
Serangan api dari skill Unholy flame milik Reiga tepat membakar tubuh Oroci yang membuatnya merasakan rasa sakit yang luar biasa, hal ini disebabkan karena api milik Reiga membakar langsung sampai kesaraf-saraf rasa sakit korbannya. Namun sekarang ini sebelum kita melanjutkan pertarungannya kembali mari kita mundurkan waktu beberapa menit sebelumnya, didalam hutan mahluk mistik sebelum Reiga dan Oroci memulai pertarungan para anak Oroci sedang disibukkan oleh orang-orang yang mana mengikuti Reiga masuk kedalam hutan mahluk mistik.
Didalam hutan muncul ratusan bulu merah terang yang terbakar, ratusan bulu-bulu tersebut langsung dengan cepat menajam seperti pedang dan menyerang Irug yang merupakan anak tertua dari Oroci.
“Skill Armor Es + Prisai Es : Eternal Frozen defense” dengan menggabungkan dua macam skill pertahanan Irug berusaha untuk menahan serangan mematikan dari Riana dan para bawahannya.
“Booossmm… Booossmm… Booossmm… Booossmm…” bulu-bulu api yang terbakar tersebut lalu meledak setelah tertancap akan sesuatu, hal itu membaut Irug kesulitan untuk melawan mereka, karena pada aslinya dia adalah seekor ular yang berelement es dan keberuntungan didapatkan setelah melahap beberapa dewa raja dia mendapatkan hukum petir.
“Kau bisa bertahan lumayan juga” kata Riana yang mana melihat tubuh Irug yang sudah setengah gosong.
“Sialan…. Kau pikir aku akan kalah cuman dengan trik kecil kalian, skill Spear of thunder” dia lalu mengaptifkan kemampuan petir yang dia punya, setelah itu dia membidik Riana dan para bawahannya “Fuuussshh….” Dengan seluruh kekuatan otot ditangannya Irug melemparkan tombak guntur tersebut.
“Semuanya berpencar dan hindari serangannya, skill Fire Accel” dengan skill mereka Riana dan para bawahannya dengan cepat menghindari serangan tombak Irug, mereka mempercepat gerakan kaki mereka menggunakan daya ledakan api kecil yang diletakkan ditelapak kakinya.
“Cih kalau tidak bisa satu kali bagaimana jika puluhan” kata Irug yang mana sekarang mengeluarkan puluhan tombak guntur.
Melihat banyaknya tombak guntur membuat Riana langsung mendekati Irug, dia ingin menyerang Irug dan menghabisi dirinya dengan cepat sehingga tidak dapat melancarkan serangannya. Riana menggunakan skill dengan cepat langsung mendekati Irug.
“Skill Burning Sword, Sword of Judgment day” dengan cepat “Srrraaasskkk… Crrraaassstt… Trrrraaasskk….” Riana memberikan tiga buah tebasan langsung ketubuh Irug yang mana memberikan luka fatal pada tubuh Irug.
“Sialan… aku tidak akan mati sendirian, akan kugunakan seluruh kekuatan skill dan hukum milikku Skill Land of disaster” Irug yang mana sudah mendekati ajalnya tiba-tiba saja mengumpulkan seluruh energy didalam jantungnya yang mana energy tersebut mengandung kekuatan hukum yang sangat kuat, kekuatan tersebut lalu diledakannya dengan bayaran jantung dan tubuh miliknya juga ikut hancur oleh skillnya tersebut.
“Sial dia melancarkan serangan bunuh diri, SEMUANYA MENGHINDAR JANGAN SAMPAI KALIAN KENA SERANGANNYA” teriak Riana yang mengetahui betapa berbahayanya serangan bunuh diri milik Irug.
Mahluk mistik tingkat saint adalah mahluk mistik yang mana sudah dapat berubah bentuk kewujud manusia dan dapat mempelajari kekuatan hukum, namun kekuatan hukum yang mereka punya tidak lebih dari peningkatan sebuah skill dan mantra sihir mereka. Berbeda dengan para dewa raja terkuat yang mana dapat membentuk kekuatan hukum mereka menjadi sebuah area dan kemampuan khusus mereka, para mahluk mistik sama sekali tidak memiliki kekuatan seperti itu karena kekuatan tersebut hanya diberikan langsung atas otoritas sistem.
Dan kalau misalnya mahluk mistik yang mempelajari kekuatan hukum tidak bisa mengendalikan kekuatan hukum miliknya, maka dirinya akan langsung tewas dan bahkan seluruh kekuatan didalam tubuhnya akan meledak mengeluarkan ledakan element dari kekuatan hukum yang dia pelajari. Hal ini juga akan berdampak serius jika misalnya mahluk mistik tersebut adalah sebuah indifidu kuat, namun jika misalnya ada sebuah ledakan karena kekuatan hukum tersebut maka tidak akan ada yang bisa menghentikannya dan satu-satunya pilihan adalah lari menghindari ledakan tersebut.
“Transformasi” Riana lalu berubah menjadi phoenix dan terbang dengan sangat cepat.
“Aaaakkhh….” Dan ketika dia melihat seorang bawahannya tertinggal Riana langsung dengan
berani kembali dan menghadapi ledakan tersebut, dia menggunakan seluruh energynya untuk melapisi seluruh tubuhnya dengan api phoenix miliknya.
Namun disaat dia terkena jangkauan ledakan tersebut seluruh tubuhnya langsung membeku dan tidak bisa bergerak, petir-petir liar lalu menyambar tubuhnya membuat beberapa saraf tubuhnya putus bahkan kecepatan regenerasi yang diapunya tidak bisa mengimbangi cepatnya dia terluka karena ledakan tersebut.
Kekuatan hukum kehidupan juga membuat sebuah perisai yang mana menyerap sebagian besar energy ledakan milik Irug dan seluruh energy tersebut diubah menjadi sumber energy kehidupan yang sangat murni, energy kehidupan tersebut lepas dan menyebar kesekitaran Riana mencitakan sebuah fenomena yang mana membuat seluruh hutan yang rusak dan hancur kembali seperti semulah. Kekuatan kehidupan itu juga ikut menyembuhkan lima phoenix pengikut Riana, luka-luka mereka sembuh bahkan kecepatan sembuhnya lebih cepat dari kemampuan regenerasi milik mereka.
“Hahahahaha….. aku tahu dia itu benar-benar pria yang sangat tidak bisa terduga” kata Riana yang mana tersenyum dengan lembut untu Reiga.
Disaat yang sama sebelum Irug meledakan dirinya sendiri Zero sedang bermain-maing dengan ular hijau saudara Irug yaitu Ijaut, serangan cepat dilancarkan oleh Iajut kearah Zero yang mana serangan tersebut sangat terduga karena sangat tersembunyi bagaikan pisau angin tak terlihat dan bergerak secara cepat menyerang Zero. Namun Zero dengan gerakan aneh yang seperti mengejek Ijaut dapat menghindari setiap serangannya dengan
mudahnya, gerakannya seperti seseorang yang memiliki tubuh karet dia menghidarinya dengan hanya menggoyangkan pinggulnya sedikit dan juga mengelak dengan hanya melompat dan tergeletak ditanah sebentar.
“Hahahahha… seru sekali, kau rupanya sangat pandai bermain yah” kata Zero yang mana ingin membuat Ijaut kesal.
“Sialan-sialan-sialan… kenapa kau tidak mati saja, dasar badut busuk jangan cuman menghindari cepat kesini dan lawan aku” kata Ijaut.
“Bluuueeegg gak mau, kau terlalu lemah nantik kalau aku melwanmu dengan serius maka bisa-bisa kau mati dalam satu kali serangan” kata Zero yang menghina Ijaut.
“Sialan kau ini benar-benar membuatku marah skill Chaous wind spirit” dan ditengah kemarahannya Ijaut mengaptifkan skillnya, dengan skillnya tersebut sebuah angin hitam yang mana terdapat energy kekacauan muncul disekitar tubuh Ijaut.
“Ooooh… menarik kau menguasai hukum angin dan juga huku kekacauan kah, Hehehehe…. sudah kuduga pasti akan sangat menyenangkan bermain denganmu” kata Zero.
“Benar mari kita bermain, mari kita bermain siapa yang akan membunuh siapa” kata Ijaut, dengan satu gerakan kecil dari tangannya dia membuat sebuah pedang angin yang sangat tipis setipis rambut.
“Srrrrrraaassst…..” dan dengan satu ayunan cepat dan kuat tangan kanan Zero langsung terpotong.
“Aaaaaaaakkkkhhhh…….” Teriak Zero yang mana kehilangan salah satu lengan miliknya.
"Satu lengan saja tidak cukup, akan kupotong-potong kau dan akan kuberikan sebagai makanan peliharaanku” kata Ijaut yang mana sudah kesal dengan kelakuan Zero tadi.
"Kekkekekeke....." namun tiba-tiba saja Zero mulai tersenyum dan tertawa melihat Ijaut yang mana bilang kalau dia akan memutilasi Zero.
Bersambung......
Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote yah, agar novelnya tetap lanjut dan ceritanya semakin bagus lagi, OK....