
Alam bawah adalah tempat dimana daratan dibelah menjadi 7 benua dan sekarang ini dike 7 benua terbagi tiga fraksi, yang paling kuat fraksi dewa Reiga yang mana dipimpin oleh para dewa-dewi yang kuat memimpin mereka untuk melayani satu dewa, lalu lawan mereka fraksi 72 iblis agung adalah fraksi yang mana dipimpin oleh para iblis agung dan beberapa dewa jahat yang mana memiliki dendam terhadap dewa Reiga, lalu yang ketiga adalah fraksi netral didalam fraksi ini para dewa-dewi adalah mereka yang tidak ingin ikut ambil bagian dalam peperangan dan hanya ingin menjalin hubungan baik antara kedua fraksi. Dan sekarang ini fraksi Reiga sedang bersusah payah menghadapi kekuatan asing, dan dengan kekuatan para dewa mereka para mahluk pelahap darah yang mana menjajah mereka dipukul mundur kembali kedalam celah dimensi sementara itu fraksi netral yang mana terdiri dai para dewa-dewi lemah yang tidak biasa muncul dipertarungan hampir musnah karena serangan dari para mahluk pelahap darah.
Sementara itu disisi lain fraksi 72 iblis agung ditempat yang cukup jauh lebih tepatnya diujung dunia alam bawah, para iblis-iblis agung sedang kesulitan mengahadapi para pelahap darah yang jumlahnya jutaan dan bahkan beberapa dari mereka lebih kuat daripada para iblis agung tersebut. Para iblis agung yang mana kekuatan mereka didapat dari dewa iblis dialam atas salah satunya adalah Arogan, langsung melemah setelah Reiga hampir membunuh lebih dari setengah dari mereka dan sekarang ini mereka dilanda kepunahan karena tidak sanggup menahan serangan dari para pelahap darah yang mana lapar akan daging para iblis-iblis agung tersebut.
“Sialan tidak kusangka ada mahluk-mahluk semacam ini didunia ini” kata Asmosdeus, dia adalah iblis wanita pengendali nafsu yang mana terbiasa menjebak para pria dan wanita melakukan perbuatan tercela.
Dengan kekuatannya Asmosdeus memperkuat para pasukannya, Asmosdeus adalah iblis agung yang mana mengendalikan pikiran dan nafus orang-orang dan dia memiliki banyak skill pengendali pikiran didalam tubuhnya, namun berapa kalipun dirinya mencoba dia sama sekali tidak bisa mengendalikan para pelahap darah tersebut. Para pelahap darah adalah mahluk yang diciptakan untu mematuhi satu tujuan dari tuan mereka, mereka hampir sama seperti robot yang dibentuk dari daging dan darah pelahap darah akan melakukan apapun yang tuan mereka inginkan bahkan jika itu harus mengorbankan nyawa mereka sendiri.
“Jangan banyak bicara wanita bodoh, gunakan tanganmu dan pakai otakmu, kalau seperti ini terus kita akan kehilangan seluruh wilayah kekuasaan kita” kata Mamon, iblis agung yang tertarik dengan emas dan perak dia adalah inti dari orang-orang serakah dan memancing para orang-orang untuk menjual jiwa mereka dengan harta kekayaan yang diapunya.
Mamon menggunakan skill miliknya untuk mengendalikan logam dan aset-aset yang diapunya untuk melawan para pelahap darah, walaupun begitu dia sama sekali tidak bisa membantu banyak karena kekuatan dirinya lebih rendah dari pada para mahluk pelahap darah yang dia lawan.
“Skill Gold armor…” Mamon yang mana terdesak melawan beberapa mahluk pelahap darah berukuran 10 meter menggunakan skill miliknya untuk menciptakan pelindung dari emas murni.
“Trraanngss… Trraanngss… Trraanngss…” walaupun begitu para pelahap darah tersebut menjadikan dirinya sebagai mainan dan memukulinya sampai dirinya kesakitan.
“Grrr… sialan semuanya cepat kemari dan bantu aku” kata Mamon yang mana sedang kesulitan menghadapi para pelahap darah yang jumlahnya ribuan.
“Maaf aku sedang sibuk disini” kata Asmosdeus, “Srraass… Crrasstt…” dengan menggunakan pedang yang diapunya dirinya berusaha untuk menghadapi para pelhap darah yang mengepungnya.
Dan disaat mereka berdua terkepung dan merasa kesulitan para pelahap darah berbentuk nyamuk bergerombol terbang kearah mereka, “Ngiiiinnggss… Ngiiiinnggss… Ngiiiinnggss…” dengan jumlah mereka yang tidak terhitung jumlahnya para pelahap darah nyamuk-nyamuk itu lalu langsung terbang menuju arah Mamon dan Asmosdeus.
“Jangan harap kau bisa menyakiti rekan-rekanku” kata sesosokb iblis agung, dari dalam jubah yang dia kenakan keluarlah lalat-lalat buah busuk yang mana menyerang balik kumpulan pelahap dara nyamuk-nyamuk tersebut.
“Akhirnya kau datang juga Belzebub, kenapa kau bisa lama sekali datangnya” kata Mamon yang marah-marah dengan wajah yang babak belur.
“Buuusshhhkkk…” disaat mereka sudah lega karena bantuan telah datang, 12 raksasa pelahap darah tiba-tiba saja muncul dari retakan dimensi, mereka berukuran lebih dari 25 meter dengan tubuh manusia dan kepala yang berbeda-beda bentuknya. Para pelahap darah raksasa tersebut yang mana melihat adanya energy kuat dari ke 3 iblis agung langsung beramai-ramai menyerang kearah mereka, dengan tubuh mereka yang besar “Boossmmhh… Boossmmhh… Boossmmhh…” semua yang berada dijalan mereka diinjak-injak menjadi rata dengan tanah, baik itu musuh ataupun rekan sesama pelahap darah mereka sama sekali tidak peduli yang mereka pedulikan sekarang ini adalah tiga sosok mangsa dihadapan mereka.
“BOOMMHHSS…” dan salah satu dari pelahap darah raksasa tersebut lalu melakukan tendangan yang kuat, dan angin kencang tendangannya membuat para prajurit iblisa agung berterbangan terbawa anginnya, “Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt…” mereka lalu berjatuhan dan hancur ketika menyentuh tanah dan melihat banyak mayat yang jatuh dari langit para pelahap darah yang lainnya langsung dengan cepat mengambil kesempatan tersebut dan memakan seluruh mayat-mayat tersebut.
“Taassskkk…” tidak fokus karena angin yang kuat dari tendangan tadi Mamon langsung ditangkap oleh salah satu pelahap darah raksasa tersebut, dengan tangannya yang besar dia menangkap Mamon dengan mudahnya dan lalu dia membuka mulutnya lebar-lebar dengan niat untuk menelan Mamon.
“Kau pikir bisa memakanku dengan mudah Haaah, Skill Soul Dealer” dengan menggunakan skill yang diapunya Mamon lalu memanggil para jiwa orang-orang yang mana membuat perjanjian dengan dirinya, dan dengan kejamnya dia membakar para jiwa tersebut dan menghirup mereka semua masuk kedalam tubuhnya.
Menggunakan kekuatan dari para jiwa tersebut Mamon mendapatkan kekuatan besar, “Crraakk… Crraakk…” otot-otot miliknya lalu mengencang dan dengan kekuatan besar tersebut dia berusaha untuk melepaskan dirinya dari cengkraman mahluk pelahap darah raksasa tersebut. Merasakan kekuatan Mamon yang mana semakin kuat pelahap darah raksasa tersebut lalu menggunakan hukum darah monster yang diapunya untuk memperkuat cengkraman miliknya, “Crraasstt….” Dan dengan kekuatan yang lebih besar pelahap darah raksasa tersebut menghancurkan tubuh Mamon dengan cengkraman miliknya.
“Crraauusstt… Crraauusstt… Crraauusstt… Glluuppsss…” pelahap darah raksasa itu lalu melahap dan memakan Mamon dengan santainya, dengan energy kuat dari tubuh Mamon yang mana telah ditingkatkan pelahap darah raksasa itu lalu memuntahkan sebuah telur yang cukup besar, dan dari telur itu terpancar energy mematikan yang sangat kental. Para iblis agung dan seluruh prajuritnya lalu merasakan ketakutan luar biasa dari telur tersebut, dan dengan cepat Asmosdeus berusaha untuk melarikan diri dari tempat itu namun “Crrraasstt… Crrraasstt… Crrraasstt…” dari telur tersebut muncul akar-akar merah yang mana menusuk seluruh tubuh Asmosdeus.
“Ti.. Tidak… TIDAAAAKKK….” Teriak Asmosdeus yang mana seluruh darah dan energy yang diapunya diserap oleh akar-akar merah tersebut dan hanya meninggalkan tubuhnya yang kering.
“Sialan mahluk macam apa mereka sebenarnya ini” kata Belzebub yang mana ketakutan setelah melihat kematian dari Asmosdeus.
“Srrriiinnggsss… Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” dan dari belakang dirinya para nyamuk pelahap darah yang mana telah membunuh seluruh lalat-lalat miliknya menusuk tubuhnya dari belakang, dengan memangsa seluruh lalat milik Belzebub tubuh para nyamuk tersebut bertambah besar dan sekarang ini sudah seukuran lengah orang dewasa namun jumlah mereka berkurang menjadi puluhan, “Srrlluuppss… Srrlluuppss… Srrlluuppss… Srrlluuppss…” para nyamuk pelahap darah tersebut menghisap habis darahnya dan tampa ada kesempatan untuk membalas Belzebub mati dengan mengenaskan.
Lalu setelah itu para pelahap darah yang berjumlah jutaan tersebut membantai semua dari 72 iblis agung dan menghancurkan menara tujuh dosa milik mereka, para pelahap darah tersebut memakan semua 72 iblis agung sampai tidak ada sisa dari mereka dan sekarang fraksi iblis agung telah hilang dari alam bawah.
Bersambung….