
Miliyaran tahun yang lalu planet bintang Erras adalah salah satu dari dunia yang paling kuat, planet ini dulunya dipimpin oleh kaisar bintang yang mana sangat bijaksana dan unik, dirinya adalah sesosok pria dengan tinggi lebih dari 175 meter dengan rambut hitam yang khas dan senjata sabit raksasa yang membuat orang-orang takut pada dirinya. Dia adalah orang yang duduk ditempat paling tinggi di planet Erras dan juga orang yang paling dihormati saat itu, dia memiliki 5 orang kepercayaan yang mana merupakan murid-muridnya yang paling berbakat dan salah satunya adalah Cronos murid tertua sekaligus terkuat.
Mereka berlima adalah kepercayaan kaisar bintang waktu itu namun sang kaisar bintang tak menyadari adanya seorang penghianat diantara mereka, dan penghianat tersebut membuat kaisar bintang terbunuh dirinya membawa pasukan dari planet lain untuk bisa mengambil alih kekuasaan planet tersebut, namun sang kaisar bintang yang mana merupakan orang terkuat di Erras menggunakan sisa-sisa tenaga terakhirnya untuk mengusir para pasukan dari planet lain tersebut dan juga membuang murid penghianatnya tersebut. Kaisar bintang yang terluka lalu menyegel planet Erras untuk beberapa miliyaran tahun dengan tujuan untuk menjaga kedamaia dari planet Erras, namun semua itu tidak akan berlangsung lama karena musuh mereka sudah menantikan hari dimana pelindung itu akan hancur dan hari dimana para monster-monster tersebut melahap dunia Erras tersebut.
“Haaaah…. Aku memimpikan hal itu lagikah” kata Cronos yang mana duduk bersila, dirinya sedang duduk diatas gunung tertinggi namun karena suatu hal dia tertidur dan memimpikan masa lalu miliknya.
Dia adalah mahluk terkuat diplanet Erras sekarang ini sekaligus mahluk paling menyedihkan karena dia tidak bisa membalaskan dendam dari gurunya.
“Sebentar lagikah, pada akhirnya segel guru akan terbuka, Reiga perlihatkan padaku masa depan yang mana tidak dapat kulihat dari dirimu” kata Cronos, dengan kedua pedangnya yang ditancapkan kedalam tanah dia mengeluarkan kekuatan dari hukum ruang dan waktu untuk melindungi tempat dia duduk.
Sementara itu Reiga yang mana sedang berada didalam kastil kegelapan mulai menjarah-jarah tempat tersebut, dia memerintahkan para bawahannya untuk mencari disegala tempat mencari ruangan dimana Arogan menyembunyikan harta miliknya. Namun yang paling bersemangat tentang hal tersebut adala Codicia dia dan seluruh bawahannya dengan sigap mencari disegala sudut dari kastil kegelapan, mereka bahkan menemukan 5 dari 10 ruangan rahasia milik Arogan yang mana merupakan tempat dirinya menyimpan semua harta dan barang-barang penting miliknya, dan lagi bukan cuman mengambil harta Codicia juga menyuruh para bawahannya untuk mengambil batu-batu marmer hitam yang mana merupakan batu dari kastil kegelapan.
“Ayo semuanya kita bongkar kastil ini, batu-batu marmer hitam ini merupakan batu terkuat yang mana kekuatannya dapat menahan setengah serangan dari dewa raja terkuat jadi jika kita menjualnya maka kita akan kaya raya” kata Codicia, dirinya dan para bawahannya sudah tidak bisa diberitahukan lagi mata mereka sudah bergambar uang dan pikiran mereka sudah tertuju pada keuntungan yang mereka dapatkan.
“Gawat kalau begini terus maka kastil ini bisa roboh, dasar iblis itu padahal gak banyak membantu saat pertarungan tetapi disaat-saat seperti ini dia yang paling semangat” kata Reiga yang melihat tindakan dari Codicia.
Lalu disaat Reiga sedang berkeliling dia melihat sebuah jubah hitam berkilap-kelip akan cahaya, bagaikan langit malam berbintang jubah itu mengeluarkan sebuah aura yang sangat misterius Reiga lalu mendekati jubah tersebut dan dengan sendirinya juba itu menghampiri Reiga. Jubah tersebut lalu menyusaikan bentuknya dan terpakai pada tubuh Reiga dengan sendirinya, artefak jubah itu bagaikan sesosok mahluk hidup yang mana telah melihat Reiga bagaikan tuannya.
“Ini bagus, aku bisa merasakan energy kuat didalamnya, sebuah artefak yang sangat menarik” kata Reiga yang memegang dan melihat jubah tersebut dengan seksama.
“Hmm… menarik setelah menggunakan mata dewa aku dapat mengetahui tingkatan dari artefak ini adalah tingkat bencana namun lebih kuat dari tingkat bencana yang biasa, tetapi kenapa Arogan sama sekali tidak memakai artefak ini saat melawan Susano ??, apa dia meremehkan Susano” pikir Reiga yang mana memeriksa artefak jubah yang dia pakai.
Tidak lama kemudian Codicia yang mana sedang menjelajahi kastil kegelapan untuk mengambil semua harta yang dilihat melihat Reiga dengan tatapan terkejut, dia seperti melihat hal yang sangat tidak mungkin untuk dilihat.
“Kau kenapa, salah minum obatkah” kata Reiga yang mana melihat tatapan wajah dari Codocia.
“Oooh… ini aku dapatkan didalam sebuah ruanga rahasia dan diletakkan begitu saja, namun nampaknya jubah ini disegel tetapi karena Arogan telah mati segelnya lepas semua” kata Reiga yang melihat tempat diman jubah itu diletakkan, tempat itu depenuhi dengan aura kutukan dan tampak jelas kalau segel yang dipasang adalah segel terkutuk yang mana akan mengutuk mati setiap orang-orang yang berusaha untuk mengambil jubah tersebut.
“Aheemm… Reiga akan kuberitahu kau satu hal, jubah itu bernamakan jubah langit malam dan termasuk artefak yang paling unik, karena artefak itu menentukan sendiri pemiliknya” kata Codicia.
“Jadi begituyah, kelihatannya jubah ini telah memilihku untuk menjadi pemiliknya” kata Reiga dengan wajah sombong, dia mengibas-ngibaskan jubah tersebut seakan-akan dirinya mencoba membuat Codicia jadi iri.
“Haaah… iya aku, Arogan dan para dewa iblis yang lainnya sudah mencoba untuk menggunakannya tetapi kami semua ditolak mentah-mentah oleh jubah itu” kata Codicia, dia mencoba mendekati Reiga dan mencoba untuk memegang jubah tersebut secara perlahan-lahan “Trrraaak…” namun dengan sendirinya jubah tersebut menampar wajah Codicia dengan kuatnya sampai dia terjatuh kelantai.
“Hahahaha… menarik kalau begitu mari kita lihat apa saja yang dapat jubah ini lakukan” kata Reiga yang mana langsung melihat semakin dalam menggunakan mata dewa miliknya.
Jubah langit malam adalah sebuah artefak yang mana memiliki roh tersendiri dan roh dari jubah itu akan menentukan pemiliknya sendiri, artefak ini memiliki kekuatan untuk bisa menahan serangan tampa harus diperintahkan oleh penggunanya dan lagi setiap element akan dilahap kedalam langit malam dari jubah tersebut, selain itu jika pemilik memiliki kemampuan untuk bertranformasi maka jubah langit malam akan beresonansi dengan penggunaka dan berubah menjadi bentuk yang sesuai dengan transformasi dari pengguna.
“Hebat benda ini dapat berubah wujud saat aku bertransformasi, artefak yang menarik kebetulan sekali aku kekuarangan artefak pertahanan” kata Reiga yang mana hanya memiliki sebuah artefak pertahan yaitu armor miliknya yang baru dia ciptakan.
Kembali kemasa sekarang dimana Reiga tengah mengadakan pesta atas kemenangan dirinya, dan dengan banyaknya artefak yang dia dapatkan Reiga dengan cepat membagikan artefak-artefak tersebut pada mereka semua yang berjasa dalam peperangan tersebut, dan hal ini meningkatkan popularitas dari Reiga membuat semakin banyak petarung alam dewa yang ingin melayani dirinya.
Malam itu mereka berpesta akan kemenangan mereka, tetapi mereka tidak tahu kalau misalnya perbuatan mereka telah membangunkan benca yang jauh lebih mengerikan. Didalam celah dimensi tempat dimana monster aneh tersebut tinggal dia mulai bergerak dengan gelisah karena mengetahui kalau orang yang menerima kekuatannya telah mati.
“Kahahahhaa… aku bisa merasakannya, sangat jelas kekuatan dari hukum darah monster sedang mengalir kedalam tubuhku, kelihatannya kepalaku telah menerima persembahan dari kematian dua orang bodoh itu, Kahahahahah…. Sebentar lagi aku akan bertemu dengan kepalaku dan akan menghancurkan planet ini” kata monster tersebut mahluk itu rupanya merasa senang atas kematian dari Arogan dan Ludex Albius karena kematian mereka sisa-sisa kekuatan hukum mereka dapat dipanen nutrisi bagi dirinya.
Bersambung….