
Negara Terian adalah negara yang terdiri dari 3 buah kota yang mana terdiri dari kota pesisir laut, kota perbatasan dan ibu kota mereka .Dari ketiga kota tersebut kebanyakan para warga mereka bekerja sebagai pengrajin dan tidak banyak petani disana karena kota perbatasan sering sekali diserang oleh para bandit sementara untuk para nelayan di kota pesisir laut tidak bisa melaut hal ini disebabkan oleh adanya sarang monster laut yang ada di dekat pesisir pantai sehingga membuat negara Terian hanya bisa berharap pangan dari para pedagang yang akan datang mengunjungi mereka. Kelemahan fatal ini telah dilihat oleh Reiga dan karena itulah dia menyuruh para pengikutnya untuk mengambil alih pasar dinegera Terian tetapi untuk mengambil pasar itu dibutuhkan uang yang sangat banyak dan juga koneksi dari orang atasan dari negara itu. Sementara itu sekarang ini salah satu dari 12 jendral negara itu dan juga anak dari penguasa kota yang sekarang sedang berbicara empat mata dengan Lucy di toko miliknya.
“Nona Lucy mohon maaf atas kedatanganku yang tiba-tiba ini” kata Leon.
“Tidak apa-apa anda adalah salah satu pelanggan terbaikkami jadi hal ini bisa dimaklumi, jadi ada apa tuan Leon datang kemari” kata Lucy.
“Kedatanganku kemari adalah untuk kembali membeli obat darah dewa itu lagi, kalau bisa aku akan beli semua stok yang dimiliki toko ini” kata Leon dengan wajah serius.
“Oooh itu adalah sebuah tawaran bisnis yang sangat menguntungkan, tetapi tuan Leon mau sebanyak apapun kau membuat ibumu meminum obat darah dewa itu tidak akan mengubah apapun” kata Lucy.
“!!!...Kau bagaimana kau bisa tau….!!” kata Leon yang terkejut “Sringggg..” dia kemudian menarik pedangnya.
“Kalian semua tenanglah dia pelanggan kita” kata Lucy dengan tenang.
Mendengar kata-kata Lucy tadi membuat Leon menyadari kalau dia sudah dikepung oleh 10 orang yang bersembunyi diruangan itu melindungi Lucy dari bayang-bayang. Mengatahui kehadiran orang-orang itu membuat Leon merasakan dia tidak akan mungkin bisa menang menghadapi mereka semua.
“Aku minta maaf atas ketidak sopananku tadi” kata Leon sambil menyarungkan kembali pedangnya.
“Tidak apa-apa itu adalah sikap yang wajar menurutku” kata Lucy dengan wajah tenang.
“Kalau begitu boleh aku tanya bagaimana kau bisa mengetahui kondisi dari ibuku” kata Leon yang sedikit penasaran.
“Hahaha.., tuan Leon aku ini seorang pembisnis mengumpulkan infosmasi adalah salah satu skill wajib bagi seorang pembisnis handal” kata Lucy.
“Haaah begituya kalau begitu aku ganti pertanyaan ku, apa maksudmu kalau semua obat yang kuberikan pada ibuku itu percuma” kata Leon.
“Itu karena obat kami hanya bisa menyembuhkan luka luar dan dalam tetapi kalau kutukan itu lain ceritanya lagi” kata Lucy.
Ibu dari Leon adalah seorang wanita yang cantik dan juga pintar karena itulah banyak orang yang ingin mendapatkannya untuk menjadi istrinya. Lalu pada akhirnya penguasa kota yang sekarang berhasil mendapatkan hati dari ibu Leon dan menjadikannya istri keduanya mereka berdua saling mencintai dan juga penguasa kota sangat adil sehingga antara istri pertama dan kedua tidak terjadi dendam apapun merekapun bisa dibilang cukup dekat sehingga bisa dibilang seperti sahabat jika dilihat oleh orang-orang. Kehidupan keluarga Leon sangat indah dan harmonis tetapi itu semua berakhir semenjak penguasan kota tergoda oleh seorang gadis dari ras best kucing yang membuat keluarga mereka jadi kacau. Mulai dari penguasa kota mulai sering marah-marah sehingga membuat dia sering main tangan terhadap kedua istrinya dan juga dia juga mulai tidak peduli lagi dengan anak-anaknya. Hal yang terjadi semakin memburuk sampai ketika istri pertama ditemukan mati bunuh diri karena tidak tahan akan kelakuan suaminya tetapi banyak kejanggalan dalam kematian itu dan yang anehnya lagi penguasa kota melarang orang-orang agar tidak menyelidiki apa yang terjadi dia juga berani meyakinkan ketiga dewa agar tidak meneruskan masalah ini. Sementara itu anak dari istri pertamanya setelah kematian dari ibunya dia memutuskan untuk kabur dari rumah dan tidak kelihatan lagi. Lalu ibu dari Leon semakin stress akibat situasinya lalu datanglah seorang pria tampan entah dari mana yang menggoda ibu Leon sehingga membuatnya berani berselingkuh dari penguasa kota. Perselingkuhan itu kemudian diketahui oleh penguasa kota yang membuat dia marah sehingga menjatuhkan kutukan menggunakan kekuatan dari dewa hukuman Guila yang membuatnya jatuh koma selama 5 tahun. Sementara itu pria yang berselingkuh dengan ibu Leon menghilang entah kemana dan Leon berusaha mencoba meyakinkan ayahnya kalau dia harus mencari pria itu agar bisa menemukan bukti kalau ibunya tidak bersalah namun penguasa kota tidak peduli terhadap semua perkataan Leon yang menjadi amarah dan benci didalam hati Leon.
“Jadi maksudmu kutukan itu tidak bisa dibatalkan ya..” kata Leon.
“Hahahaha maaf, tapi aku tidak pernah bilang kalau tidak ada cara untuk mengangkat kutukan itu” kata Lucy.
“Jadi kau bilang ada caranya, katakan padaku akan kubayar berapun harganya” kata Leon.
“Tentu saja bisa tetapi harganya adalah sesuatu yang lebih berharga dari uang kau” kata Lucy.
“Baiklah karena kau sudah berbicara seperti itu akan kuberitahu, apa kau tau kalau kutukan dari seorang dewa hanya bisa diangkat oleh dewa yang setara atau lebih kuat darinya” kata Lucy.
“Maksudmu aku harus meminta bantuan dari dewa lain selain ketiga dewa disini, dengan kata lain kau ingin agar aku menyembah dewa yang kau pilih ya??” kata Leon.
“Hmm aku suka cara pikirmu yang cepat menangkap maksudku benar aku adalah pengikut dari dewa tanah hitam Reiga dan aku menawarkan padamu untuk menjadi pengikutnya dengan imbalan aku berjanji akan memohon pada dewa Reiga akan menyembuhkannya” kata Lucy.
“Kau menyuruhku untuk menyembah dewa lain itu sama saja kau menyuruhku untuk berhianat kepada negaraku sendiri” kata Leon.
“Eeeh aku cuman memberikan pilihan ajaloh lagi pula apa yang ketiga dewa itu bisa lakukan pada saat ibumu sudah seperti ini, apa mereka menolongmu saat kau memintanya??” kata Lucy.
“Aku minta maaf tapi ijinkan aku berpikir untuk sebentar dulu” kata Leon yang mulai memikirkan kata-kata Lucy.
“Ok silahkan..” kata Lucy sambil mengantarkan Leon pergi.
Leon kemudian keluar dari ruangan itu dengan pikiran penuh dan bimbang terhadap apa yang diaharus lakukan.
“Hanya menunggu waktu saja sampai sebelum dia jatuh kedalam pelukan dewa Reiga dan disaat itu tiba dia akan jadi kunci untuk penaklukan negara ini” pikir Lucy.
Pada malam itu setelah Leon meninggalkan tempat Lucy dia berpikir beberapa kali memikirkan kembali penawaran yang di berikan. Dia berpikir cuman itu satu-satunya cara agar ibunya kembali bangun dari tidur panjang tetapi yang harus dia bayar sangatlah besar karena dia bisa dicap sebagai penghianat dinegeranya. Dan setelah berpikir cukup lama ditengah malam itu akhirnya dia membuat keputusan.
“Tidak ada waktu untuk berpikir lagi cuman ibu satu-satunya keluarga yang kupunya dan tiga dewa sama sekali tidak menjawab doaku, jika ini satu-satunya jalan maka aku siap menjual jiwaku sendiri demi ibuku” kata Leon yang telah membulatkan tekatnya.
Setelah itu paginya Leon langsung tiba didepan toko kreasi dewa disitu para pegawai baru saja membuka tokonya dan Leon tampa ragu langsung masuk dan didalam sana Lucy sudah duduk dengan santai seakan dia tau kalau Leon akan datang.
“Selamat datang tuan Leon, jadi bagaimana keputusanmu??” kata Lucy.
“Haah tidak perlu ditanyakan lagi, aku Leon dengan ini bersumpah akan melayani dewa Reiga jika dia dapat mengangkat kutukan ibuku” kata Leon yang mengucap sumpahnya.
“Bagus kalau begitu sekarang persiapkan dirimu dan bawa ibumu itu kita akan keluar kota sebentar” kata Lucy yang tiba-tiba mengeluarkan tas besar penuh barang bawaan.
Bersambung............
tolong berikan like dan komentar anda agar penulis semakin semangat dan ceritanya jadi lebih menarik lagi
dan juga berikan vote kalian jika menyukai cerita di novel ini Ok.....