
“Ngiiiiinnngggsss…..” dialam bawah tepatnya didalam huta tempat para mahluk mistik tengah bertarung dan berburu, “Ngiiiiinnngggsss…..” mereka semua dikejutkan dengan puluhan nyamuk yang berukuran sangat besar. “Ziingg… Ziingg… Ziingg… Ziingg…” nyamuk-nyamuk tersebut sangatlah cepat mereka semua bisa menghindari serangan dari semua mahluk mistik didalam hutan, “Trrusss… Srruuppp… Srruuppp… Srruuppp… Srruuppp…” dan dengan rakusnya seluruh nyamuk tersebut menyerap darah-darah dari seluruh mahluk mistik yang ada didalam hutan tersebut.
“ROOOAARRR… Buummsshh… Boommsshh…” para mahluk mistik yang ada didalam hutan berusaha untuk melawan mereka tetapi karena ukuran mereka yang seukuran jari orang dewasa dan kecepatan gerakan mereka sangatlah cepat seluruh mahluk mistik tersebut tidak dapat menyerang mereka semua.
“Srruupp…. Srruupp…. Srruupp….” Dan hampir semua mahluk mistik yang ada didalam hutan mati karena kehabisan darah, selain itu para nyamuk-nyamuk tersebut mulai bertelur didalam tubuh mati para mahluk mistik tersebut. “Crraasstt… Crrraauuukkss…. Crrraauuukkss…. Crrraauuukkss….” Dalam hitungan detik seluruh telur-telur tersebut menetas dengan sangat cepat, dari telur-telur tersebut bermunculan larva berwarna merah darah yang mana melahap mayat-mayat tempat mereka bersarang.
Hanya dalam waktu beberapa menit sudah lebih ada ratusan mahluk mistik dihutan yang dihisap darahnya oleh para nyamuk tersebut, dan seluruh mayat-mayat mereka telah menjadi tulang belulan karena dimakan oleh para larva-larva nyamuk tersebut. “Crriieekkk….” Para larva-larva itu tersebut lalu membesar bahkan lebih besar dari induk mereka, para larva tersebut sekrang ini berukuran sama dengan seekor kucing dewasa “Crraakk… Trraakk… Krrasstt…” dari dalam larva-larva tersebut berkeluaranlah mahluk-mahluk aneh yang mana bentuknya berbeda-beda.
“Crriieeekkk…. Ma… kan…” kata salah satu mahluk tersebut, dirinya memiliki badan seperti katak dengan taring-taring tajam yang keluar dari mulutnya, “Krraasstt…” dan dari punggungnya keluarlah sayap kelelawar berwarna merah gelap.
“Crraakk… Crraakk…” mahluk berbentuk katak aneh tersebut lalu seperti berbicara pada para saudaranya, dan lalu mereka semu pergi mengikuti kata tersebut yang terbang diatas mereka.
“Krraasstt… Krraasstt… Krraasstt…” mereka lalu berjalan beramai-ramai mencoba untuk keluar dari hutan, dan setelah berjalan selama beberapa jam mereka pada akhirnya menemukan sebuah pemukiman warga, pemukiman tersebut bukanlah pemukiman biasa karena hampir seluruh warga disana adalah pengikut iblis agung yang mana lebih kuat dari kebanyakan orang-orang normal.
“Zziinnnggss… Zziinnnggss… Zziinnnggss…” melihat banyaknya orang-orang dengan energy berkeliaran membuat para nyamuk merah tersebut tidak tahan dan dengan cepat menerjang pemukiman tersebut, dengan jumlah puluhan para nyamuk-nyamuk tersebut berusaha untuk menggigit salah satu orang yang ada disana.
“Trruussstt…. Srruupp… Srruupp… Srruupp…” salah seorang warga yang mana merupakan seseorang dari ras demon ditangkap dan dihisap darahnya sedikit-demisedikit, melihat hal tersebut seseorang warga yang mana merupakan pemilik skill datang dengan skill api yang dia punya “Buurrnnn….” Dan dengan api besar dirinya membakar paranyamuk tersebut beserta demon itu juga.
“Hahahha… rasakan tidak ada yang dapat mengalahkan apiku” kata pri ras demon tersebut, dirinya dengan bangga menyombongkan skill api miliknya tampa mengetahui kalau ada beberapa nyamuk yang masih selamat dari skill api miliknya itu.
“Trrussstt…” dengan cepat salah satu nyamuk merah tersebut menusuk keningnya sampai menembus otak miliknya, “Trruukk…” pria itu lalu terjatuh dan mati karena serangan tersebut menghancurkan saraf-saraf diotaknya. “Kyaaa… Uwaaahhh…” melihat hal tersebut para warga yang ada disana menjadi panik lalu berlarian kesana kemari.
Melihat bau darah dan mayat dimana-mana para pelahap darah yang baru terlahir tersebut mulai memakan-makan mayat dan orang-orang yang ada disekitar, “Crraasstt…” mereka dengan liarnya mendatangi para warga “Trraasstt…” satu persatu orang-orang yang terlambat berlari mati dan menjadi santapan bagi mereka, “Krraasstt…” para pelahap darah dengan lahapnya memakan semua dan tidak meninggalkan apappun selain bercak darah tidak ada yang ditinggalkan baik itu daging ataupun tulang semua mereka makan dengan lahapnya.
“Ngiiinnng…. Ngiiinnng…. Ngiiinnng….” Sementara itu para nyamuk merah yang mana tinggal sedikit menggunakan darah didalam tubuh mereka, “SShhh…” dan mengubahnya menjadi energy darah monster setelah itu mereka membelah diri mereka dengan cepat. Mereka membelah diri sebanyak puluhan kali membuat jumlah mereka yang awalnya dari puluhan berubah menjadi ribuan, “Crraasskk…” selain itu bentuk mereka berubah menjadi lebih menyeramkan yang awalnya cuman nyamuk besar biasa dengan warna merah gelap sekarang beberapa anggota tubuh mereka mengeluarkan duri-duri tajam yang kelihatan beracun, selain itu sedotan mulut mereka memanjang dan berubah menjadi semakin tipis lalu tubuh mereka juga menjadi lebih besar dengan besar 15 cm dan panjang 30 cm mereka menjadi nyamuk paling menakutkan.
Dengan jumlah mereka yang sudah bertambah lebih banyak para pelahap darah itu lalu berpencar, mereka membagi kelompok untuk bisa melahap lebih banyak kehidupan dan menambahkan jumlah mereka dengan cepat. Ada dari mereka yang pergi kekota yang dikuasai oleh para iblis agung dan ada dari mereka yang kembali kedalam hutan untuk mencari para mahluk mistik, namun ada beberapa dari pelahap darah tersebut yang pergi kearah kota-kota yang berada dalam fraksi Reiga dan kali ini kota tersebut berada didalam kekuasaan para Satan yang dipimpin dewa mereka Azazel.
Dewa Azazel atau disebut sebagai dewa surga gelap adalah sesosok dewa yang mana dulunya berasal dari ras serafp namun karena aftinitasnya dengan element kegelapan sangatlah kuat dirinya lalu dijual menjadi budak, setelah menjadi budak para vampire lalu menghancurkan para pendagang budak dan menculi dirinya dan para rekan-rekannya mereka lalu dijadikan kantung darah bagi para vampire, namun hal itu tidak berlangsung lama setelah dewa darah Teppes dibunuh oleh Reiga para serafp yang berada didalam kurungan tersebut lalu diselamatkan olehnya. Melihat Reiga yang mana menyelamatkan nyawa mereka para serafp itu lalu menawarkan diri mereka pada Reiga setelah itu dengan darah miliknya Reiga mengubah ras mereka menjadi Satans sesosok ras dengan sayap hitam pekat yang mana merupakan pengantar pesan dari kegelapan.
Setelah beberapa tahun mengikuti Reiga akhirnya para Satans mendapatkan sebuah harapan baru dengan kenaikan Azazel sebagai dewa, dan lalu ketiak Reiga pergi kealam atas dirinya bersama para Satans yang lainnya membentuk sebuah kota dan bagi mereka yang ingin melayani dirinya akan mendapatkan darah miliknya dengan darah itu orang-orang biasa dapat memilik ciri khas khusus dari ras Satans yaitu sayap gelap dengan energy kegelapan didalamnya. Selama beberapa tahun tersebut Azazel berjuang bersama para dewa-dewi lainnya dari fraksi Reiga sehingga dia mendapatkan gelar dewa surga gelap setelah naik ketingkat dewa tingkat atas, dan sekarang ini Azazel mulai merasakan sebuah ancaman yang datang kearah wilayahnya.
“Tampak ada aura yang cukup kuat sedang menuju kemari” kata Azazel yang sedang berdoa didepan kuil tengkorak hitam ( kuil Reiga ), dia terlihat seperti pria tampan dengan rambut silver tua dengan iris mata merah kehitaman dan dengan 8 pasang sayap yang mana mengeluarkan aura gelap yang pekat, disebelah kana adalah sayap malaikat yang berawarna hitam pekat sedangkat disebelah kiri adalah sayap kelelawar dengan gambar garis-garis merah darah.
“Dewaku apa yang harus kami lakukan” kata Metatron salah satu Satans yang mana pertama kali diubah langsung oleh Reiga.
“Persiapkan formasi, dari energy mereka kelihatannya sangat kuat, namun aku belum pernah merasakan energu seperti ini jadi kita harus tetap waspada” kata Azazel.
“Siap….” Kata Metratron, dia langsung pergi dengan cepat terbang menuju tempat para rekan-rekannya.
“Kota ini akan bertahan untuk selamanya, sampai pada saat dewa Reiga kembali aku tidak akan kalah” kata Azazel.
Bersambung….