
Hukum terbagi atas dari element-element yang ada didunia ini dan bagi mereka yang dapat menguasai hukum-hukum tertentu maka akan dapat mengetahui rahasia terpendam dunia ini, seperti Cronos yang mana telah mengetahui sebagian kecil dari rahasia dunia dia menggunakan hukum waktunya untuk memperkirakan masa depan yang mana sangat beresiko. Dan sementara itu Reiga yang manguasai hukum kematian dan kehidupan maka dia berkesempatan dapat mengetahui rahasia tentang tatanan kehidupan yang ada dimuka bumi.
Dan sekarang ini Oroci sang ular pembawa bencana sedang berhadapan dengan orang tersebut, dirinya dibuat ketakutan setengah mati karena setelah melihat kekuatan miliknya Oroci seperti seakan-akan melihat kematiannya sendiri. Kekuatan hukum kematian yang berjalan dari salah satu kepalanya langsung menuju dadanya yang mana menuju jantungnya.
“Sialan ini tidak bisa dibiarkan” kata Oroci, “Krrrraaacckk…. Crrraaassstt….” Dia menggigit kepalanya yang terkena hukum kematian milik Reiga dan mengkoyaknya sebelum hukum kematian menjalan lebih jauh masuk kedalam tubuhnya.
“Hahahahha….. ular berkepala delapan Oroci benar-benar ketakutan akan kematian, sampai-sampai kau memutuskan kepalamu sendiri, jangan takut kok itu sama sekali tidak terlalu menyakitkan kematian itu hanya sakit diawalnya setelah itu kau akan mendapatkan ketenangan abadi” kata Reiga.
“Dasar sialan kau akan kubunuh kau” kata Oroci yang menatap Reiga dengan penuh amarah.
Dari sisa tiga kepala miliknya dia mengeluarkan tiga element yang berberda, ketiga element itu adalah Api, angin, petir dan digabungkan menggunakan suatu mantra sihir.
“Rasakan…..” kata Oroci, tehniknya tersebut lalu berjatuhan kearah Reiga yang man berbentuk seperti hujan meteorit yang jatuh dengan kecepatan tinggi, dan serangan tersebut juga bukan hanya mengincar Reiga tetapi juga mengincar Tiana dan Diana. Serangannya jatuh menghantam mereka “Boommsshh… Boommsshh… Boommsshh…” Diana dengan langkah kakinya berusaha menghindari setip serangan tersebut namun karena kecepatan serangan Oroci lebih cepat dari dirinya Diana langsung terhempas akibat ledakan dari serangan tersebut sedangkan Tiana yang terbang dilangit menggunakan kekuatan api miliknya untuk menangkis setiap serangan dari
Oroci, “Boomss… Boomss… Boomss… Srrraasstt…” walaupun ada beberapa serangan yang mampu melukai tubuhnya tetapi dia tetap bertahan dengan menggunakan regenerasi super yang diapunyai.
“Pedang kematian, tehnik kedua : tusukan penghancur, ribuan tusukan hancurkan kepribadian” menggunakan tehnik pedangnya Reiga langsung menghadapi serangan milik Oroci yang mana dia mampu menusuk setiap dari meteorit yang jatuh tersebut.
“Kssssaaahh…. Aku tahu kau bisa menghadapi itu, tetapi bagaimana dengan ini” kata Oroci yang secara tiba-tiba menggunakan ekornya untuk menyerang Reiga.
Reiga yang sedang fokus terhadap serangan meteorit tesebut terlambat menyadari serangan ekor Oroci yang mana membuatnya terkena serangan telak, “Buuuggghh….Krrrraassstt….” dia terlempar agak jauh kesebuah bukit didekat hutan mahluk mistik tersebut. Seluruh tulang yang ada ditubuh Reiga patah dan tubuhnya juga terkena racun yang mana ada diserangan ekor milik Oroci.
“Dasar sialan hukum diaktifkan, hukum kehidupan : area keabadian, seluruh energy kehidupan datanglah kepadaku” kata Reiga yang mana mengaptifkan kekuatan hukum kedua miliknya, dengan kekuatan hukum kehidupan dirinya menciptakan sebuah area kecil yang mana menyerap setiap energy kehidupan yang ada disekitarnya, dan dengan energy kehidupan tersebut dia langsung sembuh dari setipa luka yang ada serta racun yang ada ditubuhnya juga langsung menghilang tak bersisa.
“Haaah… itu benar-benar serangan yang sangat mengejutkan, bahkan aku sebagai ras immortal akan mati kalau terkena serangan itu lebih dari 10 kali” kata Reiga yang mana langsung berdiri, dia melihat Tiana sedang membuat Oroci sibuk dengan menyerangnya dari berbagai arah.
Setelah melihat perhatian Oroci teralihkan oleh serangan beruntun dari Tiana, dengan cepat Reiga langsung menuju arah Diana disana dia melihat Diana terluka parah yang mana tangan kirinya terkilir dan terkena luka dalam yang cukup serius, kalau bukan tubuh fisiknya yang merupakan albino demon maka dia pasti akan mati karena pengaruh tiga element yang berlawanan akan merusak tubuh. Reiga yang melihat lukanya tersebut langsung mengaptifkan hukum kehidupan miliknya, dia menyerap sejumlah besar energy kehidupan disekitarnya dan lalu menransfernya tepat kearah Diana dan dengan cepat tubuh Diana langsung pulih.
“Aaagggkkk…. Haah… terimakasih guru aku akan kembali bertarung lagi” kata Diana yang mana mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.
“Jangan, istirahatlah dulu walaupun lukamu sudah sembuh total tetapi energy didalam tubuhmu masih agak kacau karena ada racun disetiap serangan Oroci, netralkan dulu energymu setelah itu kembalilah kedalam pertarungan” kata Reiga.
“Baik… aku akan mematuhi perintah guru” kata Diana dengan kepala menunduk, dia langsung duduk dan mencoba memperbaiki energy didalam tubuhnya.
“Ksssaaahhh…. Hari ini adalah hari kematianmu” kata Oroci yang berusaha menerkam Tiana dengan sisa kepala yang diapunya ( note 3 kepala ).
“Jangan harap kau bisa membunuhku dengan mudah” kata Tiana yang mana menghidari setiap dari serangan Oroci.
Melihat setiap serangannya tidak memiliki dampak yang berarti Oroci menggunakan kekuatan hukumnya untuk mengeluarkan racun dari tubuhnya, hukum racun yang diapunya membuatnya dapat mengendalikan racun semaunya dan sekarang ini dia telah membuat sekitar 100 orb racun yang sangat fatal akibatnya jika terkena salah satu darinya. Dengan kekuatannya hukumnya dia menembakkan ratusan orb racun tersebut kearah Tiana, melihat serangan beruntun yang berbahaya itu Tiana menggunakan kekuatan apinya untuk menciptakan sebuah selimut api yang melindungi dirinya.
“Cih orb beracunnya terlalu banyak, bisa-bisa apiku padam duluan sebelum orb miliknya habis terpakai” pikir Tiana.
“Khahhahaha…. Sampai kapan kau berlindung didalam apimu itu, akan kubuat lebih banyak lagi Orb racun untuk memadamkan api yang kaupunya itu” kata Oroci, dia lalu kembali menciptkan Orb beracun yang jumlahnya mencapai ribuan.
Lama kelamaan api milik Tiana mulai padam dan beberapa Orb beracun milik Oroci mulai mengenai tubuh Tiana.
“Khhuuugggtt…. Racunnya lebih kuat dari seratus tahun yang lalu” pikir Tiana yang mana mulai merasakat perih karena racun milik Oroci.
“Boooommsshh….. Burrrrnn….” Dan disaat Tiana sedang kesulitan Reiga dengan kekuatan api phoenix iblis miliknya dia menembakkan bola api kuat kearah kepala Oroci.
“Ggaaahh…. Ksssaaahhh…. Dasar sialan phoenix dari mana kau” kata Oroci yang mana tidak mengenali Reiga dalam bentuk perubahan phoenix iblisnya.
“Hmmm… kau baru tidak bertemu denganku beberapa detik tetapi sudah melupakanku, kau memang sudah terlalu tua dan jadi pikun yah Oroci” kata Reiga yang berada dalam bentuk phoenix iblis.
“Kau…. jangan bilang… Reiga kau adalah phoenix, bagaimana mungkin aku tidak pernah mendengar ada phoenix laki-laki” kata Oroci yang terkejut.
“Yah sekarang kau sudah tahu itu, jadi matilah agar semua ini tetap menjadi rahasia” kata Reiga, dengan cepat Reiga langsung menerjang Oroci menggunakan cakar miliknya “Crrraassstt…” cakarnya menancap tajam kedalam tubuh Oroci yang mana mengalirkan api phoenix iblis yang mana memberikan efek negatif yang kuat dan juga memberikan rasa sakit yang sangat kuat.
“Aaaaaggkkkhhh….. sialan-sialan kenapa api ini terasa sangat sakit” teriak Oroci yang mana kesakitan terkena serangan api phoenix iblis milik Reiga.
Bersambung......
Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote yah agar novel ini terus lanjut dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok.....