
Satu bulan setelah pertandingan Reiga dengan Zepar mereka sama-sama setuju untuk gencatan senjata sementara waktu disaat itu Zepar menyetujui rencana dari Reiga yang dimana itu menyangkut ras naga. Selama sebulan ini ras naga terus mengirim beberapa pengintai kekota bahkan sampai kedalam hutan tetapi nasib mereka berakhir sama yaitu menjadi pengorbanan untuk Reiga. Selama sebulan Reiga telah mendapatkan 10 mayat naga tetapi yang menganehkan semuanya adalah naga emas.
“Seperti prediksiku mereka hanya mengirimkan naga emas untuk mengintai, bahkan jika mereka tau naga itu akan mati mereka tidak begitu perduli karena naga emas adalah yang paling lemah, dan disaat yang bersamaan yang paling berbahaya” kata Reiga sambil mengutak atik mayat naga dan mahluk mistik yang lain untuk membuat senjata.
Sementara itu didalam lembah naga tempat para naga mengungsi setelah kehilangan tuan mereka Ares. Didalam lembah itu terdapat lebih dari 87 ekor naga dan diantaranya ada 7 tetua yaitu : tetua naga merah( Api ), tetua naga biru( Petir ), tetua naga hijau ( Alam ), tetua naga putih ( Cahaya ), tetua naga perak ( Air ), tetua naga ungu ( Racun ), dan tetua naga emas ( Angin ). Seluruh tetua dan para naga dipimpin oleh seorang naga tua yang mereka jadikan raja mereka raja naga hitam ( Kegelapan ). Walaupun mereka adalah tetua penjaga lambah naga para tetua ini sering tidak ada ditempatnya mereka lebih memilih mengelilingi dunia dari pada diam didalam lembah mereka cuman akan berkumpul ketika ada masalah penting dan sekarang ketujuh tetua itu sekarang berada dalam lembah.
“Tok..tok” suara ketokan tongkat raja naga.
“Eeehem para tetua naga terimakasih pada kalian karena telah bisa datang kembali kelembah ini hari ini aku ingin membahas masalah kita dengan dewa tanah kematian Reiga pada kalian semua” kata raja naga Darkken.
“TIDAK PERLU DI BAHAS LAGI LANGSUNG KITA SERANG SAJA DIA” teriak tetua naga emas Goldra.
“Goldra tenangkan dirimu aku tau kau marah karena banyak anggotamu yang telah terbunuh olehnya tetapi dalam keadaan ini kita harus berpikir tenang” kata tetua naga hijau Nattryu.
“Tenang katamu, kau bisa bilang begitu karena bukan anggota keluargamu yang mati disini” kata Goldra.
“Toook.. Goldra diamlah dulu sebentar” kata Darkken.
“Mohon maaf sebesarnya tuanku menurutku apa yang dikatakan Goldra ada benarnya juga kita harus menyerangnya sebelum dia menjadi lebih kuat lagi” kata tetau naga merah Dragnil.
“Hahaha kau setuju cuman karena telah dipermalukan olehnya bukan Dragnil, malu dikit napa” kata tetua naga biru Drako.
“Drako kau cuman baru menjadi tetua selama 50 tahun jadi kau tidak tau apa-apa dasar bocah biru” kata Dragnil.
“Hei jadi apa, mau bertarung haah” kata Drako.
“Haaah kalian ini begitu bertemu langsung berantem, tidak dewasa” kata tetua naga ungu Guryuu.
“Diam kau dari pada kau urusi kami urus saja masalah kelakuanmu yang feminism itu, dasa transgender” kata Drako.
“Braaak APA KATAMU BOCAH TENGIK, KUBUNUH KAU DISINI” teriak Guryuu sambil menghancurkan meja di depannya.
Para tetua naga itu saling ribut satu samalain karena inilah tidak banyak dari mereka yang tinggal di dalam lembah naga karena mereka bukan tidak akur satu sama lain tetapi mereka tidak percaya satu sama lain dan ingin saling menjatuhkan. Sementara para tetua sedang rebut raja naga yang kesal menghentakkan tongkatnya “Took” lalu kemudian didalam ruang siding itu grafitasinya bertambah 50 kali lipat dan membuat para tetua naga kesulitan dan hampir jatuh kelantai.
“KALIAN SEMUA DIAAAM” teriak Darkken.
“Benar-benar tidak dewasa kalian semua ini adalah tetua naga dimana wibawa kalian haaah” kata Darkken.
“Mohon maaf raja naga, tolong tenanglah” kata Dragnil yang mencoba menenangkan Darkken.
“Heeem aku maafkan kalian kali ini, dan untuk masalah dewa Reiga kita masih belum memilik informasi apapun tetan kekuatannya jadi akan gawat jika kita sembarangan menyerangnya, untuk sementara kirim beberapa orang lagi untuk mengintai dan jika tidak ada hasil kita coba bernegosiasi dengannya” kata Darkken.
“Kirim orang lagi, tapi tuanku sudah 10 orang dari klanku mati ditangannya kenapa kitak menyerang saja dia selagi sempat” kata Goldra.
“Goldra tenanglah klan kita telah mengalami kesulitan dalam memiliki penerus selama beberapa generasi dan hanya klan naga emaslah yang memiliki jumlah paling banyak diantara naga-naga yang lain jadi kehilangan beberapa orang kurasa bukanlah masalah besar bagimu” kata tetua naga putih Hiryuu.
“Apa maksudmu klanku pantas menjadi tumbal Haaah” kata Goldra.
“Tenang.. masalah ini aku tutup dulu untuk sementara waktu, Goldra segera kirimkan orang untuk mengintai” kata Darkken sambil pergi dari ruangan rapat.
“Hahahaha begitu ya baik jika kalian ingin klan naga emasku jadi tumbal maka akan kulakukan, kami naga emas akan menumbalkan diri kami untuk kepentingan klan naga karena itulah bersiaplah Darkken” kata Goldra sambil mengeluarkan aura iblis dari dalam tubuhnya.
Satu minggu sebelum berkumpulnya para tetua naga ditengah perjalanannya kembali kelembah naga Goldra menggunakan kekuatan anginnya untuk kembali lebih cepat. Tetapi ditengah jalan tiba-tiba ada serangan tebasan aura pedang yang bahkan dapat membelah awan.
“Siapa kau beraninya kau menyerangku tetua dari suku naga emas” kata Goldra.
“Hahaha maaf-maaf aku harus berbuat seperti itu karena jika tidak maka aku tidak bisa menghentikanmu, perkenalkan salah satu dari 72 iblis agung Zepar” kata Zepar yang tiba-tiba muncul.
“Ada apa kau sampai salah satu 72 iblis agung datang menjumpaiku” kata Goldra.
“Hei jangan curiga seperti itu gimanapun aku itu salah satu teman baik tuanmu Ares, kami sering bertarung bersama dimedan perang waktu dulu” kata Zepar.
“Lalu apa, jangan bilang kau menghentikanku cuman mau basa-basi” kata Goldra sambil mengumpulkan kekuatan angin diseluruh tubuhnya.
“Ok sifatnya sesuai dengan yang kubutuhkan” pikir Zepar.
Zepar kemudian tiba-tiba mengeluarkan pisau dari sakunya. Melihat Zepar yang mengeluarkan senjata Goldra langsung mengambil kuda-kuda bertarung.
“Ambil ini” kata Zepar yang tiba-tiba melemparkan pisau itu kearah Goldra.
Pisau yang dilemparkan Zepar itu kemudian menancap ketanah dekat tempat Goldra berdiri. Dari segi pandang Goldra pisau itu adalah senjata yang sangat kuat bahkan mengeluarkan auran kematian yang luar biasa kuatnya.
“Apa maksudnya ini??” kata Goldra.
“Aku hanya merasa kasihan denganmu” kata Zepar.
“Maksudmu?, apakau menghinaku” kata Goldra.
“Tidak-tidak ambil itu dan kembalilah kelembah naga kau akan mengerti apa maksudku” kata Zepar yang tiba-tiba menghilang.
Kembali kemasa sekarang Goldra sedang berjalan kembali keruangannya disana telah berkumpul 37 naga emas.
“Saudara-saudaraku disini aku akan memberitahukan kalian sesuatu yang penting pada kalian” kata Goldra. Semua pengikutnya mendengarkan dia dengan serius.
“Dipertemuan tadi kita suku naga emas telah direndahkan oleh suku-suku naga yang lain karena itu aku memutuskan untuk mengambil alih tahta dari raja naga dan menantangnya untuk berduel satu lawan satu” kata Goldra.
Mendengar pernyataan yang mengejutkan dari tetuanya membuat para pengikutnya terkejut dan takut akan konsekuensi dari perbuatan dari ketuanya.
“Kalian semua tidak perlu khawatir, hari ini aku pasti akan menang dan mengalahkan raja naga tua itu” kata Goldra sambil mengeluarkan pisau pemberia Zepar.
Aura yang dikeluarkan dari pisau itu memikat para pengikutnya semua naga emas yang ada disana tiba-tiba memunculkan emosi amarah, dendam, dan benci. Nama senjata dari yang dipegang oleh Goldra adalah pisau emosi ( pisau ini adalah sebuah senjata kelas legenda yang dapat memperkuat kekuatan penggunanya sebanya 10 kali lipat baik itu kekuatan kekerasan, energy sihir, bahka skill juga akan diperkuat 10 kali lipat. Tetapi pisau ini dikutuk karena kuatnya kekuatan yang diamiliki sehingga pengguna pisau ini akan menjadi sombong, gampang marah dan bahkan mengubah sifat pengguna menjadi dua kali lebih jahat dari sebelumnya ).
"Beso akan jadi dimana klan naga akan berubah" kata Goldra sambil mengangkat pisaunya.
Bersambung.............
Tolong berikan like dan komennya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin bagus