
Setelah Reiga berhasil mengendalikan 3 orang terpenting di kota langit hitam dia lalu memerintahkan pengawal penguasa kota untuk memimpin prajurit untuk keluar dari gedung penguasa kota, dan lalu didalam kamar tempat Rou anak dari penguasa kota dirawat, disana terlihat kalau Rou terbaring kaku ditempat tidurnya dan kesakitan karena energy gelap yang dimasukan Reiga kedalam tubuhnya mulai merusak setiap sel-sel didalam tubuhnya.
“Aaggkk… sialan ini sakit sekali, kenapa tabib itu lama sekali membuat obatnya” kata Rou yang mengeliat kesakitan dikasurnya.
Lalu saat Rou sedang menahan rasa sakit ditubuhnya “Trraaakk….” Reiga secara tiba-tiba muncul diruangan Rou, dia dengan santainya membuka pintu dan memasuki ruangan Rou.
“K… kau, kenapa bisa ada disini” kata Rou dengan wajah terkejut dan ketakutan melihat Reiga tiba-tiba bisa ada didalam ruangannya.
“Hmm… kenapa apa kau kangen denganku ??” kata Reiga dengan senyumnya yang menyeramkan.
“P… PENJAGA-PENJAGA CEPAT KESINI, ADA PENYUSUP YANG MASUK KEDALAM RUANGANKU” teriak Rou sambil ketakutan melihat Reiga.
“Tidak perlu membuang-buang suaramu, tidak akan ada yang datang kemari, mereka semua sudah pergi keluar sebentar” kata Reiga yang mulai mendekati Rou.
“Hiii…. K…kau mau apa???” tanya Rou yang sedang ketakutan.
“Tidak ada, aku dengar kau masih sakit karena pukulanku, jadi sebagai permintaan maaf dariku aku akan menghilangkan rasa sakitnya…., begitu juga dengan nyawamu” kata Reiga yang mengeluarkan aura pembunuh yang pekat.
“T..tidak-tidak, TOLONG-TOLONG SIAPAPUN” teriak Rou yang ketakutan “Brrugghht…” Rou yang berusaha berlari dari Reiga terjatuh dari tempat tidurnya, diapun mengeliat dilantai berusaha keluar dari ruangannya namun kakinya tidak bisa dia gerakan.
“Hahaha… jangan seperti itu ingat, pasien itu harus banyak-banyak istirahat ditempat tidur” kata Reiga.
“Pergi kau…. AYAH-AYAH TOLONG AKU” teriak Rou yang berusaha memanggil ayahnya.
“Jangan khawatir sebentar lagi kau juga bisa menemuinya.., dialam kematian, skill Soul Harvest” dengan kejam dan tampa ragu-ragu Reiga menarik jiwa milik Rou dan memakan sebagian energy dari jiwa tersebut.
Didalam energy jiwa itu terlihat beberapa ingatan Rou yang seak dari lahir sudah banyak menindas orang-orang, dan banyak yang kehilangan nyawa karena perbuatannya tersebut.
“Hmm… dasar iblis kecil, seharusnya aku siksa dulu dia…” kata Reiga yang menghancurkan jiwa Rou menggunakan tangannya.
Setelah kematian dari Rou anak satu-satunya penguasa kota, kota lagit hitam kemudian mengadakan pemakanman yang besar di pemakaman tersebut nampak penguasa kota dengan wajah suram, para warga yang melihat penguasa kota merasa aneh melihatnya karena yang mereka tahu penguasa kota adalah seorang penjahat yang tidak memperdulikan rakyat dan hanya memikirkan uang saja. Namun bukan Cuma itu saja beberapa prajurit penguasa kota juga membagikan banyak emas dan perhiasan harta benda kesetiap jalan kota, harta benda tersebut dilemparkan begitu saja dan diperebutkan banyak orang.
Melihat penguasa kota yang membagikan harta benda kesayangannya para warga berpikir kalau penguasa kota sedang berada dalam kesedihan yang berat karena kehilangan putranya, namun mereka semua tidak tahu kalau hal itu adalah perintah dari Reiga. Sebelumnya setelah Reiga membunuh Rou dia mengendalikan tubuh penguasa kota dengan parasit jantung yang diapunya, perintah pertama ialah untuk menyerahkan seluruh GP yang dimiliki penguasa kota pada dirinya dari situ Reiga mendapatkan lebih dari seratus juta GP.
Setelah itu dia memerintahkan penguasa kota untuk membawa dirinya pergi melihat ruang harta miliknya, dan disana Reiga melihat ada banyak artefak tingkat tinggi dan puluhan artefak tingkat ilahi didalam sana. Lalu yang menarik perhatian Reiga adalah sebuah artefak yang melewati tingkat ilahi yaitu artefak tingkat penguasa, setelah naik kealam atas dan memakan jiwa beberapa orang dialam atas Reiga lalu mendapatkan sebuah pengetahuan baru tentang artefak dilam atas, disini diatas tingkat ilahi terdapat artefak tingkat penguasa, artefak tingkat raja, dan terakhir adalah tingkat bencana.
“Diantara tiga tingkatan yang baru ini tingkat bencana yang paling tertinggi, dan dikatan seperti itu karena artefak ini tidak bisa diciptakan namun terlahir sendrinya oleh konsep dunia, dan karena setiap kemunculannya banyak dewa tingkat raja yang berada diseratus terkuat berebut artefak ini sehingga mengakibatkan perang yang bahkan dapat menghancurkan sebuah kota besar” pikir Reiga yang takjub dengan artefka tingkat bencana.
Reiga lalu memegang artefak tingkat penguasa yang ada didalam ruang penyimpanan penguasa kota dan melihat energi didalamnya, dan terlihat ada tiga element didalam artefak berbentuk trisula tersebut didalam ada element air, angin, dan petir. Artefak tersebut dapat mengendalikan cuaca badai dan mampu membuat topan dengan sekali ayunan artefak itu bernama trisula pengendali langit.
“Dari manapun aku melihat artefak ini sangat kuat, tetapi tidak dapat disamakan dengan pedang White Nightmare milikku, apa pedang ini ada ditingkat bencanakah” pikir Reiga yang sedang membandingkan energy kedua artefak tersebut.
Setelah itu Reiga lalu mengambil semua benda yang dianggap berharga baik itu artefak, obat-obatan langkah dan buku-buku formasi, namun beberapa emas dan perhiasan yang tidak menarik perhatian Reiga tidak dia sentuh.
“Kalau dibiarkan disini maka akan sangat disayangkan, lebih baik bagikan saja dari pada dibiarkan mubazir disini” pikir Reiga.
Dia lalu membuat acara kematian Rou sebagai media untuk membagikan perhiasa dan emas yang ada didalam ruang penyimpanan penguasa kota, setelah mayat Rou dimakamkan Reiga memutuskan untuk tinggal sementara waktu dikota langit hitam, dirinya menggunakan kesempatantersebut untuk mengendalikan kota langit hitam dari balik bayangan. Selama dikota itu Reiga mempelajari beberepa keterampilan medis dari sang tabib dan mempelajari tehnik beladiri dari pengawal penguasa kota.
Penguasa kota yang sedang dikendalikan dibuat Reiga melakukan pekerjaannya tampa harus beristirahat, dan hasilnya sangat memuaskan kota langit hitam yang dulunya sangat suram karena para warganya banyak ditindas sekarang jadi sangat maju, dan para preman yang ada sudah ditangkap bahkan diesekusi untuk dijadikan prajurit boneka mayat milik Reiga.
Lalu setelah satu bulan berlalu Reiga sudah mengumpulkan lebih dari lim puluh juta GP dan mempelajari setiap obat-obatan, racun, tehnik medis, dan bahkan menciptakan sebuah tehnik bela diri baru. Setelah mempelajari dan mengambil semua persediannya Reiga lalu pergi dari kota itu dan memberikan perintah pada ketiganya agar untuk menjaga kota langit hitam dan membuatnya semakin makmur.
“Kota ini adalah infestasi jangka panjang yang aku punya, tetapi aku tidak boleh berdiam diri disini untuk jadi lebih kuat aku harus pergi kekota lain yang lebih besar, dan menjadi kuat lagi agar bisa masuk kedalam jajaran 100 dewa raja terkuat” kata Reiga yang sudah termotifasi.
Setelah itu Reiga memanggil boneka mayat mahluk mistik kuda berkaki enam untuk membawanya pergi dari kota langit hitam, dan dengan cepat kuda berkaki enam tersebut melesat dengan cepat memasuki hutan, namun ketika Reiga pergi ada orang yang sangat kuat masuk kedalam kota tersebut. Dirinya memancarkan aura hitam yang aneh, aura miliknya bagaikan danau hitam pekat yang wujudnya selalu berubah-ubah dan mereka yang melihat aura tersebut dibuat merinding olehnya.
“Akhirnya aku sampai juga dirumah, aku harap murid bodohku tidak menghancurkan kota yang aku tinggalkan ini” kata pria tua tersebut yang lalu berjalan santai kearah gerbang kota.
Para penjaga yang melihatnya langsung ketakutan karen tahu indentitasnya.
“Selamat datang kembali tuan dewa air hitam” kata salah satu pengawal yang berlutut didepannya.
Bersambung......
Tolong berikan Komentar, Like, Giff dan Vote kalian agar penulis semakin semangat dan Updatenya jadi semakin rajin, Ok.....