
Raksasa katak yang mana memiliki selaput ditangan dan kakinya lalu dengan memegang sebuah pedang besar tangan kanannya, “Krrraasskk…” raksasa itu lalu mengangkat sebuah pohon besar menggunakan tangan kirinya dan melemparkannya kearah kuil milik Azazel. Melihat hal tersebut para pasukan ras satans yang mana merupakan pengikut setia dari Azazel langsung bersiap untuk bertarung menghadapi para mahluk pelahap darah didepan mereka.
“Semuanya bersiap untuk hantaman” kata salah satu prajurit yang merupakan salah satu dari pemimpin prajurit satans tersebut.
“Wuussshh…” dan tiba-tiba saja Azazel langsung dengan cepat menghapiri pohon yang mana dilemparkan oleh mahluk pelahap darah raksasa tersebut, “Crrasstt… Srraasskk….” Dan dengan menggunakan kedua belati miliknya dia menebas pohon itu menjadi potongan-potongan kecil.
“Mahluk kotor, kau kira aku akan membiarkanmu menghancurkan kuil miliku” kata Azazel yang terbang didepan gerbang kuil miliknya.
“GRRR…. ROOAARR…. Bunuh mereka semua” kata mahluk pelahap darah yang mana memerintahkan mahluk pelahap darah kecil yang lainnya.
Dengan satu perintah dari mahluk pelahap darah raksasa tersebut gerombolan mahluk pelahap darah, “Bruuskk.. Duuaarrss… Crraasskk…” para mahluk pelahap darah tersebut beramai-ramai berusaha untuk menghancurkan gerbang kuil milik Azazel, namun sebuah formasi pelindung melindungi tempat tersebut dan membuat mereka tidak bisa masuk kedala kuil milik Azazel.
“Serang mereka, jangan biarkan satupun dari mereka masuk kedalam kuil dewa kita” kata salah satu prajurit ras satans yang mana menjaga kuil Azazel, mereka lalu beramai-ramai menciptakan sebuah tombak dari element kegelapan yang mana sangat menghancurkan kulit dan daging setiap mahluk hidup.
“Fuusstt… Fuusstt… Fuusstt…” para satans tersebut lalu melemparkan tombak-tombak hitam tersebut kearah para mahluk pelahap darah itu, “Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” lalu satu persatu mahluk pelahap darah itu terluka terkena serangan dari para prajurit satans. “ROOAARR…” para pelahap darah yang terluka karena serangan tombak hitam tersebut mulai marah, “Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” mereka lalu menyemprotkan cairan merah beracun kearah para prajurit satans tersebut namun karena pelindung yang ada didalam kuil tersebut membuat cairan-cairan beracun merah itu tidak bisa masuk kedalam dan melukai para prajurit satans.
“Hmm…. Benari juga kalian mencoba untuk menyerang para pengikutku, skill Dark Controll : Dark Sun” Azazel lalu mengendalikan butiran-butirang element kegelapan yang mana keluar dari sayap miliknya, dan dengan skill miliknya dia menggabungkan butiran-butiran kegelapan tersebut lalu membentuknya menjadi sebuah matahari hitam yang mana mengandung kekuatan gelap.
“Buusshhh…. Boommsshh….” Azazel lalu melemparkan matahari hitam tersebut kearah kumpulan mahluk pelahap darah tersebut, dengan sebuah ledakan besar dari matahari hitam itu membuat banyak mahluk pelahap darah itu bermatian, satu persatu mereka mati karana tidak kuat menahan element kegelapan yang menarik kekuatan hidup mereka.
“ROOAARR….” Melihat kalau para rekan-rekannya mulai mati satu persatu, mahluk pelahap darah raksasa tersebut lalu berlari kearah Azazel, “Boomss… Boomss… Boomss… Boomss…” dia lalu ingin menebaskan senjatanya kearah Azazel “Srriinggss…” dengan kekuatan yang kuat dan kecepatan yang luar biasa pelahap darah raksasa tersebut menebas kearah Azazel tetapi dengan artefak kedua pisau hitam miliknya dia berhasil menangkis serangan dari pelahap darah raksasa tersebut.
“Hmm… dia kuat juga” pikir Azazel, walaupun dirinya berhasil menangkis serangan dari pelahap darah raksasa katak tersebut tetapi dia tetapi terluka agak parah terkena angin dari tebasan pedang pelahap darah katak raksasa tersebut.
“Wuussshh….” Dengan cepat Azazel lalu mendekati pelahap darah raksasa katak tersebut dan melancarkan serangan balasan, “Srrasstt… Srrasstt… Srrasstt…” Azazel menebas kearah perut raksasa itu kebawah kakinya “Buuhhkkk…” karena luka tebasan dari pisau milik Azazel, pelahap darah raksasa katak itu lalu dibuat bertekuk lutut karena urat saraf kakinya sudah terpotong. “Wuusshh…. Wuusshh…. Wuusshh….” Azazel lalu memutari raksasa itu dan memutuskan untuk menebas punggungnya “Srrasstt… Srrasstt… Srrasstt…” dia bergerak dengan sangat cepat diudara, setiap tebasannya juga mengandung kekuatan element kegelapan yang sangat fatal bagi kulit mahluk hidup namun disaat Azazel mengira dirinya sudah menang “Buusshhh….” Dengan menggunakan tangan kirinya dia memukul Azazel dengan kuatnya sampai membuat Azazel terhempas jauh.
“Buuusskk… Bomssh… Bomssh… Bomssh…” dia terhempas sangat jauh sampai 12 km jauhnya dari kuilnya berada.
“Sialan… itu tadi benar-benar tidak bisa diduga, aku kira dia hanyalah mahluk besar dan bodoh biasa tetapi dia pintar juga bisa pura-pura sekarat” kata Azazel yang mana beberapa tulang miliknya patah karena serangan tinju dari raksasa katak pelahap darah itu.
“Hahahha… lalat kecil kau bilang, ok kau membuatku marah sekarang, marah dan murkalah rantai roda kegelapan” Azazel lalu mengaptifkan senjata artefak miliknya dan kata-kata dari Azazel artefak miliknya langsung melayang ditangannya.
“Crraaanggss…” rantai-rantai yang menghubungkan kedua pisau hitam tersebut lepas dan terpecah belah, rantai-rantai itu lalu berterbangan disekitar tubuh Azazel dan kedua pisau itu lalu bergabung menjadi satu berubah menjadi sebauh pedang hitam panjang. Rantai-rantai hitam yang berterbangan itu juga masuk dan menyatu kedalam pedang panjang hitam milik Azazel tersebut, dan dengan aura kuat dari element kegelapan milik Azazel lalu mengalir deras kedalam pedang hitam milik Azazel dan dengan satu kali tebasan dari jarak yang jauh “SRRAASSHH….” sebuah energy tebasan bagaikan kuas hitam yang mana dilemparkan dari jarak yang sangat jauh langsung mengarah ke raksasa pelahap darah tersebut.
“Srrrraaassstt….” Serangan tebasan itu lalu membuat tangan kiri dari raksasa pelahap darah tersebut terpotong.
“GAAAAHHH…. ROOAARR….” Mahluk pelahap darah yang mana terpotong tangannya tersebut langsung menjerit kesakitan karena luka tebasan dari pedang milik Azazel tersebut.
“BUUSSHHH…..” Azazel yang mana melihat sebuah celah didepan matanya dan terbang langsung kearah raksasa pelahap darah tersebut, “Crraasstt… Srraasstt… Crraasstt…” dia dengan cepat menebas tebas tubuh dari raksasa pelahap darah tersebut dan dalam hitungan detik Azazel sudah menebas tubuh raksasa pelahap darah tersebut sebanyak ratusan kali. “Buuggkk… Buusshh…” sekarat karena serangan tebasa-tebasan tersebut mahluk pelahap darah raksasa itu langsung dibuat tumbang oleh Azazel.
“Haaah-haah… Haaah-haah… Haaah-haah…, aku belum bisa menggunakan artefak milikku dengan sepenuhnya, menggunakan kekuatan penuh dari artefak ini memang benar-benar sangat menguras tenagaku, tuanku memang luar biasa sampai-sampai dia dapat memiliki artefak seperti ini” kata Azazel yang mana mendarat ketanah karena kelelahan menggunakan artefak miliknya.
Sebelumnya setelah Reiga berhasil mengalahkan Arogan dan menaiki tingkatan rangking 3 dari 100 dewa raja terkuat, token miliknya langsung bersinar dan mengluarkan warna keemasan.
“Ping-ping… Ping-ping… Ping-ping…, selamat pada dewa kematian Reiga karena berhasil membunuh dewa iblis kesombongan Arogan, token anda mulai sekarang akan dinaikan ketingkat tertinggi dan dapat menggunakan satu miliar GP untuk mengaptifkan portal yang terhubung dengan alam bawah” kata sistem yang berbicara langsung kedalam kepala Reiga.
Mendengar hal itu Reiga lalu memikirkan untuk mencoba kegunaan baru dari token emas miliknya, dan dia lalu mengirim 3 buah artefak yang mana dikirimkan ke Lucy, Nabila, dan Azazel. Karena dia hanya mengetahui bahwa ketiga akan sangat membutuhkan artefak tersebut untuk menguasai alam bawah, setelah mengirim artefak-artefak tersebut Reiga terkejut dengan pengeluaran GP yang dia gunakan untuk mengirim ketiga artefak itu.
“Sialan jadi itu maksudnya bukan sekali bayar tetapi tiga buah artefak tigak kali bayar” kata Reiga yang mana kehilangan 3 miliar GP.
Dan sekarang ini karena artefak tingkat penguasa yang dikirimkan oleh Reiga Azazel dapat mengalahkan mahluk pelahap darah raksasa tersebut, namun disaat dia sedang lengah “Crraasst… dari belakang dirinya sesosok mahluk pelahap darah yang mana tadinya sekarat karena skill Dark Sun milik Azazel bangkit kembali dan memberikan sebuah serangan kearah belakang Azazel.
“Aaakkgghhtt… Sialan aku lengah, tidak aku sangka mahluk-mahluk kecil itu masih hidup” pikir Azazel yang mana terluka agak parah dipunggungnya karena serangan jarum merah yang menusuk langsung melukai jantungnya.
Bersambung….