
Reiga yang mana telah membereskan lebih dari 20 kota dari serangan pelahap darah kali ini sedang beristirahat, dia duduk santai diatas udara sambil berusaha menyerap energy dari para mahluk pelahap darah yang dia tangkap kedalam tanah hitam miliknya, walaupun energy dari para pelahap darah itu sangatlah liar tetapi Reiga dengan mudahnya menyaring energy tersebut dan membuatnya menjadi energy yang murni. Semua itu dapat dia lakukan karena dia telah terbiasa menggunakan kekuatan hukum kematian dan kehidupan, lalu saat Reiga sedang duduk tenang konsentrasinya buyar ketika dia merasakan adanya pergerakan dari energy kuat sedang menuju kearah dirinya.
“Jadi kalian semua apakah sudah siap untuk mati disini” kata Reiga yang mana sedang duduk tenang tersebut.
“Wuusshh… Wuusshh… Wuusshh… Wuusshh…” ada lebih dari 25 dewa raja pelahap darah yang mana datang menghampiri Reiga dengan niat untuk membunuh keluar dari tubuh mereka, Reiga yang merasakan niat itu langsung berdiri dan mencabut pedangnya “Srriinnggss….”.
“Sudah cukup lama aku tidak bertarung serius, kalian maju semua mungkin aku bisa sedikit melakukan pemanasan dengan melawan kalian” kata Reiga yang mana menganggap kalau ke 25 dewa raja pelahap dara tersebut bukanlah apa-apa.
“Roorr….” Para dewa raja pelahap darah yang mana telah diperkuat menggunakan kabut merah darah langsung dengan liarnya menyerang kearah Reiga, “Buushh… Bommshh… Bommshh… Bommshh…” mereka langsung maju secara beramai-ramai dan berusaha mengalahkan Reiga dengan jumlah, tetapi Reiga dengan santainya menghindari setiap serangan dari para dewa raja pelahap darah itu “Swwusshh… Swwusshh… Swwusshh…” mereka bahkan sama sekali tidak bisa menyentuh sehelaipun rambut dari Reiga. Setelah beberapa detik menyerang namun mereka sama sekali belum mendaratkan satupun pukulan kearah Reiga, melihat kalau para dewa raja pelahap darah itu sedang kesulitan Reiga langsung dengan cepat menggerakkan pedang miliknya “Srrasstt… Srrasstt… Srrasstt… Srrasstt…” gerakannya sangatlah indah walaupun dia sama sekali tidak menggunakan tehnik pedang apapun, serangan dari pedang Reiga sangatlah berefektif itu semua dikarenakan kekuatan dari pedang WhiteNigtmare yang mana menetralisir segala energy elemen apapun.
“Tampakanya pedangku dapat bekerja pada hukum darah monster milik mereka, ini semakin menarik” pikir Reiga yang menganggap pertarungannya dengan para dewa raja pelahap darah tersebut semakin menyenangkan.
“Shhh… Sshhh….” Para dewa raja pelahap darah itu lalu berusaha untuk memulihkan luka-luk ditubuh mereka, namun karena efek pedang dari WhiteNigtmare luka-luka tebasan dari Reiga jadi sangat sulit untuk disembuhkan, regenerasi mereka menjadi sangat lambat dan bahkan lukanya terbuka kembali “Crrasstt…” dan mengeluarkan darah lebih banyak lagi.
“Grrrr….” Para dewa raja pelahap darah itu lalu mulai membuat rencana, dan beberapa dari mereka lalu terbang “Crraakk… Krrasstt…” beberapa dewa raja pelahap darah yang mana terbang tersebut langsung mengeluarkan tombak tulang putih dari tubuh mereka, “Fuusshh…” salah satu dari dewa raja pelahap darah itu lalu melemparkan tombak yang terbuat dari tulangnya tersebut “Wuusshh…” namun serangan lemparan tombak itu dapat dihindari Reiga dengan gerakan kaki sederhana, “Brraanggss…” namun salah satu dari dewa raja pelahap darah yang berada didaratan mengambil kesempatan saat Reiga lengah dan menyerangnya denga tinju miliknya.
“Hohoh… bagus juga, akhirnya kalian mulai menggunakan otak kalian, ini menjadi semakin menarik” kata Reiga, dengan kekuatan dari aura pedangnya dia lalu menebas pelahap darah tersebut yang mana menyerangnya dengan tinju “Srrasstt… Srrasstt… Srrasstt…” tampa menggerakan pedang miliknya Reiga dengan mudahnya menebas tangan kanan dari dewa raja pelahap darah tersebut.
“Aaaakkkhh….” Dewa raja pelahap darah yang mana merasakan rasa sakit yang luar biasa dari tebasan Reiga langsung mundur “Buusshh…” dia lalu merasakan kalau tangan kanannya tidak dapat dia gerakan lagi, Reiga menggunakan aura pedangnya untuk memotong setiap saraf yang ada ditangan kanan dewa raja pelahap darah tersebut dan membuat dirinya lumpuh.
“Grrrr…. Rooaarr…” melihat rekannya terluka parah salah satu dewa raja pelahap darah yang terang itu langsung dengan cepat menerjang kearah Reiga, namun dengan tehnik pedang miliknya Reiga langsung menghilang begitu dewa raja pelahap darah itu menyerang tubuhnya dengan tombak tulang.
Mengetahui kalau kemampuan regenerasi dewa raja pelahap darah sangatlah kuat dengan cepat Reiga menggunakan skill miliknya untuk mengambil jiwa milik dewa raja pelahap darah itu, ‘Krraanggss…” dia lalu menghancurkan jiwa itu menggunakan gengaman tangan miliknya dan karena tubuhnya telah kehilangan jiwa dewa “Sssshhhh…” peralahan-lahan tubuh dari dewa raja pelahap darah itu langsung lenyap dan berubah menjadi asap darah merah.
Melihat kalau salah satu dari mereka kalah dengan mudahnya para dewa raja pelahap darah tersebut langsung ragu untuk menyerang kearah Reiga, mereka diperintahkan untuk menahan Reiga tetap ditempatnya dan bukan untuk menyerangnya karena itulah para dewa raja pelahap darah itu langsung berputar-putar mengelilingi Reiga untuk membuang-buang waktu yang ada.
“Hmmm…. Menyebalkan, pedang kematian, tehnik kedua : tusukan penghancur, serangan area” Reiga lalu menggunakan tusukan penghancur untuk menyerang ketanah yang mana menyerang keseluruh area disekitarnya.
“BOOOMMMSSHHH….” Serangan pedang Reiga sangatlah dasyat dan kuat, para dewa raja pelahap darah yang ada disekitarnya langsung dibuat terhempas jauh dari dirinya, melihat kalau beberapa dewa raja pelahap darah itu tidak bisa menangkis tehnik pedang miliknya Reiga langsung dengan cepat menggunakan pedangnya untuk menebas lima dari mereka dengan cepat “Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt…” dengan kecepatan dari langkah kaki miliknya dia membunuh mereka dan mengambil jiwa-jiwa mereka dengan mudahnya.
“Sekarang tinggal 19 lagi” kata Reiga, dengan cepat dia berusaha untuk membunuh beberapa dewa raja pelahap darah yang ada didekatnya.
“Srrraangss…” namun beberapa dewa raja pelahap darah langsung bergabung dan melindungi salah seorang yang diserang Reiga barusan, para dewa raja pelahap darah itu kemudian menyerap rekan mereka yang dia lindungi tadi. Mereka kemudian berubah menjadi sesosok raksasa yang mana memiliki armor tulang disekitar tubuhnya, dan kekuatan energy didala tubuhnya juga ikut meningkat tajam menjadi berkali-kali lipat dari sebelumnya.
“Hmmm…. Jadi kau menjadi besar untuk bisa mengalahkanku, Haaaah…. Kalian para pelahap darah benar-benar bodoh” kata Reiga yang mengingat kembali raja pelahap darah yang mana dia bunuh dialam bawah juga mati dengan mudahnya setelah berubah menjadi raksasa.
Namun ketika Reiga ingin menebas dirinya dewa raja pelahap darah raksasa tesebut langsung menghindari serangan pedang Reiga dengan cepat, menggunakan sayap kecil yang mirib dengan sayap kelelawar dewa raja pelahap darah raksasa itu bertambah cepat “Swwuusshh… Swwuusshh… Swwuusshh…” serangan pedang dari Reiga benar-benar sangat mudah dia hindari.
“Hahahaha…. ini baru seru” kata Reiga, “Srrasstt…” dan secara tiba-tiba pedang Reiga dapat menebas tubuh dari dewa raja pelahap darah raksasa tersebut.
Bersambung….