I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 225 Bencana dunia 2



Diatas angkasa tempat dimana lautan bintang-bintang dan planet-planet menari dengan indahnya, diatas bintang dunia Erras seseorang yang mana wujudnya tidak jelas sedang duduk diatas admosfir disana memperhatikan layar-layar kristal yang mana menunjukkan keadaan planet Erras sekarang ini.


“Hmmm… kelihatannya dia sudah mulai bergerak, tampaknya aku harus memulai rencananya lebih awal” kata Sistem yang mana sedang melihat kedalam celah dimensi.


Dari dalam celah dimensi mahluk aneh dengan tubuh seperti naga tampa kepala sedang menyemburkan kristal-kristal hitam ( tabu ) yang mana kristal-kristal tersebut mulai berbentuk berubah menjadi mahluk-mahluk aneh, mahluk-mahluk tersebut lalu keluar dari sebuah retakan celah yang mana terbuka beberapa menit yang lalu. Retakan tersebut diciptakan oleh mahluk tersebut dia membenturkan tubuhnya dan membuat sebuah retakan kecil yang mana dari sanalah mahluk-mahluk aneh dan rakus tersebut datang, mereka lalu menyerang setiap mahluk hidup yang ada dan lalu dengan jumlah mereka membunuh dewa jarum putih.


“Ping… Ping… (&^*%&^$$*)” sebuah pesan muncul dari sisten\, dan pesan tersebut diberikan pada Cronos sang dewa waktu.


“Kata-kata yang jelas tidak dapat dibaca ini, kelihatannya dia sudah mulai bertindakkah, tampaknya sudah waktunya bagiku untuk kembali merenggangkan ototo-otot milikku” kata dewa waktu Cronos.


Sementara itu disalah satu dari 12 kota milik Reiga mereka kedatangan tamu tak diundang, sesosok raksasa yang mana ditubuhnya memiliki sisik merah kehitaman muncul didepan gerbang kota tersebut, raksasa itu memiliki tubuh seperti orang gendut yang mana setinggi 25 meter dengan kepala gajah yang memiliki tiga buah belalai. Mahluk itu memunculkan aura haus darah yang sangat kuat dan semua petarung yang ada dikota tersebut dapat merasakan aura itu, mereka lalu beramai-ramai pergi kedepan dinding gerbang kota.


“Apa yang haru kita lakukan kapten, mahluk itu kelihatannya sangat kuat” kata salah seorang prajurit yang ada disana.


“Diamlah kau, aku juga bisa melihat kekuatannya tidak salah lagi dia setara dengan gabungan 100 orang petarung tingkat dewa raja” kata kapten pasukan yang menjaga kota tersebut.


“Lalu kita harus bagaimana, kita sama sekali tidak mungkin dapat menghadapinya” kata prajurit yang disebelahnya, dia menggigil ketakutan melihat aura raksasa yang menyeramkan tersebut.


“Jangan khawatir, aku telah menghubungi penguasa kota ini dan dia akan segera datang dengan cepat, sampai saat dia datang kita harus bertarung mempertahankan kota ini, walaupun nyawa kita taruhannya” kata kapten pasukan itu yang mana telah bersiap untuk bertarung sampai mati.


“Hahahahha… bagus sekali, tidak kusangka Reiga memiliki anak buah yang sepemberani itu” kata Zero, dia muncul entah dari mana dan berdiri diatas kepala prajurit pengecut tersebut.


“Tuan Zero apakah anda datang atas permintaan tua Reiga” kata kapten pasukan tersebut.


“Aaaah… bukan-bukan itu, kota milikku juga ikut diserang dan disaat aku telah menghabisi mahluk-mahluk ini aku menyadari mereka adalah spesies unik, dan itu akan sangat menarik untuk dipelajari karena itulah aku datang kemari untuk melihat-lihat apakah mahluk itu datang kesini juga dan ternyata tebakanku benar” kata Zero, dia memandangi raksasa tersebut bagaikan memandang sebuah mainan yang belum pernah dia lihat, rasa keingin tahuannya yang berlebihan membuat dirinya menjadi tidak sabaran membuat Zero tampa sadar mengeluarkan aura miliknya.


Aura miliknya sangat kuat sampai-sampai para prajurit yang ada didekatnya jatuh terduduk karena merasakan aura miliknya, mereka tahu kalau dirinya adalah dewa raja terkuat dan mengetahui kalau dirinya sangatlah kuat namun mereka masih tetap saja terkejut dan takut merasakan aura yang dia keluarkan. Zero lalu mengeluarkan bendera hitam putih miliknya “Wuusshh…” dan dengan sekali kibasan dari bendera miliknya ratusan ekor mahluk-mahluk mistik bahan percobaannya lalu berkeluaran, dan dengan sebuah sinyal kecil dari tangannya “GRROAARR…” para mahluk-mahluk mistik itu lalu beramai-ramai menyerang raksasa aneh tersebut.


“Krrraakkttrraakk… traaaakk…” mereka bergerak secara beramai-ramai yang mana membuat daerah disekitar sana bergetar karena guncangan dari langkah kaki para mahluk mistik tersebut.


“BOOMMSSHH….” Dengan satu kali hetakan kaki dari raksasa itu seluruh daerah disana berguncang, dia menciptakan gempa hanya dengan satu hentakan kakinya dan getaran dari gempa tersebut membuat para mahluk mistik milik Zero berhenti bergerak, dari getaran tersebut terdapat sebuah energy merah darah yang unik dan energy tersebut membuat para mahluk mistik tersebut tidak bisa bergerak. “Wuusshh… Crrraasssttthh…” dengan satu kali ayunan dari tangan raksasa itu ratusan mahluk mistik tersebut hancur dan berubah menjadi gumpalan darah, “Srrruupp… Srrruupp… Srrruupp…” dan dengan ketiga belalai miliknya dia menyerap gumpalan darah tersebut.


“GRROOAAARRR….” Raksasa itu lalu mengeluarkan yang luar biasa setelah menyerap darah dari ratusan mahluk mistik milik Zero.


“Hohohoh…. Ini benar-benar menarik, kelihatannya dia mendapatkan kekuatan setiapkali melahap mangsa, ini sangat mirip dengan ingkarnasi kehancuran ( Raksasa hijau bermata lima ), apa mereka berasal dari ras yang sama tidak raksasa yang satu ini lebih kuat dan ganas dari pada ingkarnasi kehancuran” kata Zero yang mana menganalisa mahluk tersebut.


“ROOAAAARR….” Mahluk tersebut lalu semakin menjadi liar, “Krrraakk… trraaakkss… trraaakkss… trraaakkss…” dan dari tubuhnya bermunculan mahluk-mahluk kecil yang mana sama anehnya bentuknya dengan raksasa tersebut, mahluk-mahluk tersebut memiliki tinggi 5 meter dan sama buasnya dengan raksasa diatas mereka.


“BOOMMSSHH…. BOOMMSSHH…. BOOMMSSHH….” Dan mahluk itu lalu berjalan mendekati kota yang ada didepannya, mengikuti sang raksasa yang ada dibelakang mereka para mahluk-mahluk aneh yang kecil berlarian menuju arah kota dengan kecepatan tinggi.


“A.. Apa yang.. harus kita lakukan sekarang… mereka bertambah banyak” kata prajurit penakut tersebut, “Buuggkkh…” Zero yang mana kesal dengan prajurit penakut tersebut memukulnya dan membuat dirinya pingsan ditempat.


“Maaf kalau sikapnya sudah membuat anda kesal tuan Zero” kata kapten kesatria tersebut.


“Tidak apa-apa jangan khawatir, aku hanya merasa terganggu saja dengan suaranya dia membuatku tidak bisa fokus” kata Zero, dengan bendera hitam putih ditangannya dan rantai berlian melingkar dibahunya “Buusshh…” dia dengan cepat pergi ke arah raksasa tersebut.


Para mahluk aneh lainnya yang merasakan aura kuat dari Zero “Buummssh… Buummssh… Buummssh…” langsung dengan cepat melompat beramai-ramai, mereka berebut untuk siapa yang bisa melahap Zero.


“Hehehehe… mereka memiliki sikap rakus yang sama dengan ingkarnasi kehancuran, kalau begitu skill Mistic Blade” Zero lalu mengumpulkan energy hukum ruang kedalam ujung benderanya dan dalam sekejab dia menciptakan sebuah pedang energy yang mana tak dapat terlihat oleh mata telanjang.


“Srrrraaasssshhh…..” dan dengan sekali tebasan seluruh mahluk-mahluk aneh yang mana melompat kearahnya terpotong menjadi dua, dia sangat mudah memotong mereka bagaikan memotong sebuah sayuran para mahluk tersebut mati dengan sekali potongan.


“HAHAHAHAHA…. sekarang giliranmu ibu raksasa” kata Zero, dia dengan cepat menerjang menuju arah raksasa tersebut, namun raksasa tersebut mengumpulkan sebanyak energy yang sangat banyak didalam mulutnya “Nyiinngggss… Crrraaakk….” Dia lalu membuka milutnya dan dari dalam mulutnya sebuah bola energy yang sangat kuat terlihat dari mulut raksasa tersebut “BOOOMMMSSSHH….” Dengan satu nafas raksasa itu lalu menyerang kearah Zero yang mana sedang berada didepannya.


Bersambung…..


Mohon maaf kalau semalam tidak bisa update, sebagai gantinya hari ini diupdate tiga chapter semoga suka dengan ceritanya karena S1 sudah akan mencapai akhir, karena itulah semuanya tetap Like, Komen, Giff, dan Vote yah semalat membaca.