I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 116 Tujuan dari sang dewa pedang bagian ke 2



Lima puluh tahun yang lalu disebuah tempat dipulau kecil yang mana sangat jauh dari peradaban, disana tinggalah sebuah suku manusia yang mana sangat primitif. Mereka masih menggunakan bahasa has mereka walaupun terbelakang dalam hal kepintaran suku mereka sangat kuat yang mana mereka bisa memburu mahluk mistik untuk mereka makan, para pria dari umur 15 – 50 tahun akan berburu untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan hanya dipersenjatai dengan tombak batu dan kapak batu mereka dapat mengalahkan mahluk mistik yang buas dan ganas.


 Dan diatas langit Damaskus yang tertarik dengan hal itu langsung melihat suku itu dari dekat, dia menggunakan rohnya agar tidak bisa terlihat oleh para orang-orang primitif itu. Kebudayaan mereka sangatlah gila yang mana jika ada seseorang yang bukan dari luar pulau akan mereka bunuh dan mayatnya akan mereka makan dagingnya, namun yang menarik perhatian Damaskus adalah kekuatan yang mereka punya dari bayi para orang-orang primitif tersebut mendapatkan sebuah energy asing yang tidak dapat dikenali oleh Damaskus energy tersebut berasal dari sebuah gagang pedang rusak yang mana mata pedangnya sudah tidak ada lagi.


 Melihat pedang yang kuat dan indah itu membuat Damaskus langsung mengambilnya kemunculan Damaskus yang tiba-tiba mengambil benda suci mereka membuat para orang-orang primitif itu marah, mereka lalu dengan segenap tenaga langsung menyerang Damaskus dengan energy asing yang mereka miliki ditubuh mereka membuat Damaskus dengan cepat membantai mereka semua “Srraass… srraass… srraass… srraass… Crraasss…” dengan hitungan detik seluruh mahluk hidup yang ada disana sudah mati terpotong-potong. Damaskus yang tampa rasa bersalah langsung pergi berjalan diatas tumpukan mayat suku primitf tersebut yang mana baik dari orang tua sampai bayi tidak diampuninya dia membantai semuanya tampa emosi, dirinya seperti sebuah pedang yang tampa emosi menebas siapa saja yang ada didepannya.


 Dan beberapa tahun kemudian Damaskus merencanakan sebuah turnament yang mana dia akan dapat memanen emosi para pejuang yang akan bertarung dalam turnament tersebut, dengan hadiah yang menggemparkan dia dapat memancing banyak pejuang yang dapat membuatnya memanen banyak emosi agar dia bisa menempa pedang miliknya. Dan sekarang ini pedangnya telah 90% ditempa olehnya sedikit lagi maka dia dapat mewujudkan keinginannya.


 “Kau inging menggunakan pedang itu untuk melawan kekuatan kekacauan yang ada dalam penghalang kedua alam” kata Reiga.


“Benar dengan energy aneh yang bahkan tidak diketahui oleh sistem maka aku dapat mencapai alam atas, hanya dengan mencapai alam atas maka aku tidak akan perlu terikat dengan kuil bodoh ini dengan mencapai alam atas maka aku bisa bebas untuk mengasah kembali kemampuan berpedangku” kata Damaskus dengan wajah serius.


 “Jadi begitu… karena kau awalnya adalah seorang manusia jadi kau tidak bisa tahan akan kekangan yang ada


pada para dewa, walaupun itu memang benar bukan urusanku kalau kau memang ingin mengorbankan banyak nyawa karena aku juga tidak peduli, tetapi aku tidak menyukai saat ada orang yang menggunakan orang-orangku untuk kepentingan mereka” kata Reiga yang mengeluarkan aura permusuhan yang sangat kuat.


 “Kalau begitu majulah, akan kujadikan kau korban pertama untuk pedangku” kata Damaskus yang telah mempersiapkan kuda-kudanya.


 “Boneka mayat tingkat atas : The corpe-devouring sword” seratus pedang raksasa yang memiliki panjang 10 meter dan lebar 3 meter tersebut langsung bergerak dengan aba-aba dari Reiga.


 Dan lalu ketika Damaskus melihat pergerakan dari Reiga “Wuussh…” dia langsung menghilang dengan tehnik langkah kaki miliknya, dan dengan cepat langsung berada dibelakan Reiga dengan pedang putih itu dia mencoba menebas Reiga “Swwwussh…” namun Reiga dapat menghindari serangan tebasan dari Damaskus dan telah berada 5 meter jauhnya diatas langit.


 Dan dengan sebuah gerakan tangan The corpe-devouring sword milik Reiga langsung dengan cepat menyerang Damaskus, “Trrannggsss… trraannggss… trraannggss… trraannggss…” namun serangan pedang-pedang itu dapat ditangkis dengan mudah oleh Damaskus.


 “Hmmm…” secara tiba-tiba Damaskus langsung pergi dari kepungan para pedang itu dan mulai menghindari serangan pedang-pedang itu.


 “Heeeh… cepat juga dia bisa menyadarinya” kata Reiga yang melihat kalau Damaskus sekarang mulai menghindari pedang-pedang Reiga.


 “Pedang-pedang ini, mereka menyerap energyku…., dalam satu kali sentuhan banyak energy dari tubuh dan pedang miliku yang diserapnya ini sangat mirip dengan energy iblis, jika terus diserap terus seperti ini maka pedangku bisa hancur karena kehabisan energy” pikir Damaskus.


 “Hahahaha…. memang agak sulit jika mengendalikan dalam wujud manusia karena kebuasanya dalam melahap energy sangat kuat, namun jika dalam wujud pedang maka aku dapat mengendalikan ratusan dari mereka dan bahkan mereka dapat bergerak sendiri untuk menyerang musuh, sekarang bagaimana kau akan melawanku dewa pedang” pikir Reiga.


 “Ini cukup gawat juga, tehnik pedang penguasa dunia, tehnik kedua : dua tebasan hentikan waktu” Damaskus lalu menghentikan waktu dengan tebasa pedangnya.


 Dan dalam waktu beberapa detik “Srraanggss… Trraanngsss… Srraanggss… Trraanngss…” dia dapat menebas seratus pedang milik Reiga.


 “Apa cuman itu kemampuanmu, ini terlalu mudah” kata Damaskus.


 Tetapi tiba-tiba potongan-potang pedang yang sudah ditebas oleh Damaskus bangkit lagi terbang dan secara ajaib memperbaiki diri mereka sendiri, namun yang lebih menakutkan lagi adalah dari setiap potongan muncul sebuah pedang baru yang mana melipat gandakan jumlah The corpe-devouring sword milik Reiga.


 “Ha..ha.. Hahahahahaaa… kau pikir aku tidak mengantisipasi kemampuan berpedangmu, kau terlalu percaya diri dengan tehnikmu dewa pedang Damaskus, sekarang bukankah ini akan menjadi sebuah ironi kalau dewa pedang terbunuh oleh pedang” kata Reiga yang memancing amarah dari Damaskus.


 “Kau memang dewa fraksi hitam dengan mulut paling kotor dan menyebalkan yang pernah ada” kata Damaskus, dia lalu langsung menyerang pedang-pedang milik Reiga lagi.


 “Srraanggss… Trraanngsss… Srraanggss… Trraanngss…” dia meningkatkan tehniknya dan memotong pedang-pedang itu menjadi potongan-potongan kecil, namun dengan kemampuan Reiga pedang-pedang itu kembali lagi dan bertambah jumlahnya menjadi ribuan yang mana kekuatan dari pedang-pedang itu dalam melahap energy juga ikut meningkat. Sekarang berada didekat pedang-pedang itu dapat membuat Damaskus kehilangan banyak energy dari dalam tubuhnya.


 “Sialan…, tidak ada cara lain lagi aku harus menggunakan tehnik kelima milikku… walaupun harus tidur selama puluhan tahun aku harus tetap mengalahkan orang ini” pikir Damaskus.


 “Hmm… jiwa dewa miliknya berubah menjadi sedikit kokoh…, seakan dia sudah siap untuk mati” pikir Reiga yang melihat jiwa milik Damaskus.


Bersambung........


Dukung terus novel ini dan berikan dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai ceritanya, Ok...


Dan untuk pembaca setia mohon maaf  kalau semalam tidak update jadi hari akan diupdate dua kali untuk mengganti yang semalam.