I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 81 Maju kemedan perang, gerombolan serigala bagian ke 3



Pada saat itu telah terjadi sebuah kejadian langkah yang dimana lima dewa menyerang entitas yang lebih rendah dari mereka secara bersamaan. Aura gelap yang dikeluarkan dari belati milik Fenrir membuat kelima dewa tersebut menjadi waspada, walaupun mereka telah mengepung dirinya namun mereka tidak bisa sembarangan menyerang atau tidak mereka bisa berakhir sama seperti dewa api putih.


“Kenapa…, aku sudah kalian kepung maju sini kalau bisa sekali semua” kata Fenrir yang mencoba mempropokasi kelima dewa.


Lalu dewa tinju yang emosinya tidak terkendali maju terlebih dahulu, dia dengan cepat telah berdiri didepan Fenrir secara reflek “Sriiiing…” Fenrir langsung mengayunkan belati ditangannya namun dewa tinju dengan mudah menghidari seranga dari Fenrir. “Duk… duk… duk… duk… duk…” lalu dewa tinju bergerak dengan cepat dan mendaratkan beberapa pukulan pada Fenrir.


“Sialan pukulannya cepat sekali” kata Fenrir yang terkena serangan telak dari dewa tinju.


Fenrir yang diberkati oleh insting terkuat dari seluruh Ware wolf tidak mampu bereaksi oleh serangan tinju dari dewa tinju.


“Gerakan tinjunya sangat cepat, dan juga gerakan kakinya sangat unik aku tidak bisa memprediksi kearah mana serangan yang akan dia lancarkan” kata Fenrir yang berusaha bertahan dari serangan dewa tinju.


“Kemana sikap sombongmu barusan haah..” kata dewa tinju.


Dewa tinju lalu mengumpulkan energy di tiga titik dua kaki dan satu ditangan kirinya energy yang dia kumpulkan sangat besar membuat Fenrir merinding. Lalu dewa tinju langsung bergerak bagaikan petinju propesional gerakan kakinya membuat Fenrir seperti melihat sebuah ilusi, lalu tampa disadari oleh Fenrir dia sudah sangat dekat dengan dewa tinju.


“Skill Water wave fist” dengan energy yang terkumpul ditangan kirinya dewa tinju langsung mendaratkan serangan tinjunya kearah dada dari Fenrir.


“Aaaaghhkk….” Teriak Fenrir yang tercampak agak jauh.


“Aneh… serangannya sama sekali tidak sesakit sebelumnya” pikir Fenrir.


Lalu pada saat Fenrir mencoba berdiri dia melihat kalau dewa tinju telah menurunkan kuda-kudanya menandakan kalau pertarungan telah berakhir. Melihat hal itu membuat Fenrir langsung bingung dan tiba-tiba “Crruuussskk…” jantung Fenrir hancur berkeping-keping.


Skill Water wave firs adalah skill tinju yang mengumpulkan energy di satu titik dan melancarkan energy tersebut kedalam tubuh lawan, dan dengan kendali yang sangat kuat pengguna dari skill ini dapat mengendalikan energy tersebut untuk menghancurkan lawannya dari dalam.


“Kukira apa ternyata sangat mudah” kata dewa tinju.


Lalu pada saat dewa tinju mendekati mayat dari Fenrir tiba-tiba “Srraaasshh…” dengan cepat Fenrir melancarkan serangan pada dewa tinju. Tetapi karena kelincahan dari dewa tinju dia dapat menghindari luka fatal dari belati yang dipegang oleh Fenrir.


“Hahahaha… kena kau” kata Fenrir.


“Kau sudah gila, apa kau pikir luka gores seperti ini bisa mengalahkanku” kata dewa tinju.


Tetapi tiba-tiba dewa tinju langsung jatuh kakinya lemas dan dia berlutut disana seakan-akan ada yang telah menyedot kekuatannya. Melihat dewa tinju yang berlutut lemas Fenrir langsung berlari dengan cepat kearahnya dia berusaha menyerang dewa tinju menggunakan belatinya.


“Skill Armor strike” dewa Armor langsung menyerang Fenrir dengan serangan dari hantaman tubuhnya yang memakai amor kuat.


Sekali hantaman dari armornya “Krrraattaak….” dapat meremukkan beberapa tulang dari Fenrir, namun seperti jantungnya tulang-tulang yang remuk tersebut langsung sembuh dalam seketika. Regenerasi yang dimiliki Fenrir sangatlah kuat bahkan kehancuran dari jantungnya tidak dapat membunuhnya.


“Regenerasinya memang sangat luar biasa, tetapi yang lebih menakutkan lagi adalah belati yang dia pegang itu, satu serangannya dapat membuat jatuh dewa tinju dengan mudahnya” pikir Aegis.


“Aegis kelihatannya belati itu merebut sebagian besar energy yang dimiliki oleh dewa tinju” kata dewa penjelajah.


“Benar-benar artefak yang menakutkan, goresan kecil saja dapat membuat dewa tinju kehilangan banyak tenaga” kata dewi kupu-kupu.


Dewa armor lalu membantu dewa tinju berdiri kembali dan dengan beberapa tarikan nafas energy dewa tinju kembali normal.


“Sialan aku lengah…” kata dewa tinju.


“Iya-iya aku tahu, tidak akan aku ulangi lagi” kata dewa tinju.


Dewa tinju lalu maju perlahan kedepan sambil menyiapkan kuda-kuda bertarungnya, lalu dewa armor juga ikut maju bersebelahan dengan dewa tinju. Tampaknya melihat kemampuan dari belati tersebut membuat dewa armor merasa risau dan ingin membantu dewa tinju untuk menyerang Fenrir.


“Hahaha iya itu bagus…, semakin banyak yang maju semakin bagus, kalian berdua sangat sempurna untuk menjadi tumbal belatiku” kata Fenrir.


Belati yang dipenggang oleh Fenrir lalu mengalirkan setengah kekuatan yang dia curi dari dewa tinju kepada Fenrir, dan ketika menerima kekuatan tersebut Fenrir langsung bertenaga seluruh ototnya menguat bahkan bulu ditubuhnya mengalirkan energy yang cukup kuat sampai bisa setara dengan artefak pelindung kelas bawah.


Dengan bulu tubuh yang kuat pertahanannya jadi meningkat melihat peningkatan dari Fenrir dewa Armor langsung maju dia berlari kearah Fenrir dengan maksud untuk menyerangnya dengan armor yang dia gunakan. Tetapi Fenrir lebih cepat dari dirinya dengan mudah Fenrir menghindari serangan dari dewa armor, lalu “Sraangss… Sraaangs” Fenrir menebas dewa armor menggunakan belati yang dia pegang tetapi karena armor keras yang dimiliki dewa armor membuat serangan belati itu tidak berdampak terhadapnya.


“Keras sekali” kata Fenrir.


“Hahaha… percuma saja, armor ini terbuat dari darah dan tulangku jadi selama aku masih hidup maka armor ini tidak akan bisa hancur” kata dewa armor.


Lalu Fenrir yang lengahkarena kesusahan menebas dewa armor “Buuushh…” diserang dari belakan oleh dewa tinju, tetapi walaupun pukulan dewa tinju tepat mengenai wajah Fenrir tidak seperti sebelumnya serangan tersebut tidak berdampak padanya karena bulu ditubuh Fenrir sudah sangat  keras seperti armor lembut yang  melindungi tubuhnya.


“Sekarang girilanku” kata Fenrir.


Dia langsung membalas serangan dari dewa tinju “Sraaaaah… srraaaah…” dengan cepat dia mengayunkan belati ditangan, tetapi dewa tinju menggunakan kelincahan kakinya dia dapat menghindari serangan dari belati Fenrir. Mata dewa tinju yang sangat focus pada setiap gerakan dari belati tersebut dikarenakan dampak dari serangan belati itu sudah dia rasakan “Srraaaassshh….” Lalu secara tiba-tiba Fenrir menyerang dewa tinju menggunakan cakar tangan kirinya, dia menggunakan kewaspadaan dewa tinju pada belati yang dia pegang dan pada saat terlihat sebuah celah dia menyerang menggunakan tangan kirinya.


“Sialan…” kata dewa tinju yang terkena serangan telak.


“Kesempatan..” pikir Fenrir yang melihat dewa tinju terdiam karena luka cakarannya.


Lalu dengan sigap Fenrir langsung ingin menusuk dewa tinju menggunakan belatinya, tetapi dewa armor dari belakang Fenrir memegang tubuh Fenrir kuat-kuat.


“Akan kuhancurkan tubuhmu” kata dewa armor yang memeremas seluruh tubuh Fenrir kuat-kuat.


Dewa armor berencana untuk menghancurkan seluruh tulang ditubuh Fenrir dengan memeluk tubuhnya sampai remuk. “Krraataak…” tulang ditubuh Fenrir yang telah diperkuat langsung berbunyi karena kekuatan dari dewa armor, “Trriiingss.. trringgss…” panic karena hal tersebut Fenrir lalu menusuk-nusuk dewa armor menggunakan belati yang dia penggang.


“Hahaha percuma saja, sudah aku bilang tidak ada satupun yang bisa merusak armorku” kata dewa armor.


Lalu seakan sudah pasrah Fenrir membuang belatinya jauh-jauh, Aegis dan dewa lainnya yang meilahat hal itu merasa kalau Fenrir sudah pasrah dan menerima kematiannya. Tetapi tiba-tiba belati yang dilemparkan oleh Fenrir dengan cepat melesat kembali, belati tersebut dengan cepat melesat kearah belakang dewa armor dan “Crraaasshh…” belati tersebut menusuk bagian belakang paha dari dewa armor, bagian itu adalah salah satu bagian yang tidak tertutupi armornya agar dia bisa bergerak dengan bebas jadi beberapa persendian tidak ditutupi oleh armor.


“Sialan…” kata dewa armor yang melemas karena kekuatannya dihisap oleh belati tersebut, dan perlahan-lahan pelukannya melemas melepaskan tubuh Fenrir.


“Srraaashh..” Fenrir langsung dengan cepat mengambil belati ditubuh dewa armor melihat dewa armor yang jatuh lemas “Booossh…” dewa tinju dengan cepat melesat ingin membantunya. Tapi dia tiba-tiba berhenti ketika dia melihat Fenrir mengacungkan belatinya kearah bagian leher dewa armor yang tidak terlindungi.


“Ssraaaassshhh…..” dia lalu menebas tenggorokan dari dewa armor, darah bercucuran dari tubuhnya lalu tubuh dari dewa armor kemudian menghilang menjadi butiran cahaya.


“Satu mati, tinggal empat lagi” kata Fenrir.


Bersambung........


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis menjadi semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok......