
Invidia salah satu dari 7 dewa iblis pemengang dosa yang mana menguasai dosa iri, dia adalah sebuah entitas yang mana terlahir dari manusia biasa saja dia hidup dari keluarga biasa-biasa juga namun pada suatu ketika dia melihat para bangsawan yang mana hidup selama ratusan tahun namun masih tetap muda dan cantik, hal tersebut membangkitkan rasa iri dihatinya yang mana masih berumur 15 tahun namun biasa-biasa saja. Rasa irinya itu terus dia pendam dan tetap hidup normal bersama keluarganya, sampai suatu ketika dia menemukan seorang petarung tingkat dewa kelas atas yang mana ahli dalam tehnik sihir, petarung tersebut terluka parah karena diserang oleh mahluk-mahluk mistik yang ganas.
Invidia lalu menolong petarung tersebut dia berusaha mendekati dirinya dan berusaha untuk menolongnya, namun ketika dia melihat barang bawaan dari petarung tersebut dia menjadi tergoda akan barang-barang tersebut yang merupakan artefak-artefak langkah dan buku-buku mantra sihir hasil penelitian petarung tersebut. Didalam hati Invidia lalu muncul sebuah bisikan setan yang mana menyuruhnya perlahan-lahan dia lalu memegan sebuah belati yang mana merupakan salah satu artefak yang dibawa petarung tersebut dan dengan belati tersebut Invidia lalu “Crrraaasstt….” tampa penyesalan dia menggorong leher dari petarung tersebut.
“Aaaagghhkkk…. Aku tidak terima (*%^%@^%$&)” petarung yang sekarat itu lalu membacakan sebuah mantra kutukan yang mana langsung menyerang Invidia.
“Kyaaaa….” Teriak Invidia yang mana mantra kutukannya langsung masuk kedalam tubuhnya, mantra itu lalu merusak kulit dan tubuh milik Invidia dan membuatnya jadi buruk rupa.
Invidia yang kesakitan karena kutukannya lalu menyerang tubuh mati dari petarung tersebut “Crrraasstt… Crrraasstt… Crrraasstt… Crrraasstt…” dia menusuk-nusuknya dengan belati yang ada ditangan kanannya, setelah itu dia langsung pergi dari sana sambil membawa barang-barang dari petarung tersebut dan lalu ketika dia kembali kekediamannya keluarga dan para kebatnya dikejutkan dengan bentuk rupanya yang menakutkan. Seluruh warga dan kerabatnya tersebut lalu melemparinya dengan batu karena mengira dirinya adalah monster aneh, Invidia yang mana dilempari oleh bebatuan dirinya lalu berlari pergi dari tempat itu dengan marah dan kesedihan yang dihatinya, dengan amarah dia lalu mempelajari setiap buku-buku sihir yang dia curi dengan sebuah tujuan untuk membalaskan dendamnya dan membunuh seluruh warga desa tempat dia tinggal.
Beberapa bulan kemudia Invidia lalu kembali dengan kekuatannya yang baru sekarang dia adalah seorang petarung tingkat dewa kelas bawah, dan dengan kekuatan dari mantra sihirnya dia lalu membunuh seluruh warga desa yang ada dengan keahlian dari mantra es dan kegelapan dia membunuh semua mahluk hidup yang ada didesa tempat dia terlahir dan tinggal. Baik manusia, hewan, bahkan serangga tidak ada satupun yang luput dari kekuatan mantra sihir yang diapunya dan dengan darah dari seluruh mahluk hidup tersebut dia menggunakan mantra sihir kegelapan untuk mempercantik dirinya dan menghilangkan kutukan yang diapunya, ratusan tahunpun berlalu Invidia yang telah bertambah kuat tetap melakukan pembantaian yang mana akan membunuh siapapun wanita yang lebih cantik dari dirinya dan membunuh siapapun orang yang lebih kaya dari dirinya hingga pada akhirnya dia bertemu dengan Arogan dan menjadi salah satu dari bawahan Arogan lalu dengan darah iblis murni dari Arogan dia mengubah ras dan menjadikan Invidia dewa iblis pemegang dosa Iri.
Lalu sekarang ini Reiga dan Susano sedang menghadapi sebagian kecil dari kekuatan miliknya.
“Naga Es itu aku dapat merasakan ada ratusan mantra kutukan yang tergabung menjadi satu didalamnya” kata Reiga.
“Iya aku tahu itu, tampaknya Naga es itu merupakan sebuah mantra berskala besar, walaupun kita para dewa raja terkuat dapat bertahan dari serangan tersebut aku tidak yakin ke lima kotaku akan aman dari serangan itu” kata Susano.
“GRRRR…. ROOAAARR…” naga es tersebut yang merasakan kehadiran kuat dari Reiga dan Susano langsung menuju arah mereka berdua, naga es tersebut dengan taring-taring beku miliknya ingin menyerang Reiga dan Susano.
Namun Reiga yang mengetahui hal tersebut dengan cepat mengeluarkan sayap phoenix iblis miliknya, dia lalu terbang menjauh dari lima kota hal tersebut, dikarenakan Reiga tahu kalau dia bertarung disana dengan naga es tersebut maka lima kota akan rusak parah dan hal tersebut akan mempengaruhi hubungan kerjasamanya dengan Susano. Namun naga es itu sama sekali tidak melihat Reiga dan mulai mengincar Susano, “Boossmm… Boossmm…” Reiga lalu menggunakan bola-bola api untuk menyerangnya agar naga es tersebut terpancing olehnya.
“GRRRRR…. ROOAAARR….” Naga es yang diserang Reiga tersebut lalu mulai terpancing dan langsung mengejar dirinya.
“Bagus dengan begini aku bisa punya waktu untuk memasang kembali formasi pelindung kota” kata Susano, dia langsung dengan cepat ketempat dimana mata formasi tersebut diletakan dan dia meninggalkan naga es tersebut untuk diurus oleh Reiga.
Artefak trisula penguasa langit milik Reiga telah ditingkatkan beberapa hari yang lalu setelah dia mengambil bahan-bahan berharga milik Oroci, sekarang ini artefak tersebut sudah berada ditingkat raja yang mana dapat dengan bebas mengendalikan cuaca dilangit. Dan dengan tombak penguasa langit yang sudah ditingkatkan Reiga lalu menciptakan sebuah awan hitam, “Trrraaak…. Grroommm….” Suara gemuruh petir mulai bermunculan didalam awan hitam tersebut dan disaat naga es tersebut sudah berada dibawah awan hitam itu “TRRAAAAKKRR….. DUUAAARR…” petir bermunculan dan menghantam naga es tersebut membuatnya langsung rusak parah.
“Hmmm… sepertinya artefak ini memiliki efek yang lumayan cukup kuat juga” kata Reiga yang mana sebenarnya hanya ingin mengecek peningkatan kekuatan dari artefak tombak miliknya.
Namun setelah terkena serangan dari Reiga sebuah embun-embun es mulai bermunculan di sekitar naga es tersebut dan mulai menyatuh pada tubuh naga es tersebut, penyatuan itu bukan cuman memulihkan naga es namun juga membuat tubuh dari naga es tersebut semakin membesar. “GRRRR… ROOAARR….” Naga es tersebut mulai menyerang Reiga dengan ganasnya dan bukan cuman menjadi besar naga es tersebut juga ikut menjadi lebih besar dari sebelumnya, “TRRRAAARRKK…” Reiga lalu mengeluarkan petir lagi dan membuat naga es tersebut retak namun tidak seperti sebelumnya retakan naga es tersebut pulih kembali seperti semula dengan sangat cepat.
“Nampaknya setelah menyerap energy alam, kekuatan yang naga es ini semakin kuat dan kemampuannya juga ikut meningkat” pikir Reiga, dengan kemampuan artefak miliknya dia menciptakan ribuan petir yang mana menghantam tubuh naga es tersebut.
“TRRAARRKK… TRRAARRKK… TRRAARRKK… TRRAARRKK… TRRAARRKK…” serangan beruntun dari ribuan petir tersebut membuat fenomena aneh yang mana menciptakan sebuah pohon petir besar yang berusahan menancapkan akarnya ketanah.
“Hancurlah…” kata Reiga sambil mengeluarkan sejumlah energy besar ke trisula penguasa langit miliknya.
“Trrraanggkk… Krrrraaanggss…” naga es itu lalu pecah dan hancur menjadi butiran-butrian es.
“Hmmm…. Bagus-bagus dengan begini aku bisa tahu batasan dari trisula ini” kata Reiga yang mana sedang melihat apakah ada kerusakan atau tidak diartefak miliknya.
Namun tiba-tiba jiwa-jiwa para penghianat yang mana digunakan sebagai tumbal untuk sihir naga es mulai mengamuk, para jiwa tersebut mulai menyatu dan berubah menjadi sebuah jiwa gelap yang sangat menakutkan, mereka tidak terima karena harus mati dengan cara seperti itu dan ingin membawa yang lainnya ikut mati bersama mereka.
“Hmmm….. dasar kalian ini padahal dapat mati dengan tenang tetapi malah memilih untuk masuk neraka” kata Reiga.
Bersambung.......