
Monster para pengikut iblis yang sudah menjual jiwa dan tubuh mereka untuk kekuatan dan keabadian. Monter memiliki akal pikiran seperti manusia semakin kuat monster tersebut maka semakin pintar mereka walaupun wujud mereka berbeda-beda tetapi satu hal yang menyamakan mereka yaitu kerakusan mereka yang akan melahab semua mahluk hidup yang bergerak.
Serangan monster yang di ibukota pesisir negeri Terian disana banyak monster dari segala ukuran yang menyerang bangunan dan para warga.
“Graaaaaa…Bunuh semuanya yang ada disini… bunuh dan makan” kata satu monster besar yang memiliki tubuh seperti ulat raksasa bersisik, mulut bulat denga ratusan gigi, dan 12 bola mata kecil.
Monster itu menggeliat dan bergerak dengan perut seperi ular dan ketika dia membuka mulutnya untuk melahap orang-orang yang ada disana.
“Sraaaaassst..sraaaaasssst….sraaaaasst…sraaaassst..” dengan cepat Leon menebas monster itu sebanyak empat kali.
“Monster kurang ajar berani sekali kau macam-macam diwilayahku” kata Leon.
Warga yang aka dimakan tadi berlari pergi dari sana meninggalkan Leon dan monster itu sendirian.
“Grrr… ksatriaa.. bunuh…bunuh… makan…” kata monster itu yang sedang marah.
“Pedang dewa kematian, tehnik kedua : tusukan penghancur, tiga kali” Leon lalu menggunakan tehnik pedang Reiga dan menusuk monster itu sebanyak tiga kali.
“Traaaasssk… traaaasssskk… traasskk” kepala dan badan monster itu hancur disetiap tusukan Leon.
“Aaaaghhkk… manusia… kuat…aaaaghhkk..” monster itu kemudian mati dengan hancurnya beberapa bagian tubuhnya.
“Hmmmm… mahluk tampa otak berani sekali kau datang kemari” kata Leon yang melihat mayat monster itu.
“Tuan Leon pasuka kita telah berkumpul” kata salah satu prajurit Leon.
Disana telah berkumpul 50 orang prajurit petarung jarak dekat, ada 50 orang pengguna panah dan juga ada 15 orang pengguna sihir.
“Bagus bagi semuanya dengan tiga kelompok segera berpencar dan pastikan keselamatan penduduk kota” kata Leon.
Mereka lalu terbagi menjadi beberapa kelompok mereka menyebar dan melawan monster itu secara berkelompok. Salah satu kelompok menghadapi monster manusia ikan yang memiliki tubuh manusia bersisik dan wajah ikan menggunakan tombak.
“Manusia… bunuh mereka semua” kata monster manusia ikan itu yang berkelompok 15 ekor monster.
“Serang…” kata prajurit disana.
Mereka dengan sigap melawan monster itu prajurit jarak dekat menahan serangan mereka para pemanah melumpuhkan pergerakan mereka dan memeriksa akan keadaan sekitar lalu ketika monster itu terkena panah para perajurit jarak dekat langsung bisa dengan mudah menghabisi mereka.
“Boooommm…..boooommmm….boooommm…” sementara itu para ahli sihir membombardir wilayah dekat pantai yang mana telah dipenuhi monster.
Para prajurit terus melawan para monster yang datang dari laut tetapi walaupun mereka telah membunuh banyak dari mereka monster-monster it uterus berdatangan lagi semakin banyak.
“Sialan tidak ada habisnya, mereka terus berdatangan seperti serangga” kata Leon yang terus menghadapi banyak monster.
Pertarungan terus berlanjut sampai hari menjelang sore dan para prajurit banyak yang kelelahan menghadapi kumpulan monster yang tidak ada habisnya. Kemudian saat para prajurit telah berguguran satu demi satu dan semangat mereka telah menurun.
“Jari agung, jari ketiga : Cakar Naga langit” Lucy datang dan dengan cepat dia mencabik-cabik kumpulan monster itu satu persatu dengan mudahnya.
Dia menggunakan tehniknya jari telunjuk digabung dengan jari tengah, jari manis dengan jari kelingking dan ibu jari. Dengan melapisi tiga pondasi jari itu dengan energy dia membentuk tangannya seperti cakar naga dan bergerak dengan cepat seperti sedang menari. Para monster itu terbunuh satu demi satu bahkan sampai ketakutan melihat Lucy.
“Jangan kira kalian bisa lari setelah semua yang kalian perbuat” kata Lucy.
“Sialan lebih dari 30 orang terluka dan 5 orang mati” kata Leon yang melihat para bawahannya.
“Leon segera rawat yang terluka dan juga kirimkan berita ini pada para dewa” kata Lucy.
“Baik nona Lucy” kata Leon.
“Aku merasakan ini semua tidak akan berakhir semudah ini” pikir Lucy.
Sementara itu dikedalaman laut tempat dimana ratusan monster raksasa berkumpul dan saling memakan satu sama lain. Disana mereka diam dan berlutut akan sebuah keberadaan wanita cantik yang sedikit memiliki sisik ikan ditubuhnya.
“Hmmm… begituya pelindung itu tidak menolak beberapa monster tingkat bawah dan juga menengah, tapi dia bisa menolak ku masuk…, besok mari kita coba memasukkan monster kelas atas dan juga hal itu mungkin bisa aku coba” kata Leviatan yang sedang merencanakan sesuatu yang dia rahasiakan dari para iblis agung yang lainnya.
“Sepertinya kau sedang merencanakan sesuatu lagi..?” kata Zepar yang datang ketempat Leviatan.
“Hmmm…. Rahasia” kata Leviatan sambil sedikit menggoda.
“Hentikan itu kau membuatku jijik, dasar ular” kata Zepar.
Keesokan paginya dewa beruang, dewa tombak, dan dewi pembunuh telah menerima pesan dari Leon akan masalah monster yang berdatangan kewilayah pesisir pantai lalu dengan sigap Grizz dewa beruang mengirimkan beberapa orangnya yang merupakan tentara bayaran yang sudah terlatih dipeperangan dan juga 5 ekor beruang raksasa sebagai tunggangan mereka.
Sementara itu dewa tombak mengawasi langsung ibukota negeri Terian yang sedang ditinggalkan Leon lalu dewi pembunuh memerintahkan para pengikutnya untuk memeriksa keadaan kota-kota mencari penyusup yang memiliki rencana jahat ditempatnya.
“Dengan begini aku harap bisa menahan penyerangan berikutnya” kata Lucy.
“Nona kenapa anda terlihat seperti khawatir akan sesuatu” kata Leon yang sedang bertanya pada Lucy.
“Hmmm aku hanya merasa ini semua cuman mengetes awal saja” kata Lucy.
“Awal ya…, kalau itu benar maka semua ini akan jadi semakin merepotkan dan juga yang bisa menyuruh para monster ini untuk bergerak hanyalah para iblis agung mereka itu adalah mahluk yang hanya mengikuti hasrat mereka dan tidak peduli berapa banyak yang menderita untuk hiburan mereka” kata Leon.
“Yaah.. untungnya kita memiliki pelindung yang ditinggalkan dewa Reiga sebelum dia berhibernasi kalau tidak akan gawat” kata Lucy yang mengigat kembali kenangan buruk akan Reiga yang hancur akibat serangan hukuman petir.
Lalu saat Leon dan Lucy sedang berbicara para monster kembali berdatangan dari laut puluhan datang naik kedaratan yang berbeda adala satu monster berkepala dua dan memiliki perlengkapan baju baja dan senjata dua buah palu besar di kedua tangannya.
“Grrr..RAAAAAAHHHHH…..ATAS NAMA IBLIS AGUNG LEVIATAN HARI INI KALIAN SEMUA AKAN MENJADI TUMBAL PENGORBANAN UNTUKNYA” kata monster itu yang berteriak dengan keras teriakannya bahkan menyebar keseluruh kota.
“Cih muka jelek berani juga kau, Leon pimpin pasukan dan kalahkan anak buahnya serahkan serangga kepala dua itu kepadaku” kata Lucy yang menatap rendah monster berkepala dua itu.
"Siap..." Leon kemudian langsung pergi dari sana memimpin pasukannya.
"Boooom...." Lucy lalu dengan langkah kakinya dia melompat tepat didepan pemimpin para monster itu.
"Hei serangga kepala dua aku lawanmu" kata Lucy yang mengeluarkan aura pembunuh.
Bersambung.......
berikan like dan komen kalian agara penulis semakin semangat dan ceritanya bisa semakin menarik
dan juga berikan vote kalian jika menyukai cerita yang ada di novel ini ok..