I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 152 Mendaki dari bawah



Acolus adalah dewa tingkat raja yang berasal dari ras demon, dirinya mendapatkan sebuah keberuntungan dimana dia menemukan harta peninggalan raksasa kuno yang mana saat dia sedang menjelajah dia menemukan mayat raksasa kuon yan berukuran 55 meter, dengan mayat nya yang sudah membusuk mayat raksasa tersebut diperkirakan sudah mati lebih dari puluhan ribu tahun. Namun saat Acolus mendekati mayat raksasa tersebut dia merasakan suatu energy yang sangat luar biasa kuatnya, dan ternyata itu adalah jantung dari raksasa tersebut, dari energy yang dirasakan Acolus jantung dari raksasa tersebut menyimpan energy kehidupan yang sangat kuat dan diyakini jika orang biasa yang memakannya maka dia dapat menjadi seorang petarung tingkat dewa kelas atas.


 Tampa berlama-lama Acolus lalu mengambil pedangnnya dan merobek dada dari mayat raksasa tersebut, dia lalu mengeluarkan jantungnya dan dengan lahap melahapnya energy raksasa yang luar biasa kuat mulai menyatu dalam tubuhnya hal tersebut juga yang membuat karakteristik demon yang dia punya menghilang, ekor dan tanduk yang dia punya menghilang dan itu semua digantinkan oleh karekteristik dari klan raksasa yang memiliki tinggi normal lebih dari 2 meter dan memiliki kulit keras seperti batu.


 Ketika dia kembali ke klannya dia diperintahkan untuk melapor pada sang penguasa klan miliknya, dan benar saja mengetahui kalau salah satu klannya mempunyai kekuatan dari raksasa kuno membuat penguasa klannya merasa sangat senang. Dan sangat kebetulan sekali penguasa yang dia layani adalah Codicia salah satu dari tujuh dewa iblis yang mana menempati peringkat 30 dari 100 dewa raja terkuat, Codicia yang sangat serakah langsung memberikan kontrak sihir pada Acolus yang didalamnya adalah kalau Acolus sekarang ini akan menjadi properti resmi miliknya dan akan mengikuti apapun permintaannya ( kontrak budak ini mah ).


 Namun karena desakan dari rasa takut yang diberikan Codicia membuat Acolus menyutujui persyaratan yang ada dikontrak tersebut, dan disanalah Codicia memberikan darahnya pada Acolus dan setelah meminum darahnya Acolus berubah dari demon menjadi iblis agung. Namun sekarang ini Acolus tengah berada dalam kondisi hidup dan mati karena dirinya mengecewakan Codicia dan tidak bisa lulus ujian untuk menjadi salah satu dari 100 dewa raja terkuat.


 “Kau masih berani juga menampakan wajahmu yah” kata Codicia ( dia duduk disinggah sananya dengan wajah pria tampan dengan kulit yang sedikit kemerahan, rambut pirang terang dengan segala macam perhiasan emas melengkapi tubuhnya ).


“Mohon maafkan hamba tuan, hamba tidak mengetahui kalau ujiannya akan menyangkut ilusi dan itu adalah salah satu kelemahan hamba (Note : alasan)” kata Acolus yang berlutut sampai menghancurkan lantai dengan kepalanya.


 “Yah sudahlah lupakan saja itu, sekarang ini kita harus memikirkan masalah yang lainnya dulu” kata Codicia.


 “Masalah yang lain, masalah apa??” tanya Acolus dengan wajah bodohnya.


 “Haaah…. Maksudnya si Reiga ini dia telah menerima nama panggilan sebagai dewa kematian, dan aku yakin dia juga sudah mendapatkan kekuatan hukum yang membuatku risau adalah dia memiliki dendam dengan kedua abangku yang bodoh itu ( Ira dan Arogan ) aku tahu sifat mereka berdua, jika terus seperti ini maka bisa-bisa akan ada perang besar kalau perangnya sampai ketanahku maka bisa-bisa aku rugi nantinya” kata Codicia yang memikirkan masa depan.


 “Haah… sendirinya bilangin orang nyatanya sifatnya sama saja, aku yakin kalau disana ada sebuah keuntungan dia pasti melakukan apapun” pikir Acolus yang melihat tuannya bersikap sok bijak.


 Sementara itu Reiga yang telah kembali ke kota Aurora mulai dipenuhi kekuatan aura yang berada didalam tubuhnya tidak seperti dulu, auranya sekarang lebih tenang dan tidak bisa dilihat dan jika ada seseorang yang berusaha untuk melihat kekuatannya maka mereka akan melihat sebuah lubang gelap yang mana tidak ada dasarnya.


 “Guru, selamat karena anda sudah berhasil menempati posisi keseratus dari seratus dewa raja terkuat”


kata Diana yang mana terlihat sangat senang.


 “Tidak perlu bersikap seperti itu, aku cuman menjadi peringkat terbawah namun aku rasa peringkatku ini akan naik dalam waktu dekat” kata Reiga yang sudah bisa menebak kalau akan ada dewa-dewi raja yang didalam peringkat seratus terkuat yang ingin membunuhnya.


 “Aku paham maksud guru adalah anda ingin menempati posisi puncaknya dan menjadi penguasa dari segalanya bukan” kata Diana dengan wajah penuh antusias.


 “Hahahaha…. jangan bahas itu disini, sekarang ayo kita pergi kewilayahku yang baru, tapi perkataanmu barusan tadi mungkin bisa kujadikan tujuan untuk sekarang” kata Reiga yang mana berjalan keluar kota bersama dengan Diana.


 Diana dan Reiga lalu berjalan menuju gerbang kota dan disaat mereka akan keluar sudah ada banyak orang yang mengincar mereka, namun niat membunuh dari orang-orang tersebut sangat terasa dan mudah sekali dibaca oleh Reiga dan Diana, namun mereka berudua tetap berjalan dengan santai dan menunggu apa yang ingin dilakukan orang-orang tersebut.


 “Guru kelihatannya ada beberapa serangga yang tidak tahu diri disini” kata Diana.


 Mereka berjalan dengan biasa saja namun dari setiap langkah mereka semakin banyak pula orang-orang yang mengincar mereka bertambah, dan disaat Reiga dan Diana sudah keluar dari gerbang kota Aurora munculah ratusan petarung dari dewa tingkat mencegat mereka dan menodongkan senjata mereka.


 “Kau pasti Reiga salah satu dewa raja terkuat peringkat ke 100 yang baru kan??” kata salah satu orang tersebut yang mana bersikap seperti pimpinan, mereka semua terdiri dari berbagai macam ras ( manusia, elf, demon, beast, dan raksasa ) mereka semua memiliki tujuan yang sama yaitu membunuh Reiga dan membuat ujian ulang untuk mendapatkan posisi seratus dewa raja terkuat.


 "Kalau iya kenapa..?” kata Reiga yang meremehkan rombongan orang-orang tersebut.


 “Hahahaha… naas bagimu karena tidak memiliki dukungan dari siapapun, sekarang kau akan mati disini sekarang


juga” kata seseorang dewa tingkat raja yang berasal dari ras demon.


 “Haaaah… sepertinya aku dirimehkan, tapi kalau kalian memang ingin membunuhku maka jangan hanya bicara saja, ayo maju sini” kata Reiga yang mana tetap meremehkan para dewa tingkat raja didepannya.


 “Dasar sialan dia meremehkan kita, semuanya ayo maju kita habisi dia sekarang juga” kata dewa tingkat raja dari ras demon tersebut.


 “Krrinngss…” suara nyaring mulai terdengat saat Diana mengeluarkan sedikit pedangnya dari sarungnya, dengan instingnya Diana bergerak dan ingin maju menghadapi mereka semua, tetapi Reiga dengan cepat menghentikan Diana dan berjalan didepannya, dan disaat seluruh dewa raja tersebut sudah berada cukup dekat dengannya.


 “Hukum diaktifkan, aturan kematian : wilayah tampa kehidupan” sebuah kekuatan unik mulai keluar,


huruf-huruf yang berupa mantra sihir mulai muncul dan berterbangan kesana kemari.


 Huruf-huruf tersebut bewarna hitam pekat dan membentuk sebuah area kecil yang hampir mirip dengan energy pedang tingkat kelima, namun berbeda dengan energy pedang pada saat para dewa tingkat raja tersebut memasuki jangkauan wilayah area tampa kehidupan milik Reiga mereka semua mulai berjatuhan satu demi satu seakan kekuatan diseluruh tubuh mereka menghilang, tubuh mereka mulai kaku dan kebas satu demi satu sampai pada akhirnya mereka sama sekali tidak bisa merasakan tubuh mereka sendiri.


 “Apa-apa yang terjadi, aku sama sekali tidak bisa merasakan tubuhku, kenapa-kenapa aku mulai mengantuk” kata salah seorang dewa tingkat raja tersebut, yang kemudian menutup matanya dan tidur untuk selamanya.


 “Benar-benar sangat menakutkan, aku sangat terkejut kalau kekuatannya akan sekuat ini” pikir Reiga yang mana juga terkejut melihat efek kekuatan hukum yang diapunya, dari sepengetahuan Reiga kekuatan hukum terdapat dua macam kekuatan yang pertama adalah area yang memancarkan efek dari element milik dewa tersebut, dan yang kedua adalah serangan hukum sebuah kekuatan yang mana akan terbentuk menjadi bentuk ideal milik mereka.


 “Gu… guru… tadi itu keren sekali, bagaimana kau melakukannya apa itu kekuatan dari dewa raja terkuat” tanya Diana yang kagum dengan kekuatan milik Reiga.


 “Hahahahaha…. bagus dengan kekuatanku sekarang ini aku bisa memulai rencanaku, dan target pertamaku adalah dia yang akan mengantakan nyawanya sebentar lagi” kata Reiga yang mana sudah tahu kalau dirinya sudah mulai diincar oleh seseorang dari salah satu dewa raja terkuat.


Bersambung......


Ayo semua berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote yah semuanya, agar novel ini tetap lanjut dan semakin sering updatenya, Ok