
Kerajaan Emas agung sesuai dengan namanya kerajaan ini dipenuhi dengan sebuah tambang emas yang sangat besar yang dapat membuat seluruh kerajaan makmur dan hidup penghuni kerajaan berkecukupan. Namun dahulu kala ratusan tahun yang lalu negara ini dipimpin oleh seorang yang sangat tiran dan juga kejam saking kejamnya dia bahkan bisa menumbalkan anak dan istrinya sendiri pada dewa yang dia sembah.
Kerajaan itu memiliki suatu tambang emas namun penghasilan dari tambang tersebut semuanya masuk kedalam
kantong raja dan para pejabat sedangkan para pengikut dewa hitam yang sadis itu semuanya dengan bebas membunuh siapapun yang ada dikota itu dan menjadikannya tumbal. Banyak orang dan dewa yang berusah melawan tetapi kekuatan dari dewa fraksi hitam dewa kekejaman Crull sangat kuat dengan mengorbankan ratusana
orang dia bisa melawan beberapa dewa kelas atas dengan mudahnya.
Seluruh penduduk disana yang tidak mampu hidup dibawah penderitaan hingga pada suatu waktu keajaiban datang suatu meteor bewarna keamasan jatuh tepat didalam istana dan membunuh raja serta para bawahannya yang setia dan suatu kebetulan terjadi dua kuil milik dewa Crull juga ikut hancur ketika meteor itu menghantamnya yang membuat dia harus dihukum tidur selama beberapa bulan. Melihat sebuah kesempatan salah satu anak raja memimpin sebuah kudeta dan membunuh semua pengikut Crull dan menghancurkan semua kuilnya lalu dengan ijin dari semua rakyat yang ada dia mengangkat dirinya sebagai raja kerajaan emas yang baru dan meteor yang menghantam raja dan dewa Crull disimpan dan dijadikan harka kerajaan.
Dan sekarang harta kerajaan itu sedang dibawa oleh sang pangeran yang sekarang Agnus dia percaya dengan harta tersebut akan bisa membuat dewa Reiga tertarik mendengar tawarannya. Dan ternyata tebakannya sangat benar Reiga dengan cepat mengambil kotak harta yang berada ditangan Agnus dia dengan seksama melihat artefak tersebut.
“Luar biasa ini benar-benar artefak kelas ilahi…, tapi ini cuman patahan ujung sebuah pedang atau pisau” kata Reiga yang mengeluarkan patahan tersebut.
Agnus yang masih kaget langsung kembali sadar diapun langsung menyapa Reiga dengan sopannya.
“Aheem salam dewa Reiga aku Agnus datang kemari untuk menawarkan suatu perjanjian” kata Agnus.
Namun Reiga lebih tertarik terhadap pecahan pedang tersebut dan mengacuhkan Agnus yang sedang berbicara.
“Baru kali ini aku dikacangin sama seseorang, rasanya sakit tapi gak berdarah” pikir Agnus.
“Jika pecahannya saja sudah sampai ditahap ilahi maka kalau artefak ini utuh akan jadi sekuat apa artefak itu” pikir Reiga yang penasaran.
“Eeeehhmm.. tuan Reiga ini dia ingin berbicara tentang sesuatu” kata Rial yang mulai merasa kasihan melihat Agnus yang dikacangin oleh Reiga.
“Oooh maafkan aku, kau bilang ingin menawarkan sesuatukan kalau begitu mari kita bicara ditempat lain” kata Reiga yang membawa mereka masuk kedalam kuilnya.
Ditempat itu Agnus dan para pengikutnya terkejut dengan tempat tersebut yang memiliki interior indah namun tetap sederhana bagi mereka yang telah hidup mewah itu adalah sesuatu yang baru. Terutama Agnus dia terlihat seperti anak kecil yang baru pertama kali melihat dunia.
“Anak ini kelihatannya ini pertama kalinya dia pergi keluar dari kerajaannya” pikir Reiga yang melihat reaksi dari Agnus.
“Eheem mohon maafkan ketidak sopanan saya karena sudah melamun barusan” kata Agnus yang merasa malu terlihat oleh Reiga dan bawahannya.
“Tidak apa-apa, Taak….., silahkan duduk dulu” kata Reiga yang memunculkan kursi entah dari mana hanya dengan menggunakan jentikkan jari.
“Jadi ini kekuatan dari seorang dewa bahkan bisa memunculkan benda entah dari mana” pikir Agnus.
“Oooh ini konsep aturan ruang yang dapat menyimpan dan memanggil benda dari penyimpanan ruang mereka sendiri, luar biasa aku merasa senang bisa datang kesini bersama pangeran” kata seorang kakek tua yang datang bersama dengan Agnus, kakek tersebut terlihat seperti seorang ahli sihir yang sangat handal bahkan dalam sekali lihat dia dapat mengetahui trik kekuatan yang dipakai Reiga.
“Tenanglah kakek kau sedang berada didepan seorang dewa, jaga sedikit sikapmu” kata Agnus.
“Tidak apa-apa yang tadi juga merupakan suatu kejutan bagiku karena ada seorang yang dapat membaca aturan ruang yang hanya bisa digunakan oleh sebagian dewa” kata Reiga yang melihat Merlin seperti sebuah mainan yang sangat menarik.
“Terimakasih banyak atas pujian anda” kata Merlin.
“Baiklah mari sekarang kita dengarkan apa tawaran yang sampai harus memberikan artefak kelas ilahi padaku” kata Reiga.
“Aku akan jujur saja secara langsung aku ingin anda dan para pengikut anda menjadi bantuanku agar aku bisa mendapatkan tahta kerajaan” kata Agnus yang langsung berbicara keintinya.
Tujuh benua tidak saling berhubungan namun bisa dibilang cukup dekat satu sama lain sehingga untuk bisa berpergian kebenua lain hanya btuh berlayar selama beberapa hari. Tiga benua dikuasai oleh fraksi putih sedangkan dua benua dikuasai oleh fraksi hitam lalu tiga yang lainnya berada dalam posisi netral sampai salah satu dari benua netral tersebut dikuasai oleh Reiga. Dan benua yang ditempati oleh klan naga ada disebelah benua yang dikuasai oleh Reiga sedangkan benua tempat kerajaan Emas agung bertepat di benua yang dikuasai oleh fraksi putih jadi meminta bantuan seorang dewa fraksi hitam akan membuat dirinya diincar oleh seluruh dewa fraksi putih yang ada disana.
“Kau cukup berani juga ya memintaku yang merupakan dewa fraksi hitam untuk mendukungmu” kata Reiga.
“Aku tidak terlalu peduli dengan yang namanya perbedaan fraksi tersebut, yang aku pedulikan adalah hasil yang akan kudapatkan nanti” kata Agnus.
“Begitu jadi kau sudah bersiap untuk kehilangan kepalamu ya” kata Reiga.
“Dewa Reiga akan kukatakan padamu disaat kau terlahir didalam keluarga kerajaan maka disaat itulah kau harus bersip untuk kehilangan nyawa kapanpun itu” kata Agnus.
“Bagus sekali aku suka dengan sikapmu, aku dewa Reiga dengan ini menyatakan bahwa aku akan mendukung Agnus sebagai calon raja baru kerajaan Emas agung” kata Reiga.
“Aku ucapkan terimakasih pada anda dewa Reiga karena telah menerima tawaranku” kata Agnus.
“Rael beritahu pada ketua difisi lain kalau kita harus menyiapkan beberapa pasukan, makanan, dan juga senjata untuk perang” kata Reiga.
“Siap tuan” kata Rael yang langsung berlari pergi.
“Rial beritahukan pada Raiya untuk menyiapkan para pengintai untuk masuk dan mengumpulkan berbagai informasi di kerajaan itu” kata Reiga.
“Hamba mengerti” kata Rial yang langsung pergi menghilang.
“Sekarang pangeran Agnus bisa kau ceritakan sedikit tentang situasi dikerajaanmu itu, aku harus menyiapkan beberapa rencana jika ingin menaklukan kerajaan besar itu” kata Reiga.
“Baik tuan Reiga kalau begitu bisa saya mulai dengan kedua saudara saya yang akan menjadi lawan kita untuk memperebutkan tahta” kata Agnus dengan mata amarah ketika mau menceritakan tentang saudaranya.
Bersambung......
Berikan dukungan kalian semua dengan cara like, komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, OK......