
Beberapa hari kemudian setelah mengadakan pesta besar selama dua hari dua malam, kota kabut hitam milik Reiga menjadi agak kacau balau karena banyak petarung yang masih belum sadar setelah pesta panjang tersebut dan hal itu membuat Reiga sakit kepala melihat tingkah laku mereka. Dia memerintahkan semua pasukannya yang masih sadar untuk membantu para petarung tersebut dan membawa mereka ketempat pemulihan, dan setelah itu dia harus mengajari beberapa gerakan dari tehnik pedang miliknya beberapa murid yang baru dia terima.
“Haaaah… hari yang melelahkan, setelah memenangkan perang ini aku pikir bisa istirahat untuk sementara tetapi siapa sangka mengurus 12 kota akan semerepotkan ini” kata Reiga yang mana duduk santai lemah karena kelelahan.
“Hahahaha… aku kan sudah bilang padamu, kalau kau capek kenapa tidak suruh saja beberapa muridmu untuk mengurus kota-kota itu untukmu” kata Riana, dia lalu mendekati Reiga yang sedang duduk dan dengan inisiatif miliknya dirinya memijat pundak Reiga.
“Aku tidak bisa melakukan hal itu, mereka belum bisa dipercayai untuk menguasai kota-kota ini, dan lagi pula kebanyakan dari mereka itu adalah petarung dewa tingkat menengah sampai mereka mencapai tingkat raja aku belum bisa mempercayai kota-kota itu pada mereka” kata Reiga, setelah melihat beberapa kejadian tentang banyak kota yang dipimpin oleh mereka para petarung tingkat dewa yang rendah, dia dapat mengetahui kalau para petarung itu akan dimakan oleh keegoisan mereka dan membuat mereka menjadi serakah karena kurangnya pengalaman mereka didunia luar.
“Oooh… aku mengerti maksudmu, itu yang dimaksudkan dengan kebijak sanaan didapat melalui pengalaman benarkan” kata Riana.
“Ya itu dia, mereka yang tidak memiliki pengalaman tidak akan dapat mengurus sesuatu walaupun mereka mempunyai kemampuan dan pengetahuan tetapi pengalaman adalah kunci bagi mereka untuk menggunakan kemampuan dan pengetahuan mereka” kata Reiga.
“Tok.. tok.. tok..” suara pintu diketuk dari luar ruangan Reiga, mendengar suara tersebut Riana langsung cemberut karena tidak bisa berduan denagan Reiga lebih lama.
“Masuk…” Kata Reiga yang mana memperbaiki posisi duduk miliknya.
“Guru aku kemari untuk mendapatkan pelatihan darimu” kata Diana yang mana masuk membawa pedang miliknya.
“Oooh… sudah waktunya yah, tunggu sebentar aku akan segera kesana” kata Reiga.
Mereka berdua lalu pergi meninggalkan Riana sendirian walaupun Reiga sudah meminta ijin pada Riana tetapi pandangan Riana tetap dingin dan memancarkan aura menakutkan kearah Diana, melihat pandangan tersebut Diana hanya tersenyum manis seakan-akan sedang mengejek Riana yang ditinggal sendirian didalam ruangan mengerjakan sisa-sisan dokumen pekerjaan Reiga.
“Mereka berdua ini kenapa, aku merasa beberapa hari ini mereka sepertinya sedang bermusuhan” pikir Reiga yang merasakan kalau aura dari dua perempuan didekatnya sedang bertarung satu sama lainnya.
Reiga lalu membawa keluar Diana dari ruanga itu karena dia mulai merasakan perasaan yang tidak enak diruangan itu, dan kemudian ditempat latihan yang mana agak masuk kedalam hutan telah ditanamkan beberapa formasi penahan untuk menahan kekuatan dari dua dewa raja terkuat tersebut. Mereka berdua juga ikut membawa beberapa murid yang lainnya semua itu demi agar mereka dapat belajar dari petarungan mereka berdua, keduanya lalu mengeluarkan aura kuat yang mana saling berlawanan satu sama lainnya walaupun begitu aura dari iblis albino milik Diana sangatlah mendominasi dan mengaluarkan sesosok iblis putih dari aura miliknya.
“Kau kelihatannya sudah bertambah lebih kuat lagi, sepertinya semenjak peperangan waktu itu kau sudah bisa mengendalikan dari aura iblis albino milikmu itu” kata Reiga.
“Iyah para raksasa itu memang cuku sulit untuk dikalahkan, bukan hanya tubuh mereka yang besar dan kuat tetapi jumlah mereka juga merepotkan, karena itulah aku jadi harus mengendalikan aura dari iblis albino milikku agar dapat mengalahkan mereka dengan mudah” kata Diana, dia lalu telah mempersiapkan posisi kuda-kuda miliknya.
“Buuggrrkk….. TRRRAAASSKKKSSS….” Dengan sebuah langkah yang kuat Diana dengan cepat langsung menyerang Reiga, pedang mereka beradu satu sama lain dan membuat suara nyaring, para murid yang melihat serangan cepat milik Diana merasa kagum dengan kecepatan langkah kaki milik Diana tetapi mereka lebih dikagumkan dengan kekuatan Reiga yang mana dapat menahan serangan dari kekuatan penuh iblis albino yang digadang-gadang memiliki fisik terkuat.
Reiga menahan serangan kekuatan penuh fisik milik Diana dengan satu tangannya, dan lagi aura milik Reiga juga tidak dia gunakan untuk menahan serangan Diana tersebut.
“Seperti yang diharapkan dari guru, bahkan saat aku menggunakan kemampuan fisikku secara menyeluruh itu saja belum cukup untuk membuat dia menggunakan 10 % kekuatannya” pikir Diana, dia lalu mulai mengeluarkan auara miliknya.
Aura tersebut adalah kekuatan dari penggabungan dua kekuatan hukum milik Diana, setelah pertarungan tersebut atas kematian dari Acedin dan Invidia para dewa raja terkuat rangking dibawah mereka naik satu peringkat, dan Diana jadi naik dua peringkat dari rangking 98 menjadi 96. Kenaikan peringkat tersebut membuat dirinya mendapatkan kekuatan hukum kedua miliknya yaitu hukum waktu, sebuah kekuatan hukum yang sangat jarang didapatkan dan sangat sulit untuk dikendalikan dengan kekuatan hukum ini sang peringkat pertama Cronos dapat menguasai rangking pertama selama jutaan tahun.
“Hooo… jadi ini kekuatan dari hukum waktu, menarik aku bisa merasakan kalau tubuhku semakin melambat karena kekuatan yang aneh” kata Reiga, aura dari hukum waktu lalu menekan tubuhnya yang mana membuat pergerakan yang dia buat melambat.
“Heheheh… ini belum semuanya, skill Lord of Hour” Diana lalu menggunakan skill baru miliknya, skill tersebut dia dapatkan setelah mencoba untuk mengendalikan hukum waktu miliknya.
“Crraakk… Crraakk… Crraakk… Crraakk…” sebuah suara muncul dari aura tak berwarna yang menyelimuti tubuh Diana, dan dengan cepat dirinya bergerak kesebelah Reiga dan melancarkan sebuah serangan “Crrraasstt…” namun walaupun Reiga tidak dapat bergerak dengan leluasa dirinya dapat menangkis serangan dari Diana menggunakan boneka mayat miliknya.
“Apa…?? Itu gak adil namanya” kata Diana yang terkejut ketika Reiga menggunakan boneka mayat miliknya sebagai perisai daging.
“Hahhaha… apanya yang gak adil, mereka ini termasuk dalam skillku jadi bebas saja kalau aku mau menggunakannya seperti apa” kata Reiga, “Trraakk… Trraakk… Trraakk…” dan dari bawah tanah bermunculanlah para boneka mayat tingkat bawah yang bergerak dengan lambat, tetapi dengan skill Crazy Docter milik Reiga tubuh mereka dia ubah dan menjadi mirib seperti dirinya.
“Booomsshh…” kemudian Reiga lalu meledakkan boneka mayat yang diserang oleh Dian barusan, ledakan tersebut tidak terlalu berdampak pada Diana melainkan tujuan dari ledakan tersebut adalah untuk mengalihkan perhatian Diana dari Reiga.
“Aaahh… cih aku kena, aku pikir itu tadi adalah serangan api Unholy flame miliknya, siapa tahu itu rupanya hanya ledakan api biasa” kata Diana, dia lalu melihat kalau Reiga sudah berkamuflase dengan para boneka mayat miliknya dia bahkan memasukan aura hukum kematian miliknya pada setiap boneka mayat miliknya agar Diana tak dapat mengetahui siapa yang asli dan siapa yang palsu.
“Hahahaha… kalau cuman seperti ini saja kau tidak dapat mengatasinya, maka kau harus lebih banyak berlatih lagi” kata Reiga, suara miliknya keluar entah dari mana yang mana membuat Diana kebingungan memikirkan mana yang asli dari banyak boneka mayat milik Reiga.
“Baiklah kalau begitu, pedang iblis putih : tarian bunga lili putih” Diana lalu mempersiapkan kuda-kuda miliknya yang mana dia telah mempersiapkan setiap aura dari albino demon miliknya kedalam pedangnya dan aura dari hukum waktu miliknya untuk memperkuat tubuhnya.
Bersambung……