para penjual, namun para preman tersebut memakai seragam prajurit kota yang mana membuat para penjual tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah menyarahkan uang merak.
“Heeeh…. ada sampah tepat didepan lebih baik aku daur ulang saja jadi berguna, sebelum membusuk dan tidak bisa digunakan lagi” kata Reiga yang telah merencanakan sesuatu pada para preman tersebut.
Bersambung.......
Berikan Like, Komen, Vote dan Giff kalian jika kalian suka dan senang membaca novel ini, Ok.....