
Pertarungan yang sengit telah berlangsung antara Darkken melawan Goldra diantara mereka untuk sementara Goldra berhasil mendaratkan serangan pertama dan membuat luka pada bahu Darkken. Dengan keunggulannya itu membuat para penonton histeris karena terkejut dengan kemampuan yang dimiliki Goldra.
“Bagus mari kita sedikit serius, skill Darknest : Void Blade” Darkken kemudian mangabtifkan skillnya.
Diujung atas tongkat Darkken muncul kegelapan berbentuk bola energy kuat dari kegelapan itu kemudian memanjang dan menipis sehingga membentuk pedang panjang sepanjan 2 meter. Energy gelap yang kental dari pedang tersebut membuat Goldra merinding dia merasa bahwa pedang hitam itu sangat berbahaya.
“MAJU….” Teriak Goldra sambil kembali mengabtifkan skill kakinya.
Tetapi berasamaan dengan serangan dari Goldra sebelum dia sampai mendekat Darkken juga menyerang secara
tepat sebelum Goldra mengabtifkan skillnya perhitungan yang sangat tepat itu membuat kedua serangan naga itu saling beradu satu samalain. Terlihat sangat jelas disana Goldra yang menggunakan kecepatan kalah dalam adu kekuatan melawan tebasan Darkken yang kuat sehingga membuat Goldra tercampak.
“Aaaagggk.. cih dasar sialan” teriak Goldra yang terkena serangan energy dari pedang Darkken.
Serangan dari energy kegelapan benar-benar sangat kuat sehingga membuat sebagian besar pertahanan Goldra hancur. Darknet adalah skill evolusi dari Dark Controll yang dapat mencemarkan segalanya baik itu mahluk hidup maupun benda mati sementara itu Void Blade memfokuskan energy dari kegelapan tersebut sehigga membuat apapun yang ditebasnya dapat dikuasai sehingga mau itu senjata ataupun pertahanan lawan dapat diakuasai dan membuat dia dengan mudah menebas lawannya.
“Aku tidak menyangka pedangnya itu dapat menembus pertahanan anginku” pikir Goldra.
Goldra yang sepertinya panik sedang menunggu sesuatau kembali mengumpulkan angin disekitar tetapi tidak seperti sebelumnya kekuatan yang dikumpulkan kali ini lebih besar dari sebelumnya.
“Skill Golden wind : Orb Tornado” skill yang diaptifkan oleh Goldra memiliki energy yang sangat besar.
Kekuatan yang setara tornado yang dikumpulkan dalam sebuah bola. Begitu kekuatan yang besar itu terkumpul ditangan kiri Goldra dia tampa ragu langsung melemparkan bola tornado itu. Dengan sigap Darkken berusaha menghindari serangan Goldra tetapi dia terlambat diakerenakan serangan itu mencakup seluruh arena.
“Skill Darknest : matahari hitam” Darkken yang juga membuat bola dari kumpulan energy kegelapan.
Berbeda denga Goldra yang melemparakan bola energy anginnya yang dilakukan Darkken dia menciptakan bola kegelapan dan dia gunakan sebagai perisai untuk menyerap seluruh serangan dari Goldra. Serangan acak dari Goldra kemudian berhasil dihisab oleh bola energy kegelapan tersebut walaupun Darkken juga sedikit terluka terkena bagian bola tornado yang tidak berhasil dihisap oleh kegelapannya.
“Hahahah apa cuman ini saja kemampuanmu” kata Darkken.
“Haah..Haah, cih orang tua sialan kau seperti kecoa yang sangat sulit untuk dibunuh” Kata Goldra yang kelelahan setelah mengeluarkan energy yang besar.
Tiba-tiba pada saat Darkken dan Goldra sedang bertanding muncul delapan pilar cahaya keemasan yang mengitari seluruh arena tersebut. Delapan pilar itu kemudian membentuk suatu pelindung yang mengurung seluruh klan naga yang ada didalam arena itu dan bukannya hanya mengurung serbuk emas mulai muncul dari kurungan tersebut yang menyebabkan semua yang menyentuhnya merasa lemas tak bertenaga.
“Apa-apaan ini, jangan-jangan Goldra ini semua rencanamu?!!” kata Darkken.
“HAHAHAHA, benar sekali orang tua sekarang begitu penghaangnya dipasang kau dan semua orang yang telah merendahkan klan naga emas kami akan kami bunuh hari ini juga” teriak Goldra.
“Kau sudah gila, kau pikir aku akan membiarkan semua ini terjadi, skill Darknes : tombak penusuk hati” Darkken kemudian mengangkat tangan kanannya keatas dan berusaha menghancurkan pelindung tersebut.
“Hahahaha percuma, akan kuberitahu kau sesuatu formasi ini dinamakan 8 pengekang gunung emas karena kekuatannya setara dengan delapan gunung dan juga formasi ini akan semakin kuat bersamaan dengan jumlah kekuatan yang dikurungnya, dan sekarang ada banyak orang dari klan naga disini terutama kau yang memiliki energy luar biasa yang membuat pengekang ini tidak mungkin untuk dihancurkan” kata Goldra.
“Haaah..haaah sialan pengekang ini juga mengikis kekuatanku, bagaiman mungking klan naga emas mempunyai kekuatan yang tidak kuketahui” pikir Darkken yang mulai melemah akibat formasi pengekang.
Klan naga emas dikatakan sebagai naga yang tercepat tetapi juga yang paling lemah oleh karena itu mereka seringkali ditindas oleh klan naga yang lain bahkan sering diburu berbagai kerjaan karena mereka lemah dan sisik dari naga emas itu terbilang mahal dipasaran satu mayat naga dapat membuat satu negara makmur. Sehingga karena itu mereka klan naga emas memilih bersembunyi dan diam-diam saling berdagang dan belajar dari berbagai ras sehingga akhirnya mereka mendapatkan formasi sihir 8 pengekang gunung emas yang mereka sempurnakan menggunkana darah mereka.
“Terkejut aku beritahu lagi kau satu hal kalau foramsi ini juga dapat meningkatkan kekuatan dari naga emas yang berada didalamnya, karena itulah ini sudah berakhir” kata Goldra.
“Booom” Goldra menggunakan kecepatan yang lebih cepat dari suara dan langsung menendang Darkken. Terhempas oleh tendangan dari Goldra membuat beberapa tulang Darkken tergeser.
“Skill Darknes : Sisik awan hitam + Skill Dragon Blood” Dakken menggunakan kedua skillnya untuk menjaga tubuhnya terhindari dari bubuk emas yang jatuh.
Seluruh tubuh Darkken tertutupi oleh sisik hitam dan dengan Dragon Blood dia memperkuat fisiknya yang telah dilemahkan. Darkken yang setengah tubuhnya telah tertutupi oleh sisik hitam itu kemudian maju dan berusaha menyerang Goldra tetapi dengan kecepatan suara Goldra dapat dengan mudah menghindar dia kemudian muncul dengan cepat kebelakang Darkken berusaha menyerangnya dengan pisau dari belankang. Tetapi sisik hitam Darkken yang kuat dapat menepis serangan pisau Goldra dan bukan cuman itu malahan 30% serangan Goldra dibalikkan oleh Darkken menggunakan kekuatan armornya.
“Cih sialan…” kata Goldra yang tangannya terlukan akibat pembalikkan serangan.
“Haaah walaupun dengan formasi sekalipun kau tetap tidak bisa mengalahkanku rupanya” kata Darkken yang memancing Goldra.
“Ok orang tua akan kubuat kau menderita terlebih dahulu sebelum mati, skill transfomasi” Goldra mengaptifkan skillnya yang membuat seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya keemasan yang terang membutakan semua orang.
Bersamaan dengan Goldra yang mengaptifkan skillnya tetua naga biru dan tetua naga biru Drako dan tetua naga hijau Nattryu berusaha ikut campur dalam pertarungan di arena. Tetua naga ungu Guryuu sedang terluka dan sedang diobati oleh tetua naga puith Hiryuu dan hanya tersisa tetua naga biru, hijau, merah dan perak yang ada didalam arena.
“Ini gawat Goldra akan mencoba mengeluarkan wujud naganya, kita harus menghentikannya” kata Nattryu.
“Benar tindakan Goldra yang memasang pelindung ditengah arena ini sudah keterlaluan kita harus mengehentikanya” kata Drako.
Mereka berdua berusaha melompat keatas panggung tetapi ketika mereka berusaha untuk ikut campur “Door-door” tubuh mereka tertembak. Serangan yang sangat kuat dan juga mereka yang dilemahkan pengekang membuat mereka terjatuh. Mereka terkejut apa dan siapa yang menyerang mereka sementara tetua naga hijau Nattryu langsung terbunuh ditempat Drako tetua naga biru dapat bertahan dari serangan itu dia terkejut melihat siapa yang menyerangnya.
“Ternyata itu kau bajingan sialan beraninya kau berhianat” kata Drako yang sedang sekarat.
“Maafkan aku,” kata pria misterius itu yang menginjak kepala Darko sampai lehernya patah dan mati.
Bersambung.........
Tolong berikan like dan komennya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin bagus
dan kalau suka dengan ceritanya tolong agar novel ini di vote