
Dewa penambang Dwar yang muncul kemudian menyerang seluruh boneka mayat Reiga dengan membabibuta membuat banyak boneka mayat berjatuhan membuat para pengikutnya kembali bersemangat dan mulai menyerang balik keadaannya pun mulai berbalik satu persatu boneka mayat jatuh dan hancur dan disaat mereka semua merasakan kemenangan “Jroot..jroot..jroot” hujan panah muncul dan membunuh banyak warga desa panah kemudian mengarah kearah Dwar kemudian dia menangkis seluruh panah itu dengan palu raksasanya “Krang..krang”.
“Sialan keluarkau pengecut kalau berani keluar dan hadapi aku” kata Dwar yang marah melihat para pengikutnya jatuh dan tewas, dari balik semak kemudian muncul Rial sang best ghoul ras serigala dari semak-semak sambil membawa busur panahnya.
“Jadi kau orangnya yang telah berani menyerang daerahku, bersiaplah menerima kemarahan dewa” kata Dwar yang marah, Dwar tanpa pikir panjang langsung melompat kearah Rial dan berusaha menyerang kepala Rial dengan palunya tetapi dari arah lain white night muncul terlempar kearah Dwar dengan cepat menusuk perut Dwar membuat dia tercampak jauh, bahkan dengan keadaan perut yang tertusuk Dwar yang terlempar pun membalikkan tubuhnya dengan cepat ketanah dan langsung melemparkan palunya kearah Rial, palu itu dengan cepat menuju arah Rial tetapi seperti sebuah patung Rial tak bergerak sedikitpun membuat Dwar heran dan saat palunya yang terlempar menyentuh Rial tubuhnya pecah menjadi butiran kabut merah kehitaman.
“Mohon maaf dewa penambang tetapi yang kau incar itu sebuah ilusi dari skill miliku” kata Rial dengan wajah kaku, Rial pun keluar dari arah dimana white night bersama dengan Reiga dibelakangnya.
“Heeeh.. dewa penambang kau terlalu emosian sampai-sampai kau bahkan tidak bisa membedakan yang mana ilusi dan mana yang asli ya, benar-benar menyedihkan” kata Reiga yang memandang rendah Dwar sang dewa penambang
“APA KATAMU DASAR BOCAH KURANG AJAR AKU SUDAH TERLAHIR DI DUNIA LEBIH 80 TAHUN DULUAN DARI KAU BERANINYA KAU MEMANDANG RENDAH DIRIKU” kata Dwar yang terpancing emosi oleh ucapan Reiga, Dwar pun kemudian mengaptifkan pengahalang dewanya ketika penghalang itu diaktifkan tubuh Reiga lansung memudar.
“Seperti yang diharapkan dari dewa tua walaupun sudah emosian tetap bisa membuat kepustusan yang bagus, Rial bersiaplah” kata Reiga sambil menepuk pundak Rial.
“Siap tuan” kata Rial yang seperti tidak ada emosi.
“Skill perasukan” Reiga yang mengatifkan skillnya berubah menjadi trasnparan dan kemudian merasuki tubuh Rial.
Dwar yang mengetahui apa yang akan dilakukan Reiga kemudian mencabut white night dari tubuh nya saat dia mencabut pedang white night dia merasakan seperti setengah kekuatannya ditarik oleh senjata ilahi milik Reiga, tetapi dia tidak peduli dengan white night dan melemparnya Dwar pun langsung menyerang Rial untuk mencoba menghentikan proses perasukannya tetapi kondisinya yang sekarang membuat pandangannya memudar karena kehilangan banyak tenaga membuat dia berhenti sebentar, mengetahui Dwar mendekat Reiga pun mengaktifkan skillnya.
“Skill boneka darah bangkit” Reiga kemudian membangkitkan para warga yang mati dan terkena darah dari boneka mayatnya.
Seperti memukul serangga Dwar tidak mempedulikan mayat itu mantan penduduknya atau bukan dia memukul semua boneka mayat yang mendekatinya.
“Oooh dingin juga kau” kata Reiga sambil berusah memancing amarah Dwar.
“Jangan remehkan aku anak muda aku sudah lama terlahir dan mengahadapi banyak peperangan yang, siapapun yang akan jadi musuhku akan kuahancurkan dia baik itu orang tua, anak-anak, maupun pengikutku sendiri semua yang menjadi musuhku akan kuhancurkan” kata Dwar yang terus memukul boneka mayat warganya, Dwar pun mengambil kesempatan serangan itu menutupi lukanya bekas tusukan pedang itupun tertutupi oleh besi seperti kulitnya menguluarkan besi.
“Hahaha kupikir akan mudah untuk menghadapimu tetapi susah juga ya, baiklah mari kita coba yang ini Skill crazy docter + otoritas darah meledaklah bonekaku” boneka mayat yang hancur dan yang utuh meledak dan mengeluarkan kabut merah darah membuat pandangan Dwar tertutup.
Dwar yang berusaha menemukan Rial menyerang asal-asalan keberbagai arah “Craat” bersamaan dengan serangan Dwar Rial yang telah dirasuki menembakan anak panahnya “Croot” satu demi satu anak panahnya “Craaat..craat” menusuk tubuh Dwar, membuat Dwar kesal.
“Tidak ada cara lain aku harus menggunakan skill itu, aktifkan otoritas tambang ambil 100 Kg emas, 500 Kg Silver, 50 Kg Berlian” teriak Dwar.
“Ping..ping mengatifkan otoritas tambang memindahkan hasil tambang kedekat dewa” Pemberitahuan dari sistem ke Dwar.
“Ping..ping membentuk armor raja mengambil 1000 poin dari dewa penambang” Pemberitahuan dari sistem
ke Dwar.
Bersamaan dengan pemberitahuan dari sistem emas, silver dan berlian muncul kedekat Dwar dan meleleh menjadi cairan dan menghujaninya membentuk sebuah armor berbentuk tengkorak.
“Bocah bersiaplah untuk mati” kata Dwar, dari armornya muncul paku-paku besar, kemudian dia menembakkan kesuluruh area baik itu kawan maupun lawan semuanya terluka terkena serangan Dwar yang membabibuta.
Bersamaan dengan serangannya kabut darah ciptaan Reiga mulai menipis disana Dwar kemudian melihat Rial ( yang telah dirasuki Reiga ) kakinya terluka akibat serangan dari Dwar.
“Hahahaha, sekarang kau tidak bisa kabur lagi bocah” kata Dwar yang melihat Rial dia pun berlari kesana, pada saat Dwar ingin menyerang Rial muncul sebuah boneka mayat yang tercipta dari tubuh anak kecil yang ada di desa Dwar hal itu sempat membuat Dwar ragu untuk menyerang dia pun terdiam sebentar kemudian menghacurkan boneka mayat itu dengan sekali serang dari palunya, dengan penuh amarah Dwar pun langsung menyerang Rial dia memukul kepala Rial dengan palunya kepala Rial pun langsung pecah terkena palu dari Dwar, tidak cukup hanya itu Dwar yang penuh dengan emosi memukuli tubuh Rial yang sudah tak berdaya ditengah serangannya tubuh Rial kemudian mengeluarkan kabut dan kemudian berubah menjadi orang lain Dwar yang menyeradari itu langsung merasakan energy jahat dari belakangnya.
“Dasar bodoh kena kau Skill kabut hitam ( dapat memunculkan ilusi yang sepertinyata dan membingungkan lawan ) seharusnya kau tadi menjaga emosimu” kata Rial yang dirasuki Reiga, dia menggunakan white night sebagai pengganti anak panahnya bersamaan dengan itu white night menambah kekuatanya dengan menghisap kabut darah yang ada disekitarnya itulah alasan kenapa kabut darah tersebut mulai menghilang.
Rial menembakkan panahnya dan menusuk punggung Dwar, white night yang menembus punggung Dwar menembus jantung nya Dwar tidak sempat menghindar dan langsung terbunuh ditempat.
“ping..ping pemberitahuan kepada dewa penambang Dwar tubuh vananya telah terbunuh memasuki masa tidur tubuh astral akan ditarik kekuil yang aman ( para dewa memiliki tubuh astral (roh) dan vana (nyata) ketika mereka terbunuh dalam pertarungan maka mereka tidak akan mati selama kuil mereka atau inti mereka masih tetap ada ).
“Akhirnya dia mati juga, lumayan keras juga dia itu” kata Reiga yang langsung keluar dari tubuh Rial.
Rial yang langsung pergi mengamankan inti dari kuil Dwar, dengan cepat dia langsung pergi dan mengabil inti Dwar bagaikan tidak terjadi apa-apa pandanya.
“Gila stamina anak ini padahal udah battle satu lawan satu dengan dewa” pikir Reiga yang melihat Rial.
“Tuanku ini inti dari kuil dewa penambang” kata Rial yang berlutut mempersembahkan sebuah patung kecil.
Reiga memegang patung itu dan mengahacukannya di dalam nya ada lima pecahan dewa, membuat Reiga berpikir kalau ini benar merupakan kuil inti dari dewa penambang.
“Mungkin aku harus bersiap untuk seranga balasan darinya, ya.. nanti saja pikir lagi saatnya mengincar dewa kedua dewa beruang Griz akan kubuat kau jadi peliharaanku” kata Reiga yang langsung terbang kekuil Griz.
Bersambung....