
Setelah mengalahkan Oroci dan rencana terkahirnya Reiga yang mencapai tingkatan baru dari tehnik pedang merasakan kekuatan luar biasa dari dalam dirinya, dia merasakan kalau seluruh tubuhnya sudah hampir menyatu sepenuhnya dengan alam sekitar.
“Rasanya luar biasa…” kata Reiga yang mana sedang terbang dan menyerap energy dari udara disekelilingnya.
Reiga lalu turun kembali kedarat melihat Diana dan Tiana sedang menunggu dirinya, tetapi dia tidak tahu kalau ada banyak dewa raja terkuat yang sudah mulai mengecapnya sebagai entitas yang berbahaya, hukum kebenaran pedang adalah sebuah hukum yang belum pernah ada di planet Erras dan Reiga menjadi satu-satunya yang mendapatkan hukum tersebut. Hukum miliknya sama sekali tidak beraturan bahkan dapat menyatu dengan semua hukum yang ada, berbeda dengan hukum kekacauan yang mana mengacaukan segalanya dan menghancur hukum-hukum lainnya, hukum milik Reiga dapat menebas hukum-hukum yang lainnya dan dengan kekuatannya dia juga dapat membuah hukum lainnya menjadi kekuatan pedangnya.
“Guru… tadi itu apa kau keren sekali saat menebas awan beracun tadi, kau seperti memotong seluruh awannya hingga tak tersisa padahal itu adalah awan, bagaimana kau melakukannya” kata Diana dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi.
“Hahahha…. Nanti aku akan memberitahukannya padamu, kalau sekarang kita harus melihat kondisinya terlebih dahulu” kata Reiga sambil mengelus-elus kepala Diana.
“Krrraakk… Traaakkk… Bummmsshh…” kemudian dari dalam tanah Susano muncul keluar, kali dengan kondisi yang sangat berbeda dapat dengan jelas sebuah energy tak berujung keluar dari dalam tubuhnya, dia seperti sebuah planet kecil yang berdiri didepan Reiga.
“Sialan aku tahu dia ini benar-benar seorang monster, dilihat dari energy nya yang sebesar itu sangat mengejutkan kalau dia bukanlah peringkat pertama dari 100 dewa raja terkuat” kata Reiga yang merasa tabjuk melihat aura Susano yang sangat kuat.
“Hahahahaha…. bagus-bagus sekali, aku dapat merasakannya kekuatanku yang dulu kembali, Hahahahahah…..” kata Susano yang merasa sangat gembira karena kekuatannya yang selama ratusan tahun tersegel kembali dapat dia gunakan lagi.
“Yooo…. Bagaimana perasaanmu sekarang” kata Reiga yang menyapa Susano.
“Oooohh… Reiga lihat lah ini kekuatanku sudah kembali, Hahahaha…. sekarang kau tidak perlu khwatir lagi aku akan menghabisi dewa iblis Arogan itu untukmu, Hahahaha….” kata Susano dengan angkuhnya.
“Haaaah… kau ini, terlalu senang boleh, tapi ingatlah dia itu tetaplah dewa raja terkuat peringkat ke 3, kau tidak akan tahu kekuatan apa yang diamiliki untuk bisa naik ketingkatnya yang sekarang” kata Reiga yang memperingati Susano.
“Ayolah apa kau tidak bisa melihat orang lain sedang senang, aku juga tahu seberapa kuatnya dia itu tapi bukan berarti dia tidak bisa dikalahkan” kata Susano.
Tidak lama kemudia Aeria datang dari langit, dia melompat dari jaraknya ketempat Reiga dengan sekali lompatan yang mana jaraknya hampir 1,5 km jauhnya. Dan ketika dia melihat Susano yang mana kekuatannya sudah kembali dia sangat senang sampai-sampai memeluk Susano didepan Reiga dan yang lainnya.
“Eheemm… sebaiknya kami pergi saja dulu dari sini” kata Reiga yang merasa kalau dia sedang mengganggu kebersamaan mereka berdua.
“Eeeeh… tunggu sebentar, kami tidak melakukan apapun oke, aku hanya sangat senang saja melihat dia berhasil mendapatkan kekuatannya itu saja oke, bukannya apa-apa” kata Aeria yang berusaha menyangkal rasa sukanya pada Susano.
“Hahahhaa… memangnya kenapa aku juga tidak masalah dipeluk sekali lagi kok” kata Susano yang berusaha mengambil kesempatan.
“Buuugghh….” Melihat Susano yang berusaha mengambil kesempatan pada dirinya Aeria langsung mengalirkan sejumlah energy ketangan kanannya dan langsung memukul perut Susano sampai dia berlutut kesakitan karena pukulan Aeria tersebut.
“Uuuggghhkk… kenapa kau memukulku, akukan cuman berkata jujur saja” kata Susano.
“Jujur juga harus baca situasi dan tempat juga” kata Aeria yang menatap Susano dengan tatap pembunuh.
“Ok-ok maafkan aku, aku tidak akan bercanda seperti itu lagi” kata Susano yang merasakan hawa membunuh yang menakutkan dari tatapan Aeria.
“Halo-halo semuanya badut tampan kesayangan kalian semua sudah datang, apa ada yang merindukan aku” kata Zero, namun sama sekali tidak ada yang memberikan dirinya perhatian.
Sementara itu Reiga kembali mengecek mayat Oroci yang telah mengering dan dia menemukan beberapa sisik Oroci yang sama sekali tak tersentuh, sisik miliknya tidak mengering dan tidak hancur terkena air beracun ciptaan Oroci, melihat hal tersebut Reiga langsung memiliki ide gila untuk membuat sebuah artefak pertahanan.
“Kau senyum-senyum kenapa, membuat orang merinding saja” kata Tiana yang melihat senyum Reiga ketika melihat sisik Oroci yang kuat.
“Aaah… tidak ada aku cuman menemukan sesuatu yang bagus saja” kata Reiga.
“Haaah…. Yasudahlah kau bisa mengambil sisik itu, tapi jangan lupa didalam reruntuhan gua tersebut aku yakin banyak harta benda berharga yang tersebar disana” kata Tiana yang menunjukkan gua Oroci yang hancur berantakan karena ledakan boneka mayat milik Reiga.
“Ooooh iya kau benar juga, Zero ayo cepat bantu aku” kata Reiga yang melihat Zero sedang duduk jongkok karena tidak diperhatikan orang-orang.
“Ada apa… aku bukan Zero aku cuman kacang yang tidak diperhatikan orang-orang” kata Zero, yang mana masih sedih karena tidak diperhatikan yang lainnya.
Sementara itu ditempat lain dikastil kegelapan tempat tiga dewa iblis penguasa dosa yang mana masih mengikuti Arogan berada, disana mereka dikejutkan karena ada dua buah titik energy yang mana sangat mengancam mereka semua.
“Heeei…. Kalian merasakannya jugakan…. Energy itu” kata Acedin.
“Iya aku tahu yang satu lagi adalah milik Susano energy luar biasa kuat itu sangat luar biasa, namu bagaimana bisa si jelek Aeria memiliki laki-laki sekuat itu untuknya bikin iri saja” kata Envidia.
“Kalau itu aku tahu… masalahnya yang satunya lagi, energy nya tidak terlalu besar namun aku merasakan kalau kepalaku akan dipotong jika berhadapan melawan pemilik energy itu…., bahkan karena energy itu aku sampai terbangun gara-gara mimpi buruk” kata Acedin.
“Kau ini aku yakin kau sudah tidur 3 harian nonstop tampa diganggu sedikitpun, sesekali keluarlah bisa-bisa nanti kau mati pula sebelum pertarungan dimulai” kata Invidia.
“Hehehehehe…. Bagus juga itu, mati dalam tertidur dengan mimpi indah tampa ada rasa sakit dan ras takut, Hehehhe… bagus juga idemu Invi” kata Acedin.
“Terserah kau sajalah…” kata Invidia yang sudah tidak perduli lagi dengan sikap Acedin.
“Sudah cukup bercandaan kalian ini, sekarang ini kita punya masalah yang penting sekarang” kata Arogan yang mana sedang memikirkan rencana untuk mengalahkan Susano dalam peperangan yang akan terjadi.
“Hmmm… kau sepertinya sedang banyak pikiran, ada apa jangan bilang kalau kau takut dikalahkan oleh Susano” kata Acedin.
“Hmm… takut kau bilang, Hahaha… HAHAHAHAHA…. aku bukannya takut aku sedang senang karena aku sekarang bisa bertarung dengan seluruh kekuata yang aku miliki” kata Arogan, yang lalu mengeluarkan aura luar biasa besarnya aura tersebut membuat istana miliknya bergetar karena aura Arogan yang sangat agung tersebut.
Bersambung.......