
Setelah seminggu lebih poster pencarian Reiga dikeluarkan kota langit hitam telah di penuhi oleh keributan karena banyak petarung yang mencari Reiga untuk mendapat hadiah, namun mereka semua sama sekali tidak bisa menemukan dirinya sementara itu penguasa kota yang risau mencari Reiga kemana-mana sedang pening diruangannya.
“Sialan-sialan…, sudah lebih dari satu minggu tetapi tidak ada hasilnya juga” kata penguasa kota yang sedang mundar mandir didalam ruangannya.
Beberapa hari yang lalu saat penguasa kota datang keruangan anaknya untuk menjenguk Rou anaknya.
“Anakku… bagiamana keadaanmu sayang, apa kau baik-baik saja” kata penguasa kota dengan nada yang lembut.
“Aagghhkk… ayah tubuhku masih sakit dan juga aku tidak bisa bangun dari tempat tidurku” kata Rou yang sedang menahan kesakitan ditubuhnya.
“Apa !! bagaimana mungkin aku yakin telah memberikanmu berbagaimacam obat-obat berharga, TABIB BAGAIMANA INI KENAPA ANAKKU BELUM SEMBUH JUGA??” kata penguasa kota yang marah pada tabib yang ada didalam ruangan Rou.
“Tuanku untuk masalah ini hamba sulit mengatakannya, tetapi sepertinya orang yang menyerang tuan muda Rou meninggalkan energy miliknya dan energy itu seperti racun yang menghancurkan tubuh tuan muda Rou secara perlahan-lahan” kata tabib.
“Apa tidak ada cara untuk menyembuhkannya ??” tanya penguasa kota yang khawatir pada anaknya.
“Ini sulit jika kita sembarangan mengobatinya maka akan bisa berakibat fatal bagi tuan muda, jadi satu-satunya cara ialah menangkap penyerang tuan muda Rou dan membuat dia mengeluarkan energynya dari dalam tubuh tuan muda” kata tabib tersebut.
“Begituya… bagus kalau begitu, akan kutambah hadiahnya dengan artefak tingkat legendaris agar banyak orang yang bisa menangkapnya” kata penguasa kota.
Dan sudah satu minggu sejak saat itu tetapi masi tidak ada tanda-tanda dari Reiga didalam kota langit hitam.
“Sialan kemana perginya mahluk bar-bar itu, kalau aku menangkapnya akan kusiksa dia sampai dia mati, dan akan kujadikan mayatnya makanan peliharaanku” kata penguasa kota yang kesabarannya mulai habis.
Namun tiba-tiba “Drraaaakkhh…” seorang perajurit yang tergesa-gesa mendatangi penguasa kota.
“Penguasa kota lapor ada seorang pria yang membawa buronan yang anda cari-cari” kata prajurit tersebut.
“Apa??... apa kau yakin kalau orang yang dia bawa itu sama persis dengan yang ada didalam gambar” tanya penguasa kota, dengan pedangnya penguasa kota itu bertanya pada prajurit tersebut sambil menodongkan pedannya keleher prajurit tersebut.
“S… saya s.. sangat yakin tuanku, wajahnya sama persis” kata prajurit tersebut yang ketakutan melihat bilah pedang penguasa kota ada didekat lehernya.
“Srriiinggss…” penguasa kota lalu menyarungkan pedangnya dan bersama pengawal setianya dia berjalan keluar gerbang untuk melihat Reiga yang sudah tertangkap, dan begitu dia sudah sampai diluar dia melihat Reiga dalam kondisi yang menyedihkan babak belur dan terluka parah sampai pingsan, dan juga ada dua orang lainnya yang ada disebelah Reiga juga dalam kondisi yang sama.
“Hehehe… HAHAHAHA… bagus-bagus akhirnya sisialan ini berhasil ditangkap, kau pemuda katakan siapa namamu” kata penguasa kota dengan senyum jahat diwajahnya.
“Hormat pada penguasa kota, perkenalkan nama saya adalah Ray” kata pemuda tersebut, dia memiliki ciri rambut hitam yang pekat dan mata hitam yang sangat gelap, dengan wajah manis yang rupawan dan juga tinggi 157 cm membaut banyak orang tidak percaya kalau dia adalah petarung.
“Hehehehe… bagus-bagus kau telah berjasa karena telah menangkap kriminal ini, sesuai dengan janjiku akan kuberikan kau 5.000 GP dan juga dua artefak tingkat legendaris” kata penguasa kota yang menyombongkan kekayaannya.
“Terimakasih atas kemurahan hati penguasa kota, namun aku melakukan semua ini tujannya bukan demi uang tetapi saya ingin mengapdi pada kota ini, dan menjadi orang yang berguna bagi kota langit hitam ini” kata Ray dengan wajah manisnya.
“Hahahahaha…. kalau begitu semakin bagus dari apa yang aku lihat kau memiliki energy yang kuat, dan kau sudah sampai didalam alam dewa tingkat bawah kalau begitu maka aku kuberikan kau posisi kapten dan dapat memerintah 200 orang prajurit kota ini” kata penguasa kota yang memberikan Ray posisi kapten.
“Akhirnya aku sendiri juga, haaah… menyamar jadi orang lain cukup sulit juga” kata Ray yang perlahan-lahan wajah, tinggi, rambut, mata, dan seluruh tubuhnya.
Dan perlahan-lahan Ray berubah menjadi Reiga.
“Hahaha… sigendut bodoh itu mudah sekali ditipu” kata Reiga dengan senyum liciknya.
Sebenarnya seminggu ini Reiga telah berkeliling kota untuk mencari para penjahat yang memiliki tinggi yang sama dengan dirinya, dan juga sedikit mirip dengan dirinya karena itu setelah dia menemukan beberapa preman yang memiliki kemiripan dengan dirinya dia langsung menangkap mereka, dan dengan menggunakan skill Crazy Docter dia merubah wajah mereka dengan kasar.
“AAAGGKKKHH…..” teriakan-teriakan mulai muncul karena Reiga melakukan perubahan wajah secara manual menggunakan pisau dengan racun asam, dan dengan pisau itu dia mengores wajah mereka “Srraass… srraass…” dan menggunakan skill Crazy Docter agar wajah orang tersebut menjadi sedikit mirip dengannya.
“Setelah dia membawa diriku yang palsu itu aku sangat yakin dia pasti akan menyiksanya di penjara bawah tanah, tapi aku yakin penguasa kota tidak akan menyangka hadiah yang aku siapkan didalam tubuh diriku yang palsu” kata Reiga yang tersenyum sinis.
Dan benar apa yang dikatakan Reiga penguasa kota bersama beberapa prajuritnya membawa Reiga yang palsu kedalam penjara bawah tanah untuk disiksa, “Crraanng… Krraanggss…” setelah mereka mengkat kedua tangan Reiga yang palsu tersebut dengan rantai bersama dua orang yang lain, penguasa kota lalu mengambil cambuk berduri miliknya.
“Hehehe…. Sekarang kita lihat bagaimana kau merasakan cambuk penderitaan milikku ini” kata penguasa kota dengan tawa yang menjijikan, cambuk yang dia gunakan adalah artefak tingkat legenda cambuk itu memiliki kekuatan untuk merangsang rasa sakit didalam tubuh yang artinya rasa sakit dari satu kali cambukkan itu setara dengan ratusan pedang yang menyayat tubuh.
“Kllaattaass… kllaattaass…” pengausa kota tampa ampun menyambuk Reiga palsu bersama kedua temannya, namun bukannya menjerit kesakitan Reiga yang palsu tersebut hanya diam saja seperti seorang mayat.
“Kuat juga kau” kata penguasa kota dengan wajah yang terkejut, “Kllaattaass… kllaattass…” namun dengan sekuat tenaga penguasa kota menyambuk Reiga palsu lagi dan lagi, dan setelah satujam terus menyambuk Reiga yang palsu tetap diam tidak berbicara ataupun berteriak sedikitpun.
“Ada apa ini ??, apa dia mayat hidup atau apa” kata penguasa kota yang heran.
“Ini aneh aku sangat yakin sudah memeriksa denyut jantungnya tadi, dan bisa kupastikan kalau dia ini adalah orang hidup” kata pengawal yang berada disebelah penguasa kota.
“Hahahaha… tentu saja ada denyut jantungnya, karena tubuhnya itu adalah mayat yang sudah dirasuki oleh boneka mayat parasit jantung yang dapat menyamar menjadi jantung inangnya, dan membuat inangnya terlihat seperti hidup walaupun sudah mati” pikir Reiga yang mengamati dari dalam ruangannya.
Reiga yang telah mengubah wajah dari para preman tersebut langsung membunuh mereka karena dia yakin kalau para preman itu akan berbicara macam-macam tentang dirinya, dan karena itulah dia menaruh boneka mayat parasit jantung kedalam tubuh mereka bertiga agar terlihat seperti hidup dan juga Reiga telah menaruh sesuatu yang lain selain parasit jantung kedalam tubuh mereka bertiga.
“Hmmm… dari apa yang kulihat orang yang berada dalam penjara bawah tanah semuanya adalah orang-orang kepercayaan penguasa kota, baik itu pengawaln tabib, komandan pasukan, bahkan mentri kepercayaannya juga ada disitu itu berarti sudah saatnya” kata Reiga, dia lalu mengendalikan energy yang dia taruh kedalam tubuh ketiga mayat preman tersebut dan mengendalikan sebuah bola klenjer aneh yang dia taruh kedalam tubuh mereka.
“Boomsshh… boommsshh… boommsshh…” bola-bola klenjer itu lalu meledak dan membuat ketiga orang tersebut mengeluarkan asap ungu dari tubuh mereka.
“Apa ini… baunya busuk sekali… Hooaamm…” kata penguasa kota yang tiba-tiba mengantuk setelah menyium aroma dari asap ungu tersebut.
“Brraakk… brraakk… brraakk…” dan lalu satu persatu semua orang yang ada disana jatuh pingsan, setelah itu “Crraasss….” Dengan perintah Reiga parasit jantung keluar dan merasuki tubuh penguasa kota, pengawalnya dan juga tabib itu, ketiganya adalah orang-orang penting dikota langit hitam dan sekarang ketiganya sudah berada dibawah kendali Reiga.
“Bagus sekarang mari waktunya untuk menjarah harta karun” kata Reiga dengan senyum manis diwajahnya.
Bersambung.....
Tolong setelah membaca novel ini diwajibkan untuk Like, Komen, Giff, dan Vote jika kalian menyukai ceritanya jika agar penulisnya semakin semangat dan updatenya makin sering lagi, Ok.....